SAHABATKU CINTAKU

SAHABATKU CINTAKU
29


__ADS_3

Malam ini Ziana tak bisa tidur Ia memikirkan cara mendekati Gerald


agar Gerald mau menganggapnya lebih dari sekedar sahabatnya.


"Kenapa gak bisa tidur ya?"Padahal jam. menujukan pukul dua malam.


"Ayo mata ngantuk ya...pengen bobo nih"Pintanya.


Akhirnya Ziana sampai subuh tak bisa memejamkan matanya barulah setelah subuh ngantuk menyerang dan Ziana menutup matanya.


Putri terlihat cemas jam menunjukan pukul sepuluh Dia belum melihat Ziana turun untuk sarapan,berbeda dengan Gerald Ia sudah mandi,sarapan dan sekarang Ia sibuk dengan ikan ikan koi yang ada di taman belakang.


Seorang tamu datang kerumah.


"Maaf,saya Gilang dari kantor Ibu Ziananya ada saya telpon gak di angkat yah"


"Oh,ada tapi sepertinya dia belum keluar dari kamar silahkn masuk,saya panggilkqn dulu"Jawab Putri.Dia jadi punya alasan untuk membangunkan Ziana.


tok,tok,tok


"KaZi..."Ziana mengetuk dan memanggilnya.


tak lama pintu kamar di buka,wajah bangun tidur jelas terlihat.


"Baru bangun?Itu ada mas gilang katanya dari kantor."


"Oh,iya ada meeting hari ini,aku mandi dulu suruh nunggu"kata Ziana.


"Iya,hati hati ka...kekamar mandinya"


Pintu kamar di tutup Putri.


"Mas,tunggu katanya,"


"Iya..."jawab gilang


Putri membuatkan roti lapis yang biasa di makan Ziana ia masukan kedalam kotak bersama airnya.


"Biar sarapan di mobil"katanya bermonolog.


"Kak minum dullu susunya mumpung masih hangat."Putri menyodorkn segelas susu.


"Aku gak sempat sarapan telat nanti"kata Ziana.


" minum susu hamillnya dulu,rotinya dimakan di mobil aja,ini"Kata Putri


"Makasih,baik banget sih"


"sama sama,KaZi juga baik banget...kata Putri"


"Aku pergi dulu,Asalamualaikum"


"waalaikum salam"Ziana pun pergi bersama Gilang.


"Seru kayaknya tiap hari ngantor"kata Putri senyum sendiri.membayangkan dirinya menjadi wanita karir.


"Hei ngelamun,ntar kesambet lho " Gerald menepuk bahu Putri.


"Dih,aku ..."Putri tersentak.


"kok aku belum liat Zi turun yah"


"KaZi ke kantor ada meeting katanya"Jawab Putri.


"Kasian banget perut dah gede gitu masih kerja,kapan aku sembuh yah biar bisa ngantor bareng Zi"kata Gerald.


"Sabar,akan sembuh pada waktunya he.."


"Bisa aja kamu"


******


Di kantor Ziana sudah menyelesaikan meeting dengan seluruh manager,dan memberikan intruksi pada Gio memilih istirahat di ruang CEO.


"ah,gak enak badanku"keluhnya.


"Gimana udah ada cara menggoda Kak Gerald?"tanya Dini.


"Semalaman aku gak tidur mikirin itu,tapi belum ada ide aku harus gimana"


"harus tanya sama penggoda"Kata Dini.


"iya aku nggak punya bakat jadi penggoda,menggoda suami pun gak mampu,masak aku langsung ngang****"

__ADS_1


"Sialan lu...haha"Dini tertawa ngakak mendengar jawaban Ziana.


"Tapi kalo Bos udah coba sekali pasti ketagihan secara dah tiga bulan lebih lho dia puasa"


"Ya carannya non,biar dia buka puasa kalo aku langsung gabruk dia pikir aku gatelan."


"tanya ke e primbon mbah g"


"Tau ah..."


*******


Seperti malam kemarin Ziana belum bisa memejamkan matanya,sekarang dia ada di ruang tv depan kamarnya di temani susu dan cemilan.


"Zi,belum tidur?"Gerald keluar dari kamarnya.


"Eh,iya aku belum bisa tidur "jawab Ziana.


"Aku mau ngambil air haus"


"Ini aja aku bawa seteko tadi"Zoana menyodorkan jar air.


"Hmm makasih "Gerald minum segelas air penuh.


"Kenapa belum tidur?"


"Aku dari kemarin malam gak bisa tidur..."Jawab Ziana.


"Zi,boleh aku pegang perut mu aku pengen usap"


"Sini mendekat !"Gerald duduk di samping Ziana.


kemudian Gerald mengusap perut buncit Ziana dengan pelan.sepert mengerti bayi yang di dalam perutnya bergerak lincah.


"Hei dia bergerak..."Ziana mengangguk.


"Waw...."Gerald takjub dengan pergerakan bayi.


"Dia selalu begini?


"Kadang kadang"jawab Ziana hatinya terenyuh.


'Pastinya kamu senang ya de...'Ziana membanthin.


"Tentu,dengan senang hati"


Ziana memejamkan mata di sofa dengan berbantalkan paha gerald.


"Kita tidur sama Daddy ya...De"kata hati ziana dan berapa menit kemudian Ia tertidur pulas.Gerald bangun dan memasangkn bantal di kepala Ziana,tak lupa menyelimutinya dengan simbut yang di pakainya.Gerald mematikan Tv berniat masuk ke kamarnya.Tapi perut ziana begitu menggodanya.


Ia pun jongkok di depqn perut Ziana dan mengusap kembali perutnya dan menciumnya.


"Baik baik nak di perut mommymu"bisiknya.


Dan Ia pun masuk kamar.


Esok harinya mereka sarapan seperti biasanya namun ada yang berbeda dengan Gerald,Dia begitu memperhatikan Ziana bahkan segelas susu Ia yang buatkan.Membust putri mengkerutkan keningnya.


"Hari ini gak masuk kantor Zi?"


"Aku besok baru ngantor,mau ngantor?"


"Nggak, ah aku gak bisa apa apa"


Gerald nyengir.


"Apa hari ini ada rencana kemana gitu?"


"Nggak aku mager mau bobo sama makan sama ngemil aja"Jawab Ziana manja.


"Iya jangan ke mana mana ,panas gini mending ngadem,tapi kakaku bosan kali di rumah"


"Kamu bisa berenang kan?"


"Gimana kalau malem kita bakar bakaran aja yah"


"Iya aku mau bbq an aja kata"Gerald


"Aku mau bakar jagung kaZi,"


"Boleh nanti di bilang sama bu fatma biar di siapin Aku ajak anak anak lainnya deh biar seru"


"Iya deh biar seru."

__ADS_1


mereka pun berdiri dan menuju Ruang keluarga.sekedar bercerita atau nonton drama korea kesukaan Ziana.


Gerald duduk di sebelah Ziana.


"Zi, kapan mau ke dokter?"


"Chek up kamu senin ge"


"Bukan aku,tapi bayi "


"hmm sabtu mungkin"jawab Ziana.


"Aku belum janjian,sama dokternya.


"Aku takut kalau kamu berdiri,takut perutnya pecah he.."


"Nggaklah,kan perut bukan balon"Gerald pun tersenyum.


Ziana sepertinya memang sedang mager setelah mandi dia hanya berguling guling di atas kasur merasakan perutnya lapar ia mencari cemilan,padahal baru satu jam yang lalu makan siang.


"Bi,Putri mana?"


"Lagi di kolam renang non"


"Is,panas panas gini berenang"


"Katanya gerah non,"


"Jangan lupa siapin buat malam agak banyak soalnya anak anak bakal dateng,terus buat yang dirumah juga,kalau kurang belanja lagi"


"Sudah siap non,tadi tuan pengen Ikan besar lagi"


"Iya tolong sediakan aja"


"iya non"


Ziana pun naik ke kamarnya melalui tangga


"Zi,kamu dari mana ?"


"Cari makanan,kirain kamu tidur"


"Nggak ngantuk"


"Minum dulu dong obatnya,"


"nggak ah bosen"


"Duduk aja di sini jangan ke kamar aku mau usap perut kamu lagi boleh?"


"boleh sini,kamu mau jus atau mau apa gitu"Gerald menggelengkan kepalanya.


'mungkin ini saatnya.'Ziana membanthin.


Gerald mengusap perut Ziana,dan merasakn kembali bayi itu lincah bergerak.


Dengan reflek Gerald mencium perutnya.Ziana mengusap kepala gerald,ada gemuruh aneh di hatinya


rasa bergejolak.


"Maaf ..."Gerald kikuk.


Ziana mengangguk,ketika Gerald menjauh Ziana menariknya.


"mau kemana Ge,duduk disini "Ziana menepuk kursi di sampingnya.


"Ge,kami menginginkan bayi ini,tapi Daddynya sekarang melupaknnya"


"Maksudmu Ayahnya pergi gitu?"


"Iya Ge,"Ziana terisak.


"Maaf,jangan menangis, aku sedih jika kamu menangis"Gerald mengusap air matanya.


"Kemana Ayahnya"


Ziana menggelengkan kepalanya,tak mungkin dia mengatakan kamu Ayahnya.Gerald mengusap pipi Ziana.Entah dari mana keberanian Gerald mungkin naluri menuntunnya,Dia mencium bibir Ziana,tanpa di sangka Zianapun membalasnya.dilepaskannya malu,karena Ia sangat merindukan bibir itu sudah hampir empat bulan Ia tak menemukannya.Dan ciuman itu menuntunnnya Ke kamar tidur Gerald dan Zianapun sudah terlentang pasrah diatas ranjang


🙈🙈🙈🙈🙈🙉🙉🙉🙉


Adeuh...aku riweh hari ini baru bisa up satu maaf yaa


tolong semangati aku please.....

__ADS_1


__ADS_2