
Kehangatan tangan Paijo dalam tubuhnya bagai kabar baik yang sudah lama Michelle nanti-nanti. Desakan demi desakan yang memberi peluang bagi pelbagai kenikmatan yang memuncak membuatnya menginginkan lebih.
Michelle mengerangg sambil meraba punggungnya dengan kedua tangan sebelum melepas paksa kaus Paijo. Tubuh kekar dan eksotis suaminya yang berkeringat memancarkan arus panas yang tak ingin ia lepas.
Dalam remangnya lampu kamar dan indahnya bulan madu. Michelle mendekap tubuhnya seraya mengajaknya berbaring.
Dengan posisi di atas, ia menguasai tubuh Paijo dengan menggesekkan tubuhnya ke tubuhnya yang menegangkan. Sementara Paijo sibuk mengurai tali kimono handuk dan membuka keindahan yang luar biasa menggantung indah.
“Sel... Lepas...”
Hanya dalam waktu singkat, kedua kain yang membatasi tubuh keduanya lenyap. Michelle ternganga melihat betapa eloknya seruling sakti yang menantang keperawanannya. Wajahnya merah padam serupa wajah Paijo yang merona.
Pria yang merebahkan tubuhnya dengan setengah rikuh itu memejamkan mata sambil tersenyum kepadanya seolah mempercayakan kenikmatan baru pada tangan lembut istrinya. Dan sebagai manusia yang tidak pernah mengalami hasrat seperti yang di lakukan malam ini rasanya kedekatan mereka harus mencapai *******.
Michelle memegangi kejantanan Paijo yang terasa hangat dan bergairah. Alih-alih mengoceh dan merusak keintiman dengan mengagumi keelokan tubuh suaminya. Michelle mulai menciuminya dengan tenang dan santai.
Sensasi yang luar biasa merambat ke seluruh tubuhnya hingga membuat tubuh Paijo tersentak-sentak dan karenanya Michelle tersedak seraya terbatuk-batuk dan nyaris muntah.
__ADS_1
Untunglah Paijo tidak berkomentar. Pria itu bangkit dan memeluk istrinya yang kepalang malu.
“Mau minum?” tanyanya sambil mengelus rambut istrinya.
Michelle menggeleng sembari memusatkan perhatiannya pada tubuh Paijo yang nyempil dan melekat di kulitnya.
“Apa kamu ingin aku...”
Paijo menghentikan pertanyaan Michelle dengan merebahkan tubuhnya dengan hati-hati. Ia mengulurkan tangannya, membelai bibir Michelle, menuruni lehernya seraya memijat kenikmatannya yang mengeras dengan kepala yang menunduk di antara paha yang merenggang.
Gairah, dan penyesalan menyatu dalam mata Paijo hang dapat melihat tubuh Michelle yang sangat indah dan menggoda. Sesaat walau tampak rikuh ia bergerak untuk menciumnya.
Semua belaian yang terjadi sebelumnya seolah lewat, Paijo memberi tekanan dalam isapan lebih kuat dan Michelle menikmati setiap pergulatan ragawi diwarnai dengan desahann dan erangann.
Paijo memegangi tangan Michelle sebelum melanjutkannya bermenit-menit sebelum menarik diri. Dia menatap mata istrinya yang menggelap dan tampak siap melanjutkan sensasi fisik yang menimbulkan kesenangan yang tak tergoyahkan.
“Sel...” ucap Paijo dengan parau. Wanita yang sudah kepalang ingin bercinta itu menganggukkan kepala.
__ADS_1
Dengan ragu-ragu dan berhati-hati pria itu memasukan sedikit tubuhnya ke tubuh Michelle dan ketika semua telah menyatu, keduanya saling memeluk erat dengan erangann pelan yang terlontar dari tenggorokan.
Tubuh keduanya penuh dengan kenikmatan yang mengembang. Paijo menggerakkan tubuhnya pelan-pelan, meresapi segala yang terjadi malam ini dengan penghayatan. Sementara itu Michelle mencengkeram punggungnya dan menggerakkan pinggulnya untuk memunculkan ritme yang menyenangkan.
Keduanya larut akan kenikmatan yang bertahan lama, cukup cepat dan cukup dalam dengan tekad yang tak ingin di pisahkan sampai kehilangan kendali.
Tubuh Michelle meremang tak karuan, gelombang kenikmatan yang datang meningkat dan bergetar hingga ia merasakan kenikmatannya memuncak.
Michelle melengkungkan tubuh dengan pasrah diiringi desahann panjang dan berat.
Tak butuh waktu lama, Paijo menyusul, dia mencium kening Michelle dan kehangatan yang kental memancar darinya.
Paijo menarik diri dari atas tubuh istrinya seraya menutupi tubuh mereka dengan selimut. Keduanya berhadapan dan saling menatap, Paijo menyeka keringat di kening Michelle dengan selimut.
Michelle tersenyum dengan pipi yang merona. Wanita itu tidak sanggup menyembunyikan rasa bahagianya.
“Keren banget kamu, Jo. Terima kasih.”
__ADS_1
“Sama-sama.” Dengan lembut dan sikap yang lebih luwes, Paijo menarik Michelle ke dalam pelukannya dan merengkuhnya.
“Aku menyukaimu.”