
POV Gerald
hari ini Aku ingin berdamai dengan Zi kemarin aku sedikit membentaknya.Pak Edi kusuruh menjemputnya pagi ini dan ternyata Dia udah pergi,Aku menunggunya cukup lama jiwa gak sabaranku meronta ronta.Aku pun turun ke parkiran berharap Zi ada di sana.aku terkejut ketika kulihat Zi bergandengan dengan Daniel ingin sekali ku tonjok wajahnya Daniel tapi ini kantor aku tidak mau terjadi masalah.
"Ge...Gege..."Itu suara Zi memanggil tapi aku tidak pedulikan,Aku takut tidak bisa mengendalikan marahku dan Aku lebih memilih pergi dari kantor.Ini hari ke tiga sejak pertengkaran sejujurnya aku sangant merindukan kekasihku,Aku rutuki kemarahanku ini tidak benar terlalu kekanak-kanakan bukan?kuputuskan hari ini aku ingin bertemu denganya aku ingin penjelasan Aku yakin Zi tak se murahan itu."Ziiii I'm coming"
**********************
POV Ziana
Tiga hari sudah setelah pertengkaran itu Gege seperti ditelan bumi menghilang .Dia semarah itu?Apa dia tidak tau kalau aku tidak bekerja?Kata Dini Dua hari Gege gak ke kantor
jadi sewaktu hari kecelakaan itu Gege juga menghilang,Ih menyebalkan laki laki itu.
Aku ingin sekali pergi mencarinya kemudian ku maki dia aku pukul dadanya,sebodo lah gak jadi kawin juga aku lelah Gege berubah sangat berubah.dulu dia perhatian sekarang lebih posesif gak jelas,banyak ngatur,banyak nyelidik,Apa separah itu kelakuanku hingga Gege jadi pencemburu akut.
**********
Gerald Hari ini masuk ke kantornya padahal waktu menunjukan jam sebelas siang.
setelah menimbang nimbang Ia kangen juga dengan Zi apalagi selama tiga hari Ia pun tak pernah memberi kabar.
"Din,Zi ada?"tanya Gerald.
Dini mengerutkan kening.
"Sudah tiga hari gak masuk kan sakit pak"jawabnya.
"Sakit apa?Aku kok nggak tau."
"Zia keserempet motor tiga hari yang lalu terus engkle kakinya juga keseleo karena ngejar bapa"jawab Dini.
"Sekarang dimana?"
"Zia dirumahnya."
"Sendirian? "Dini mengangguk.
"ck,kenapa ngga ngasih tau sih"Gerutu Gerald,Ia pun bergegas pergi.
Di rumah Ziana sedang asyik sendiri dengan laptopnya seharian ini Ia akan nonton serial Drakor sepuasnya,karena besok Ia kembali pergi ke kantor.
__ADS_1
Teeet......
Suara bel pintu terdengar Ziana bangun dari tidurannya.
Teeeeet lagi lagi bel berbunyi Ziana pun membukakan pintu.
Gerald berdiri tegap di depan pintu dengan sebuah senyuman manis di bibirnya.Ziana tidak membalasnya hanya balik badan membelakangi Gerald dan duduk di sofa dengan kaki kanan di luruskan karena jika di tekuk Ia akan susah lagi berdiri.
"ehemm"Gerald mengusir kekakuannya,sebenarnya Ia ingin sekali memeluk Zi,tapi sepertinya Dia masih marah bahkan tidak membalas senyumannya.
Ia melihat kearah Ziana yang berbalut piyama dengan celana selutut dan rambut yang di cepol keatas memperlihatkan leher jenjangnya.Gerald melihat kelutut kanan Zi dimana luka itu masih basah seperti ada darah yang keluar.Masih diam tak ada yang mulai percakapan Ziana bangun dari duduknya.
"Kamu mau kemana?"
"Matiin laptop"Ziana pun kedalam kamar.untuk.mematikan laptop nya.Ia pun pergi ke dapur dan mengambil jus dalam kemasan.Gerald menarik tangan Ziana ketika Ia menyodorkan kan satu jus kemasan sampai Ziana terjatuh di pinggir Gerald duduk.
"Duh,Gege apaan sih"Gerutunya.
Gerald memeluk pinggang Ziana dan menempelkan dagunya di bahu Ziana.
"Maaf,aku bentak kamu,maaf juga aku nggak pedulikan kamu"Ziana hanya diam merasakan hembusan hangat di lehernya ketika Gerald meminta maaf.
"Zi..."
"Maaf..."
"Iya.."
Gerald menatap Zi kemudian membingkai wajah Ziana dan menghujani seluruhnya dengan kecupan...
"Gege...udah ih "Kata Ziana kesal.
*****
"Iya..bun assalamualaikum"
"waalaikum salam zia, lagi apa?"tanya Bunda ana .
"Tiduran Bun"
"Gimana kakinya dah sembuh?"
__ADS_1
"Belum bun,lututnya masih lecet"
"Beli salep luka biar cepat kering"
"Iya nanti Beli"
"Kalau malam tidur sama siapa?jangan macam macam yah"
"Sama Dini bun"
"Oh,iya besok sore bunda nyampe di rumah"
"Iya bun,Zia tunggu"
"Iya,hati hati di rumah yaa"
"iya bun assalamualaikum"
"waalaikum salam" sambungan vidio pun mati.
"Huh..."Ziana bernafas lega.
setidaknya sambungan telpon itu menjauhkannya dari Gerald.Mereka lepas kontrol untung masih terhindarkan karena ada sambungan vidio dari Bunda.
"Mau diterusin?"
Ziana menggelengkan kepalanya.
"Ge,tahan dulu yah cuma sepuluh hari lagi kok,yah"
" kenapa nantinya juga punya aku kan"
"Iya, semuanya milik kamu nanti setelah halal yah,kalau sekarang nanti kamu minta lagi, pas halal kurang surprise dong,sabar yaa"Ziana mengusap dada Gerald.
Gerald pasrah kemudian pergi ke kamar mandi.
"Hufffff, syukur deh"Ziana mengusap dadanya dan merapihkan pakaiannya.
Bunda tetap malaikat penyelamatnya.
*********
__ADS_1
Kebayang tuh jadi Gerald lagi melayang layang terus di jatuhin sabar yaa Ge Sepuluh hari lagi anteng anteng dulu lah biar surprise gitu❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️