SAHABATKU CINTAKU

SAHABATKU CINTAKU
57


__ADS_3

Suasana Rumah Anwar sedikit meriah setelah tadi Arul dan Putri melaksanakan ijab qabul mereka di nyatakan sah menurut agama,salah satu saudara putri pegawai dari Departemen Agama yang menikahkan mereka,bahkan menurutnya Arul hanya tinggal mendaftar di KUA setempat (Maaf kan kalau salah ini mh edisi di dunia aku bukan di negara kita yah)


"Alhamdulillah"serempak mereka mengucap hamdallah,begitu juga dengan keluarga Arul yang mengikuti dari sambungan Vidio call dari ajudan Gerald.


Tante Nuril sampai menitikan air mata ada keharuan juga penyesalan karena tak bisa menyaksika langsung anaknya menikah.


setelah membaca doa dan menyerahkan mahar Arul memasangkan cincin berlian yang tadinya untuk melamar Putri.


Putri menerima mahar berupa cek uang seratus juta,Dan itu jadi perbincangan saudara saudara Putri.


walau pun pernikahan di bilang sangat sederhana tapi tetangga berdatangan untuk mengucapkan selamat pada Putri semua tahu kalau Putri adalah Cucu dari kakek tulang yang sangat mereka hargai.


Malamnya Putri dan Arul mengucapkan terimakasih pada seluruh keluarga yang membantunya melancarkan pernikahannya,dan meminta datang ke Ibu kota untuk menghadiri resepsi mereka kelak,ada yang antusias ada yang sedih tak bisa ikut.


"Nanti daftar sama aku yang ikut."Kata Anwar.


"Iya jadi seminggu sebelumnya sudah ada daftar yang akan ikut untuk pesan tiketnya"Kata Arul.


"Jangan banyak banyak nanti uangnya banyak"Kata kak Hanif yang tertua yang kebagian mengatur makanannya.


"jangan khawatir gak apa apa kok banyakan juga"Kata Arul.


"kita mau naik pesawat mak",kata gadis kecil bernama limah.


"Kau saja sama bapak mu mamak takk ikut takut naik pesawatnya."


"Yah mak,kapan lagi kita ke kota"


"nggak mamak gak ingin"


"Sudah...mamak mu jangankan di ajak naik pesawat naik mobil pun tak mau, mabuk katanya..."kak salim suaminya tertawa.


"ish,..."semua disana ikut tertawa.


"kakak Halim juga maaf gak bisa datang,kalau kakak pergi siapa yang ngurus ternak disini"


"kak midah juga nggak akan ikut,kalau ka halim nggak ikut,tapi mungkin Lala mau ikut titip aja yah"Kata Istrinya Halim.


"Kok?jadi siapa yang mau berangkat nanti?"tanya Putri.


"Ya udah nanti pada mikir dulu mungkin put,besok Pulang jam berapa?"


"mungkin dari sini jam enaman soalnya jm sembilan kita terbang ke Kota J"


"Ya sudah kakak sudah pak.yang mau di bawa buat oleh oleh yah"kata Ka Hanif.


Dikamar Arul dan putri duduk di tepi ranjang yang sederhana,Arul baru datang dari langgar bersama Anwar dan saudara yang lainnya.


"Dah pulang bang"Putri mengambilkan Arul Air setelah menaruh dinmeja Putripun meraih tangan Arul dan menciumnya khidmad.


Arul pun mencium pucuk rambut Putri.


Mereka pun duduk di tepi ranjang.

__ADS_1


"Maaf dengan pernikahan yang mendadak ini,tapi sumpah cinta au gak dadakan kok"Arul tersenyum simpul.


"Ih,apaan sih bang garing tau"Kata putri malu.


"Jangan mint Unboxing sekarangnl ya,malu disini banyak orang "Kata Arul.Putri menaikan alisnya.


"Ih,abang geer siapa yang mau di unboxing sekarang aku lagi haid bang makanya nggak solat dari kemarin"Kata putri kemudian dengan tenang membaringkan tubuhnya dan menarik selimut yang ada.


"ish..nyebelin."Arul mikut membaringkan tubuhnya di sisi Putri.


"Abang maaf matiin lampunya saklarnya di pinggir "Kata Putri.


Arul pun mematikan lampunya.


"sini beib"Arul menarik Putri agar lebih dekat.


"Abang ih,.."


"Dah halal beib,"Arul memeluk Putri.


"Bang, jantung aku dag dig dug gini"bisik Putri.


"Apalagi hati aku put,bukan dag dig dug lagi tapi duar meledak"kekeh arul.


"Udah merem,jangan gerak terus"Arul mencium bibir Putri sekilas,kemudian memejamkan mata.


Pagi hari Putri dan Arul juga ke dua ajudannya sudah siap mereka pun berpamitan karena heli yang menjemput mereka sudah datang dan mendarat di lapangan bola.


Jam dua belas siang pesawat mendarat di bandara,Mereka pun di jemput supir yang di utus orang tua Arul.


"ajudannya kok nggak diajak?"Tanya putri ketika hanya mereka yang masuk mobil.


"Beda mobil mereka langsung pulang"Jawab Arul.


Di jalan Arul menggenggam tangan Putri,Putri hanya pasrah sejak naik heli sampai naik pesawat ,Arul tidak melepaskan tangannya.


Di rumah Arul dan Putri disambut meriah ternyata keluarganya sudah berkumpul termasuk keluarga Gerald dan Evan.


"selamat ya Rul,...Put"Mereka menyalami kedua pengantin yang baru saja nongol dari pintu masuk.


Tak lupa kedua pengantin menyalami kedua orang tua mereka meminta restu.


Putri mengusap air mata.


"Terimakasih mau sama anak mama..."Bisik tante Nuril yang kini menjadi Ibu mertuanya.


Suasana haru berganti mana kala sanak saudara mengucapkan selamat ke kedua mempelai sesekali bullian di tujukan kearah Arul sang mantan Jomblo ngenes katanya.


Arul dan Putri sedikit kaget ketika masuk.ke kamar tidur ternyata mama nya sudah mengubah sedikit decorasi kamar Arul,Tempat tidurnya sudah berganti juga beberapa ada yang hilang seperti lemari koleksi miniatur mobil mobilan milik Arul dan meja tempat dia bekerja pun tlah lenyap.


"Ma dimana harta selemari aku?"Tanya nya.


"Disimpan di tempat aman sayang juga meja kerja,di kamar tidur tidak ada kegiatan bekerja mencari uang yang ada bekerja membuat cucu buat mam"Kata Mamanya sedikit vulgar.

__ADS_1


"Baru juga nikah mam,dah ngomongin cucu belum bisa di buka pintunya mam masih di gembok M"jawab Arul.


Putri terlihat malu,Abang pake cerita sama Mama sih kan malu,Kata bathin Putri.


"Ya baguslah begitu di buka langsung gasken,lagi masa subur kalo tokcer langsung jadi"sarkas mama sambil keluar dari kamar arul"


"Oh,iya Put di lemari sebelah kanan itu baju kamu,mama dan Ziana yang beliin kalau nggak cocok nanti ajak Arul belanja."Kata mamanya ketika.mau keluar dari kamar.


"Makasih mam"Kata Putri.


Putri membuka lemari yang Mama maksud Putri senyum melihat pakaian yang di Pilihkan Mamanya,semua bagus modelnya pun sangat cocok,pastilah Mama Arul kan fashioneble pasti ngerti tentang mode,bahkan Putri pun kalah dengan cara berpakaian mertuanya.


"Ya ampun baju tidurnya kok semua begini,serem amat "Putti terkekeh sambil menutup pintu lemari kedua


"kenapa beib?"Tanya Arul yang melihat Putri bergidikk.


"Nggak baju tidurnya serem jadi gak tega pakainya.


"Emang kenapa?"


"Liat sendiri lah!"


"Bang kita besok kerja lho,ambil baju kerja aku yah"Pinta Putri.


"Mau kerja?"


"Iya lah senin itu aku harus masuk"Kata Putri.


"Ya udah libur dulu, sehari lagi,apa nggak cape"


"Malulah bang kelamaan"


"Biar aku nanti yang ngomong sama Bagas"Kata Arul.


"Atau resign aja ya Beib"Pinta Arul.


"Maaf bang,Aku masih mau kerja boleh yah"Putri memohon menggenggam tangan Arul dan menyimpan di dadanya.


Arul hanya mengangguk pelan,mana mungkin Dia tidak mengabulkannya,toh Putri bekerjan dikantornya satu lantai dengan dirinya.


"Makasih Abang sayang"Putri Memeluk suaminya.


"Nggak gratis,say.."Bisik Arul di sela pelukannya.senyum liciknyq mengembang menyebalkqn menurut Putri.


Arul tetap Arul yang gak bisa berhenti untuk ngerjain Putri.


💕💕💕💕


Love love buat yang masih menyimak


tetap seudug udug sebesar gunung deh


~Bie Uwi~

__ADS_1


__ADS_2