RUMI: Cinta Sang Pria Lumpuh

RUMI: Cinta Sang Pria Lumpuh
CEMBURU?


__ADS_3

Rumi baru saja masuk ke kamar,saat Vivian malah hendak keluar dari kamar seraya membawa guling.


"Mau kemana, Sayang?" Tanya Rumi bingung.


"Ke kamar Archie. Mau tidur sama Archie," jawab Vivian sedikit ketus.


Apa salah Rumi sekarang?


"Kenapa tidak tidurnya bersamaku saja,Vi? Aku mau menyapa calon anak kita," tanya Rumi seraya menahan lengan Vivian dan mengusap perut istrinya tersebut.


"Lepas!" Vivian mendelik horor pada Rumi.


"Aku mau tidur sama Archie, titik!" Lanjut Vivian lagi tegas.


"Tapi aku suami kamu, Vi!" Rumi masih keras kepala.


"Iya, terus?" Vivian sudah ganti bersedekap sekarang.


"Ayo masuk ke kamar, dan aku akan mengusap punggungmu," Rumi mulai merayu Vivian.


"Aku tidak mau!" Tolak Vivian tegas.


"Udah! Aku pokoknya mau tidur sama Archie malam ini!" Vivian memukulkan guling di tangannya ke arah Rumi.


"Aku boleh ikut tidur bersamamu dan Archie?" Rumi membuat negosiasi.


"Tidak!" Jawab Vivian tegas.


"Tidur saja di kamarmu sendiri, dan jangan mengikutiku!" Vivian ganti menuding ke arah Rumi, sebelum wanita itu berlalu pergi menuju ke kamar Archie.


"Vian!" Rumi memanggil Vivian dengan melas. Namun Vivian hanya acuh dan tak menjawab panggilan Rumi.


Ck!


Apa benar ini bawaan hamil?


Jangan-jangan Vivian cuma mengada-ada!


Rumi tak jadi masuk kamar dan menyusul Vivian ke kamar Archie.


"Archie!" Rumi mengetuk pintu sebelum mendorong pintu kamar Archie hingga terbuka.


Archie sepertinya sudah tidur, dan Vivian sedang memeluk Archie sekarang, seperti yang biasa Rumi lakukan pada Vivian.


Hati Rumi mulai panas sekarang!


"Vi!" Rumi cepat-cepat melepaskan pelukan Vivian pada Archie.


"Apa, sih?" Geram Vivian melotot marah pada Rumi.


"Jangan peluk-peluk Archie,kenapa?"

__ADS_1


"Peluk saja aku!"


"Aku suamimu!" Cecar Rumi yang langsung membuat Vivian memutar bola matamu.


Dasar Rumi lebay!


"Aku maunya prluk Archie! Kenapa kamu kalang kabut begitu?" Decak Vivian yang malab ganti menciumi wajah Archie sekarang. Sepertinya Vivian sengaja ingin membuat Rumi mencak-mencak.


"Vian!" Rumi segera memisahkan Vivian dari Archie.


"Ssssttt! Jangan berisik!" Gertak Vivian menatap galak pada Rumi.


"Jangan memeluk apalagi mencium Archie makanya! Peluk dan cium aku saja!"


"Ini! Ini!" Rumi sudah memonyongkan bibirnya ke arah Vivian dan minta untuk di kecup.


"Apa, sih!" Vivian mendorong bibir Rumi yang sudah monyong-monyong ke arahnya. Wanita itu kembali naik ke atas tempat tidur Archie dan memeluk sang putra.


"Vian!" Rumi yang kesal sekarang ganti menghentak-hentakkan kakinya ke atas lantai. Persis Archie atau Sunny saat sedang merajuk.


Dasar lebay!


"Berisik! Keluar sana!" Usir Vivian pada Rumi.


"Nggak! Aku baru akan keluar kalau kamu juga keluar," Rumi bersedekap dan mengajukan syarat.


"Terserah! Aku mau tidur bersama Archie dan kau silahkan tidur di lantai atau di sofa!" Ucap Vivian acuh.


"Iya, trus? Kan kata dokter nggak boleh sering-sering bercinta kalau belum masuk trimester dua," Vivian menuturkan sebuah alasan.


"Kan udah trimester dua!" Rumi mengingatkan dan sedikit geregetan.


"Kandungan kamu udah lima bulan, Sayang!" Sambung Rumi lagi yang sudah ganti mengusap perut Vivian.


"Iya juga, ya!" Vivian refleks manggut-manggut.


"Aku boleh menengok calon putri kita?" Rayu Rumi dengan ekspresi wajah genit yang malah terlihat menggelikan untuk Vivian.


"Calon putri? Kata dokter, kan cowok. Calon putra!" Vivian mengingatkan Rumi.


"Nanti lahir berubah jadi cewek. Percaya sama aku," tukas Rumi penuh percaya diri.


"Maksa! Udah cowok ya tetep cowok. Bagaimana ceritanya bisa berubah jadi cewek?" Cecar Vivian sedikit kesal.


"Saingan aku nambah berati?"


"Berondong Archie dan berondong bayi," Rumi merengut bak anak kecil.


"Baguslah! Biar nggak mesum melulu," Cibir Vivian seraya terkekeh.


"Rumi!" Pekik Vivian tiba-tiba saat ternyata tangan Rumi sudah menyusup ke dalam piyamanya. Rumi hanya meringis tanpa dosa.

__ADS_1


"Ayo aku gendong ke kamar!" Rayu Rumi lagi pada sang istri.


"Nggak!" Jawab Vivian tegas seraya memunggungi Rumi.


"Aku benar-benar akan memperkosamu malam ini kalau kau menolakku terus!" Rumi yang sudah geram segera menggendong paksa Vivian hingga wanita itu meronta-ronta dan tak berhenti memukuli dada Rumi.


"Diam!" Gertak Rumi galak. Sekarang gantian Vivian yang merengut. Rumi terus menggendong Vivian masuk ke dalam kamar mereka, lalu mendaratkan dengan lembut tubuh Vivian di atas tempat tidur.


Sementara Vivian hanya diam dan memalingkan wajahnya dari Rumi.


"Vivian, Sayang!" Rayu Rumi lembut.


"Ayo bercinta!" Ajak Runi lagi seraya membuka satu persatu kancing piyama Vivian. Rumi menyibak dengan tak sabar bra Vivian dan langsung melahap kedua gundukan kenyal Vivian dengan rakus. Vivian sesekali melenguh dan meringis karena hisapan Rumi di puncak pay*daranya.


"Aku ngantuk," keluh Vivian yang langsung mendekap kepala Rumi bak guling.


"Sayang! Wajahku terjepit," cicit Rumi yang wajahnya memamg sedang terjepit dua gunung kembar Vivian.


"Udah! Kamu jadi guling aja!" Vivian masih tak melepaskan dekapannya pada Rumi.


"Vian, aku nggak bisa nafas!" Keluh Rumi bersamaan dengan perut Vivian yang tiba-tiba berbunyi,


Kruuuk!


"Kamu lapar?" Tebak Rumi seraya mengangkat wajahnya yang tadi terjepit dada Vivian.


"Cari nasi kucing, yuk!" Ajak Vivian memasang raut wajah manis.


"Nasi kucing lagi?" Rumi menganga tak percaya.


Sudah sejak dua bulan yang lalu,Vivian selalu minta makan nasi kucing setiap malam. Rumi saja sudah sampai bosan, tapi Vivian tak bosan-bosan.


"Aku ngidam!" Jawab Vivian yang sudah membenarkan kancing piyamanya. Wanita itu lanjut mengambil cardigan panjanh dan memakainya.


"Ayo, Sayang! Kita makan nasi kucing dulu sebelum lanjut bercinta!" Ajak Vivian yang langsung membuat Rumi tak jadi cemberut. Rumi ikut bangkit berdiri dan segera menyusul Vivian.


"Nanti lembur sampai pagi, ya!" Pinta Rumi mengajukan syarat pada sang istri.


"Ck! Apa aku mau membuatku pingsan?" Decak Vivian yang malah membuat Rumi tergelak.


Dasar Rumi!


.


.


.


Tolong bantu cariin nama buat adiknya Archie.


Terima kasih yang sudah mampir.

__ADS_1


Jangan lupa like biar othornya bahagia.


__ADS_2