RUMI: Cinta Sang Pria Lumpuh

RUMI: Cinta Sang Pria Lumpuh
SINGLE MOM?


__ADS_3

Hari ini adalah anniversary pernikahan Alsya dan Erick. Sengaja Alsya datang ke studio tempat Erick melakukan pemotretan tanpa terlebih dahulu memberi tahu suaminya tersebut. Alsya ingin memberikan kejutan untuk Erick.


Setelah bertanya pada beberapa rekan Erick, Alsya diarahkan untuk menuju ke satu ruangan karena kata mereka Erick sedang beristirahat. Alsya tak berpikir panjang dan langsung mendorong pintu ruangan tersebut, saat pemandangan di dalam ruangan membuat Alsya tercengang dan mematung. Erick dan seorang wanita yang entah siapa sedang bercinta dengan panas layaknya pasangan suami istri.


"Erick!" Teriak Alsya marah. Erick menolehkan kepalanya dan mendelik ke arah Alsya yang sudah dipenuhi amarah.


"Sedang apa kau disini? Mengganggu kesenanganku saja!" Gertak Erick tanpa rasa bersalah sedikitpun.


"Keparat kamu! Baj*ngan!" Alsya langsung menyerang Erick tanpa babibu namun pria utu dengan cepat menangkis serangan Alsua dan malah mendorong istrinya itu hingga jatuh terjerembab.


"Pergi, kau!" Usir Erick kasar pada Alsya.


"Mengganggu kesenanganku saja!" Gerutu Erick lagi yang tentu saja semakin membuat Alsya murka.


"Pria brengsek! Beraninya kau berselingkuh-"


Plak!


Erick menampar Alsya dengan keras.


"Bukan urusanmu kalau aku berselingkuh! Aku bosan dengan milikmu yang tak lagi senikmat dulu! Aku butuh hiburan dan pelampiasan! Kau saja yang tak pernah bisa membuat


Aku puas!" Cecar Erick memaki-maki Alsya.


"Baj*ngan kamu Erick!" Alsya kembali akan menyerang Erick namun lagi Erick berhasil menangkisnya, dan pria itu mendorong Alsya dengan keras hingga Alsya menabrak pintu. Bersamaan dwngan seirang rekan kerja Erick yang tiba-tiba datang ke kamar.


"Rick! Ada yang nyariin!" Lapor rekan kerja Erick tersebut.


"Siapa?" Tanya Erick seraya memakai celananya.


"Aku tidak tahu! Temui sendiri!" Jawab rekan Erick tadi.


Erick bergegas keluar untuk menemui orang yang katanya mencarinya tersebut. Pun dengan Alsya yang langsung mengekori Erick untuk mencari tahu.


"Maaf, saya tak kenal dengan putri anda! Jadi jangan menuduh sembarangan!" Ucap Erick pada seorang wanita paruh baya.


"Baj*ngan kamu, Erick! Jelas-jelas kamu yang sudah melakukannya! Kamu bilang akan bertanggung jawab saat aku hamil!" Gadis muda itu meraung-raung danntak berhenti mengumpati Erick.


Jadi gadis itu hamil karena ulah Erick?


Bagaimana Alsya bisa tak tahu kalau suaminya ternyata seorang predator cabul dan seorang baj*ngan!


"Jangan sembarangan! Aku selalu memakai pengaman dan itu pasti bukan karena ulahku. Lagipula, aku sidah menikah dan punya istri," Erick tiba-tiba sudah menarik tangan Alsya dan merangkulnya mesra seolah pria itu lupa kalau tadi dia habis menganiaya Alsya habis-habisan.


Dasar pria gila dan brengsek! Pandai sekali dia berakting dan bermuka dua!

__ADS_1


"Aku bukan lagi istrimu!" Sentak Alsya kasar.


"Aku tak sudi lagi menjadi istrimu! Mulai sekarang kita cerai, dan jangan pernah pulang ke rumah Papiku lagi!" Alsya menuding Erick penuh emosi sebelum wanita itu berlalu meninggalkan Erick. Alsya masuk ke dalam mobil dengan wajah yang sudah bercucuran airmata, dan tak berselang lama, wanita itu sudah memacu pergi mobilnya.


****


Kamar maid sudah dipasangi garis polisi, dan beberapa polisi juga langsung melakukan penyelidikan penyebab maid di rumah keluarga Attala itu melakukan bunuh diri.


Dugaan sementara, maid ketakutan melihat polisi yang hendak menggeledah kediaman Attala, karena saat dilakukan penggeledahan, ditemukan beberapa bungkusan di kamar maid yang berisi narkoba.


Tidak ada yang tahu itu narkoba milik siapa, karena saat dilakukan tes, semua anggota keluarga Attala dinyatakan bersih. Tapi mengacu pada Erick yang kini sudah ditetapkan sebagai tersangka pengedar narkoba, kemungkinan narkoba itu adalah milik Erick yang disembunyikan di kamar maid. Erick dan maid memiliki hubungan spesial dan ternyata hal itu dimanfaatkan Erick untuk menyembunyikan narkoba di kamar asisten rumah tangga keluarga Attala tersebut agar tak ketahuan.


Atau mungkin maid memang seorang pengedar sama seperti halnya Erick? Entahlah,tak ada yang tahu.


Jelas sudah, jika selama ini pekerjaan Erick sebagai model sebenarnya hanya sebuah kedok untuk menutupi dirinya yang ternyata adalah seorang pengedar narkoba di kalangan para artis dan sebriti.


"Terima kasih atas kerjasamanya, Tuan Attala!" Pamit polisi pada Papi Juna setelah dua hari ini mereka menggeledah seluruh kediaman Attala demi membongkar kejahatan Erick. Jenazah maid juga langsung diambil pihak keluarga yang sepertinya merasa malu. Mereka sampai berulang kali minta maaf pada Papi Juna dan Mami Lily.


Setelah mengantar para polisi, Papi Juna kembali masuk ke rumah, untuk menemui Alsya yang masih menangis sesenggukan di pelukan Mami Lily.


Sunny sampai diungsikan ke rumah keluarga Sanjaya selama dua hari ini, agar bocah kecil itu tak perlu tahu tentang kelakuan bejat ayahnya.


"Papi sudah bilang dari awal-"


"Papi, sudah!" Gertak Ruby memotong kalimat Papi Juna yang hendak mengomeli Alsya perihal Erick.


Setelah Alsya dan Erick menikah, mereka tinggal di apartemen dan jarang pulang ke rumah. Kala itu Erick memang masih mengelola sebuah usaha disamping profesinya sebagai model. Keluarga Erick dan Alsya juga selalu terlihat harmonis, hingga papi Juna sedikit demi sedikit mulai melunak pada Erick. Namun saat Sunny genap berusia lima tahun, usaha Erick bangkrut dan apartemen yang menjadi jaminan di bank terpaksa disita. Erick, Alsya, dan Sunny akhirnya pindah ke rumah Papi Juna dan kembali menyulut perang dingin antara Papi Juna dan Erick.


Terlebih saat Papi Juna menawarkan Erick untuk mengelola salah satu cabang toko miliknya namun malah ditolak mentah-mentah oleh Erick dengan alasan Erick punya usaha lain yang lebih menjanjikan.


Cih, menjanjikan!


Usaha sebagai pengedar narkoba maksudnya!


Kini semua kebusukan Erick sudah terbongkar. Dan Alsya hanya bisa menangis tergugu mendapati kenyataan tentang suaminya yang ternyata seorang pria brengsek, baj*ngan, dan penipu kelas kakap. Alsya benar-benar sudah dibutakan oleh cintanya pada Erick!


****


Ethan sudah selesai memperdengarkan pada Rumi sebuah rekaman suara saat Erick mengancam serta menggedor pintu kamar Vivian di malam saat Vivian kabur dari kediaman Attala.


Rumi hanya mematung dan tatapan matanya kini kosong.


"Vivian pergi bukan karena dia bersalah, Rumi! Vivian pergi karena dia diancam oleh Erick dan gadis itu ketakutan." Ungkap Ethan berpendapat.


"Biasanya dia akan ke kamarku saat ketakutan," kenang Rumi masih dengan tatapan mata kosong dan raut wajah penuh rasa bersalah.

__ADS_1


"Kau ikut menuduhnya dan tak lagi percaya kepadanya. Kau juga tak mau mendengarkan penjelasannya, jadi wajar jika Vivian memilih untuk kabur dan pergi jauh," pendapat Ethan lagi yang seketika membuat hati Rumi tercabik.


Rumi sadar, jika selama ini Rumi sudah jatuh cinta pada Vivian. Dan sekarang Rumi malah menyakitinya, menuduhnya, tak percaya kepadanya, dan melimpahkan semua kesalahan yang bahkan tak pernah dilakukan oleh Vivian.


Dosa Rumi terlampau banyak pada wanita itu!


"Menurutmu Vian kabur kemana, Eth? Apa mungkin Vivian pulang ke rumah orang tuanya?" Tanya Rumi menerka-nerka.


"Sudah kutanyakan pada Marcell-"


"Vivian pulang ke rumah orang tuanya?" Rumi menyela dengan tak sabar.


"Orang tua Vivian baru saja meninggal karena kecelakaan dua pekan yang lalu." Jawab Ethan yang langsung membuat kedua mata Rumi membelalak tak percaya.


Itu waktu yang sama dengan saat Vivian kabur, mungkinkah alasan lain Vivian kabur adalah kabar duka itu?


"Lalu anak Vivian-"


"Anak?" Rumi terlihat sangat shock.


Ethan sendiri sebenarnya juga shock saat Marcell memberitahunya kalau ternyata Vivian adalah seorang single Mom dari seorang bocah lelaki.


"Vivian seorang single mom, Rumi!" Ucap Ethan memberitahu Rumi seraya membenarkan kacamatanya.


"Aku juga baru tahu," lanjut Ethan lagi yang kali ini benar-benar membuat Rumi mematung.


Vivian seorang single Mom?


.


.


.


Jeng jeng jeng!


Terima kasih yang sudah mampir.


Jangan lupa like biar othornya bahagia.


Guys, aku bakalan UP rutin 2-3 eps/ hari sampai akhir bulan


Tapi mohon banget bacanya jangan di skip dan tolong dilike setiap babnya, ya


Aku nggak minta vote/ hadiah. Aku minta like aja guys! Like yang jempol itu lho! Timbang jempol kalian yang cantengan 🤧🤧

__ADS_1


Terima kasih atas pengertiannya🙏


__ADS_2