Saat Bertemu Kamu (Romantic Scandal)

Saat Bertemu Kamu (Romantic Scandal)
Sweetie


__ADS_3

“Jadi beneran mau langsung training di perusahaan mas Dominic, Jon?” Michelle mengawali percakapan sembari mengeringkan rambutnya setelah menghabiskan makan malam yang melimpah ruah di meja dan melepas gaun pengantin yang terasa makin sesak di badan. Letupan hasrat yang meninggi dan rasa sukanya terhadap pria itu menegangkan syaraf-syarafnya.


Di depannya Paijo sedang merokok di dekat jendela kaca yang terbuka dengan hanya menggunakan kaos hitam dan celana olahraga pendek dengan warna yang sama.


Pria itu belum mandi tapi cukup bersyukur kamar malam pengantin mereka termasuk area smoking room sebab hanya pada rokok lah kegelisahannya bisa tersalurkan.


Malam pertama, bayangan akan fantasi yang membahana dan bergerak liar di benaknya, meniup keberanian untuk menggagahi istrinya yang tampak sangat sempurna dari ujung kaki sampai kepala.


Paijo tak mungkin mengabaikan kata hati bahwa ada keraguan serupa status sosial yang terlihat kentara di antara keduanya. Ia serupa kecoak yang hinggap di porselen putih yang alus dan mahal.


Michelle tersenyum sambil meraih dagu Paijo dan mendongakkannya.


“Kenapa, sweetie?”


“Ada cicilan yang perlu aku bayar, Sel. Kasian bapak kalau di tanggung sendiri.”

__ADS_1


Paijo menggilas putung rokoknya di asbak seraya meminta wanita yang menggunakan kimono handuk itu duduk di pangkuannya.


Michelle menuangkan anggur merah dingin ke gelas seraya memberikannya sembari duduk ke pangkuannya.


“Berapa sih?”


Anggur merah dingin itu pindah ke tangan Paijo, dalam sekali teguk minuman fermentasi itu bercampur dengan rendang, rawon daging sapi, buah-buahan, capcay sayur dan air putih di lambung Paijo.


“Nggak usah tahulah, ntar di kata berat di ongkos nikahin kamu aku.” Paijo menyelipkan rambut Michelle ke belakang telinga sambil tersenyum.


Michelle mengalungkan tangannya di leher Paijo. “Kalau gitu kita jalan-jalan dulu ke Bali bareng keluarga mama ya. Isi amplop dari mereka lumayan lho, Jon. Serius...” Ia meringis geli dan merasa lebih hidup bersama Paijo yang bergeming.


“Urusan tagihan kita pikir belakang ya. Aku udah nggak sabar nikmati malam yang indah ini bersama kamu.”


Paijo berdehem-dehem sembari mendongak. Ia menyukai cara Michelle menyurukkan wajah dan mencium lehernya. Sementara sebelah tangan melingkari lehernya sebelah tangannya meraba kulit punggungnya dengan gerakan sensual.

__ADS_1


Bermenit-menit lamanya Michelle membelai beragam rasa tengkuk dan lehernya dengan lidah dan bibirnya hingga menimbulkan rasa geli yang menjalari sekujur tubuh Paijo.


Paijo menyangga kedua bobot tubuh mereka setelah Michelle terhuyung ke tubuhnya dengan sengaja. Bermenit-menit yang panjang wanita itu menghabiskan waktu menyentuh titik-titik yang menggairahkan.


Paijo menatap Michelle, gairah tampak di mata indah wanita itu. Astaga... Malam pertama.


Michelle menangkup wajah Paijo dengan tangannya yang berkeringat dan mendekatkan bibirnya ke bibir Paijo.


Sementara akal sehat terus tergerus oleh detail kelakuan nakal dan bibir Michelle yang menjelajahi penuhnya bibir Paijo yang terasa manis, Michelle menyukai sensasi jemarinya yang membelai pahanya hingga bersembunyi di dalam kain handuk.


Paijo mengusap lembut dan menggoda bagian bokongnya hingga berakhir di bagian tubuhnya yang lebih hidup dan bergairah.


Michelle meloloskan desaahan tanpa melepas bibirnya di bibir Paijo. Pinggulnya melawan gerakan jemarinya yang sedang bergerak naik turun untuk merasakan sensasi kenikmatan yang merayapi di sepanjang tulang punggungnya dan sekujur tubuhnya lebih lama.


...----------------...

__ADS_1


__ADS_2