SAHABATKU CINTAKU

SAHABATKU CINTAKU
54


__ADS_3

Disebuah rumah cantik


Putri sedang di make over hari ini Ia di ajak tante Nuril buat jadi pendamping Arul,karena yang di hadiri adalah undangan pernikahan sepupu Arul dari keluarga Om satria papanya Arul.


"Cantik" Arul menggumam ketika melihat Putri sudah siap berbalut gaun yang berwarna rose gold senada dengan warna yang di pakai mamanya.


"Kita pergi sekarang,Bang"Putri mengejutkan lamunannya.


"i,iya dah di tungguin mama tuh"


"Jel,makasih ya kerjamu,top"Arul mengacungkan dua jempolnya.


Putri dan Arul masuk ke ball room,Tante Nuril dan Om satria sudah menunggu Mereka.Setelah bertemu,Tante Nuril berkeliling memperkenalkan Putri sebagai calon mantunya,Putri mengerutkan kening tapi Ia tidak Protes,mungkin maksud Tante Nuril minta tolong adalah ini.


"Waw,calonnya Arul cantik ya,kapan menikahnya?"Tanya salah satu sepupu nya Arul yang bernama Dina.


"Doain aja biar secepatnya"Kata tante Nuril.


setelah lelah berkeliling mereka duduk di tempat yang sudah di sediakan khusus keluarga.


"Mam,aku kesana fulu,Titip Putri bentar yah"Nuril pun mengangguk.


Putri pun mengangguk saat Arul mengkodenya supaya tetap di ini.


Putri pun menikmati hidangan pilihannya.


"Hai,Tante Nuril,Tante Avi nyari tuh,"Seorang gadis kecil mendekati Mereka.


"Dimana?"Tanya Nuril.


"Disebelah sana"Gadis itu menujukan kearah meja yang lain."


"Ya sudah tunggu,nanti Arul kembali tantr ke sana "Gadis itu meninggalkan Mereka.


"Tante gak pa apa kalau mau kesana,Puyri disini aja,nunggu Arul."Kata Putri.


"Nggak apa apa tante tinggal?"


"Nggak lagian ini banyak orang"Kata Putri.


"Ya udah sebentar lagi Arul kembali,tunggu saja yah"Nuril pun pergi meninggalkan Putri.


Hampir setengah jam Putri menunggu belum ada yang kembali,Ia merasa bosan.


Tiba tiba pandangannha tertuju sama pasangan yang sepertinya baru datang,Senyum Putri pun terbit.


"Kazi,KaGe.."Ia bangun dan mendekati mereka.Baru beberapa langkah seseorang menyenggolnya dan Putri pun hampir jatuh kehilangan keseimbangan.


Seseorang memeluk pinggangnya dan menahan tubuhnya yanb hampi jatuh.


"Huh untung gak jatuh "Keluhnya.Putri membetulkan posisi berdirinya dan melihat ke orang yang menolongnya,Pemuda tampan,tinggi,berdiri di sampingnya.


"Makasih,kalau nggak ada kamu aku jatoh"Putri tersenyum kikuk.


"Kebetulan pas dekat kamu"Putri memutari pandangan,mencari Kakak angkatnya dan Putri menemukannya.


"KaZi,Kage"Sapanya.


"Hei,put cantik banget"Puji Ziana.


"Mana Arul?"Tanya Gerald.


"gak tau Aku di tinggalin sama mereka,kita jadi berpencar nih"


"Kak Gerald..."


"Hai,Aji kan?"Tiba tiba datang seorang pemuda yang tadi


menolong Putri tadi.


"Iya apa kabar kak"


"Baik..kenalin ini istri aku dan ini Adik aku"


"Ziana.."


"Putri"


"Aji..."


"wah jadi Putri adik kaka kebetulan banget"


"Kalian dah kenal?"Tanya Gerald.


"tadi Aji nolong aku pas mau jatuh"Jawab Putri.


"Oh.."


"Put,nyanyi gih"Kata Gerald pada Putri.


"Nggak ah"Tolak Putri.

__ADS_1


"Suka nyanyi?Gimana kalau kita Duet ?"


"Ayo put sana"Kata Ziana.


"Tapi..."


"Ayo..."Aji menarik tangannya.untuk mendekati panggung.


"Assalamualaikum semua..kita berdua mau menyanyi nih.."Aji menyapa tamu.


setelah menyamakan lagu yang di bawakan mereka pun mulai bernyanyi.


Aji dan Putri menyanyikan lagu Endlles love dengan perasaanya masing masing walau baru bertemu mereka bisa klop jadi pasangan duet.Para tamu undangan yang sudah berumur banyak pun menikmati alunan lagi itu mereka pun ikut menyanyi sehingga suasana romantis tercipta.sampai akhirnya riuh tepuk tangan bergema setelah Mereka selesai menyanyikan lagu itu.


Aji membantu Putri untuk turun dari stage dan Arul sudah menunggunya di bawah stage dengan sorotan mata yang tidak ramah.


"Ayo kita pulang"Ajaknya.Pada Putri Ia mengabaian sodaranya Aji yang melongo ketika Arul begitu saja merebut tangan Putri.


"Hei,ka.."teriak Aji tak terima.


Arul kembali ke Aji dan membisikan sesuatu sampai Aji melongo.


Setelah pamit pada orang tuanya Arul dan Putri akhirnya pulang meninggalkan pesta yang belum selesai.


Diperjalanan Arul dan Putri semuanya membisu,Putri masih bingung kenapa Arul tiba tiba dingin seperti ini bukan kah tadi baik baik saja?


Sesekali Ia melirik kearah Arul ingin bertanya tapi segan apalagi Arul dalam mode nggak baik.


Ehmm...Putri berdehem supaya menghilangkan rasa tegangnya.


"Aku tau kamu itu ramah,supel,tapi apa harus begitu kelakuanmu?"Akhirnya Arul buka suara,matanya masih terarah kedepan seakan fokus menyetir.


"Maksudnya?"Putri tak mengerti.


"Baru ketemu kenalan,kamu sudah pelukan, gandengan, tangan,nyanyi bareng seakan dah lama mengenalnya gitu"


oh itu masalahnya.Putri baru menyadarinya.


"Jadi wanita jaga imagelah sedikit,jangan seperti wanita murahan"


Deg,putri tadi ingin membela diri otomatis terdiam mendengar kata kata kasar dari Arul.


"Jadi kamu tuduh aku wanita murahan gitu?"tannya dalam hati ingin sekali aku menghajar lelaki yang di dampingnnya ini.


ketika mobil Arul hendak lurus Utri meminta Arul mengantarkanya ke kontrakan.


Sampai di depan rumah kosan Putri hanya diam. Dan ia hanya


Putri masuk ke koskosanya,dia bahkan tak menunggu Arul yang biasanya akan melambaikan tanganya untuk pamit.


"Huh,mengerikan jahat sekali, Arul mengatakan bahwa Aku wanita Murahan"Gerutunya dalam hati.


"Deringan telpon menyadarkan Putri dalam lamunnanya.


"Hei,Put pulang gak bilang bilang"Kata Ziana disebrang.


"Maaf kazi tadi,Abang buru buru jadi nggak sempet" pamit dong


"ih,kamu mah"


"Iya maaf..."Putri terkekeh.


"Kamu dimana?"


"Di kosan."


"Oh ya udah.."Ziana menutup telponnya.


Esok harinya.Putri mengerjakan semua tugas kantornya dia akan berulang ulang mrngeceknya karena takut Arul mendampratnya,suasana hati Mereka sama sama sedang tidak enak bahkan tadi pagi bertemu langsung tak ada sapaan seperti dua orang yang nggak kenal.Tapi dasar Putri Ia tak acuh dengan sikap Arul.sampai pulang pun mereka tak saling menyapa.


Putri memutuskan untuk ke rumah Ziana menunggu kakak kakaknya pulang ngantor Ia bermain dengan Kenzo.


"Hai put,dah lama?"Gerald menyapa


Putri.


"baru setengah jam "


"KaZi aku mau cerita"Kata Putri sesudah makan.


"Ya,kenapa"


"Aku lagi sebel sama Abang"


"Kenapa?"Putri mencefitakan kekesalannya,Ziana pun sedikit kesal mendengarnya.


"Ck,gimana sih Arul,kok gitu nanti aku bilangin Gege biar Dia yang tegur Arul"kata Ziana.


"Jangan lah kaZi ntar abang bilang Au kang ngadu lagi"


"Tapi..."

__ADS_1


"Udah biarin aja sih,Putri cerita gini juga cuma mau ngeluarin uneg unev aja dari pada jadi sariawan he.."


"Kamu mah "


"Oh iya,besok aku mau belanja oleh oleh buat sodara di kampung kan besom lusa mau pul kam"Putri mengalihkan pembicaraan.


"Oh,iya nggak terasa dah setahun kakek tullang meninggal"Kata Ziana sedih,walau mereka hanya bberapa kali bertemu,tapi kakek meninggalkan kesan yang sangat baik,juga dengan jasanya membantu mengobati sakitnya,juga menolong Gerald sampai Ia bisa sembuh"


"Kalau lagi disini aku merasa kakek ada tapi kalau dah di kampung pasti sangat kehilangan."lirih Putri.


"kita doakan Kakek diterima amal ibadahnya dan di tempatkan di tempat yang terbaik"


"Aamiin"Putri mengamini.


"Eh,udah jangan sedih kamu dah dapat tiket pp?"


"Udah,kak"Tiba tiba telpon Putri berdering.


πŸ“žRexa


"Halo Put kamu di mana,pacar kamu nih nanyain dari tadi nungguin kamu"


πŸ“žMe


"Pacar?Siapa?gaje lu"jawab Putri


πŸ“žRexa


"Ish,Arul dari tadi nungguin noh"kata rexa kesal.


πŸ“žMe


"Bilangin nginep di temen gitu biar pulang ngapai nungguin kayak nagih hutang aja"


πŸ“žRexa


"Ya udah aku bilangin deh,kaka ras pacar lu itu"


kemudian Rexa teman sekosan pun menitup telpnya.


"Abang Arul lagi nungguin di kosan"


"Ya udah kamu disini jangan pulang"Kata Ziana.


"Ish,justru Aqu harus pulang,nanti dia pasti ngejar kesini.


Tak lama sebuah chat teririm dari Rexa


"Dia dah pulang"Putri tersenyum.


"Kak mau mau pulang,taut kak Arul.kesini nyusul"


"ya udah panggil supir suruh nganterin"Kata Ziana.


"Nggak ah,minta dianterin Mia aja biar nggak ketauan kalau ketemu sama kak Arul di jalan.


"ya udah hati hati"Kata ziana.


"Pamitin ke Kage yah"Ziana mengangguk.


Tak lama Putri pun pergi diantar Mia salah satu pelayan di rumah Ziana.


Seperti perkiraan Putri,Arul datang setelah sepuluh menit putri pergi,Ziana pun tersenyum.


"Emang,ini Mereka pada punya insting kuat yah kok pada kebaca gini"


"Zia,apa Putri kesini?"Tanya Arul.


"Nggak ada "Jawab putri.


"Sepi gini pada kemana?"


"Gege di ruang kerja,Enzo lagi belajar di kamar"


"Oh,ya udah aku pulang aja deh"Arul pun pamit.


"Kemana gak makan dulu"


"Nggak ah,nggak ada Putri"Arul pun keluar rumah.


"Eh,gak jelas"Ziana senyum menang.


"Hmm,rasain kehilangan ya makanya jangan rese"Kata Ziana setelah Arul pergi dengan mobilnya.


"Kamu kemana Put,seharian ini Aku nggak enak hati,kamu cuein aku"Keluh Arul.


πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•


maaf beberapa hari nggak up.jangan ninggalin aku yah


love you saidug udug

__ADS_1


~Bie uwi~


__ADS_2