
Gerald sudah pulang dari kantor Ia menyambut kedatangan keluarga Putri.
"Alhamdulillah,bisa bertemu dengan kakek lagi,sehat kek"Gerald memeluk Kakek kemudian memeluk Anwar.
"Sehat,kau sendiri gimana?"Kakek balik bertanya.
"Lihat ke aku sangat sehat sekarang"Gerald menunjukan diri nya.
"Syukurlah"
"Aku nggak nyangka kalo kamu bos,maaf kami memperlakukan kamu biasa saat di kampung kami"kata Anwar merasa malu.
"Justru aku berterimakasih pada keluarga kalian yang mengurus aku ketika nggak berdaya"
"Dan sekarang pun aku minta tolong sama kakek lagi,agar menyebuhkan istri ku"Tambah Gerald.
"Ish...kau itu apa nak,yang menyembuhkan itu Allah,Kakek tidak melakukan apa apa,tapi kalau mau Istrimu kakek pijit ya gak apa apa namanya Ikhtiar."Gerald kemudian mengajak ke kamar yang lebih besar dari kamar tamu,tempat berbaringnya Ziana.
"Bangun nak,sudah siang ini"kakek menepuk nepuk tangan kiri Ziana.
"Sudah berapa lama?"tanya kakek.
"Tiga bulan sejak melahirkan" kakek manggut manggut.
kemudian Kakek mulai memijat telapak kaki Ziana,kemudian ketangan dan terakhir ke kepala.
"Kamu juga dulu begini Ge,tapi nggak lama"Kata Anwar.
setelah selesai merekapun keluar dari ruang perawatan Ziana.
"Gimana kata Dokter?"Tanya Anwar.
"Kata Dokter sekarang Ziana sudah merespon obat,tubuhnya sudah stabil jadi sebetulnya tinggal menunggu bangun."Jawab Gerald.
"Kau Put,nggak pernah Pijat kakinya,atau kepalanya?"tanya Kakek.
"Takut salah lah kek"kata Putri.
"Ah kamu sudah kakek ajarkan tapi tidak di amalkan"Putri hanya tersenyum.
"Untuk beberapa hari ini kakek coba pijat sehari dua kali mudah mudahan ada manfaatnya."kata kakek.
"Ia maaf jadi merepotkan"kata Gerald.
"Penyakit itu kadang cobaan agar kita tambah tawakal,kadang siksaan karena kita banyak salah di peringati oleh Allah,atau mungkin penggugur dosa,kita minta ampun sama Allah memperbaiki ahlak kita,ini berlaku untuk semua bahkan untuk kakek juga"
"Iya,kek "
"Ayo makan dulu kek sudah di sediakan"Ajak Gerald.
"Ayo war,jangan sungkan anggap rumah kamu sendiri"Tambah Gerald.
"Iya terimakasih ."
Malam hari setelah isya kakek kembali ke kamar Ziana dan melakukan pijatan juga memberikan Ziana air doa.
"Mudah mudahan dia kakaek doa kita diijabah untuk menyembuhkan istri mu"Kata Kakaek pada Gerald.
Rumah pun kedatangan Om Satria,Tante Nuril juga Arul.
Sengaja datang jntuk memperkenalkan diri sebagai keluarga Gerald.
"Saya senang bisa bertemu langsung dengan orangtuanya Gerald."kata Kakek.
"Saya juga senang bisa langsung kenalan dengan keluarga Putri"Kata Satria.
"Maaf kami merepotkan Kakek sengaja kemari untuk pengobatan Ziana"tambah Nuril.
"Kakek nggak bisa apa apa hanya mijit,kalau Allah mengizi kan sembuh Alhamdulilah,Kalau tidak sembuh Kakek minta maaf ,Kakek hanya manusia biasa"Kakek merendah.
"Tapi setidaknya kami sudah berusaha ya Kek"Kata Nuril.
"Iya,ikhtiar wajib"
__ADS_1
"Put,mumpung ada kakak dan kakek mu gimana kalau diada acara lamaran aja,Kamu sama Arul" bisik Dini di ruang Tv.
"Ih,kak Dini,nggak ada yah aku nggak pacaran sama Dia "Sungut Putri.
"Bener???"
"Iya kak Dini,Aku juga nggak naksir sama dia,Dia cuma anggap aku Adik kok"
"Yah nggak asik nih"
"Aku nggak minat nikah sekarang,Aku mau jadi wanita Karier kayak kak dini"
"Apa sih bisik bisik kepo deh"Kata Arul.
"Rahasia wanita "Jawab Putri judes.
Arul mendengar semuanya dan tau maksud yang di bicarakan dua wanita itu hanya tersenyum kecut.
Pagi hari sudah menjadi rutinitas pagi setelah Shalat Subuh,Gerald membawa Baby Kenzo menyapa Mommy nya.
"Assalamualaikum mom,ini Kenzo nengok nih belum mandi masih pagi banget"Gerald mendekatkan anaknya ke Ziana.
"Cepat bangun ya Mom,biar bisa main sama Kenzo"
"We love you mom"Gerald mencium kening Ziana mengusap wajahnya.di perhatikan sudah tiga bulan ini tubuhnya semakin kurus,karena asupan makanan yang di berikan sedikit,hanya dari infusan yang tidak pernah berhenti.
***
Seorang anak berlari riang kejar kejaran sampai lupa pulang padahal Bunda akan marah setiap kali pulang terlambat.
"Zia pulang Nak..."kata Bundanya sambil membawa kayu yang cukup panjang.
"Sebentar bu"jawab anak perempuan itu.
"Masuk hayo,Atau Bunda pukul pake kayu"Bundanya mengacungkan kayu.
"Ampun Bun aku nunggu Ayah"
"Nggak bisa hayo pulang"
***
Putri sedang membantu suster membersihkan Ziana dan mengganti pakaiannya.
"Sekarang kamu kurus kak,cepatlah bangun agar bisa makan enak"bisiknya.Tangan putri memijit kaki kanan Ziana untuk merefleksi kan otot otot Ziana yang kaku.
"Nanti pijat nya sama kakek di terusin "Putri pun bangun dan bermaksud keluar memanggil perawat agar menjaganya.
ujung matanya melihat jari tangan Ziana bergerak.Putri terbelalak didekati lagi Ziana dan di sentuhnya jari jarinya itu memang bergerak.
"Bunda..."Putri berteriak Girang.
"GaZi gerak tangannya"Teriaknya
masuk ke kamar perawatan Ziana
Mereka yang mendengar teriakan Putri langsung masuk ke kamar perawatan Ziana.Mereka menunggu Tangan Ziana bergerak lagi setelah sepuluh menit menunggu mereka pun keluar lagi karena Ziana tetap tak bergerak. di ruang perawatan hanya ada Bunda dan Putri.
"Bun,Putri liat kok kazi gerak tangannya"Putri merasa bersalah.
"Ya sudah nggak apa apa mungkin respon sejenak,Semoga Zia cepat sadar"Bunda sedlit kecewa.
"Ada apa ramai ramai?"Kakek dan Anwar masuk ke kamar.
"Tadi liat KaZi tangannya gerak kek,Tapi ditunggu lagi tidak bergerak"
"Ya sudahlah,Bantu kakek pijat yah biar nanti kamu ganti kakek"
"Iya Kek"Jawab Putri.Sedang anwar dan Bunda memilih keluar.
Kembali Kakek memijit titik saraf untuk melancarkan peredaran darah.
"Kazi,Putri yakin KaZi tadi bergerak ayo bangunlah"Bisik Putri sambil meninggalkan kamar.
__ADS_1
sore hari Gerald pulang dari kantor betapa senangnya dengan kabar dari Putri,Walau sekarang Ziana seperti biasa tak bergerak.
*
"Zia....sini !"seseorang memanggilnya.
"Hai Tiara apa kabar?"Ziana menyapa temannya.
"Aku baik Zia,ikut aku yuk,kesana"Anak yang memanggil Ziana pun menunjuk taman yang tak jauh dari Mereka berdiri.
"Zi...Ayok pulang !"seseorang memanggil Zia dari belakang.
"Aku mau ke taman itu tunjuk Ziana"
"Nggak boleh hayo pulang"Anak laki laki itu menyeret dan membawanya ke depan pintu rumahnya.
***
Ziana membuka matanya, pandangnya kabur,tapi semakin lama.semakin jelas.
Ia melihat sosok suami yang membelakanginya entah sedang mengerjakan apa.
"bbbyyy "Ziana berbisik tapi tebih tepatnya hanya melakukan gerakan mulut tanpa ada suara.Tidak ada respon dari Gerald.Ziana mengumpulkan kekuatan untuk memanggil Suaminya tapi begitu susah.
"Byyyy"Ziana mengeluarkan suaranya walau pelan.
Gerald menengok kearah suara yang memanggilnya.Sangat terkejut,senang, specless tergambar di wajah Gerald.
"Sayang kamu bangun"mata Gerald berkaca memandangi istrinya tang kini membuka matanya.
"B,byy"Kembali suara lirih terdengar.
Geral memeluk tubuh Istrinya air matanya tak bisa Ia bendung,ini Air mata bahagia.
"KaGe ada apa"Tanya Putri ketika kedapatan Ziana di peluk Gerald,padahal tadi maksud Putri memanggil Gerald untuk makan.
"Alhamdulilah,Kazi sudah sadar"Putri berlari kelur ruangan.
"Bundaa,Kazi sadar. "teriaknya
semua yang ada di meja makan kembali berlari ke ruang perawatan.Saat ini tidak seperti drama tadi pagi,sekaranv mereka lanhsung melihat Ziana membuka matanya dan Gerald duduk di sampingnya.
"B,By,Hahaus"Ziana tergagap.
"Ah,kasih air hangat"Kata Kakek.
Perawat memberikan gelas yang sudah di beri sedotan.Setengah gelas airpun habis.
"Sus,maaf hubungi dokter"kata Putri karena tidak ada yang mengingat Ziana harus di periksa dokter.Suster memnggil Dokter yang menangani Ziana.
"Eh,Alhamdulillah Nak Zia sudah bangun mau melihat kakek ya"Kata kakek mencairkan ketegangan.
Bunda hanya tersenyum.
"Berkah ada kakek"Kata Bunda.
Setelah diperiksa Ziana pun dilepaskan dari alat medis yang selama ini terpasang di tubuhnya hanya tinggal infusan saja yang belum dilepas karena tubuhnya masih butuh Ziana.
"Untuk sementara saya pantau Nyonya Baik,sudah sangat stabil,untuk.perkembangan selanjutnya kita liat besok ya tuan"
Gerald mengangguk.
"Selamat Tuan Gerald,ini keajaiban"kata Dokter.
"Terimakasih dok"
"Kita pantau terus ya Tuan semoga akan lebih baik di hari selanjutnya."Dokter yang bernama Seno itu kemudian pamit.
❣❣❣❣❣❣❣❣
Semoga tetap menikmati....
tetap love love saudug udug
__ADS_1
Bie uwi