SAHABATKU CINTAKU

SAHABATKU CINTAKU
07


__ADS_3

Suasana di kediaman Tommy Setiawan terasa hangat,jarang sekali mereka bisa makan sama sama seperti ini,Ziana Dan Evan menghangatkan suasana yang terbiasa sepi menjadi ramai di tambah kedatangan tante Nuril dan Arul yang juga di undang menjadi lebih ramai.


"coba kalau tiap hari begini yah"Gerald membathin.


sejak kepergian Ibunya Gerald saat dia berusia Dua belas tahun


dan sejak itu Papi jarang pulang Ia hanya di perhatikan oleh pengasuh dan tantenya yang dulu masih lajang tapi setelah tantenya menikah dan punya Arul tante Nuril jarang memperhatikannya.Gerald semakin dekat dengan keluarga Ziana,Ayah dan Bunda menjadi orang tua kedua bagi Gerald.Dia sudah tidak sungkan lagi untuk tidur dan makan di rumah keluarga Ziana.


"E,hem"ziana menepuk tangan kiri Gerald yang sejak tadi termenung dan mengabaikan makanannya.


"kenapa gak makan?"


sadar dari lamunannya Gerald menyantap makanan yang ada di piringnya


Ziana hanya tersenyum.


"Papi senang kalau suasana rumah ramai begini"Tommy tersenyum.


"Aku juga Pi"Gerald mengiyakan.


"Sweety,gimana kalau kamu dan Evan di sini saja tinggal sama kami,dari pada di rumah hanya berdua"


"Makasih pi,tapi sayang rumah itu sudah di kontrak beberapa tahun kedepan,lagian kita ada yang ngurus kok ada Art yang nemenin"Tolak Ziana,mengingat pesan bunda jangan merepotkan keluarga Gege.


"Tapi kalau sesekali kita bakal nginep di dsini kok ,kalau di bolehkan "Kata Ziana sambil tersenyum.


"Boleh dong Zi,kamu kan bukan orang lain lagi bagi kami"Kata tante Nuril.


Suasana yang hangat seperti mencairkan kerinduan di hati masing masing.


Selesai makan makan Gerald,Arul dan Evan bermain Ps di ruang tengah sementara Tante nuril pulang karena Om cahya sudah menunggu di rumahnya.Sedangkan Ziana masih nempel tak mau jauh dari papi keduanya.Tommy mengajaknya keruang kerja.


Ziana bercerita panjang lebar tentang keadaan setelah Ayahnya meninggal,sampai Bundanya yang pulang ke kampung halamannya.Terenyuh hati Tommy mendengar penuturan dan perjuangan Anak anak sahabatnya yang tinggal berdua dan harus berjuang.Ada rasa menyesal Dia tak serius mencari keberadaan Mereka.Bagaimanapun Mereka yang tadinya keluarga yang mampu menjadi keluarga yang pas pasan dan berkerja keras membiayai hidup mereka.

__ADS_1


"Zi,papi senang bisa bertemu kalian lagi, Bekerja lah dengan giat bantu Gerald untuk memajukan perusahaan Papi"


"Zia,akan berusaha pi"


"Gerald,lamban bekerjanya,kalau tidak ada peningkatan dalam beberapa tahun ini,bisa jadi Dia tergeser di posisi sekarang yang menggantikan Papi,mungkin Dia hanya staff biasa saja.kamu ngertikan sweet y "Raut cemas tergambar diwajah Tommy.


"Tapi gimana caranya pi,Zia gak ngerti dulu juga kan perusahaan Ayah bangkrut diakusisi Kami gak tau apa apa"


"insyaallah papi bantu,nanti ada jaka,ada Dion yang mengajarkan mu,teruslah di samping Gerald Zia,papi mohon kalau perlu menikahlah dengan Gerald."Ziana terkejut dengan permintaan Papinya yang terakhir.


"Pi,bersama itu tidak harus menikahkan Pi?Gerald sudah punya kekasih dan Zia juga menganggap Gege sahabat bahkan saudara tidak lebih"Tolak Ziana.


Tommy hanya tersenyum dengan penolakan Ziana.


'Tapi papi berharap kamu jadi istri Gerald,sweety dan semoga takdir mengantarkan kalian kearah sana' kata bathinnya.


"Tidak jadi menantu juga Zia anak papi juga kan"Ziana seakan tahu kalau papinya sedikit kecewa."


"Tentu Sweety kamu dan Evan anak anak Papi juga"Ziana hanya tersenyum puas.


"Zia,terserah Evan aja Pi,"Mereka pun kembali ke ruang tengah di mana Evan dan arul bermain dan Gerald jadi penonton.


"Van,kita pulang sekarang atau nginep?"tanya Ziana.


yang di tanya masih fokus pada permainannya


"Udah,nginep aja tangging Zi"kata Gerald.


"iya kak,tanggung lagi seru" tambah Evan.


"Aku ga punya baju ganti"


"Pake baju seus erni aja"

__ADS_1


"Siapa ses Erni ?"


"itu!"Gerald menunjuk maid yang datang membawa makanan dan minuman untuk yang kesekian kali.


"ses,kasih pinjem Zi,daster dong"kata Gerald sambil nyengir


"ih,tuanmuda masak minjem baju Erni"jawabnya genit.


"pake baju mama yang ada di sini ada kan dikamar itu "Arul menunjuk dengan bibirnya."


tangan dan matanya fokus ke TV


"Nanti,saya carikan ya non,"Maid itu pergi ke kamar yang di tunjuk Arul.


Kalau pake baju Tante Nuril berarti gede dong,secara Dia kan gemuk


Ya ampun aku bakal kaya pake karung goni dong.


"Ge,tante nurul kan gede,bajunya juga besar ding kalau aku Pakai"Kata Ziana penasaran.


"Nggak kok baju yang ada di sini kecil,kan mama gemuknya sekarang sekarang dulu mah kurus kayak kamu,cuma agak pendek."Kata Arul.


"Ini baju nya kebetulan ada stelan baju tidur muat kayaknya"Maid itu menyodorkan baju ke Ziana.


"Sekalian,kamu tidurnya di kamar itu aja Zi,kalau dah ngantuk"kata Gerald.


"iya,.."Ziana pun masuk kekamar yang ditunjukkan cuci muka ganti baju terus rebahan.


*******


Hai ...reader ku sayang jangan bosan nyimak kehaluan aku yah


walaupun receh sih....love aku bukan halu kok bener swear deh✌️

__ADS_1


love...love deh❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️


__ADS_2