
Riau
Suasana Di rumah Ziana di pekan baru lumayan ramai dimana para kerabat Ayah dan Bundanya berkumpul untuk menyaksikan lamaran resmi Gerald Dan Ziana.seperti yang sudah di katakan Gerald hanya membawa keluarga Intinya Tante Nuril dan suaminya,Arul dan Nadia Anak bungsu Nuril.Tgl pernikahan sudah di tentukan satu bulan setelah sekarang., keputusan diambil jalan tengah mengingat nada drama perdebatan tentang waktu pernikahan Ziana Maunya pernikahan paling awal Tiga bulan lagi sedangkan Gerald menginginkan pernikahan dua minggu lagi.Dan Keluarga pun akhirnya mengambil keputusan sebulan dari sekarang waktu yang cukup untuk persiapan pernikahan.Dan semua akan di persiapkan oleh Gerald sekeluarga.
Dan setelah kepulangannya sibuklah Mereka dengan persiapan pernikahan Dimulai dengan Gedung,pemilihan WO dan printilan pesta.Mereka harus membagi persiapan pernikahan dengan persiapan proyek Mega yang baru di menangkan. Untuk pernikahan Ziana menyerahkan semua pada Gerald,Yang sejak awal antusias menyiapkan segala sesuatunya.Ziana hanya tinggal mengangguk setuju saja.
"Zi,besok kita ketemuan WO kita ngebahas dulu menu yang kita mau,kamu telpon Bunda mungkin punya reques soal menu"Ziana hanya menggaruk kepala tak gatal.
"Bunda cuma pengen ada menu melayu jangan semua Westen itu aja kok pesannya"
"ok,kita coba tester masakannya besok ya"
"Besok,gak bisa Ge,kita ada pembahasan dulu dengan PT Wahana dan dengan pak yusuf soal tenaga kerja."
"Apa gak bisa diundur Zi,pernikahan kita penting lho"
"Tapi Proyek kita juga penting Ge,mereka udah nunggu kita,aku pengen semua berjalan sesuai rencana dan kalau ditunda lagi kita bakal mepet waktunya"Gerald menghela nafas panjang.
"Aku pengen seminggu sebelum menikah tidak ada lagi masalah yang harus di urus jadi kita fokus pada pernikahan,kamu sih ge aku bilangkan tiga bulan lagi,tapi kamu ngotot pengen sebulan lagi jadi gini kan riweh" Gerald menajamkan matanya,wajahnya pun Merah.
"Emang dari awal kamu nggak perduli kan sama pernikahan kita,semua aku yang urus kamu cuma jawab Iya,hmm,bagus,Sebetulnya kamu niat nggak kita menikah" ziana kaget dengan nada bicara Gerald yang tinggi dan Ia mencerna setiap kata yang keluar dari mulut Gerald.
"Kenapa kamu jadi ngomong ngelatur sih,jelas aku peduli lah dengan pernikahan kita,Aku tuh nyerahin semua urusan ke kamu karena aku yakin pilihan kamu the best,apa kalo aku banyak maunya kita nggak akan banyak debat kayak gini"Nafas Ziana naik turun menahan amarah air matanya sudah turun ke pipi.Ia menutup laptopnya.kemudian pergi kearah pintu.
"Mau kemana kita belum selesai bicara"Kata Gerald.
Tapi Ziana tidak memperdulikanya Ia tetap keluar dari ruang Gerald dan membanting pintu dengan kasar.
"Ada apa?"Dini heran tidak biasanya Ziana kasar begitu.
"Nggak taulah bos kamu memang nyebelin,Ia mengambil tas di ruanganya dan kembali ke meja Dini.
"Aku mau pulang,kerja juga gak akan bener"Pamit nya pada Dini.
"Tapi.."tanpa mendengar kata Dini Ziana pun pergi kearah lift.
"Din,Ziana ada?"telpon dari Gerald mengagetkan Dini.
"pulang pa barusan"jawabnya.
'Ada apa sih heran deh'Dini menggaruk kepalanya walau tak gatal.
Ziana sampai di parkiran pak Edi sudah ada di depannya
"Maaf non mau pergi saya antar mobilnya sebelah sana"edi menunjukkan kearah mobil.
"Aku mau naik angkot aja Pak"Tolak Ziana.
"Jangan non,nanti tuan Gerald pecat saya,saya anterin non mau ke mana aja"
Ziana pun pasrah Dia kasihan sama pak Edi kalau Gerald memecatnya.
"Kita mau kemana non?"Tanya Edi.
"Jalan aja dulu pak,nanti aku kasih tau"
"pak,ke jalan tiga aku mau baso "
"Siap non"Setelah sampai Ziana pun turun .
"ayo pak turun kita ngebaso dulu"Ajak ziana.
"Saya tinggu disini aja ya non"tolak Edi.
"Nggak harus ikut saya"Ziana pun keluar dari mobil diikuti edi.
Ziana memesan baso untuk dua porsi seperti biasa jika kesal dia akan menumpahkannya dengan baso yang sangat pedas.Edi hanya ternganga melihatnya.
__ADS_1
Air mata dan ingus sudah keluar dari lubangnya masing masing, gadis itu tidak perduli semua orang menatapnya termasuk supirnya.
"Kita kemana lagi non"tanya Edi.
"Aku mau ke Danau C,pak"
"Berangkat.."kata Edi mengikuti adegan seorang tukang ojeg.Ziana hanya senyum menanggapi nya.
Di Danau C yang masih sepi Ziana berdiri di pinggiran danau.Ia akan tenang jika melihat hamparan air yang begitu luas,Ia menarik nafas dalam kemudian di hembuskan.
Dan mulai lah dia berteriak memaki seseorang.
Didalam mobil seorang supir duduk tengah melaporkan posisinya ke majikannya
"Kita di danau C Tuan,nona turun sendiri"lapornya.
Di sebrang sana Gerald tersenyum sudah tau apa yang dilakukan Ziana.
'Kau pasti sedang memaki ku sayang'Katanya sambil terkekeh.
***********
Sore hari Ziana sudah sampai di rumahnya.
Dini:Zia kamu di mana?kamu kenapa.
Me:Di rumah sendiri lagi kami nginep disini yah,aku mau curhat.
Dini:iya nanti aku nginep sekarang aku pulang dulu bawa baju ganti.
Me:Iya aku tunggu.
Ziana menutup chatnya.
Malam nya Dini menepati janji untuk menginap di rumah Ziana.
Dan akhirnya menjadi ajang curhatnya Ziana.
"Ribet yah nikah"Dini yang belum berpengalaman hanya mendengarkannya.
"Sebetulnya gak ribet,Gege aja yang riweh udah tau banyak kerjaan pake nikah cepet cepet"
"Ya udah tanggung sabar,kamu minta maaf aja terus bilang sekarang maunya apa tinggal dua minggu lagi kan?"
Ziana mengangguk.
"Minta maaf itu bukan berarti salah,Udah jangan ngambekan lagi"
"Iya"
"Inget besok kerja selesai kan masalahnya"
"iya"Lagi lagi Ziana menjawab singkat.
"gaun kita dah jadi belum?"
"Tau belum nanya kalian aja yang ke butik tanyain,aku mana sempat"
"Iya"Dini mengikuti Ziana menjawab dengan singkat.
"ih.."ziana kesal.Dini hanya tertawa.
pagi paginya Ziana dan Dini sudah siap berangkat ke kantor,tapi tiba tiba bapaknya Dini menyuruhnya untuk pulang dulu maka mereka berpisah dan nanti bertemu di kantor.
Dengan naik Ojol Ziana sampai ke kantornya baru saja Ia membayar ongkosnya sebuah sepeda motor menyerempetnya hingga Ia jatuh di bahu jalan.
"Maaf,kak" seseorang yang menyerempet itu turun dari seorang gadis remaja berseragam abu abu menolongnya berdiri.
__ADS_1
"Kalau bawa motor hati hati dong"gerutu Ziana.
"Maaf saya buru buru kak,kakak baik baik"Ia melihat jam yang melingkar ditanganya.
"Kak mau ke klinik saya antar sekalian mau jalan,lima belas menit lagi saya harus ada di sekolah kalau kesiangan gak boleh masuk."
"Ya udah,kamu pergi aja aku nggak apa apa paling lecet sedikit"Ziana kasian gadis itu terlihat panik.
"kak,aku minta no kakak nanti aku hubungi kakak deh" katanya sambil menyodorkan hp nya.
Ziana memencen Nomor Hp nya lalu menyerahkannya kembali.
"makasih ya kak nanti setelah ujian aku hubungi kakak"
Ziana hanya mengangguk.kemudian motor itu pergi meninggalknnya.
dengan langkah diseret Ziana sampai di parkiran kantornya .
"Kenapa non?"Tanya juru parkir yang memang mengenalnya.
"Keserempet di sana duh"Jawab Ziana.
"Saya bantu atuh non,pegang tangan saya kalo gak keberatan"mau tidak mau Ziana memegang tangan juru parkir itu.tak lama seseorang yang ziana kenal datang.
"Nona ziana kenapa?"Daniel mendekatinya.
"Keserempet motor tuan"juru parkir menjawab.
"Kenapa ga di bawa ke klinik,ayo saya antar"
"Nggak usah saya masuk aja tuan"Tolak Ziana.
"Seriously?"
Ziana mengangguk.
"Ok saya antar sampai lobby yah"Ziana mengangguk.
Sekarang Daniel mengganti posisi juru parkir tadi dan ziana memegang tangan Daniel.
"Makasih,Tuan"Kata Ziana ketka sudah duduk di sofa lobby.
"Sama sama,nggak apa apakan saya tinggal?saya ada mieeting sebentar lagi"
"oh,nggak apa apa Tuan maaf jadi ngerepotin"
Daniel pun keluar dari kantor.
Berbarengan dengan itu sepasang mata yang mengawasi mengeraskan rahangnya tanda tak suka dengan yang dilihatnya.
Ziana Terbelalak ketika melihat Gerald berdiri di pintu lift Khusus.
"Ge..."Ziana bermaksud untuk berdiri dan mendekati Gerald tapi sayang lecet lututnya terbilang besar sakit untuk digerakan bahkan untuk berdiri.
"Ge..tunggu"Ziana berusaha menyeret kakinya.sayang panggilannya tidak di hiraukan Gerald.
Ziana berusaha untuk mengejarnya tapi kakinya benar benar sakit hingga tidak bisa berjalan dengan benar.
'kreeek' Ziana kembali jatuh dan ia merasa ankle kaki kananya terkilir.
"Zia"Dini berusaha membangunkan Ziana di bantu oleh seseorang.
"Din,Aku tadi keserempet motor dan sekarang kaki ku terkilir deh jadi sakit di gerakin"Ziana sudah tidak bisa membendung air matanya.
"Seriusan?aku bilang pak Rusli aku mau izin antar kamu berobat."kata Dini.
"Aku juga belum izin"
__ADS_1
"Iya sekalian aku minta izin"
Tak lama Mereka pun pergi dengan memakai Taksi online.