SAHABATKU CINTAKU

SAHABATKU CINTAKU
23


__ADS_3

Di tempat yang berbeda dua jam setelah kecelakaan itu terjadi seorang gadis berada di pinggiran sungai yang deras tadi siang hujan debit air pun bertambah banyak.Dia bersama seorang lelaki tua sedang memanjatkan doa setelah sebelumnya menabur bunga di sisi sungai.Sepuluh tahun yang lalu seorang ibu muda tewas bunuh diri di sini dan Ibu itu mempunyai anak yang bernama Putri yang sekarang berdiri di pinggiran sungai bersama kakeknya.


"Ayo kita pulang sebentar lagi gelap"


Makasih kek kakek selalu mengantarku menemui Ibu"Tangan Putri bergelayut di tangan kakeknya.


"Kalau bukan kakek siapa lagi yang mengantarmu,dulu Ayah mu hidup saja tak pernah antar kamu kesini,dimakan sama cintanya mak tirimu,anak sendiri di terlantarkan anak orang di sayang sayang cih"Kakek itu terlihat kesal.


"Sudah kek,bapa sudah meninggal jangan ungkit kesalahan yang sudah meninggal dosa"Kata Putri.


"Iya juga Astagfirullahhaladzim"Kakek itu mengusap wajahnya.


"Kek Lihat itu"Putri menujuk sebuah batu yang besar dipinggiran sungai.


"Innalillahi,mayatkah?ayo kita dekati"


"Jangan kek kalo mayat aku takut"putri meringis.


"Masak cucu kakek takut hayo,bantu kakek "


Putri pun membantunya.


kakek putri seorang tabib di kampungnya Ia suka menolong orang yang patah tulang atau perlu Ia pijat.


Berutung tubuh laki laki itu terdampar di pinggiran sungai yang tinggi jadi tidak hanyut oleh air yang sangat deras.


"Dia masih hidup tapi sepertinya banyak kemasukan air,sepertinya dia terbawa arus sungai"kata Kakek.


"Putri panggil dulu hasan ya kek biar bantu bawa ke mobil"


"Iya cepatlah "


akhirnya merekapun menggotong tubuh lelaki itu dan di naik kan ke mobil bak.


"biar putri temani dia"putri pun naik di bak mobil pick up itu kakeknya duduk di sebelah supir.


Di rumah kakek tubuh pria itu di baringkan Kakek memeriksanya dengan seksama seluruh tubuhnya mungkin ada yang patah luka luka di wajahnya di bersihkan putri dengan air hangat.


"Kek apa dia terluka parah?"tanya Putri .


"Put,panggil anwar kemari bawa alat untuk periksa(maksudnya tetoscop)


Putri berlari ke rumah anwar kebetulan dia ada di rumah karena sedang libur dinas.


"Kak kakek panggil dirumah ada pasien"


sepertinya Anwar sudah tahu lagi apa yang harus di bawa.


"Ada apa kek,siapa yang sakit?"


"Kakek menemukannya di sungai tadi periksalah,tanganya sedikit retak,lututnya juga sepertinya tulangnya bergeser tadi"


Anwar melihat lutut dan tangan korban sudah terbungkus berarti sudah dipijat kakek.


Detak jantungnya masih ada cuma lemah kayaknya dia pingsan.


"sudah di suruh sadar tak sadar sadar gimana ini"Putri gusar.


"Kasih infus dulu kalo gini mungkin dia belum bisa makan war"perintah kakek.

__ADS_1


"Iyya,kebetulan masih ada stok" kata Anwar.


Setelah mengambil Ia memasangnya di tubuh korban.


"Kamu kenal Dia?"Tanya Anwar pada Putri.


"Nolong gak harus kenal,lagian yang bawa Kakek bukan aku.


"Ga di periksa ktp nya barangkali ada"


"Ga ada di tas nya cuman ada uang segini barang barang barang lainnya mungkin hanyut."Putri menujukan beberapa uang lembaran merah.


"Ini,kamu belikan yang Dia butuh,kamu kan perawat."


"Tapi.."Anwar ragu.


"Ayolah,bantu Aku"Pinta Putri.


"hmm,okelah"Anwar pasrah.


Ia pun mengambil uang yang di sodorkan.


"Kek apa Dia akan tertolong?"Tanya putri.


"Insyaallah kakek sedang melancarkan peredaran darahnya,sepertinya lukanya tidak terlalu parah ada tulang yang retak tapi ada benturan di kepala."


"Mudah mudahan kamu panjang umur ya"Kakek berharap.


malamnya anwar datang lagi dengan membawa tabung oksigen.


"Buat apa di pasang itu?"Tanya putri.


"Makasih,kak"Kata Putri.


"Kakek mana?"Tanya Anwar.


"Tidur,kan sudah malam"jawab putri.


"Eh ya sudah aku pulang,jaga dia"


Anwar pun keluar dari rumah kakeknya.


Putri menatap wajah Lelaki itu,walau pun babak belur pemuda itu memiliki wajah yang tampan.


"Ya Allah apa sih"Katanya monolog.


Diapun masuk kekamarnya.


πŸ’•


Pagi itu Ziana masih menunggu kabar Suami maupun Asistennya,Gerald dari kemarin sudah lost contak.sekarang Tio pun tak bisa menghubunginya.


Lain halnya dengan Tio Ia sedikit terkejut ketika pagi ini mendapat kabar jika mobil yang di sewa untuk mengantarkan Boss nya ke bandara masuk jurang Polisi sedang mengevakuasi korban.Tadinya Ia akan menghubungi Ziana,tapi dia tidak tega karena Istri Bossnya sedang hamil.Dan Ia pun menghubungi Evan agar Evan yang menjelaskan.


πŸ“žTio


"Halo Van,gua Tio kemarin Kakak lu nanyain si Bos kenapa belum pulang,ternyata di kabarkan mobil yang di tumpanginya terseret longsor ke jurang,Aku sedang mencari info lebih lanjut di sini."


Evan yang hanya mendengarkan sangat terkejut dan tak bisa bicara apa apa lagi sampai Tio menutup telponya.

__ADS_1


"Aku harus bilang apa sama Ka Zia"


Evan bermonolog.


Ziana pingsan mendengar kabar buruk itu,keluarga sudah berkumpul Evan dan Arul pun berencana untuk melihat langsung Evakuasi korban yang mobilnya sudah di temukan.


"Ini gak benar kan bun,"Ziana memeluk Bunda.


"Sabar ya nak semoga Gerald ditemukan selamat"


"Aku mau ikut ke Kota XX Bun"


"Jangan nak,alasan Gerald tidak membawa mu karena kamu sedang hamil"Bunda melarang.


"Kita di rumah saja banyak berdoa agar Gerald selamat dari musibah"Kata Tante nuril.


"Aamiin "Semua yang ada mengaminkan.


❣❣


Sudah Tiga hari Pemuda yang di temukan itu tertidur nafas nya terarur namun belum menunjukan bahwa Ia bangun dari tidurnya wajah yang lebam berangsur baik.


"Apa masih lama Dia bangun?"Tanya Putri pada Anwar yang sedang memeriksanya.


"Tak taulah,harusnya kamu bawa Dia ke rumah sakit besar agar di perikasa semuanya."


"Ih,kalau kerumah sakit mana ada uangnya siapa yang tanggung jawab kakek kita?"kata Putri.


"Tapi kata kakek peredaran darahnya sudah normal,mungkin ada bagian lain yang membuatnya belum sadar,mungkin juga kepalanya terbentur keras"Kata Anwar.


"Semoga cepat sembuh dari mana lagi uang buat beli keperluannya"Putri berharap.


"Eghhh..."ada erangan dari orang yang berbaring.


"Kak,Dia sadar"


"Sebentar"Anwar mengeceknya.Tangan pemuda itu pun bergerak walau lemah.


"Eh Dia bergerak"putri tersentak kaget.


"Ssst,tenang Dia nanti kaget,jangan di paksakan biar dia buka mata sendiri"


Lama Mereka menunggu,bahkan Kakek yang baru datang dari mushola pun menungguinya tak lupa segala doa Ia panjatkan.


"Eghh,Haus.."kata pemuda itu lirih.


Putri mengambil Air dan sedotan.


Anwar mengangkat kepalanya pelan pelan.


"Pelan pelan Bang"Anwar membaringkan tubuh itu setelah meminum airnya.


Pelan pelan Pemuda itu membuka matanya.


"Alhamdulillah "Kakek.mengucap syukur.


"Aku dimana?"Tannyanya lirih.


"Kamu di kampung Xxx"Jawab Kakek.

__ADS_1


Pemuda itu hanya mengangguk pelan.kemudian matanya tertuyup kembali.


__ADS_2