SAHABATKU CINTAKU

SAHABATKU CINTAKU
39


__ADS_3

Sudah 3 hari putri bolak balik rumah Arul walau luka nya terbilang ringan tapi Arul selalu ingin di layani atau sekedar ditemani,Menurut putri Arul mukanya aja jutek kelakuan nya yaa ampun kayak anak SD manja banget.


"Makasih ya put,besok aku mulai kerja jadi kamu nggak usah kesini lagi,jangan sedih ya"Kata Arul.


"Ya ampun,mana ada sedih yang ada aku tuh senang bebas dari oom manja."


"Biasa ajalah Put,sini ku kasih sun pipi"


"Idih,apaan sih bang rese"Putri mengerucutkan bibirnya.


"Mau di bibir,sini"


"Ih,ga jelas"Putri keluar dari kamar arul karena kesal digoda Arul.


"Put.."Teriak Arul.


"Bodo..."Balas Putri.


Karena tak ada yang di kerjakann Putri pun pamit.


"Maksih ya Put,tante jadi nggak enak Arul selalu repotin kamu"


"Gak lah tante,putri iklas kok"Jawab Putri supir Arul mengantarkan putri sampai rumah.


"Tumben,sudah pulang Put"


"Iya kak udah sembuh cuma manjanya aja,orang luka ringan gitu"Jelas Putri.


"KaZi makin besar perutnya makin cantik Deh"tambah Putri.


Ziana hanya senyum mendapat pujian dari Putri.


******


Pagi itu tidak seperti biasanya Ziana tidak melakukan jalan jalan pagi Ia bergelung dibalik selimut tebalnya.


"Yang,Ayo kita jalan jalan!"Gerald membangunkan Ziana.


Ziana pun bangun dengan malas.Kemudian meringis menahan sakit.


"Dari tadi subuh aku mules,tadi udah gak sakit sekarang mules lagi."keluh Ziana.


"Kenapa kemarin makan yang pedas?"Gerald khawatir.


Ziana menggelengkan kepala


"sakitnya gak ketulungan by"


Gerald mengusap perut Ziana juga bagian belakang badan Ziana.


"Ke Dokter yuk sayang!"Ajak Ziana.


"Nanti siang aja kalau masih sakit"Ziana bangun untuk ke ka.ar mandi.untuk membasuh wajahnya.kemudian turun dari kamar.


"Bun,Perut Aku sakit dari subuh lho"Keluhnya pada Bunda.

__ADS_1


"Pinggang juga panas ini"tambahnya.


"Dari jam berapa?"Tanya Bundanya.


"Jam Empat,tadi bangun juga sakit lagi"


"Mungkin mau lahiran Zi"Kata Bunda.


"Jangan panik,sekarang jalan jalan aja,Ge antar Zia jalan jalan yah,pelan pelan kalau sakit berenti dulu "


"Baik Bun,"


"Putri.."Bunda memanggil Putri yang kebetulan sedang menerima telpon dari anwar kakaknya.


"Iya,Bun"Jawabnya.


"Siap siap mungkin Zia mau lahiran,kita ke rumah sakit"


"Siap Bun"Kata Putri.


kemudian Bunda masuk ke kamarnya untuk mellakukan shalat dhuha dan memohon kelancaran lahiran anaknya.


Sementara Ziana di taman belakang sedang meringis lagi lagi dia merasakan Kontraksi.Ia memeluk leher gerald kuat kuat dan dengan sabar Gerald mengusap punggung Ziana.


"Sakit By"Rintihnya.


"Kita ke klinik yah sayang,aku gak tega liat kamu gini,lagian sekarang makin seringkan?"


Gerald menuntun Ziana masuk rumah.


"Iya Bun,kita ke kliinik aja qku nggak kuat liat Zi begitu"Kata Gerald.


"Ya udah siap siap dulu"perintah bunda.


"Ini minum air Doa dari bunda"Bunda menyodorkan Segelas air putih.


"Makasih bun"Ziana pun meminumnya.


"Aku maunganti baju dulu Bun"Ziana naik ke kamarnya. menyusul gerald yang sedang bersiap siap.


Ziana masuk kedalam kamarnya.Dengan pelan pelan Ia membawa tas yang akan dibawa ke klinik.pastilah perlengkapan untuk bayi,Ia pun sudah menyiapkan baju untuknya,jadi sudah siap dua tas yang akan dibawa.karena banyak keringat dan gerah Ziana memutuskan untuk mandi.


Berbeda dengan Gerald yang sudah siap dengan pakaiannya,Ia pun turun untuk menyusul Ziana yang Ia kira sudah dibawah.


"Bun,Zi mana"


"Lho kan keatas"


"Oh"Gerald pun keatas untuk mengambil tas yang akan di bawa.


Dengan ragu ragu Gerald membuka pintu kamar Zi,karena sudah dua bulan di sini Ia belum pernah masuk ke kamar Ziana,karena menurutnya daerah privasi Zi dan Suaminya


"Sayang kamu di dalam.."Gerald mendengar gemercik air menandakan Ziana masih mandi"


Pandangan Gerald beralih ke sebuah ruang depan tv masih di dalam kamar Ziana yang memang sangat besar dan mewah.Gerald tersenyum saat banyak.foto foto semasa kecil bersama Ziana dan Evan terpajang di sana,foto memakai seragam TK sampai SMA ada dan selalu berdua dengan Zi.

__ADS_1


beralih ke meja yang satu lagi fotonya bersama Ziana Kali.ini iya merasa tak wajar dengan foto foto dirinya dan Ziana begitu intim,bahkan ada foto dirinya sedang membawa bunga dan kotak cincin berlutut di hadapan ziana.foto ziana memakai kebaya,juga foto ziana memakai gaun pengantin bersamanya.


'apakah Zi Istriku?'Kenapa Dia tak memberitahukanya?'


Kalau Dia istriku kenapa Ia tak mengingatnya sama sekali,yang Dia tahu Zi adalah sahabatnya sejak orok.


"Aahhhhh"Gerald memegng kepallanya,seperti di pukul martil sakit sekali,dan Iapun tak kuat dan tersungkur,tergeletak di lantai.


Ziana sudah selesai mandinya Ia pun memakai pakaiannya,dan menyisir rambutnya.


"Aaaw,"Iya meringis lagi,kontraksinya lebih sering sejak di kamar mandi Ia sudah dua kali mengalaminya.


"Mungkin sudah saatnya ke rumah sakit,Bismillahirohmanirrahim"Ia mengusap perutnya.dan menyambar tas tangannya


Ia pun berjalan akan keluar kamar tapi Ziana kaget karena di depan Sofa di kamarnya seseorang tergeletak.


"Bunda,Putri tolooong"Ziana berteriak minta tolong setelah sadar tubuh yang terkapar itu dalah Gerald Suaminya.


Dengan tubuh yang lemah Ia membuka pintu kamar dan sekali lagi berteriak memanggil.Bunda Putri.


Bunda yang sejak tadi menunggu Ziana dan Gerald turun, menyeret tangan Putri yang di sebelahnya ketikq mendengar teriakan Ziana.


bukan saja bunda dan Putri para pelayan yang mendengar langsung naik ke kamar Majikannya.


"Bunda, Gege Ziana menunjuk ke arah Gerald yang terkapar di lantai kamarnya.


"Innalillahi,kenapa Gege"Bundq oun terkejut.Putri mendekati Gerald.


"Tolong panggil ambulan,"kata Putri.


"Put,tolong Gege"Rintih Ziana.Ia pun sudah tidak bisa menguasai tubuhnya lemas tak perdulikan walaupun sebenarnya Ia.mengalami kontraksi lagi.


"Sabar KaZi,mungkin KaGe melihat foto fotonya di kamar ini Ia mungkin hanya kaget"Kata Putri menenangkan.


Lima.belas menit kemudian Ambulan datang menjemput Gerald Putri dan pak Edi kebagian menjaga Gerald.sepuluh menit kemudian datang Ambulan ke dua untuk menjemput Ziana dan Bundanya menyusul ke rumah sakit yang sama.


Putri Berdiri di depan ruangan ICU Gerald ada di dalamnya setelah di periksa gerald ternyata mengalami koma dan sekarang di rawat intensif sangat miris memang keluarga kakak angkatnya itu.Saat istrinya berjuang untuk melahirkan anaknya,suaminya juga terbaring tak berdaya.


"KaGe,Bertahanlah kamu akan jadi Ayah bangun kak"Bisiknya.


"Put,Gimana KaK Gege?"Tanya Evan yang sengaja datang.


"Belum sadar,Dia koma"Jawab Putri sedih.


"Bagaimana keadaan KaZi,Kak?"Tanya Putri.


Evan hanya menghela nafas.


"Doakan Saja Kak Zia belum sadar sampai sekarang"Jawab Evan sambil menghapus Air disudut matanya.


❣❣❣❣❣❣❣❣


Makasih yang sudah menyimak tunggu kelanjutannya


tetap love love saudug udug

__ADS_1


Bie Uwi


__ADS_2