Saat Bertemu Kamu (Romantic Scandal)

Saat Bertemu Kamu (Romantic Scandal)
Sekilas Nobar


__ADS_3

Michelle dan Paijo sebenarnya enggan menyudahi acara akad mereka yang terbilang seru sekali dan jauh dari acara pernikahan yang sakral dan menegangkan.


Jalinan cinta mereka yang serupa komedi kala hidup sedang capek-capeknya nampaknya membaur dengan tamu undangan tanpa cela. Justru acara akad mereka menjadi ajang silaturahmi antar bangsa dan ras tertentu yang menimbulkan decak kagum dan gelak tawa.


Bayangkan saja Kusumonegoro harus hahaha hihihi dengan nenek silver yang ngobrol dengan bahasa campuran namun lebih banyak bahasa Inggrisnya sementara Agus tebar pesona dengan gadis-gadis muda internasional dengan memamerkan keindahan kulitnya dan profesinya.


Tetapi jauh lebih dari keseruan pernikahan mereka, di kamar, pukul satu siang... acara resepsi yang baru akan di langsungkan nanti malam membuat pasangan pengantin itu bisa berduaan saja tanpa di ganggu seseorang.


“Aku speechless kamu bisa bawa semua seserahan yang mama ajukan, Jon. Hebat kamu.” ucap Michelle sembari mengalungkan tangannya di leher Paijo. Wanita itu menatap suaminya penuh harap sembari membelai wajah tampannya yang lelah.


“Kamu pasti capek banget sekarang ya, nguber-uber walang goreng di Gunungkidul.. kasian sayangku...”


Tinggi badan keduanya yang sama membuat Michelle dengan mudah merebahkan kepalanya di bahu Paijo dengan tangan yang pindah di pinggangnya.


“Bobok siang aja yuk, aku ngantuk banget, Jon. Semalam nggak bisa tidur. Kepikiran hari ini.” Michelle menguap lebar-lebar, menghangatkan leher Paijo yang sedang bergerak naik turun jakunnya, meneguk ludahnya susah payah.


Paijo menolehkan kepalanya, teguh mengawasi wajah Michelle yang benar-benar kuyu meski cantiknya bukan main. Make up Korea look yang berada di wajahnya yang kebule-bulean terlihat membuatnya lebih sensual.


Paijo memajukan wajahnya, mencium keningnya lalu bibir mungil seksi yang sering membuat lututnya lemas, ia pun menggodanya dengan lidah sampai istrinya mengerang.


“Nggak ada tidur siang buat pengantin anyar, Sel!" Tangan Paijo sampai ke bokongnya, meremasnya.


“Nggak ngerti kamu?” godanya sembari menatap nakal istrinya yang tertawa.


“Hari kita masih panjang, Jon. Tapi sebagian dalam diriku merindukanmu.” Bibir Michelle mendekat ke bibirnya tapi Paijo mengejutkannya dengan melingkarkan tangannya di bawah bokong seraya mengangkatnya dan mengajaknya berputar-putar di kamar Michelle yang seperti kamar hotel itu sebelum menjatuhkan wanita yang tertawa lepas itu dengan hati-hati ke kasur.


“Joh... mumet...” keluh Paijo sembari berbaring di samping wanita yang masih menyisakan tawa sampai baju pengantin yang harganya berjuta-juta rupiah itu tiada artinya saat payet-payet yang sebagian berhias batu swarovski tertindas tubuh Michelle yang pasrah di pembaringan.

__ADS_1


“Aku juga mumet, mumet lihat kelakuan kamu.” Dengan skeptis Michelle menatap si Jonny yang masih terbungkus kain jarik dan boxer saat menundukkan kepala.


“Jangan sekarang, aku nggak berani keluar kamar buat resepsi nanti.” keluhnya diiringi nada putus asa. Dirinya sudah gatal sebenarnya ingin melihat seruling sakti milik Paijo yang tersembunyi, sebab kendati sudah berumah tangga, belum pernah ia melihatnya secara langsung sampai detik ini.


Michelle bergelung di dada Paijo sembari menyentuh pipinya. ”Aku mau lihat.” ucapnya setengah merengek.


Paijo mendongakkan dagu Michelle, menciumnya. “Lihat saja, jangan kaget.”


Merona lah wajah Michelle seketika, jantungnya pun berdebar-debar tak keruan. Ia menyunggingkan senyum sambil melucuti beskap putih Paijo tanpa menghentikan ciuman.


Paijo memejamkan mata, menyerahkan diri pada ciuman tersebut sampai napas keduanya tersenggal-senggal. Michelle berhenti.


“Jo...”


“Hmm.”


Paijo membuka matanya seraya bangkit. Ia melepas beskapnya sambil menatap tangan Michelle yang gemetar dan dingin.


“Kayak mau lihat apa saja lho gemetar-gemetar segala.”


Lelah dan ngantuk Paijo yang sudah sesak dengan pakaian akad melucuti sendiri sisa pakaiannya lalu membantu istrinya yang mulai melepas satu persatu pernak-pernik yang menghiasi kepalanya di depan cermin.


“Nanti malam aja wes... Sekalian tempurnya.” pungkas Paijo sebab kejantanan pun masih santai.


Michelle tersenyum sembari menatap Paijo di cermin. “Aku ajarin kamu dansa aja habis ini buat resepsi nanti.”


Paijo menghela napas. Dansa? Tidak pernah dia pikirkan sebelumnya, caranya, suasananya, gerak-geriknya. Yang ia tahu hanya Jathilan dan esok saat ngunduh mantu akan menjadi hiburan untuk keluarga Michelle yang ikut ke Jogja.

__ADS_1


Michelle berdiri, masih di bantu Paijo, mereka berdua tersenyum berhadapan. Lama keduanya bertatapan dan membebaskan Michelle dari pakaian pengantinnya.


Wanita itu mengigit bibir bawahnya, bulu kuduknya meremang sewaktu Paijo merenggangkan otot-ototnya sambil mendesah lega dari bibirnya.


“Ayo latihan dansa.” ajak Paijo sembari mengulurkan tangan.


Dengan kenes Michelle mengulurkan tangannya sembari tersenyum malu.


Paijo mencium punggung tangannya seraya mengendus aroma lengan Michelle sampai ke lehernya seraya mendaratkan ciuman lembut di pipinya.


Michelle mendekat, tangan kirinya melingkari pinggang suaminya sebelum merebahkan kepalanya di bahunya dengan tangan kanan yang saling menggenggam.


“Pelan-pelan aja, Jon. Ikuti irama lagunya, boleh saling pandang kok tapi kakinya tetap stabil jangan sampai injak kakiku.”


Paijo mengikuti irama lagu yang di nyanyikan Michelle dengan merdu sembari menatap wajah istrinya yang berseri-seri.


“Makasih Sel kamu sudah pilih aku sebagai suamimu.”


Michelle mencengkeram punggungnya sembari mengangguk. Meski tidak berencana terburu-buru, ia tak dapat menolak tawaran Paijo saat tangan pria itu membelai lehernya seraya menangkup dadanya dan mendorongnya ke kasur.


Paijo memperlihatkan betapa ia menginginkan setiap jengkal tubuhnya dengan mencumbu bagian-bagian yang wanginya memabukkan yang ia inginkan sejak lama.


Michelle menggigit bibirnya, tangannya mencengkeram rambut Paijo dan mendesaknya agar memperdalam cumbu di dadanya. Wanita ia melilitkan kakinya di pinggang Paijo sembari menahan desaah saat kelembutan lidahnya di kulitnya meletupkan sensasi gairah.


Paijo mengangkat tatapannya dan menjilat bibir bawah Michelle seraya melanjutkan ciuman yang lebih sensual.


...----------------...

__ADS_1


__ADS_2