
Ambigu...
Dini bingung apa yang harus dilakukan Evan bersimpuh dengan kepala dipangkuannya.
"Aku memang salah Din,maafkan aku"
"van jangan begini ayo bangun "Dini mengangkat kepala Evan,tapi percuma Evan kembali menjatuhkan kepalanya.Dini pun akhirnya membiarkan Evan berada di pahanya.
"Aku memang salah pernah bohongin kamu,Tapi demi Allah Din,aku tak pernah menabur benihku dengan dia atau siapa pun kecuali dengan kamu"
Dini lagi lagi diam apa yang harus dia katakan sumpah atas Allah seharusnya jadi peruntuh segala keraguannya tentang perselinguhan Evan.
"Malam itu,aku berniat hanya mampir sekedar memenuhi ajakannya,dan soal uang itu,aku hanya bermaksud meminjamkannya sebagai modal untuk usaha,sebelum dia mendapat pekerjaan."
"Jika kebohongan ini alasan kamu meninggalkan aku,aku nggak terima"
"jadi apa mau kamu sekarang van"tanya Dini setelah Evan berbicara panjang lebar.
"Pulanglah dan maafkan aku,kamu tahu kehilangan kamu dan Kayla lebih buruk dari kehilangan pekerjaanku."lirih Evan.
kemudian suara Evan tak terdengar lagi kepalanya belum terangkat dari paha Dini.
"Van..."tak ada jawaban.
"Ish,tidur ternyata"Dini pun membiarkan Evan tidur,Dia sendiri menyandaran tubuhnya di sofa.
satu jam kemudian Dini terbangun menyadari Evan masih berbantal pahanya.
"Van,bangun..dah sore"Dini mengusap kepalanya.
"Aku mau jemput kay,bangun Van"
Evan pun terbangun.
"Pulang ya Din"Pinta Evan.
"Aku nggak perduli kamu mau maafin aku atau nggak,tapi aku mau ngikutin kamu,kalau kamu nggak pulang"Ancam Evan mengancam.
"Aku mau jemput Kay sama Titi di rumah Ayah,besok baru pulang ke apartemen."
"Kalau gitu aku juga mau nginep dirumah Ayah"Evan memaksa.
"Aku jemput doang,Aku nginep di rumah Kak Zia van,sekalian pamit pulang"
"Ya aku pokoknya mau ikutin kamu"Evan kekeh.membuat Dini kesal.
"Terserahlah,"Dini bangun dari duduknya.
Evan senyum kecil merasa Dia menang.
Akhirnya Mereka pun pulang bersama ke rumah orang tuanya Dini.Mereka disambut hangat memang seperti biasanya.
"Nginep ya,kay"Pinta Ayah Dini.
"Nggak bisa yah...besok aku ngantor,terus mau beres beres packing kan mau pindah ke cluster cendrawasih.
"Wah,pindah rumah kak kapan "Tanya tia adiknya Dini.
"Secepatnya ra,kalau bisa minggu minggu ini"Jawab Putri.
"Baguslah biar nyaman kalau di perumahan dari pada rumah susunan gitu"Kata Ibu Dini.
"Apartemen bu"Kata Panji Adik bungsu Dini.
"Sama aja susun susun juga"Kata Ibunya tak mau kalah,semua pun tertawa.
__ADS_1
"biar punya tetangga"Dini terkekeh karena selama di apartemen tak ada satupun yang mereka kenal kecuali satpam dalam.
Setelah makan Mereka pun pamiat untuk pulang.
"Kita kerumah kak Zia dulu buat pamit" kata Dini dengan nada dingin.
"Iya"Evan bersyukur Dini mau diajak pulang.
"Ti nanti pack barang barang kita pulang ke apartemen "perintah Dini.
"Siap bu"Titi senang akhirnya tuannya sudah akur lagi.
"Assalammualaikum,semua"Dini menyapa kebetulan semua ada di ruang keluarga.
"Waalaikum salam"jawab mereka.
"Hai kay,sini sama ateu"Putri mengambil Kayla dari gendongan Dini.
"Asalamualaikum "Evan masuk menyapa yang ada disana.
"Waalaikum salam,"Mereka membalasnya.semua terlihat sewajarnya menyapa Evan tak ada yang berubah kecuali Ziana.
"Kak Zia aku mau ngomong"Kata Dini.
"Tapi dikamarku aja ya kak"Tambahnya.
"Ayo"Ziana mengikuti Dini.
"Kak,Aku mau pulang ke apartemen"Kata Dini setelah mereka duduk.
"Sudah baikan?Syukurlah "Ziana lega.
"Baikan belum sih tapi Evan memaksa ikut dimana aku tinggal,jadi lebih baik qku yang pulang"
"Ya sudah,usahakan jangan cekcok lagi,tuntaskan masalah kalian"
"oh,iya aku juga ada kabar mungkin minggu minggu ini aku mau pindah ke cendrawasih"
"Wah,pindah bagus lah biar suasananya baru"Ziana ikut senang.
setelah packing selesai Dini pun pamit pada semuanya.
"Yah,bakal gak tiap hari ketemu kayla yah"Kata Ziana.
"Nggak apa apalah nanti week end seperti biasa kita kumpul."Kata Dini.
Dan mereka pun pamit untuk pulang.
"Kak Zia aku pamit,maafin aku"Evan memeluk kakaknya.
Ziana kaget,Ia menyangka Evan akan marah dengan sengan semua yah pernah dilakukannya pada Evan.
"Iya,kakak juga minta maaf,kakak keras karena ingin yang terbaik buat kamu,biar kamu sadar"
"Iya aku tahu,makasih dah nampung Dini selama ini"Evan melepaskan pelukannya.
"Iya .."Ziana pun melambaikan tangannya saat mobil mereka melaju keluar dari rumahnya.
"Ya ampun adikku so sweet yah mengakui kesalahnya"Kata Ziana saat Gerald mememluk bahunya.
"Syukurlah kalau dah baikan,balikin lagi pekerjaanya kasian nganggur Dia"kata Gerald sambil menggiringnya masuk.
"Iyah nanti"
"Bunda pasti senang denger kabar ini"
__ADS_1
"Tentu cepat ..kasih kabar biar gak kepikiran."
"Iya,Hubby"jawab Ziana manja.mereka pun masuk lagi kedalam rumah dan berkumpul di ruang keluarga.
Di perjalanan Evan dan Dini saling diam tak ada yang di bicarakan fokus dengan fikirannya masing masing.hanya sesekali celoteh kayla yang di pangku Titi.
sampai di apartement Dini keluar duluan dengan membawa Kayla.sedang Evan dan Titi kebagian membawa tas bawaan Mereka.
"Bibi... bi"kayla ternyata menyapa Bi Nur Art nya.
"Hai,nona kay"Nur membalas sapaan majikan kecilnya.
"Biar saya gendong Nona Kay bu"pinta Nur.
Dini menyerahkan Kayla pada Nur.Dini masuk ke kamarnya,kamar yang dua minggu ini di tinggalkan.
"Makasih kamu mau pulang "Evan memeluknya.
Dini hanya diam,tidak menolak tapi tidak juga membalas.
"Udah,mandi sana lengket gitu muka"Kata Dini.
Evan pun menurut Ia masuk ke kamar mandi setelah sebelumnya melepaskan pakaiannya.
Selesai Evan mandi giliran Dini yang masuk ke kamar mandi,untuk membersihkan tubuhnya.setelah selesai Ia pun keluar dengan memakai bathdrobe ,baru saja melangkah keluar Dia dikagetkan dengan tubuh Evan yang tergeletak di lantai.
"Vaaaan...."Dini berteriak kaget.Ia memeluk tubuh Evan yang dirasakan dingin.
"Bi nur...."Dini berteriak sekencang kencangnya tidak sadar kalau kamarnya kedap suara.
"Astagfirullah "Ia pun menidurkan kembali Evan dan keluar dari kamarnya.
"Bii nur tolong"Dini berteriak setelah membuka pintu kamar.
"Ada apa bu"
"Evan..bik.."
"Kenapa pak Evan"
"Dia pingsan tolong pangilkan ..."
Dini terdiam fikirannya pun Blank Ia bingung memanggil siapa.
"Tenang buk,duduk dulu minum dulu"Nur memberikan segelas air putih.
"Evan bi"Dini panik.
"Iya Ibu ganti baju dulu saya panggilkan ambulan yah..."kata Nur setenang mungkin.
setelah memanggil ambulan ,Nur pun masuk ke kamar majikanya dengan membawa minyak angin.
"Bismillahirohmanirrahim,semoga cepet sadar"Doanya saat menempelkan minyak angin ke hidung Evan.
lima belas menit kemudian tim ambulan datang,sebelum pergi Dini mengabari kakak Iparnya kalau Evan di bawa ke rumah sakit.
Kayla Dia tinggal bersama Tita dan Nur.
💕💕💕💕💕
hmm...ini azab atau musibah yah
....
Salam cinta seudug udug
__ADS_1
~Bie Uwi~