RUMI: Cinta Sang Pria Lumpuh

RUMI: Cinta Sang Pria Lumpuh
KENAPA?


__ADS_3

"Tidak mungkin, Vian!" Rumi berteriak marah pada Vivian.


"Kau tidak boleh bertunangan ataupun menikah dengan pria lain! Kai hanya milikku! Hanya milikku!" Teriak Rumi yang tentu saja langsung membuat Mami Lily tergopoh-gopoh ke ruang tengah untuk mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi.


"Kau hanya milikku," Rumi sudah menggenggan erat tangan Vivian. Sangat erat hingga Vivian meringis kesakitan.


"Rumi, ada apa ini?" Tanya Mami Lily penuh selidik.


"Mi, Rumi ingin menikah dengan Vian siang ini. Cepat carikan penghulu! Carikan saksi, carikan semuanya!"


"Rumi tidak mau Vian bertunangan dengan pria lain!"


"Rumi tidak mau!" Rumi meraung-raung sambil masih menggenggam erat tangan Vivian.


"Rumi, lepaskan tangan Vian! Kau menyakitinya!" Mami Lily yang melihat Vivian meringis segera berusaha melepaskan tangan wanita itu dari genggaman Rumi.


"Vivian tak boleh bertunangan atau menikah dengan pria lain, Mi!" Rumi menatap bergantian pada Vivian dan Mami Lily. Raut wajah Rumi sudah berubah melas sekarang.


"Maaf, tapi kau terlambat, Rumi!" Ujar Vivian seraya berlinang airmata.


"Aku minta maaf, Vi! Aku minta maaf!" Rumi memohon pada Vivian.


"Ayo kita menikah!" Ajak Rumi lagi yang wajahnya masih melas.


"Aku tidak bisa! Bukankah aku sudah mengatakannya kepadamu?" Jawab Vivian dengan nada meninggi.


"Tapi kenapa,Vi? Rumi ayah kandung Archie. Tidak bisakah kau memaafkannya?" Mami Lily ikut-ikutan membujuk Vivian.


"Vian sudah terlanjur menerima lamaran pria lain, Bu! Dan malam ini kami akan bertunangan. Maaf," jawab Vivian jujur yang langsung membuat Mami Lily terkejut.

__ADS_1


"Tapi Vian tak akan menghalangi Rumi untuk bertemu Archie. Vian tak akan memisahkan mereka berdua," ucap Vivian lagi seolah sedang berjanji.


"Tapi kenapa?" Tanya Rumi frustasi.


"Kau membuatku kecewa," jawab Vivian seraya menatap pada Rumi.


"Tapi kau tahu sendiri kalau waktu itu aku koma dan hilang-"


"Bukan yang itu!" Sergah Vivian memotong.


"Saat kau tidak datang tujuh tahun lalu, aku memgerti, oke!"


"Tapi saat semua orang di rumah inin menuduhku, kau tak sedikitpun membelaku," tutur Vivian yang langsung membuat hati Rumi tersentil.


"Aku tidak ikut menuduhmu waktu itu! Sergah Rumi mencari pembenaran.


"Kau tidak percaya kepadaku, kau juga tak bertanya kebenarannya apalagi memberiku kesempatan untuk menjelaskan." Vivian sudah berurai airmata.


"Kau menyakiti hatiku, Rumi!" Lanjut Vivian lagi nyaris tanpa suara.


"Aku mencintaimu, tapi kau terus saja membuatku kecewa-"


"Aku mencintaimu, Vivian!" Ucap Rumi menatap penuh kesungguhan pada Vivian. Tapi Rumi juga sadar pada kebodohannya sendiri. Hati Vivian sudah terlanjur terluka sekarang.


"Apa aku sungguh tak punya kesempatan?" Tanya Rumi lagi masih berharap.


"Maaf," ucap Vivian lirih yang hebdak pergi ke halaman belakang untuk mengambil Archie.


Namun disaat bersamaan, Archie sudah digendong masuk oleh Papi Juna dan bocah enam tahun tersebut sudah tertidur pulas.

__ADS_1


"Archie biar disini dulu, Vi!" Pinta Mami Lily yang sudah menghampiri Vivian.


"Vivian harus pulang sekarang, Bu! Nanti malam ada acara pertu-"


"Aku akan mengantar Archie nanti malam," sela Rumi cepat.


"Biarkan Archie disini dulu," mohon Rumi pada Vivian yang hanya menghela nafas.


"Baiklah kalau begitu," Vivian mengambil tasnya di sofa.


"Mami antar pulang," tawar Mami Lily pada Vivian yang langsung membuat wanita itu menggeleng.


"Vivian akan naik taksi saja, Bu!" Tolak Vivian seraya memeluk Mami Lily.


"Semoga acara pertunanganmu malam ini berjalan lancar," ucap Mami Lily dengan raut wajah sedih. Sementara Vivian hanya mengangguk dan pergi dahulu ke kamar Rumi, untuk berpamotqn pada Archie yang sudah dibaringkan di atas tempat tidur Rumi oleh Papi Juna. Vivian mencium wajah Archie sebelum wanita itu pamit pulang dari kediaman Attala.


.


.


.


Maaf lambat UP.


Anakku 3 sakit barengan. Tadi ke klinik dulu jadinya.


Terima kasih yang sudah mampir.


Jangan lupa like.

__ADS_1


__ADS_2