
Diruang yang sama seperti Dirinya Gerald memeluk Istrinya yang terbaring sambil menangis sebelumnya iya tidak tahu kalau Ziana Kritis dan butuh perawatan intensif.
"Honey,aku datang maaf pergiku lama,maaf aku nggak dampingin kamu saat melahirkan"Gerald berbicara sambil menangis sampai segukan.
"Cepat sembuh,aku dan anak kita butuh kamu"tangan kanan Ziana di genggam Gerald.
"Aku belum lihat anak kita,Aku ke ruang bayi dulu yah"Gerald pamit karena memang dokter mengizinkannya sebentar.
Di depan ruang bayi Gerald menatap anaknya yang ada di box bayi,bayi laki laki itu tidur dengan tenangnya.
"Ya Allah,itu anaku?"Gerald tak percaya bayi di depannya adalah anaknya.
Suster menggendong bayinya di dekat kan kearah gerald yang terhalang kaca.Gerald hanya mengusap kaca itu seakan Ia menyentuhnya.
"nanti besok pagi kak Gerald boleh menggendongnya,sekarang kihat saja begini yah"Gerald mengangguk mengerti.
Putri datang bersama perawat lelaki mendekati Gerald.
"Maaf,tuan waktunya kembali ke kamar besok pagi tuan bisa kemari lagi."bujuk perawat itu.
"Iya kak,kan belum sembuh kakak juga"Kata Evan.
"Put besok pagi antar Kak Gerald ke sini yah"tambah Evan.
"Beres kak"Jawab Putri.
Gerald pun akhirnya pasrah ketika kursi roda di dorong perawat.Dan atas bujukan Putri akhirnya Bunda pun menginap di kamar Gerald.
****
Pagi pagi Arul sudah datang di ruangan Gerald.Ia bersyukur kalau saudaranya sudah sadar dan lebih baik.
"Maaf aku baru kesini bun,tadi malam baru datang dari P ya udah gak apa apa,mama kamu sering kok kesini"
"Iya nanti siang juga mau kesini katanya sama papa"
"Kalian mau kemana?"Tanya Arul.
"Ke kamar Kazi,sekalian KaGe pengen gendong baby katanya"
"Emang dah kuat,Ge?"tanya Arul.
"Kuatlah kalau gendong bayi mah"jawab Gerald.
Merekapun pergi ke tempat Ziana di rawat,sedang Gerald yang sudah tidak sabar menggendong bayi langsung ke ruang bayi.
Gerald kembali menangis saat Ia bersama bayinya.
"Doa,kan Mommy mu agar cepat sembuh ya sayang agar kita bisa sama sama ya sayang"Gerald mengecup kening bayinya.
"My Kenzo "Bisik Gerald pada anaknya.Seperti mengerti bayi yang bernama Kenzo itu tersenyum.
*
*
__ADS_1
Seminggu berlalu Gerald sudah bisa rawat jalan,sedang baby kenzo pun sudah bisa di bawa pulang,tapi keadaan Ziana masih tetap sama menjadi putri tidur.
Gerald memutuskan untuk membawa Ziana pulang kerumah dan berbekal menyewa peralatan rumah sakit beserta dokter dan perawat,Ia tidak bisa jauh dari Ziana,juga tidak bisa membiarkan Kenzo tetap dirumah sakit.
Dua bulan telah berlalu,Ziana masih terbaring,usia baby Kenzo sudah dua bulan,Ia sudah bisa menatap dan tertawa kearah yang mengajak bicara,Dia menjadi perhatian seisi rumah.
"Mom,bangun dong liat nih Ken udah pengen di gendong Mommy"gerald mendekati istrinya sambil menggendong Kenzo.
"Mommy nya masih pengen tidur Ken,padahal Daddy udah cium Mommy biar bangun"Kata Gerald ke Ken.
"Grelllll."ken hanya tertawa dan memainkan ludahnya.
"Dah pinter ken yah"Gerald mencium pipi anaknya yang Gembul.
"Sus,Tolong jaga Nyonya,saya mau sarapan"
"Assalamualaikum ken"Putri menyapa Kenzo.
"Waalaikum salam,Ateu"jawab Gerald.
"Sini biar Ken sama aku,KaGe sarapan dulu "Putri mengambil Ken dari Gerald.
"Nggak kuliah?"
"Nanti siang ketemu sama Disen pembimbing"
"Oh"Gerald pun pergi ke meja makan untuk sarapan.
Putri membawa Ken ke halaman belakang.
"Makin gembul yah" kata Hayati seorang pelayan.
"Iya,makin berat nih aku"kata Putri.
"Hei tuan muda",tukang kebun menyapa dari jauh.
"Halo,abah"jawab Putri karena memang sering di panggil abah,Ken melonjak lonjak dalam gendongan seperti ingin turun.
"Wah pengen bantuin abah yah"Kata Putri.
"Non putri dipanggil Tuan"
"Ah iya"Putri pun masuk rumah.
"Ken,Daddy ngantor dulu,jagain Mommy di rumah"Gerald mencium pipi Ken.
"udah kasih ke suster berat put,Aku titip Istriku ya"
"Siap bos"Putri pun masuk ke kamar perawatan Ziana.
"Assalamualaikum KaZi,mimpi apa semalam,belum mau bangun,liat Ken dah besar lho"kata Putri sedih,Ia menyerahkan Ken pada Babysitternya.
Putri tidak tega melihat kakak angkatnya berbaring tak berdaya.
"Put..."Bunda masuk menyapa Putri.
__ADS_1
"Sudah sarapan?"
"Belum,Putri nyapa dulu KaZi,Bun"
"Hmm,Putri tidur kita ini pemalas.."Kata bunda sambil tersenyum.Sudah menjadi kebiasaan kalau masuk ke kamar ini akan menyapa Ziana walau pun tidak akan mendapat jawaban.
"Bangun Zia Bunda kangen lho"Bunda mengusap kepala Ziana.
"Sudah bunda kita sarapan yuk"Putri mengajak Bunda kembali ke ruang makan,karena kalau tetap di kamar akan menangis meratapi Ziana.
"Bun,waktu kaGe di kampung kan sama koma kakek pijat kakinya tangannya kepalanya sampai KaGe sadar dan sehat lho bun,padahal waktu itu tangannya tulangnya retak dengkulnya geser"
"Terus..."Bunda tidak mengerti arah pembicaraan Putri.
"Apa kalau KaZi di pijat kakek akan sembuh juga ya Bun."
"ya nggak tau,kita bilang dulu sama Gerald."
Gerald mengikuti saran Putri untuk mengundang Kakek Putri ke rumah Gerald,Tadinnya Kakek sempat menolak tapi karena bujukan Putri juga Anwar yang sanggup mengantarnya Akhirnya Kakek mau apalagi.
sekarang kakek sudah berada di rumah besar Gerald,Anwar dan Kakek begitu takjub melihat rumah Gerald yang bagaikan Istana(Menurut kakek)
"Masyaallah,kau tinggal di istana put"Kata Kakek begitu takjub.
"Ini rumah KaGe dan istrinya kek,ayo masuk KaGe masih di kantor"putri menuntun kakenya masuk.
Bunda,Evan dan Dini menyambut kedatangan Anwar dan Kakek.
"Selamat datang di rumah kami"sapa Bunda ramah.
"Terimakasih nyonya,kenalkan nama Saya Anwar,ini kakek kami kakek udin atau di kapung terkenal sebagai kakek tulang"Anwar memperkenalkan diri.
"oh,Iya sedang bertemu dengan keluarga Putri,maaf kalau kami merepotkan"Bunda menyalami keduannya dan mempersilahkan untuk duduk.
"Senang kau dimari Put?"Tanya Anwar.
"Sesenang senangnya hidup di rumah orang kak"Jawab putri.
"Kek,gimana senang rumahnya katanya di renovasi"Kata Putri.
"Iya sekarang jadi bagus,nanti kalau pulang kamu pasti pangling."Kata Anwar.
"Iya kakek merasa ndak enak hati sama nak Gerald"kata Kakek.
"Istrinya juga baik kek sayang setelah melahirkan Dia belum bangun bangun"kata Putri sedih.
Putri menceritakan semua tentang Ziana dan gerald kakek dan anwar pun manggut manggut.
"Put ajak kakek dan kakakmu ke kamarnya biar mereka Istirahat mungkin mereka jetlag"Kata Bunda.
"Iya Bun"
Putri mengajak keluarganya ke kamar yang sudah di sediakan.
"Istirahatlah dulu,kamar mandinya disana itu tempat baju dan tas nya simpalah di situ"PUtri menujukkan lemari,aku keluar dulu.
__ADS_1