Saat Bertemu Kamu (Romantic Scandal)

Saat Bertemu Kamu (Romantic Scandal)
Nyentrik


__ADS_3

Paijo menarik tubuhnya dari tubuh Michelle seraya melengkungkan punggungnya sembari memberikan permintaan Michelle yang menyenangkan sekali.


Sepasang istrinya kontan terlihat berbinar takjub seraya memandangi benih hangat yang Paijo tinggalkan di perutnya.


“Seperti ini?” Michelle tersenyum paham sambil menyentuhnya dengan jari. “Terus yang di perut Icel kemarin juga sebanyak ini? Wow... Icel bakal punya banyak bayi, sweetie. Marvelous.”


“Satu saja dulu jangan banyak-banyak! Melar nanti perutmu, repot.” seru Paijo sembari turun dari ranjang.


Sebagai bapak rumah tangga yang hanya berlaku di kamar mereka saja, Paijo membereskan pakaian mereka ke dalam keranjang pakaian kotor di dalam kamar mandi.


Paijo bergeming sembari melihat kelakuan istrinya yang masih melihat-lihat pemberiannya.


“Nggak usah di tonton lama-lama. Stok masih banyak.” guraunya yang langsung membuat Michelle mencelat dari ranjang.


Wanita itu tersenyum bahagia sembari menarik Paijo ke dalam kamar mandi seraya menguncinya.


“Yang lain renang di kolam, kita di bathtub saja. Lebih enak.”


“Sudah perih yoo, jangan aneh-aneh.” Paijo memperingatinya dengan serius sembari menyingkirkan tangan Michelle yang meraba bulu kakinya.


“Di manja-manja nggak mau...” Michelle berseru. “Ya udah ayo cepat saja.”


Misi terselubung gagal, alhasil keduanya menuntaskan acara mandi bersama dalam waktu dua puluh menit.

__ADS_1


“Keluarnya nanti habis rambut kering, ntar si dombret kramas terus, kramas terus, Jon.” ucap Paijo sambil mengeringkan rambut.


“Pakai dryer, sweetie. Duduk sini, Icel keringkan rambut Paijo bojone londo Malang.”


Ya Allah, bangga banget dia sama aku. Jadi mau nolak kok rikuh...nasibmu Jon di manja-manja terus.


Duduk di depan cermin meja rias Michelle yang memiliki banyak alat make up dan wangi-wangian, Paijo duduk selama dua menit dan berdiri lagi untuk gantian mengeringkan rambut.


Michelle tersenyum saat Paijo memberikan vitamin rambut dan memijat kepalanya dengan muka ngantuk nan lelah sebelum mengeringkan rambutnya dengan dryer.


“Gitu amat, nggak suka ya manja-manja sama Icel?”


“Baru adaptasi. Belum pernah aku begini, Icel, bawel.” kata Paijo sambil menyisir rambutnya yang bergelombang dan menjepitkan jepit rambut yang berhias kupu-kupu kecil.


“Wes ayu banget, tinggal pupuran, terus bengesan.” puji Paijo untuk meredam wajah kecut Michelle. Tetapi walaupun sudah di puji, istrinya tetap cemberut.


“Kali-kali Icel di manja dong jangan cuma waktu Icel minta saja. Nggak peka.” keluh istrinya.


Ealah njaluk di manja. Untung gampang, coba njaluke Ferarri atau Lamborghini, kelakon ngedol ginjal aku.


“Iya maaf. Bojomu emang kurang peka.” Paijo mengamati letak alat make up Michelle seraya mengambil lipstik dan bedak.


“Wes sini pupuran dulu cah ayu.”

__ADS_1


Michelle mengangkat tatapannya seraya membiarkan Paijo membubuhkan alas bedak ke wajahnya dengan sorot mata yang menjureng serius.


“Lipstiknya mau tebel atau biasa?” tanya Paijo sembari meratakan bedaknya di bagian leher.


“Sesuka bojoku dong.” sahut Michelle setengah jengkel.


“Yo mangap sik.” balas Paijo lembut meski dalam hati menggerutu panjang-panjang.


Mulai kelihatan aslinya. Mbok tenan.


Michelle menurut, tetapi bukannya mengoleskan gincu ke bibirnya Paijo mencondongkan wajahnya seraya mencium bibirnya dengan cepat dan akurat.


Michelle memejamkan mata sembari menghela napas.


“Maunya di manja, bukan di cium.”


“Aku mau di manja-manja, tapi kamu cuek-cuek aja...” goda Paijo sembari menahan tawa.


Michelle mendesah gemes sembari menggertakkan kakinya di lantai.


“Iyo sayangku, aku usahakan memanjakanmu, tapi rasah rewel.”


Dengan sabar, Paijo mengoleskan gincu warna gula Jawa ke bibir istrinya yang langsung memberikan tatapan sinis kepadanya.

__ADS_1


“Siang-siang gini pakai lipstik coklat tua. Di kira mau fashion show apa! Nyentrik.”


...----------------...


__ADS_2