SAHABATKU CINTAKU

SAHABATKU CINTAKU
63


__ADS_3

Tak terasa usia kandungan ziana sudah sembilan bulan lebih besok rencananya akan menjalani operasi karena menurut dokter itu adalah pilihan yang paling aman.semenjak hamil tua Gerald begitu proktektif pada istrinya,Ia mengurangi kegiatan di kantornya hanya untuk menemani istrinya di masa sulit seperti sekarang.


Gerald duduk bersimpuh setelah shalat malam doa dirapalkan untuk kesehatan daan kelancaran istrinya,Gerald sangat ketakutan mengingat hamil anak pertamanya Ziana tak berjalan mulus dan baik baik saja.


"Yaa Allah selamatkan anak dan istriku dan lancarkan semuanya esok hari beri kesehatan untuk anak dan istriku..Aamiin"


Setelah shalat dan berdoa Gerald membaringkan tubuhnya disisi istrinya.


"Dari mana bee?"Ziana mengusap pipi suaminya.


"Habis shalat malam sayang,ayok tidur lagi"


Geraldpun memeluk istrinya.


"sudah siap sayang?"tanya Gerald.


"aku sudah siap bee,kamu udah siap juga sayang?"Ziana balik bertanya.


"Siap?"


"Siap puasa empat puluh hari"Ziana terkekeh.


"Nakal"Gerald memijit hidungnya.


"kita harus cepat ke rumah sakit ada beberapa pemeriksaan katanya sore tindak operasinya"kata Gerald.


"Ini dokter terbaik sayang aku percaya kamu di tangangani Dia"Ziana hanya mengangguk.Dia mengerti kalau Geraldlah yang sedang gugup makanya sejak bangun shalat subuh tak biasanya Ia terus berbicara.


"I love you bee"Ziana mencium sekilas bibir Gerald.Mendengar perkataan cinta dari istrinya Gerald terpaku jantung nya berdesir seperti baru pertama mendengarnya padahal mungkin sudah ribuan kali dia mendengarnya.


Gerald memeluk Istrinya,tak bisa berkata apa apa hanya air mata di pipinya.


"Hei,daddy jangan nangis,debay mau datang bukan mau pergi"Ziana menghiburnya.Gerald pun mencium perut istrinya.


"Maaf,mobil.sudah siap non,den"supir menghampiri mereka.


"Kita berangkat sekarang!"perintah Gerald. Pak ali pun membawa koper yang sudah siap kedalam bagasi mobil.


"kenzo jadi nginap di rumah Evan kan?"Tanya Ziana.


"Iya Putri juga meminta biar Ken tidur di rumahnya,tapi kasian dia juga kan lagi hamil besar,banget malah"kata Gerald.


Ziana pun tertawa.


Malam harinya Bayi perempuan lahir kedunia keluarga menyambutnya mereka sengaja memberi suport untuk Ziana dan Gerald.


"Alhamdulillah "semua ikut lega dan mengetahui ibunya pun selamat.


"Akhirnya punya juga anak gadis kak"Kata Evan.


"Alhamdulillah,yang membuat aku lega dua duanya selamat dan sehat"kata Gerald tanpa bisa menutupi tangis bahagianya.


setelah beberapa waktu berlalu,Ziana pun sudah sadar sepenuhnya Ia pun merasa bahagia melihat putri cantik yang ada di dekapnya.


"Sudah di adzani kan dad?"tanya Ziana.


"Sudah mom,Bahkan sudah dibisikan namanya"


"Iya,siapa?"


"Queensha,panggilannya gimana menurut mommy?"


"hmm,bagus coba liat anak nya setuju tidak "seperti mengerti bayi itu tiba tiba tersenyum.


"Tuh, dia suka mom"Tunjuk Gerald.


merekapun tertawa.


"Makasih,sudah mau melahirkan anak anakku"Gerald memeluk Ziana setelah bayi yang bernama Queensha itu di tidurkan.


"Sama -sama,makasih juga sudah menjaga dan merawat aku"Ziana pun memeluk Gerald.


"Ehmm..."suara Arul mengagetkan mereka yang sedang berpelukan.


"Jangan curi curi kesempatan,baru lahiran dia"Sarkasnya.

__ADS_1


"Sialan lu"Gerald menepuk bahu Arul sedikit keras.


"Ngapain malam malam kemari kasian bini lu"kata Gerald jutek.


"Ish,ini Putri pengen kesini,daripada nangis semaleman mendingan aku turuti aja "


Tiba tiba dari pintu datang Putri,Tante Nuril dan Om satria.


Mereka pun memberi selamat buat Gerald dan Ziana tidak lupa mendoakan anakk yang baru dilahirkan.


"Nambah lagi cucu Oma..."kata Tante Nuril seraya meraih bayi yang ada di tempat tidurnya.


"Cantiknya.."Puji Tante Nuril,PutriS pun melihat dan mengusap usap pipinya.


"Jadi gak sabar pengen cepet lahiran"lirihnya.


"Sabar semua ada waktunya"kata Om satria.


"Berapa minggu lagi put lahiran?"


"sekitar tiga mingguan"Jawab Putri.


"Aku maunya Dia di secar aja deh"Pinta Arul.


"Iya bagus lebih aman tinggal konsul sama dokter kapan waktunya"Kata Mama Nuril.


"Ih,padahal aku pengen ngerasain normal lahirannya"bisik Putri pada Ziana.


"Anak kita kembar yang,takut kontraksinya doble nanti kasian kamu kesakitan"kata Arul.


"Eh,siapa namanya princes kita ini"Tanya Putri.


"Namanya queensha,ateu"Jawab Ziana.


"Bagus,pasti panggilannya Queen kan?"


"Iyalah,masyak panggilannya izah"


"Ish,Abang mah nyebelin"Putri mencibir.


Mereka yang ada di ruangan pun tertawa.


*


*


"yang..gak ikut kumpul tuh di sana"Gerald mendekati istrinya yang sedang memberi Asi.


"Nggakk ah aku lagi sedih"Ziana mengusap air matanya.


"Kok nangis?kenapa?mau apa?"Gerald kaget melihat istrinya menangis.


"Aku sedih aja,waktu lahiran Kenzo ada Bunda,sekarang lahir Queen,bunda dah gak ada"Gerald memeluk ziana.


"Ikhlasin yah sayang..."Geral mengusap punggung Ziana,sebenarnya Ia pun kehilangan dengan kepergian Bunda setahun yang lalu.


"Udah jangan sedih nanti anak kita juga sedih eh,mana Kenzo"


"Dia lagi main sama mbak Aas sama Kay juga"jawab Ziana.


"Ah,syukur kaka anteng gak rewel ya"


"cini,kay liat dede aku"Kenzo mendekati Daddy dan Mommynya.


"Dari mana jagoan?"Tanya Gerald.


"Dali liat ikan cama kay"jawab Kenzo.


"Sini gendong sama Daddy"Gerald merentangkan tangannya.Tapi yang berlari dan mendekati paling depan adalah Kay.


"Hei kay,my Daddy"Kenzo.melepaskan tangan Kay yang erat di leher Gerald.Tapi kayla nggak perduli dengan teriakan Kenzo.


"Dad,nanti queen bangun lho"


"Oh iya ayuk,Ken kita kedepan" Gerald menggendong Ken di belakang dan kayla di depan.

__ADS_1


"Waaw,my Daddy supelmen"kata Kenzo takjub.


"waduh,kay sini sama papa"Evan merentangkan tanganya pada kayla anaknya,tapi tidak di gubris tangannya tetap bergelayut di leher Gerald.


"Ya uda Ken sama Om aja"Evan pun mengambil Kenzo,anak laki laki itu pasrah di tangan Evan.


"Oom,daddy aku uawat bawa kay sama aku"


"Iya Daddy memang kuat"kata Evan.


"Oom bisa?"


"nggak takut sakit pinggang"Jawab Evan sekenanya.


"Uuuh oom bukan supelmen"


"Iya oom mah suparman ajalah"Evan Pasrah.


"Mama....Oom papa nggak tuat"Kenzo mencibir.


"Iya ...Oom papa payah,yang Kuat cuma kenzo Superboy"kata Evan.


"Aku juga nda tuat endong kay,om"


"Sama payahnya sama om dong"Evan tergelak.Kenzo hanya cemberut.yang melihatnya justru terkekeh.


Dini menghampiri Kayla yang masih di gendong Gerald.


"Sini kay,daddy nya cape lho"Tapi kay tetap tak bergeming tetap memeluk leher Gerald.


"Waduh,kamu ntar saingannya Queen ini"Seloroh Dini.


"Bialin ma,Kay pinjem Daddy aku,ayo Om buatin gambal mobil yah"Kenzo menarik tangan Evan.


Evan pun mengikuti keinginan Kenzo melihat,papanya di tuntun Kenzo kayla pun turun dan mengejar Evan.


"Papa tut"Kayla memeluk kaki Evan.


Evan menggendongnya.


"Dih,kay nyebelin yah "Kata Dini melihat tingkahnya Kayla.


"Nggak aneh paling nurun dari bapa atau mak nya nyebelinnya"sambar Arul.Dini pun melotot,Putri hanya nyengir.


"Aku mah menggemaskan baik hati dan tidak sombong lho kak,sembarangan"Sungut Dini.


Arul dan Putri pun tertawa dengan kepedeannya Dini.


Moment ini selalu di tunggu oleh mereka di tengah kesibukannya masing masing.


"Hei,dah pada makan kalian?"Ziana akhirnya ikut nimbrung.


"Sudah kak"jawqb mereka.


"Bumil dah makan?"tanyanya pada Dini.


"Udah kak,dua kali malah"Jawabnya.


"Ya nggak apa apa perutnya kan tiga"Kata Ziana.


"Jadi gak sabar lahiran kamu Put"Kata Ziana.


"Doa in aja ya kak biar lancar"


"Aamiin"Jawab yang mendengar.


"Kamu nggak pengen nambah anak Din?"kata Ziana.


"Entar ah Kay masih dua setengah tahun masih kecil"


"Jangan jauh jauh jaraknya biar sekalian cape,aku sama evan cuma beda dua tahun kan"


"Nggak ah,belum rencana masih pengen fokus di Kay aja."


💕💕💕💕💕💕

__ADS_1


Yuhuuuuuu maafkanlah diriku ini,bener bener aku nggak konsen nih berfikir saat lapar itu berat berfikir saat kenyang itu malah ngantuk....maaf rada telat .Terap cinta seudug udug untuk kalian.


~Bie uwi~


__ADS_2