
Ziana masuk ke ruangannya setelah tadi secara kebetulan Mr Daniel mengajaknya makan es sebenarnya Ia mengajak Dini juga untuk ikut,tapi Dini menolaknya dengan alasan ada janji sama teman.
Ziana tersenyum senyum sendiri mengingat apa yang dikatakan mr Daniel padanya.
siang ini untuk ke dua kalinya Deniel memujinya dan berakhir dengan menembaknya.
"Maukah kau jadi kekasihku nona Ziana?" Tentu saja membuat Ziana terkekeh.
"Aku serius Nona jangan tertawa"Kata Deniel kesal.
"Maaf,Tuan aku kira kamu becanda"kata Ziana menghentikan tawanya.
"Aku belum siap,punya hubungan dengan siapa pun saat ini maaf,aku hanya bisa jadi teman anda saja tidak lebih"jawab Ziana serius.
"Ok,saya mengerti,tapi setelah ini kau masih menganggap.aku temanmu kan?"tanya Daniel khawatir.
"Tenang anda masih teman saya setelah ini Mister"Jawab Ziana yakin.
"Ok,terimakasih"
Mereka pun menghabiskan makanan yang di pesan.
Deringan Telpon mengagetkan Ziana.
"Ya halo,"Jawab ziana tanpa melihat pemanggil.
"Ziana Medina,keruangan saya sekarang!"Dari suaranya Ia tau kalau sahabatnya memanggil.
Tapi kenapa bukanya Gege ada di Singapur ya.
"iya siap bos"Ziana pun bangkit dari kursinya.
mungkin dia sudah pulang katanya dalam hati.
"Zi,Bos cari kamu tadi"Kata Dini.
"Kapan dia datang?"tanya Ziana.
__ADS_1
"Nggak tau,pokonya aku pulang makan dia dah ada di ruangan terus nanyain kamu"
tok ..tok..pintu di ketuk setalah itu Ziana membuka pintu.
"Assalamualaikum"Ziana memberi salam.
"Waalaikum salam"Jawab Gerald tanpa melihatnya.
"Kapan pulang bos?"Ziana mencair kan suasana yang sedikit kaku"
"Tadi pas kamu keluar makan siang sama si bule itu."jawabnya datar.
Ziana tertawa kecil.
"ih,jadi pengen malu deh"Ziana tersipu.
"Ada yang perlu di ceritakan?"Gerald menyelidik.
"Apa sih Ge,cuma makan siang doang tapi lumayan keren makannya steak wagiu"Jawab Ziana norak.
"Bodo.."
"mau apa panggil aku kesini?"
Gerald hanya tersenyum dengan pertanyaan Ziana.
"Kangen aja,ada yang harus anda laporkan nona Zia"Gerald menggoda.
"Kantor aman terkendali."Jawab ziana pasti.
"ok bagus,kamu silahkan keluar dari ruanganku."kata Gerald mengakhiri perbincangannya.
"Hei mana bisa,kamu belum cerita yah.. ketemuan kamu sama pacar kamu,nggak asik"Ziana mencebik.
"ck,biasa,nggak ada yang istimewa cuma kangen kangenan.Puas"Jawab Gerald.
"Lamarannya gimana,di terima nggak"
__ADS_1
"nggak ada lamaran kepoo"Jawab Gerald.
"cih,nggak seru buang buang duit untuk yang gak ada faedah, mending pake nonton konser"Ziana bangun dari duduknya.Dan keluar dari ruangan Gerald.
"Ge, ada undangan hari sabtu di ballroom west java"Ziana menyodorkan undangannya.
"Ulangtahun PT Blue sea"tambahnya.
"oh,ya kamu ikut aku ya zi"ajak Gerald.
"Kamu kan punya pacar Ge,Ajak ngapa kan sekalian pamer tuh calon istri ku model"
"kayaknya Dia nggak bisa,kemarin Merry bilang ada pemotretan di bandung,jadi dari Singapore dia langsung ke bandung,kamu ikut aku aja,males kalo pergi sendiri"
"Iya tapi beliin aku gaunnya sama sepatu sama tas ya Ge,soalnya kayaknya aku nggak punya pakaian yang pas buat acara gituan"
"katanya kemarin belanja.."
"Iya yang aku beli kan tas kerja, sneaker,kaos sama celana jeans"jawab Ziana nyengir.
"Iya ntar aku ajak kamu ke butik,buat permak penampilan mu"
"ih,Gege kamu baiknya pake banget deh.."Ziana mendekati Gerald dan menempelkan tangannya ke pipi Gerald.
Gerald hanya senyum senyum dengan yang di lakukan Ziana.
"Udah sana,kerja lagi"
"siap,bos"Ziana keluar dari ruangan Gerald.
"Zi,jangan lupa sore kerumah Papi nanyain kamu tuh"
"Iya,aku kan janji sama papi mau kerumah"
"kalo begitu pulangnya bareng aku aja yah"
"iya,dah ah bye"Ziana keluar menutup pintu ruangan Gerald.
__ADS_1