
Tak terasa dua bulan sudah ZIana bekerja di kantor Gerald tentu saja pekerjaanya lebih capek dari kantor sebelumnya Tapi ZIana nyaman bekerja di tempat baru,bekerja dengan sahabatnya tidak menjadi Ziana seorang pemalas,tapi dia menjadi lebih rajin apalagi Gerald bukan seorang bos yang gampang merah membuat Ziana semakin nyaman bekerja.
ting pintu lift terbuka Ziana masuk dengan tergesa gesa.
"ehmm.."seorang mendehem di sampingnya.
di sampingnya dua lelaki menatapnya.
"Pa...papi!"Ziana terkejut karena di sampingnya ada Gerald dan papinya.
Ziana memeluk lelaki yang di panggilnya Papi itu.
"Papi kapan datang?kok Gege gak cerita kalau Papi dah pulang"
Tommy (Papinya Gerald) hanya menepuk nepuk bahu Ziana.
"Gerald juga baru tahu tadi pagi,sama terkejutnya dengan kamu"
Tommy merangkul tubuh Ziana yang kecil itu.
"Apa kabar sweety,lama yah Papi gak ketemu Kamu"katanya lagi.
"kebiasaan kalau ketemu pasti melupakan anaknya."kata Gerald yang tak terima papinya berdekatan dengan Ziana.
"Iri bilang bos"Ziana menjulurkan lidah pada Gerald.
gerald hanya menarik pelan rambut Ziana.
"Papi...Gege nakal"ziana mengadu.
__ADS_1
"kalian sudah besar masih ribut begitu"
ting
pintu terbuka tanda sudah sampai tujuan.
Tommy masih merangkul Ziana keluar dari pintu itu.
"ck,kalian melupakan aku" kata Gerald kesal.
tapi Tommy dan Ziana tidak memperdulikan kekesalan Gerald.
"Boy,papi pinjam Zia sebentar yah Papi masih kangen."Kata Tommy.
Mereka pun masuk keruang presdir . Ziana takjub karena ruangan ini lebih mewah dari ruangan Gerald.
Mereka duduk di sofa ruang itu,
Ziana menyender di tangan Tommy.
"sehat, alhamdulillah maaf saat Ayah meninggal Papi gak bisa datang,Papi juga lagi sakit saat itu"Mata Tommy sendu mengingat sahabatnya meninggal Ia tidak ada di sana hanya mengurus asisten pribadi nya saja.
"Iya,Zia ngerti pi,Zia minta Papi jangan pergi jauh jauh,Di sini aja biar Zia bisa deket sama Papi,jagain Papi,merhatiin Papi kan. Papi ayah ke dua aku"pinta Ziana.
"Tu,dengerin Zi pi,dia mau ngurus papi,jadi gak usah ke luar melulu kita ngumpul lagi bareng bareng"Tambah Gerald .
"setuju,ntar kalau urusan pekerjaan di luar negri suruh Gege aja pi,ya kan Ge?"Ziana menengok Gerald yang diduduk di sebelahnya.
bukan jawaban yang di terima malah Ziana mendapat pijitan hidung dari Gerald.
__ADS_1
"Gege,kamu bikin merah hidung aku,.."rintihnya.
Gerald hanya tersenyum licik.puas ngerjai Ziana.
"kebiasaan"Ziana mengerutu sambil mengusap hidungnya. Melihat tingkah mereka Tommy hanya tersenyum,mereka tidak berubah sama sekali dari kecil.
ziana membuka pesan masuk,rekan kerjanya mengatakan jadwal meeting maju ke jam sepuluh padahal rencana awal jam Satu setelah makan siang,karena atasannya akan ada kunjungan ke luar kota.
"Ge,kita harus meeting sekarang,dengan PT Anugrah.siangnya Pak Rico siang ada kunjungan ke luar kota.
"Ya,sudah kalian persiapkan jangan ada yang tertinggal."Kata Tommy.
Ziana dan Gerald pun berdiri dan menyalami dan mencium punggung Dan Tommy
"Doa in berhasil ya pi"Mereka pun
keluar dari ruangan Tommy.
baru sampai di ambang pintu ziana kembali ke arah Tommy memeluknya dari samping.
"Zia masih kangen sama papi"lirihnya.
Mendapat perngakuan itu Tommy hanya tersenyum,Ia mengerti kalau Ziana merindukan sosok Ayahnya.
"Iya,nanti kita makan malam bersama kita kumpul ajak juga adik mu Evan"Tommy mengusap kepala Ziana.
"ayo,Zi siang nih"teriakan Gerald membuat Ia harus melepaskan pelukannya.
"Dia selalu nyebelin ya pi.."Gerutunya.
__ADS_1
Tommy hanya tersenyum.
Ziana pun keluar dari ruangan Tommy.dan pergi bersama Gerald dan Dini.