
Setelah Dini turun duluan di rumahnya tinggallah Ziana dalam taksi itu melanjutkan perjalanan nya.
"I still love you"kalimat yang mengiang kembali di telinganya.
Bagaimanapun cinta Andre bersemayam di hatinya. Ia pernah terpuruk dan enggan berkomitmen dengan lawan jenis. Jika bukan Gerald yang melamarnya belum tentu Ia menerima pertunangan ini.
"Sudah sampai neng"Supir taksi menyadarkannya dari lamunan.
"Eh Iya..."Ziana pun membayar ongkos taksi itu.
"Hai Cewek..."Ziana terkejut ketika yang membukakan pintu rumah adalah Gerald.
"Gege..."Ziana kaget.
"Surprise.."Gerald merentangkan tanganya untuk memeluk.
Ziana pun membalas memeluknya.
"kok sepi?"
"Bunda sedang mengunjungi saudara yang di Xx,semua ikut"
"Katanya pulang besok,kok sekarang muncul" Tanya Ziana.
"Dibilang kangen"Jawab Gege.
"Masyaaaa"Ziana menggoda.
"Jum'at jangn lupa kita ke makam Ayah sama papi dulu"ziana mengingatkan.
"Iya,besok pengajian jam berapa?"
"abis ashar"
"oh"
"Kamu kesini nggak"
"Nggak tau nanti bilang sama Tante nuril dulu"
"ya nggak juga gak papa sih,ini kan acara keluarga aku"
''Ge,..."
"Hmm"
Ziana terlihat ragu tangannya mengusap pipi Gerald dengan lembut sedang kepalanya menyender di bahu Gerald
"Aku sayang kamu"
"Alhamdulillah,nggak salah neh" Gerald tersenyum lebar.
"kok gitu sih,"bibir Ziana berkerucut.
"zi,aku tuh kalo bilang I love you nggak pernah kamu balas,sekarang gak ada angin gak ada ujan kamu ngomong sayang sama aku"
__ADS_1
"ih,harusnya seneng dong,gak usah nyinyir,cinta itu gak usah di ungkapkan cukup terasa di hati,banyak yang suka ngobral cinta taunya palsu"bela Ziana.
"Makanya aku bilang Alhamdulillah,salah?"
Ziana termenung kemudian menggeleng kan kepalanya.
"Ilove you Zi"
"Love you more,Ge"Ziana memeluknya seakan ingin menghapus kalimat yang terucap dari Andre.
'Aku milik Gege' kata Ziana dalam hati.
******************
Hari Jum'at pagi rombongan keluarga Ziana menuju pemakaman dan Keluarga Gerald pun sudah menunggu disana.
Suasana khidmad ketika mereka melantunkan doa untuk Ayah Ziana dan papinya Gerald.setelah acaranya selesai mereka pun bubar yang ada tinggalah Ziana dan Gerald di depan pusara Tommy.
"kamu tau Ge,kata Tante Nuril,Papi pernah bilang ingin kamu jadi menantunya"
Ziana hanya tersenyum mengingat memang Papi Tommy menginginkan Ia jadi istrinya Gerald.
"Dan keinginan Papi terwujud sebentar lagi aku jadi istri kamu"Jawab Ziana.
Gerald hanya mengangguk.
"Padahal aku bilang,Pi Gege nggak jadi suami aku pun Aku tetap anak papi"
"Masak sih,cowok ganteng dan tajir ini kamu tolak Zi"Kata Gerald tersenyum licik.
"Tapi sayang kan kamu sama aku?"
"banged"jawab Ziana pasti.
"Katanya sayang,tapi kok nolak?"
"Ya,karena kamu punya Merry saat itu aku gak mau jadi pelakor"
"Dan sampai hari ini aku masih gak percaya dalam hitungan hari aku jadi nyonya Gerald"Tambah Ziana.
"Ya udah, dimakam papi aku berjanji akan menjaga dan mencintaimu sampai" mati."Kata Gerald tulus.
"Makasih Ge"Ziana terharu.
Mereka pun pergi meninggalkan pemakaman itu.
*******
The Wedding Days.
........
"Saya terima nikah dan kawinnya Ziana Meidina binti H Hasan Syamsuar dengan maskawin seperangkat alat solat dan perhiasan dibayar tunai..."
Dengan satu hembusan nafas Gerald mengucap kalimat ijab qabul.
__ADS_1
setelah itu saksi mengatakan sah..penghulu dan orang orang yang menyaksikan mengucap hamdalah di teruskn dengan doa untuk pengantin.(maaf kalo kata kata nya salah iya in aja yah)
Gerald terpesona melihat Ziana keluar dari ruangan diiringi bridesmaid dengan balutan baju adat melayu,juga berbalut kerudung, kecantikan Ziana dua kali lipat dari hari hari biasa.
setelah terjadi perdebatan Antara Ziana,Evan dan Gerald akhirnya di putuskan kalau hari pernikahannya Ziana harus memakai busana muslimah.
Saat itu Ziana menolak,
"Kita itu mau ibadah lho Zi,sedang ibadah ituh harus bersih dan menutup aurat,siapa tau setelah ini kamu istiqomah mau hijrah pake terus jilbab"Kata Gerald saat itu dan di setujui Evan.
"Dari dulu kan ayah juga nyuruh pake jilbab Dianya aja yang nakal nggak mau denger,sekarang calon suaminya minta pake jilbab masak masih mau nolak sih"Kata Evan.
"Iya,aku pake jilbab ntar nikah tapi untuk sehari hari aku pikir pikir dulu deh,banyakin doa aja biar dapet hidayah"Kata ziana terpaksa.
"Aamiin"Gerald dan Evan mengamini Ziana hanya mengerucutkan kan bibirnya.
mau gimana lagi Evan adalah adik sekaligus wali nikahnya Gerald juga calon imamnya nanti.
"Kamu cantik hari ini,Sayang"kata
Gerald ketika mereka di pelaminan.
"Ih,apaan sih"Ziana tersipu malu.
Gerald pun tersenyum.
saudara dan kerabat yang menyaksikan akad nikah pun mengucapkan selamat.
dan Ziana sekarang menjadi suami istri.
seluruh kerabat dan handai taulan mengucapkan selamat atas pernikahan Mereka.Pesta di gelar Dua waktu siang dan malam karena Gerald dan Ziana mengundang banyak tamu.
Malam Hari
masih di tempat yang sama Di ballroom hotel masoh di selenggarakan pesta pernikahan Gerald dan Ziana.
setelah Istirahat beberapa jam Merekapun menerima tamu kembali di malam hari,tamu malam lebih special bukan saja orang orang terdekat tapi juga kolega dan rekanan bisnis nya Gerald.
Senyum bahagia terukir diwajah sang pengantin.Ziana sekarang sudah ganti baju dengan gaun berwarna rose gold. senada dengan jas yang di pakai Gerald.
Pernikahan yang megah diiringi live musik dengan penyanyi yang sudah terkenal di Indonesia,yang hanya orang orang yang berduit yang bisa mengundangnya.
Seorang wanita berdiri di depan Ziana senyum nya mengembang,mendekatinya dan memeluk Ziana,
"Maaf kan kami..."katanya lirih Ziana yang mendengarnya hanya mengangguk.
"Sudah lewat,aku sudah menikah sekarang"Kata Ziana mantap.
"semoga samawa yah"kata perempuan tadi tulus mendoakan.
"Terimakasih,kamu mau datang"
Perempuan itu turun dari pelaminan,Dialah ning yang menyebabkan putusnya hubungan Ziana dan Andre,tapi setelah beberapa hari yang lalu Ia tau penyebabnya,tak ada lagi alasan untuk membenci mereka toh Ziana pun sekarang sudah menikah.
********
__ADS_1