
Sejak selepas subuh Putri mulai memasak,mengisi Air,dan Beres beres.Hari ini Dia berencana untuk.pergi ke kampungnya.
"Rajin sekali kau Put,"Kata Kakek melihat pekerjaannya sudah beres."
"Ih,kakek aku kan mau ke kampungku hari ini ikut ka Anwar"jawab Putri.
"Ah ,Iya hati hati kau disana jauhi mak tiri dan anaknya itu jangan ribut ribut"
"Iya kek..."
"Kek mungkin aku akan menginap disana sehari atau dua hari di sana"
"Nginap?"Tanya kakek.
"Iya,Titip Ka ge yah "
"Iya,tapi kalau urusan beres cepatlahpulang"
"Mungkin aku pulang sama ka Anwar pulang kerja Kek"
"Hati hati saja"Putri mengangguk.
"Kak aku mau pergi ke kampungku,mungkin menginap jaga diri kakak,jangan bawa yang berat berat banyak istirahat."Pesan Putri.
"Put,kamu sekarang sering pergi pergi apa sudah bosan ngurus aku yah?"Tanya Gerald.
"KaGe kok gitu,Aku punya rencana supaya kita pergi ke kota J Kakak doakan rencana ini berhasil"Kata Putri.
"Beneran?"Gerald tak percaya.
"Makanya banyak berdoa kita,akan berangkat akhir bulan ini mudah mudahan"
"Baiklah aku nggak sabar menunggunya,terima kasih"spontan Gerald akan memeluk Putri namun dadanya di dorong.
"Jangan bahaya bang"Kata Putri sambil nyengir.
"Maaf,"Gerald garuk garuk tak gatal karena malu.
"Saking senangnya aku.."Cicit Gerald.
"Aku pergi dulu ka anwar sudah menunggu,nanti makan ka sarah bawakan untuk KaGe dan kakek"
"Hati hati..."Putri hanya mengangguk.
Di kampung Xxc
Tok,Tok,Tok...
"Assalamualaikum, sariiipaah"Putri mengetuk pintu seseorang.
"Hei,put..."Perempuan yang di dalam rumah menyam...butnya.
"Ayo,duduk ,gimana kabar terbaru?"
"Seperti rencanaku semula,aku mau pergi ke kota J,Dan ini modalnya.Putri menujukan sebuah cincin.
"Hah,cincin ini paling berapa untuk satu tiket saja mungkin tidak cukup,belum bekal,belum ongkos yang lainnya"
"Tapi kata Kakek ini berlian"
"Serius?kok kakekmu tahu"
"Antar aku ke p*gad***n saja,jangan banyak nanya"ajak Putri.
"Ayo,kebetulan bang Is sedang ngangkut kayu mungkin pulang sore"
Dan merekapun pergi.
"Ini kalo ada sertifikatnya laku 20 juta,tapi kalo nggak hanya 10 juta saja tidak bisa lebih"Pegawai itu menaksir harga.
Mendengar jumlah yang Iya dengar Saripah menarik tangan Putri.
"Put memang kamu butuh berapa?"
"Ya banyaklah aku butuh uang banyak"Jawab Putri.
"Begini,kalo kamu mau pinjam uang dari aku saja,cincin ini biar aku pakai kamu bisa pinjam dari aku tujuh juta,gimana?"
__ADS_1
"Serius,kalau disini kamu harus bayar bunga tiap bulan,minjam di aku tanpa bunga,tapi biar aku pakai sepuasnya ini cincin."Kata saripah.
"Ini cincin laki laki,juga mungkin cincin kawin"Kata Putri.
"Ey,lihat ini begitu pas di jariku aku kan gemuk jadi jariku juga gemuk "
"Tapi,gimana kalau KaGe mencarinya."
"Tenang kalau sudah ada Uang kau tinggal cari Aku,bayar pinjamannya selesai,Aku hanya ingin pakai cincin berlian asli,kapan lagi put"rengek saripah.
"Tapi jangan kau jual ya,awas kau"
"Iya, macam orang yang baru kenal aku saja Kau,kawan"
"Ya sudah pinjami aku uang"Putri pasrah.
saripah mengangguk setuju.
Dengan berbekal uang dari Saripah putri belanja kebutuhan seperti tas beberapa pakaian Gerald,sedikit makanan.Putri juga menemui kerabatnya yang seorang Supir lintas Provinsi untuk membawa kayu atau buah buahan khas.
"Alhamdulillah, Putri merebahkan tubuhnya di kursi tua"
"Putri....."teriakan Seorang wanita membuatnya bangun dari duduknya.
"Ada apa mak,teriak teriak di rumah orang"Putri kesal 6ang memanggilnya itu adalah Ibu tirinya.
"Ada apa,ada apa enak enakkan kau pergi pergi sedangkan kami di buru orang penagih hutang"
"Kenapa Aku tak punya hutang pada siapapun Pergi kalian"
"hoi,lupa..bapa kau banyak hutang,enaknya dia mati tak ada yang bayar hutangnya"
"Hei yang banyak hutang kalian,bukan bapaku,sakit saja kalian menelantarkannya."
"Kau anaknya tak tau malu"Kata mak tirinya itu.
"Yang tak tau malu itu kalian curi harta ibuku,jual rumahnya untuk membeli rumah kalian itu,Kalau kalian menggangguku terus akan ku laporkan kalian ke polisi,aku sudah punya banyak bukti"Gertak Putri.
"Anak ini sejak dulu menyebalkan"Wanita muda itu mengayunkan tangannya kearah Putri.
"Hentika Dijah.."teriakan lelaki mengagetkan wanita yang bernama dijah itu,kesempatan ini di pakai Putri untuk mendorong tubuhnya Dijah hingga gadis itu terhuyung.
"Dia sahabatku,jangan Ganggu Dia."
Lelaki yang bernama Damar mendekati Putri.
"Huh,kulaporkan Ulfa baru tau"
"Oh jadi kau yang bikin Ulfa cemburu dan salah paham,ih perempuan kok menjijikan "
"Hei kalian jika masih menggangguku akan ku laporkan kejahatn kalian pada polisi,pergi cepat atau kalian akan menyesal, aku tak main main"Kata Putri.
Ibu dan Anak itu pergi dengan perasaan yang tidak puas.
"Awas kau"Ancam Dijah.
"Uh,siap siap saja kalian di panggil Polisi"Putri berteriak sambil mengancam.
"Hai,put gimana kabarnya?"Damar menyapa.
"Aku baik,selamat kamu sudah jadi sarjana sekarang."
Damar mengangguk.
"Kapan kau menyusul,sayang kalau berhenti"
"Iya secepatnya Aku mau beres dan cari kerja."Kata Putri.
"Katanya kamu sudah tunangan sama Ulfa?"Tanya Putri sedikit ragu.
"Iya,maaf aku gak kasih kamu kabar habis kamu tak bisa dihubungi"
"Nggak apa apa aku senang,kalau kamu bahagia"Kata Putri tulus.
"Lama yah kita gak ketemu,hampir setahun?"Kata damar.
"Baru tujuh bulan."jawab Putri.
__ADS_1
"Ah iya,kamu betah di kampung Kakekmu?."
"Tentu Aku jadi banyak keluarga."
"Syukurlah"
"Mar,kalau jadi aku mau Pergi ke kota J,mau bekerja dan meneruskan kuliahku,takut di DO"
"Kota J?jauh kali Put,kita bakal gak ketemu lama"
"Aku mau cari kerja agar bisa meneruskan kuliahku, sayang kan sudang menju finis"Kata Putri.
"Eh,kamu sudah tunangan kan sama Ulfa selamat lagi yah,lagi ketimpa untung dah lulus jadi sarjana sudah ngelamar anak orang lagi"Kata Putri.
"Iya tinggal melamar pekerjaan yang susah..."
"Sabar pak..rejeki ga ke mana.."
"Aku ikut kamu yah ke Ibu kota gimana?"
"hah?"Putri kaget.
"Apa salah aku ikut?"
"Salah,aku takut tunanganmu salah sangka nggak ah,lagian aku juga ikut orang lain gak bisa bawa kamu."Tolak Putri,Ia ingat betapa cemburuannya Ulfa,"
"Melamar di daerah sini saja,yang dekat,ulfa mana ngijinin kamu pergi jauh jauh"
"heh,kau tak setia kawan rupanya"Putri hanya tersenyum.
"Kak Damar...Seorang gadis cantik memanggilnya.
"Hai,fa apa kabar?"Sapa Putri.
"Baik"Jawab Ulfa singkat matanya tajam menelisik.
"Dia baru sampai dari kampung kakeknya,lama kita gak ketemu"Damar menjelaskan Ia tahu kalau Ulfa selalu curiga pada Putri.
"Oh,kamu baru datang Put?"tanya Ulfa.
"Iya Fa,cuma mau ngambil buku buku dan Surat surat penting."
"Kamu tinggal sama Kakekmu?"
"Iya,karena disana masih banyak keluargaku."
"Oh,baguslah"Ulfa mendengus.
Damar mengeryitkan dahi"
"Maksudnya?"Tanya Damar.
"yah setidaknya Dia tidak alasan ketemuan sama kamu"jawab Ulfa pedas.
"Emang salah yah aku ketemuan sama sahabat Aku?Ingat Fa sebelum kita jadian Aku sama sama Putri dari kita kecil malah"Kata Damar.
"Fa kenapa kamu curiga sama Aku?dari dulu aku dekat sama Damar,sebetulnya kan Kamu yang merebut Damar dari Aku,"Sudah tak bisa menguasai perasaan kesalnya yang selama ini Ia pendam.
"Sejak kuliah dulu,kamu selalu ngacam Aku,neror aku buat menjauh dari Damar."
"Terus kamhu sekarang gak terima?ingat Put,Damar tunangan Aku sekarang."
"Ambil saja Damar aku tak butuh Dia dan Aku tak pernah ingin memiliki Dia"
"Ulfa,kamu keterlaluan,Ayo pulang!"Melihat situasi memanas.
Damar menarik tangan Ulfa menjauh dari Putri.
"Maaf put,Aku pulang dulu"Damar pamit sambil memegang tangan Ulfa.Putri pun hanya mengangguk.
Putri menghela nafasnya.Satu alasan Ia pergi dari Kampungnya selain kepergian Ayahnya adalah Karena Damar.
❣❣❣❣❣
Terimakasih buat Readers yang sudah mampir memberi semangat sama aku.Aku mau mengumpulkan Mood baikku biar bisa Grazy up ....
Love you sa udug udug..dariku
__ADS_1
Bie Uwi💕💕