SAHABATKU CINTAKU

SAHABATKU CINTAKU
28


__ADS_3

Dua minggu sudah berlalu namun ziana belum bisa membantu Gerald mengingat semuanya,Ia sedih padahal usia kandungannya yang berumur tujuh bulan memerlukan perhatian yang lebih dari suaminya tapi tidak Ia dapatkan.


Berbeda dengan Putri sekarang serasa diberikan Anugrah,Putri menjadi sosok yang berbeda dari penampilannya Ziana memperlakukannya seperti adik kandungnya sendiri,pakaian yang lebih dari layak.Zianapun mempersiapkan Putri untuk melanjutkan Kuliahnya di kota ini.


"Aku sedih Din,Gerald belum mengakui aku "Curhatanya pada Dini.


"Gimana lagi kalau bukan sabar kita harus apa?"


"Jangan menyerah kaZi gini menurut aku ada dua alternatif yang bisa dipilih"


"Apa?"


"Yang pertama kaZi harus sabar sampai misal beberapa waktu kaGe


belum ingat KaZi ingetin tuh pelan pelan...sampai akhirnya harus tahu kalau baby ini KaGe papanya."


"pilihan kedua apa put?"


"Kedua KaZi harus menjebaknya,agar KaGe dekat"jawab Putri yakin.


"Menjebak gimana sih gak ngerti"


"KaZi harus merayunya,pokoknya buat kaGe jadi Pebinor walau sebetulnya Pebinya,Perebut bininya..he.."Putri nyengir gelli sendiri dengan idenya.


"Jadi Zia harus merayu Gerald begitu"Dini meyakinkan.dan Putri mengangguk.


"Tinggal pilihlah "


"Aku harus rayunya Gimana"


"Ck,pr kaZi aku kan jomlo mana tau jangankan merayu,pacaranpun tak pernah"


"Good Idea,tapi nanggung ya ..."


"Ayo semangat Zia"Teriak Dini.


"Eh katanya mau ke mall kok masih disini Evan datang dan nimbrung"


"Ayuk kita cuci mata nih"


"Van,suruh Gege siap siap"Kata Ziana.


"Iya.."


"Ka aku diajakkan?"Putri menghiba.


"Ya tentulah,sana ganti baju,jangan kucel gitu"


"Ok tenang aku mau dandan cantik dulu"Putri masuk ke kamarnya.


memakai dress maroon dan dibalut jaket kini putri terlihat sedikit fresh apalagi dengan sapuan bedak dan liptint kecantikannya nambah dua level.


"Jadi cantik kali kau put"Katanya bermonolog.


karena takut ketinggalan Ia bergegas keluar kamar.


semua m


sudah menunggu diluar mereka berangkat dengan satu mobil dan Evan yang jadi supirnya,karena Gerald belum di perbolehkan mengemudikan mobil.


"Cantiknya anak perawan"Puji Ziana.


"Hei,pada mau kemana gak ngajak ngajak tiba tiba Arul keluar dari mobilnya"


"Kita mau ngemall,ikut?"Ajak Ziana.


"Ikutlah aku gabut nih"


"Ayo..lesgow"Kata Ziana.


"Ih,masa aku sendirian sih Put pindah ke mobilku sini"


"Uh"Putri mendengus.

__ADS_1


"Ayo kasian sesama jomlo saling membantu siapa tau jodoh,hehe"Dini mengejek.


"Ih,gak lah aku gak mau sama Arul dia judes"kata Putri.


semua tertawa kecuali Arul yang memang tak mendengarkan karena di sudah dalam mobilnya.


tin,tin.....klakson di bunyikan arul


Putri berlari kecil kearah mobil Arul mobil pun keluar dari rumah satu persatu.


Di mall mereka hunting kebutuhannya masing masing masuk ke galeri langganannya Seperti Ziana mengikuti Gerald yang akan mencari pakaiannya.


ketika Putri mengikuti Ziana tangannya ditarik Arul.


"Abang,ih lrpasin aku mau ikut KaZi"Putri menarik tangan arul"


"Nggak kamu gak boleb ganggu mereka ayo aku ajak kamu ke toko Jam dan tas"


Akhirnya Putri nurut


"Iya mengikuti Arul yang sedang memilih jam tangan."Putri mengerutkan dahi setiap melihat harga tertera.


"Mending beli sawah deh dari pada beli jam"Katanya dalam hati.


"Kamu mau yang mana jamnya Put"Setelah Arul memilih jam untuknya.


"Nggak deh"Kata Putri.


"pilih biar sekalian aku bayarnya"


"Nggak ah ,mahal mending beli mobil pick up buqt di kampung"Tolak Putri.


Arul kemudian memilihkan sebuah jam tangan yang menurutnya cocok dengan karakter Putri.


"Put kamu mau beli tas nggak?buat nanti kuliah"


"Nggak tas aku dah banyak di kasih KaZi bagus bagus"


"Ih Abang,jangan tarik tangan qku terus dong kayak kambing tau"


"Seumur hidup aku belum pernah nyeret kambing"


"Ih,abang nyebelin"gerutu Putri.


"Kita ngopi dulu sambil nunggu yang lain"


"Nggak akan nyusul kaZi?"


"Nanti aja mereka kalau belanja suka lama"


Mereka duduk disebuah cafe


"Ayo di minum kopi sama kuenya"kata Arul.


"Putripun meminum kopi yang di pesan Arul"


"Hati hati panas"kata arul.


"Nih pake jamnya"Arul.menyerahkan kotak yang berisikan jam satu nama produk luar terkenal.


Putri melihat kotak jam itu.


"Ini pasti mahal "Cicit Putri.


"Ini hadiah permintaan maaf aku sama kamu,maaf kalu aku pernah menyinggung perasaanmu Aku gak maksud begitu kok"


"Aku memang jutek "Tambahnya lagi.


"Mau jadi teman Aku kan?"Arul membuka kotak jam itu dan memasangnya di tangan kiri Putri.


"Tanpa Abang ngasih inipun aku mau maafin Abang "Kata Putri.


"Syukurlah mau kan jadi teman aku?"Tiba tiba telpon Arul berdering Ziana yang memanggil.

__ADS_1


"Aku di kafe lip***"Jawab Arul.


"Ke K******** resto sekarang"


"Ayo kita di tungguin buat makan"Arul berdiri dari duduknya setelah membayar.


"Sebentar..."Putri meneguk habis kopinya,selain enak sayang mubajir fikirnya.


"Kok belanjanya cepet sih"KataArul.


"Cuma beberapa yang ke pilih nanti biar dia pilih di online shop langganannya."Kata Ziana.


"Gerald sama Evan kemana?"Tanya Arul,karena hanya melihat Ziana dan Dini.


"Mereka lagi mili hp buat Gege"jawab Ziana.


"Oh"


Dini melirik ketangan kirinya Putri ada Jam baru yang pasti di belikan Arul,ingin menggodanya tapi takut Arul baper jadilah Ia menahan menggoda Putri.


"Dimana?"Arul bertanya pada Evan lewat telpon.


"Oh,aku kesana sekarang "Arul bangun dari duduk.


"Aku,Susul mereka dulu"Pamitnya.


Ziana mengangguk.


"Cie..cie ada yang dikasih hadiah nih"Kata Dini mulai menggoda.


"Apa sih Din"kata Ziana.


"Nih putri dapet hadiah nih"Dini menunjukqn tangan Putri.


"Iya tadi dikasih Abang"Putri malu malu.


"cie Abang nih"


"bang Arul yang minta fi panggil abang kok"Kata Putri merasa tak menspesialkan Arul.


"Iya ga apa apa"Kata Ziana karena kasian melihat putri malu malu.


"Ini hadiah dari abang,karena minta maaf"


"Emang Arul ngapain kamu?"Tanya Ziana kaget.Putri menceritakan awal mereka datang ke rumah besar itu.


"Iya,arul emang jutek tapi aslinya baik dia cuma cool aja orangnya"


"Kalau yang begitu biasanya jarang ngomong sekali ngomong nyebelin,hehe"Dini menabahkan.


"Kamu jadian juga gak apa apa ganteng kok,mapan lagi"Dini menggoda.


"Enggak dulu ah,nanti kalau sudah jadi sarjana baru cari pacar"Tolak Putri.


"Sarjana cari kerja biar dapat duit,bukan cari jodoh oy"Kata dini.


"Yaa sambil lah he..."Putri menggaruk kepalanya yang nggak gatal.


Perbincangan di sudahi ketika laki laki menghapiri mereka.


"Sudah pilih hp nya?"tanya Ziana.


"sudah ini,nanti masukan nomor yang penting penting disini"jawab Gerald.


"Nanti di rumah yah,sekarang makan dulu,yuk."


Merekapun duduk menyantap hidangan yang di pesan.


❣❣❣❣❣❣❣❣


Tadinya mau belajar grazy up tapi apa bisa yah...di bantu yah biar Aku nya semangat gitu tinggalin jejaknya...yah pan geratis....


love yu sa udug udug

__ADS_1


__ADS_2