Saat Bertemu Kamu (Romantic Scandal)

Saat Bertemu Kamu (Romantic Scandal)
Tak wolak-walik


__ADS_3

Michelle menyusurkan tangan ke rambut Paijo untuk menahannya di tempat. Walaupun seharusnya merasa kesal karena klimakss yang diinginkannya tidak seperti yang seharusnya terjadi pada hari pertama pengantin baru, ia cukup puas Paijo tak lagi jual mahal.


“Cookies, laper nggak? Mau aku ambilkan makan?”


Paijo menangkup pinggul Michelle dan mendekap tubuhnya.


“Mau tidur aku!”


Michelle mengamati wajah Paijo yang ngantuk dan sudah kembali cuek. Tidak tegang dan dominan lagi apalagi mupeng.


Mereka bertatapan beberapa saat sebelum Paijo memejamkan mata.


“Mm... yeah. Kita makan nanti saja.” Ia mencium pipi Paijo dan merebahkan kepalanya di dada pria itu.


Keduanya terlelap perlahan-lahan sampai jam lima sore saking enaknya tidur bersama lagi tanpa jarak yang memisahkan.


Marisa menengok ke atas. Permaisuri bagi Prambudi itu sudah siap menyambut malam penuh cinta di rumahnya dengan memakai gaun pesta yang tak kalah mewah dengan milik putrinya.


“Mereka belum keluar dari kamar, Dom?”


Dominic yang sedang menyisir rambut Budiman menggeleng.


“Paling lagi ngebor sumur, Mam.” selorohnya yang langsung di balas tabokan di lengannya oleh Rastanty.


“Lambemu asal jeplak!”


Dominic meringis sembari menyandarkan kepalanya di bahu Rastanty.


“Nanti malam kita jangan kendor, Ras. Semangat juga lho aku.”

__ADS_1


Marisa mendengus dengan suara bisik-bisik putranya ke istrinya itu.


“Kau bangunkan mereka dari sensasi panjang, Dom. Suruh mereka turun ke bumi!”


“Siap, mam. Aku pingin lihat muka si Jonny sama adikku yang kenthir itu.” Dominic menyerahkan Budiman ke Rastanty. Ia sendiri belum bersiap-siap sebab tugasnya memang among tamu rombongan keluarga Kusumonegoro yang akan melewatkan resepsi pernikahan mewah mereka di hotel milik rekan kerja Prambudi Dwayne.


Dominic menapaki anak tangga dengan cengiran puas. Di depan kamar Michelle yang memiliki pintu bercat baby pink, Dominic mengetuk-ngetuk pintunya.


Michelle menguap lebar-lebar lalu turun dari ranjang setelah merasa Paijo tidak di tempat.


Gemericik air di kamar mandi membuatnya tersenyum. Dia membiarkan suaminya membersihkan tubuh dan pergi membuka pintu.


Michelle mengintip siapa yang datang lalu melebarkan daun pintu ketika yang ada di depan kamarnya cuma kakak pengganggu.


“Ganggu ta? Nggak punya kerjaan lagi?”


“Iugh... Apa itu...” Muka Dominic yang ngeselin semakin terlihat menyebalkan.


“Xipok...” Michelle tersenyum bangga seraya merapatkan kimono satin biru yang ia gunakan. “Baru bangun aku mas. Paijo lagi mandi.”


“Di cari mama, dandan. Buruan deh, ganggu Paijo mandi aja sana. Mempersingkat waktu.”


Gagal, Paijo sudah keluar dari kamar mandi, ia mendekati mereka dengan hanya menggunakan handuk dan mengeringkan rambutnya.


“Kenapa, Dom?” tanyanya di belakang Michelle.


“Weisss... keramas.” selorohnya sambil bersandar di kusen pintu. Dominic menatap Michelle dan Paijo bergantian.


“Enak, Jon?”

__ADS_1


“Orang belum kok. Yee, nanti malam baru gaspol.”


“Bagus dong. Sekarang kalian ke bawah, dandan, makan. Mama bentar lagi cerewet!”


Michelle meraih daun pintu dan menutup kamarnya. Dia berbalik setelah mengenyahkan Dominic dari pandangan mata.


“Kok nggak ajak-ajak Icel mandi sih. Khayalanku udah menari-nari bisa mandi sama kamu.” Michelle hendak menyentuh dada Paijo, tetapi pria yang enggan gerah lagi itu mundur secepatnya.


“Wes... kamu mandi sendiri terus itu nanti dadamu kamu kasih make up sendiri.”


Michelle memberengut sembari melintasi Paijo dengan sikap acuh, tetapi di saat pria itu nampak lega karena istrinya tidak mengomel, Michelle berbalik dan menarik handuk yang membelit pinggangnya.


“Icel!” Paijo reflek menutupi Jonny-nya dengan kedua tangan sembari menoleh, matanya sinis menatap istrinya yang melepas pakaiannya tanpa jengah di dekatnya sambil bersiul-siul menonton bokong suaminya yang eksotis.


“Awas kamu nanti malam, tak wolak-walik!”


Dengan kenes Michelle berjalan ke kamar mandi, dia menutup pintunya sampai Paijo tersentak.


Di bawah pancuran air shower, Michelle melihat dadanya di cermin. Polkadot merah dan semi pink di kulitnya yang putih terlihat mencolok mata.


“Icel bales nanti sampai ubun-ubunnya terasa kesedot!”


Paijo yang mendengarnya mengulum senyum.


“Boleh di coba, sayang.”


Mendengar panggilan sayang di sebutkan Paijo untuk kali pertama Michelle membuka pintu kamar mandi dan menarik pria itu ke dalam. Membawa pria itu ke bawah pancuran shower.


...----------------...

__ADS_1


__ADS_2