
"Lepasin kak.."Evan meronta.
"Van,tenang oke!disini kamu yang salah beri waktu biarkan Dini berfikir jernih"
"Kamu tahu Dini dimana kak"
"Nggak,bahkan tahu masalah rumah tanggamu, sekarang"Kata arul tenang.
"Kamu berfikir apa salahmu,jangan menyalahkan istrimu,Dia nggak akan pergi kalau kamu gak cari gara gara"Arul menepuk punggung Evan.
Akhirnya Evan pun pergi meninggalkan rumah kakaknya.
"Huh,makin takut aku nikah"keluh Putri.
"Kok??"tanya Evan.
"Takut diselingkuhin"Putri pun meninggalkan Arul.
Hari ini Ziana menjalankan semua rencananya Ia akan datang menemui wanita bernama silla di rumahnya,Dua hari Ia menunggu katanya wanita itu pergi di hari ke tiga barulah Silla kembali ke rumah kontraknnya.
tok,tok..pintu di ketuk.
seorang perempuan berpakaian mini membukanya.
"Siapa?"Asilla kaget ketika 3 orang menemuinya.
perasaanya tidak menentu ketika dua lelaki berbadan besar di depan matanya.
"Kamu asilla?saya zi kakanya Evan"Silla kaget dan senang ternyata kkaknya Evan menemuinya mungkinkah ada restu dari si kkak ipar?pikirnya.
"Iya saya silla"jawabnya sambil tersenyum.dibalas zi dengan ttapan menghujam.
"To the point,Aku tau kkamu ada afair sama Evan,tapi kamu tau dia sudah beristri?"
asilla mengangguk."Aku tidak suka rumah tanggaku di ganggu pelakor,begitu pula rumah tangga adiku karena yang kau ganggu suami dari sahabatku."Ziana tegas.
"Kamu tau akibat kelakuan bejad kalian adik iparku pergi,dan aku tidak suka basa basi aku pecat Evan dari perusahaanku dan mulai besok Dia menjadi pengangguran"
Asilla kaget dan tak percaya.
"Kamu masih mau sama adiku?kalau bercerai harta yang ada,investasi mereka adalah milik anaknya yang masih kecil,dan Evan dan istrinya hanya dapat sebagian kecil"
Silla merenung,jika Evan pengNgguran bagaimana Dia akan di manjakan sedang hidupnya susah,hartanya millik anaknya.
"Satu lagi rumah ini sudah aku beli,jadi tiga hari lagi aku minta kau pergi dari rumah ini"
silla llagi lagi terkejut.
" pergilah yang jauh jangan berada di kota ini jika ingin bernafas,aku akan selalu mengawasi mu"
"Ini,untuk penggantian kontrak rumah mu,"ziana meletakan amplop warna coklat.
"ingat tiga hari dari sekarang menjauh dari kota ini"Ziana pun keluar dari rumah Silla tanpa pamit diikuti dua bodyguardnya.
📞Silla
"Halo Van,aku mau pamit,aku mau pulang ke T"kata Asilla dari telpon.
📞Evan
"Pergi ?"
📞Asilla
"Maafkan aku gara gara aku kamu jadi pengangguran."
📞Evan
"Sudahlah ...ini nasib aku hukuman dari kakaku"
📞Asilla.
"mungkin aku nggak akan menghubungi mu masalah uang yang ku pinjam aku akan menyicilnya."
__ADS_1
📞Evan
"biar saja aku iklas semoga manfaat buat mu."
📞Silla
"Makasih van"
📞Evan
"sama sama.."
asilla pun menutup panggilanya.Dan Evan memblokir no Asilla dan menghapusnya.
Evan menarik nafas dan membuangnya kasar.satu satu Ia ingin mempebaiki kesalahnya.Ia juga tak menyangka kalau hari inii terakhir Ia kerja atasannya menon aktifkan dirinya dan itu karena Ziana yang memintanya.
perusahan cabang ini milik Ziana pemberian dari Gerald,jadi dia berhak atas karyawannya,termasuk memecat Evan.
"Mungkin aku akan fokus mencari Dini dan minta maaf padanya."
Dini bersiap berkemas hari ini Mereka akan pulang,karena Lusa Dini harus bekerja lagi.
Sekarang Ia hanya fokus untuk hidupnya dan juga kayla anaknya.bahkan Ia sudah bertekad untuk bercerai dengan Evan.
"Wah,Kay mau tinggalin Oma ya"Bunda memeluk Kayla.
"Iya,Oma kapan kapan Kay kesini lagi"jawab Dini.
"Dini pamit Bun,maaf Dini merepotkan"
"Sering sering beri kabar,nanti Bunda nyusul buat marahin suami mu itu"Kata Bunda.
Dini hanya tersenyum.Setelah berpamitan kesemua Dini berangkat menuju bandara.Setelah sampai ke kota J Dini memperbolehkan Titi mengaktifkan nomor sel nya kembali.
"Kita pulang kerumah Ken dulu ya Kay"kata Dini pada anaknya.
Sebegulnya Ia rindu rumah,rindu suaminya,tapi keadaan yang membuatnya begini.Belum sampai rumah telpon Titi pun berdering.
"Bapak"Titi berbisik pada Dini.
📞pak Evan.
"Halo,ti kamu di mana?"
📞Titi
"Saya baru pulang pak,masih dijalan"
📞pak Evan.
"sama siapa?"
📞Titi
"sama Ibu,"
Evan menutup telponnya.
"Dari mana mereka,apa Dini ke kampungnya Titi"tanyanya dalam hati.
Ziana menyambut kedatangan Dini dan Kayla sore itu Ia pun baru pulang dari kantor.
"Gimana kabar bunda sehat?"Gerald ikut nimbrung dengan mereka.
"Sehat kaK Gerald bunda nitip salam buat semua disini,nanti juga Bunda nau kesini kok"Jawab Dini.
"Syukurlah."
"paling juga mau nabok Evan"sarkas Ziana.
Mereka kemudian terkekeh.
Hari sudah sore Evan menunggu anak dan Istrinya di apartemennya tapi tak kunjung datang.kemudian Ia pun menelpon Titi lagi karena hp Dini masih tidak aktif.
__ADS_1
📞Titi
"Halo pak"
📞Evan
"Ti,kamu di mana?"
📞Titi
"Di rumah Nyonya zia tuan"
📞Evan
Sebetulnya kalian dari mana sih"Evan mulai kesal.
📞Titi
"Dari Rumah Bunda pak Evan."
telpon pun di matikan.
Mendengar pulang dari Bunda Evan kaget dan marah,bisa bisanya Dini mengadukan masalah ini ke Bunda,kalau Bunda ke pikiran dan sakit apa Ia mau tanggung jawab? Ia pun bergegas ke rumah kakaknya.
"Dini..."Evan Teriak memanggil Dini kebetulan mereka srdang berkumpul.di ruang tengah.
"Dini..."Evan menarik lengan Dini.
"Bisa bisanya kamu ngadu sama bunda,kalau Bunda sakit gimana"Evqn menunjuk muka Dini tangannya mencengkram tangan kanan Dini"
Plak,Tamparan mendarat di wajah Evan dan pelakunya adalah Ziana kakaknya.
Evan kaget.
"Jangan ikut campur ini urusanku dan Dini"kata Evan penuh emosi.
"Ini masalah aku juga,karena yang mengadu sama Bunda aku,yang menyuruh Dini kerumah Bunda juga Bunda bukan keinginan Dini"Kata Ziana dengan Emosi.
"Kamu nggak mikir banget yah"
Gerald yang kebetulan ada di sana menengahi dan menarik Evan keluar.
"Kamu nggak bisa menyelesaikan masalah dengan tenang yah,kamu itu posisi yang salah,bukan ngamuk-ngamuk harusnya minta maaf"
"Aku kesal kak"
"sekarang kamu pulang dulu,nanti pelan pelan kita bicara kamu,Dini dan kakak kamu"
"Aku kangen anakku,kak"Gerald senyum.
"Sudah pasti apalagi sama mamanya kan?"Gerald sambil tersrnyum.
"Bawa saja kayla sama pengasuhnya,siapa tau induknya ngikut,bicara baik baik minta maaf."Gerald menasehati adik iparnya dengan tenang sampai Evan pun luluh.
"Sekarang mau masuk atau gimana"
"Tolong panggilkan Titi saja kak"
Gerald pun masuk dan meminta pelayan memberi aur untuk Evan,dan memanggil Titi.
Titi pun keluar dengan membawa air titipan pelayan.
"Ini pak minum dulu"Titi menyodorkan gelas berisi air dingin.Evan pun menegaknya sampai habis.
"Ti,bilang sama Ibu,kamu sama Kayla pulang ke Apartemen."
"Baik pak,saya Siap siap dulu"Titi pun masuk.
Tanpa banyak drama Dini pun membolehkan Kayla dan Titi untuk pulang bersama Evan,hanya Dini yang tak pulang.Sebenarnya Dini sungkan memilih pulang ke rumah ayah ibunya tapi di cegah Ziana.karena Ayahnya masih sakit Ziana takut ayahnya Dini tambah parah kalau tau masalah ini"
💕💕💕
makasih masih menyimak karya aku love love saudug udug
__ADS_1
Bie Uwi