SAHABATKU CINTAKU

SAHABATKU CINTAKU
08


__ADS_3

Senin


Entah sudah berapa puluh senin Ziana melewati hari harinya di kantor milik Tommy ia merasa nyaman dekat dengn orang orang yang selalu sayang dengannya.


"Zi keruanganku sekarang" perintah Gerald sehabis meeting staff.


Ziana mengikuti Gerald dari belakang sedang Dini sekretarisnya duduk di kursinya.


"Ada apa Ge?"


"hmm"Gerald terlihat ragu.


"ish,kamu bikin iki pinisirin bingit"kata ziana sambil nyengir.


"Besok sama lusa aku gak kan ke kantor aku ada urusan dulu ke Singapore"jawab Gerald.


"So?"Ziana masih belum mengerti arah bicara Gerald.


"Aku mau kamu gantiin,aku urus pekerjaan aku selama aku pergi"


"ok,tapi kita nggak ada acara kerja sama deh sama orang Singapura"


"Zi,ini bukan masalah kerjaan,aku mau ketemu Merry,dah dua bulan Dia ga pulang jadi aku mau nyusul dia"


"Ck,kamu itu Ge,pacaran melulu nggak bosen apa bertahun tahun,apa gak ada rencana gitu buat ngelamar,terus nikah,Papi dah nanya terus lho Ge"


Ziana memang jengah melihat gaya pacaran Sahabatnya itu,tak ada kemajuan dengan hubungannya padahal Papi nya sering menanyakan kapan Gerald nikah.Papinya juga Aneh tanya Gerald nikah sama Ziana padahal Gerald itu kan yang anaknya.


"Papi?nanyain aku?"Gerald heran.


"ya iyalah kamu kan anaknya,mungkin Papi pengen cepet punya mantu."Jawab Ziana.


"Lamar merry Ge,biar ga zina mulu dosa"sarkas Ziana.


tok..


Gulungan kertas mendarat di kepalanya.


"Gege,jangan pukul kepala Aku,aku ini kan anak yatim dosanya dobel lho"


"O,iya kamu yatim ya"Gerald terkekeh.


"Habis gemes kamu sok tua,Aku bukan nggak mikirin nikah Zi,Merry dah aku lamar dua kali tapi masih nolak katanya belum siap,Jadi aku harus ngalah dong"


"huh,aneh nungguin apa lagi coba,kamu dah mapan,ganteng,jabatan cukup,kamu kurang tegas Ge,sama Merry."


"Ya,udah belum waktunya kali,zi kalau dah waktunya nikah pasti ada jalannya"


"iya juga sih"


"Jadi,kalau aku pergi bilang sama Papi ada urusan kantor,jangan bilang mau ketemu Merry Ok"


"iya deh"


"Bagus itu baru Zi nya Aku Dan ini" Gerald menyerah kan kartu Gold nya.

__ADS_1


"Buat apa?"Zi menerima kartu itu.


"Buat kamu belanja"


"Aku,belanja pake kartu ini?"Ziana kaget.


Gerald hanya tersenyum dan mengangguk.


"ih Gege baik deh"Ziana menempelkan tanganya di pipi Gerald.


"pin nya tgl lahir aku"tambah gerald.


"ok,aku pamit besok sore aku eksekusi kartu ini"Ziana mencium kartu yang ada di tangannya.


Dan keluar dari ruangan Gerald.


***************


Di Mall


Setelah menyelesaikan pekerjaannya sesuai rencana Ziana dan Dini berada di mall,mereka sedang memilih milih salah satu outlet.


Ziana sedang bingung dengan dua pilihannya yang menurut nya bagus.


"Ambil aja dua duanya,zia grentongan ini"Kata Dini.


"O,iya ya sekali kali rampok Gege boleh juga"bisiknya pada Dini.


Ziana pun mengikuti saran Dini dengan mengambil kedua tas yang di inginknnya.


"kamu gak mau beli tas,din?"tanya Ziana.


"cari baju yuk di sebelah sana"Ajak Ziana.


"Ok" Dini mengikuti.


Dan akhirnya belanja yang menurut mereka besar besaran pun terjadi Ziana kalap segala di beli mulai dari baju kerja, sepatu,gaun,jaket tak lupa dia berbagi dengan Dini.


"ufhhh,cape juga "ziana menyandarkan tubuhnya di kursi.Mereka sedang menikmati makanan di kafe yang masih di dalam mall itu.


"Banyak juga belanjaannya "Dini memperhatikan beberapa paper bag yang ada di atas kursi.


"Iya.."jawab Ziana datar dan setelah mkana Ia memeriksa harga seluruh belanjaan Mereka.


"Ya ampun,Din gue pake duit Gege ampir Lima belas jutaan "Dini ikut melotot.


"seriusan?,tapi Ia juga sih secara kita beli macem macem kan."


"Duh,Gege marah ga ya,gak enak gini aku jadinya"


"nggak akan marah Aku jamin,Gege kan sahabat kamu,terus yang ngasih kartu itu kan Dia,nggak ngasih batesan belanja,orang kaya mah wajar lah belanjain segitu"Dini menenangkan Ziana yang agak panik.


"Iya,juga sih Gege kan ngasih pacarnya ratusan juta biasa aja apalagi aku sahabatnya,lagian baru kali ini aku ngerampok dia"


"ya udah makan, ntar makanannya keburu dingin" Dan mereka pun menyantap makannan yang mereka pesan.

__ADS_1


Drrttt. ...telpon bergetar.


"Gege"Ziana berbisik.


Dini memberi kode untuk mengangkat,tapi telpon mati sebelum diangkat kemudian berganti dengan panggilan vidio.


"Ya,Ge.."Sebuah wajah yang tersenyum manis tergambar di layar hp.


"Kamu di mana Zi?"


"Aku masih di mall,ge"


"Belum capek.."Gege terkekeh.


"udah,mau pulang,Ge maaf aku kalap belanja nya kebanyakan"rengek Ziana.


"Iya aku tau,nggak apa apa pake aja kalo belum puas belanja lagi aja."Jawab Gerald.


"nggak deh udah cukup,mkasih yah,maaf juga jangan marah ya Ge"Geral hanya tertawa kecil.


"Belanja sama siapa kamu?"


"Sama Dini,noh orangnnya"


Dini hanya melambaikan tangannya.


"Ge,udah ketemu ma pacar kamu?"


"Belum,zi Merry masih pemotretan"


"ya ampun kamu nunggu dimana sekarang?"


"Di hotel nanti jam Sembilannan baru beres katanya".


"kalo janjiannya malaem kenapa juga kamu dateng dari pagi ck"kata Ziana kesal.


"Aku nggak tau kalau Merry ada waktunya Malam tau gitu Aku juga terbang sore"


"Ya udah kamu siap siap gih,tampil se ganteng mungkin biar dia terpesona"


"Iya aku mau siap siap"Gerald menutup sambungan telponnya


"Tuh kan Bos nggak marah,malah nyuruh belanja lagi"kata Dini.


"Ih,aku kesel sama Gege,bisa bisanya lembek sama si nenek lampir"Kata Ziana kesal.


"Emang nyebelin tuh cewek,kok aneh Bos segitunya sama Dia"


"Cinta itu mengalahkn segalanya yah,bahkan seorang yang gak sabaran kaya Gege harus ngalah sama cewek modelan Dia"Ziana mengepal kan tangannya.


"Sebenarnya aku lebih srek kalo.kamu sama bos lho Zia"Kata Dini.


"ih kok sama Aku sih, dalam mimpi juga gak pernah pengen,apalagi di alam nyata."Tampik Ziana.


"Kenapa?kan kalian gak sodara wajar dong,emang kalo sahabatan gak boleh gitu ada eceng eceng"

__ADS_1


"No,and big no lagian aku tuh bukan tipe nya dia udah kita pulang,cape aku mau istirahat"Ziana mengajak Dini pulang.


mereka pun keluar dari cafe dengan nenenteng belanjaannya masing masing.


__ADS_2