SAHABATKU CINTAKU

SAHABATKU CINTAKU
20


__ADS_3

Gerald membetulkan posisi tidurnya merapat menempel posesif di belakang tubuh Ziana.


"Nakal..dapat dari mana gaya gituan?"


"Dikasih temen,edukasi buat di sayang suami"jawab Ziana sambil menenggelamkan kepalanya di dada suaminya.


"Punya berapa tutorialnya?"tanya Gerald.Ziana tak menjawab hanya mengacungkan tiga jarinya.Gerald hanya terkekeh.


"Aku tapi baru buka satu yang itu aja"Jawab Ziana polos.


"Nanti nanti pelajari lagi biar akunya tambah sayyyang nya pake banget"Ziana hanya memukul pelan dada Gerald.


"Jangan di bahas lagi,aku malu."


rengek ziana.


"ya udah tidur,siapa tau malam atau pagi kamu dapat serangan fajar dari aku"Gerald merapatkan pelukannya.


"I love you honey"gerald mencium pucuk kepala Ziana.


"love you more,Bee"Ziana menjawab sambil matanya tetap terpejam merasakan hangatnya kasih sayang yang tersalurkan.


Pagi hari nya Gerald dan Ziana terlihat sibuk karena hari ini ada kunjungan ke kota B.


"Ayo yang,kita kesiangan lho ini,Asti dan Firman pasti dah nunggu"


"Iya sebentar bee,yang bikin semua jadi telat siapa yah?"Jawab Ziana mendelik sebal.


"Nggak sengaja yang"Kekeh Gerald.


Huh,ziana mencebik.ini semua gara gara Gerald yang meminta tambah jatah lagi setelah shalat subuh,Mereka harus mandi lagi.


setengah jam kemudian mereka sudah siap dengan pakaian kerjanya dan siap siap untuk sarapan pagi.


"Sssshh"Tiba tiba Ziana meringis.


"Kenapa yang?"Gerald melihat Ziana meringis menahan sakit.


"Perutku sakit melilit kayak kram,juga mules"


"Terus?kita batalin aja perginya,kita ke dokter aja yah"


"eh,gak usah nanti juga ilang lagi kok yuk berangkat!"ajaknya.


"Beneran nggak apa apa?kalau nanti tiba tiba sakit ngomong yah,"


Ziana mengangguk.


Setelah makan mereka pun berangkat.


"Huh,Aku paling kesal kesini,jalannya aduhai banget jeleknya"Gerutu Ziana.


"Ya maklum ada proyek kalo ntar kalo hampir rampung baru jalan di urusin"Kata Gerald.


"Tapi ini mah ancur banget bee"


"sabar nanti di depan dekat proyek jalannya bagus"Gerald menghibur.


"Dah di aspalkah?"


"Nggak, tanah nya rata gak ada batunya hehe.."


"Ih,gak lucu gege"Kata Ziana Sebal.


Gerald mengusap kepala Ziana.tak lama mereka pun turun.Ziana dan Gerald di ikuti asti dan firman,sesekali mereka berbincang dengan pengawas lapangan(jangan di sebutin namanya ya othor juga gak kenal tuh) Melihat keseleruhan calon kawasan wisata alam yang modern.yang pembangunannya baru tiga puluh lima persen.

__ADS_1


setelah mengikuti Gerald Ziana memutuskan untuk istirahat di bangunan yang menyerupai gazebo di temani Asti,kram dan mules nya terasa lagi dan sepertinya ini lebih parah.


"shhhhhh,uh...."Ziana menahan sakit.


"Bu kenapa?"Asti melihat atasannya sedang baik baik saja.


"Aku mulas ti,nggak kuat"Jawab ziana sambil meringis.


"Mau ke toilet,Ayok saya antar"


Ziana menggelengkan kepalanya.


"Tolong panggil pak Gerald Ti"


Asti bingung Ia bingung Atasannya di mana,sedang mau menghubunginya wilayah ini masi kesulitan sinyal.


"cari Ti.."Ziana sedikit membentak.


"Iiyya.."AkhirnyabAsti meninggalkan Ziana walau pun bingung harus mulai mencari di mana.


Nasib baik yang di cari tidak jauh dari Dia berdiri.


"Maaf,tuan Nyonya sepertinya kesakitan " Gerald yang tahu sejak tadi pagi Ziana tidak sehat segera berlari ke tempat Ziana.


"Sayang,mulas lagi kita cari rumah sakit yah"


Ziana mengangggukk pasrah karena di rasakan mulas nya tambah parah.


"Asti,firman bereskan urusan disini, saya cari rumah sakit yang terdekat "Gerald masuk kedalam mobil dan mobil pun melaju.


"Bee,aku nggak kuat sakit banget"rintih Ziana tangannya menggenggam kuat Gerald.


"Sabar,sayang sebentar lagi kita cari Rumah Sakit"


Setelah sampai di jalan yang bagus,supir menambah kecepatan mobilnya hingga sampai di klinik yanh lumayan besar.


"Ya ampun.."Gerald kaget ternyata celana Istrinya basah oleh darah.


"panggilkan perawat,pak tolong"kata Gerald.Ia pun membopong istrinya dan sudah siap perawat dengan blangkarvdi depannya menuju UGD.


"Ya,allah Istriku kenapa?'"Gerald membersihkan darah istrinya yang melekat di tangannya.


Di Ruang Dokter


"bagaimana keadaan istri saya Dok?"Tanya Gerald.


"Maaf kami sudah berusaha,tapi janin tidak bisa diselamatkan detak jantungnya sudah tidak ada kami harus melakukan curettes atau pembersihan pada rahim istri bapak"Jelas Dokter.


"Hamil?bahkan kami tidak tau dok,karena bulan kemarin Istri saya haid walau tidak lama dok"


"Istri Anda hamil hampir sepuluh minggu,mungkin tidak menyadari gejala awal kehamilan"Tiba tiba tubuh Gerald semakin lemas.


"Bagaimana menjelaskannya pada Istrinya,Gerald tidak tega"


"Dokter jelaskan saja pada Istri saya,lakukan apa yang terbaik menurut dokter"


"baik pak,saya hanya minta persetujuan bapak."


Ziana terus menangis setelah mengetahui Ia hamil dan bayinya tak bisa ditolong,Ia merasa Ibu yang buruk bahkan hamil saja Ia tak tahu.


"Udah,yang ikhlasin aja ya. "Gerald menghibur Istrinya yang sejak tadi menangisi bayinya.


"Aku ibu yang jahat,bee"Kata ziana di antara isak tangisnya.


"Sudah,kalau kamu merasa salah aku juga salah yang...Udah jangan nangis aja,cape"Gerald mengusap rambut Ziana.

__ADS_1


"Assalamualaikum "Tante Nuril datang langsung memeluk Ziana,zianapun kembali menangis.


"Sudah,jangan sedih terus kamu masih muda,sehat bisa buat anak sampai empat"Tante Nuril menghibur Ziana.


Gerald hanya senyum.


Tak lama datang Arul membawa paper bag.


"Apaan rul?"Tanya Gerald ketika di beri sebuah paper bag.


"Makanan,Mama bawa"


"Makasih Tante"kata Gerald sambil mengeluarkan makanannya.


"Yang makan dulu yah,makan sama ini tuh Tante Nuril sengaja bawa."


Ziana menggelengkan kepala.


"ayo dong sayang"Gerald tetap membujuk ziana.


"Nanti aku makan,aku belum pengen"


"Ya udah tapi janji nanti kamu makan yah"Ziana pun mengangguk.


"Makasih Tante dah bawa makanan buat kita"Kata Ziana.


"Ya udah,kamu cepet sembuh yah,jangan sedih terus"


Ziana pun tersenyum.


"Bunda udah di kasih kabar?"


"Udah Tan,tapi belum bisa ke sini baru sembuh katanya kemarin Sakit lambungnya kumat,aku jadi ngelarang kesini,kasihan di jalannya "


"Oh,salam aja dari tante yah"


Gerald mengangguk.


Esok hari Ziana sudah di izinkan pulang,Dokter menyarankan untuk beristirahat total,juga menunda kehamilan selama 6 bulan agar Rahim ziana sehat kembali.Dokter pun menyarankan Ziana memakai pil atau di suntik sebulan sekali,awalnya Ziana kurang setuju tapi demi kesehatanya Ia pun setuju.


setelah tahu Ziana pulang dari rumah sakit sahabat sahabatnya datang,jadilah ajang kumpul dadakan mulai dari saudara saudara sampai sahabat sahabatnya Ziana.Emil memasang aplikasi wanita pada hp Ziana agar tidak lupa jadwal M juga masa masa suburnya.


"Aku baru tahu kalau ada aplikasi ini"Kata Ziana.


"Kudet banget sih.."gerutu Emil.Ziana hanya nyengir Dia memang tidak tahu ada aplikasi khusus wanita.


Pembicaraan yang ngalor ngidul terjadi sampai akhirnya satu satu pulang menyisakan Ziana dan Gerald.


"Evan kemana Bee?"


"Evan ngaterin Dini pulang terus Dia juga pulang ke Apartemennya."


"Huh anak itu di bilangin disini aja malah tinggal di Apartemen"


"Biar aja sih,belajar mandiri."


"Aku juga dulu gitu kan punya rumah tapi enak tinggal diApartemen,Papi juga sampai bosan nyuruh Aku pulang"Kata Gerald.


"Pengen apa aku bawain sekalian "Ziana menggelengkan kepala.


"Aku mau tidur bee,obat itu bikin Aku ngantuk "Ziana menutup matanya.


"Ya udah tidurlah yang masih ada yang sakit?"Ziana mengangguk.


"Tidurlah,I LOVE YOU..."Gerald mencium kening Ziana.setelah ziana terlelap Gerald pun membuka Laptopnya karena seharian Dia tidak membuka pekerjaannya.

__ADS_1


.......


__ADS_2