RUMI: Cinta Sang Pria Lumpuh

RUMI: Cinta Sang Pria Lumpuh
PULANG


__ADS_3

Vivian terbangun saat sinar matahari yang masuk ke dalam kamarnya sudah terasa menyiliukan. Wanita itu kaget saat mendapati jam di kamarnya yang sudah menunjukkan hampir pukul delapan pagi!


Ya ampun!


Vivian kesiangan.


"Rumi!" Vivian meraba tempat tidur di sebelahnya untuk membangunkan Rumi. Tapi suami Vivian itu sudah tidak ada di atas tempat tidur.


Apa?


Rumi kemana?


"Rumi!" Panggil Vivian lagi seraya bangun dan duduk. Tubuh Vivian masih naked dan kini hanya terbalut selimut. Vivian mengedarkan pandangannya ke setiap sudut kamar untuk mencarj Rumi, namun tak ada. Rumi kemana?


Vivian memilih untuk bangun dan mandi dulu saja sebelum lanjut mencari Rumi. Vivian juga masih belum memeriksa Archie sejak semalam. Semua gara-gara Rumi mesum yang mengajak Vivian lembur sampai jam tiga pagi.


****


Vivian keluar dari kamar dengan rambut yang masih setengah basah. Wanita itu baru saja akan memanggil Rumi, saat kemudian ia sudah mendapati Rumi yang sedang mengajari Archie bermain sepeda di halaman depan. Rumi dan Archie terlihat begitu akrab dan dekat.


"Baru bangun?" Tanya Kak Vita sedikit menggoda Vivian.


"Udah dari tadi, kok! Tapi kan mandi dulu, Kak," kilah Vivian mencari alasan.


"Hmmm, ada yang OTW bentar lagi," kikik Kak Vita seraya berlalu masuk ke ruang makan. Vivian segera menyusul kakak iparnya tersebut.


"OTW? Kan masih besok perginya," gumam Vivian sedikit bingung.


"Ya ampun, Vi! Kamu masih polos apa gimana, sih? Adiknya Archie yang OTW maksud aku!" Kak Vita mengusap perutnya sendiri seraya menaikturunkan alisnya ke arah Vivian.


"Kak Vita hamil lagi?" Tanya Vivian antusias. Sontak saja, kakak ipar Vivian itu langsung menepuk keningnya sendiri.


"Kamu itu yang bentar lagi hamil lagi! Adiknya Archie!" Jawab Kak Vita geregetan.


"Oh. Belum tentu, ih!" Wajah Vivian sesaat berubah merah saat tahu maksud Kak Vita.


"Bilang aamien, gitu!" Kak Vita geleng-geleng kepala dan membuka tudung saji. Vivian langsung kaget melihat makanan enak yang tersaji di atas meja makan.


"Kakak yang masak?" Tanya Vivian heran. Kak Vita todak biasanya masak hidangan mewah begini. Kakak ipar Vivian ini cinta kesederhanaan.

__ADS_1


"Mana ada! Kakak libur masak hari ini. Tu, suami kamu yang pesan," jawab Kak Vita seraya mendaratkan bokongnya ke atas kursi.


"Rumi bangun jam berapa memangnya?" Tanya Vivian lagi.


"Pagi. Pas Archie bangun, Rumi juga udah bangun dan udah selesai mandi tadi. Langsung diajak main bola si Archie sampai sekarang nggak mau udahan," cerita Kak Vita.


"Cio?"


"Udah tidur lagi. Habis mandi dan main sebentar, minta nyenyen, langsung tidur lagi," jelas Kak Vita.


"Tukang tidur memang," kekeh Vivian yang langsung membuatmu Kak Vita ikut terkekeh.


"Nanti pulang ke rumah mertua kamu jam berapa?" Gantian Kak Vita yang bertanya.


"Vian ngikut aja. Nunggu Rumi dan Archie selesai main bola," Vivian menumpukan dagunya ke atas tangan dan menatap pada Rumi yang masih menemani Archie bermain bola. Dad dan putranya itu sepertinya tak mau berhenti sekarang.


****


Hari sudah menjelang sore saat Rumi, Vivian, dan Archie tiba di kediaman Attala.


"Selamat datang, Kakak Ipar!" Sambut Ruby yang pertama kali memeluk Vivian. Sesaat setelahnya, Mami Lily dan Papi Juna juga memeluk Vivian dengan hangat.


"Sekarang panggilnya Aunty!" Jelas Ruby pada Sunny saat bocah itu sudah selesai memeluk Vivian.


"Kenapa?" Tanya Sunny seraya memiringkan kepalanya.


"Karena sekarang, Aunty Vivian adalah istrinya Uncle Rumi dan aunty-nya Sunny," terang Ruby pada Sunny yang akhirnya mengangguk paham.


"Mom!" Panggil Archie seraya mendekat ke arah Vivian, Ruby, dan Sunny.


"Dia siapa, Aunty?" Tanya Sunny lagi menunjuk ke arah Archie.


"Mmmm, yang ini adik sepupunya Sunny-"


"Tapi kenapa dia lebih besar?" Tanya Sunny menyela.


Ruby terlihat bingung mau menjawab apa. Ya iyalah lebih besar. Lahirnya duluan Archie ketimbang Sunny.


"Badannya saja yang besar. Tapi dia adiknya Sunny, kok!" Vivian yang akhirnya menjelaskan.

__ADS_1


Sunny hanya membulatkan bibirnya.


Vivian dan Ruby sudah kembali berdiri saat tiba-tiba Kak Alsya menghampiri Vivian dengan cepat dan memeluk wanita itu.


Ruby sedikit mundur, untuk memberikan ruang oada dia wanita tersebut. Ruby sendiri sidah mendengar dari Rumi soal perseteruan Vivian dan Kak Alsya tempo hari akibat adu domba dari Erick sialan. Bahkam kata Rumi, Kak Alsya juga sempat menampar dan mendorong Vivian hingga terjatuh.


"Maaf, Vian," ucap Kak Alsya sesenggukan. Mama kandung dari Sunny itu bahkan hendak bersujud di kaki Vivian, namun Vivian langsung mencegahnya dengan cepat.


"Jangan seperti itu, Kak!" Ucap Vivian seraya menghapus airmata di wajah Kak Alsya.


"Aku sudah menuduh dan memfitnahmu waktu itu, Vi! Padahal selama ini, Erick-lah baj*ngan sesungguhnya."


"Aku benar-benar minta maaf!" Kak Alsya hendak bersimpuh lagi.


"Kak Alsya!" Vivian dengan cepat menahan kakak dari Ruby dan Rumi tersebut.


"Vian udah maafin Kak Alsya," ucap Vivian bersungguh-sungguh.


"Vian juga udah lupain semuanya," sambung Vivian lagi yang langsung membuat tangis Kak Alsya kembali pecah. Wanita itu kembali memeluk Vivian dengan erat.


Mami Lily ikut memeluk putri sambung serta menantunya tersebut.


"Semua masalah sudah selesai. Sekarang kita semua adalah keluarga dan jangan sampai ada permusuhan lagi," ujar Mami Lily pada Alsya dan Vivian yang langsung membuat keduanya mengangguk.


"Ruby nggak diajak pelukan?" Protes Ruby yang langsung ikut memeluk Mami dan kedua kakak perempuannya.


.


.


.


Maaf hari ini lambat UP.


Tinggal beberapa episode lagi udah tamat.


Terima kasih yang sudah mampir.


Jangan lupa like biar othornya bahagia.

__ADS_1


__ADS_2