
Di kediaman Gerald Ziana sedang asik menscroll sosial medianya,kadang jarinya mem3ncet tanda❤ untuk postingan yang Ia sukai sesekali senyumnya terukir di bibirnya.
"Yang,ganti baju dulu sana ke asyikkan main hp ntar ketiduran lho"
"Hmm"Jawab Ziana.
"Eh,ayo..."Gerald merampas hp.milik istrinya.
"Bee,jahat deh"Sungutnya.
"cuci cuci dulu honney"
Akhirnya Ziana pun nurut,walau bibir mengerucut.
Gerald hanya senyum melihat kelakuan istrinya. setelah ganti baju,Ia masuk ke ruang kerjanya.
sejam berlalu,Gerald masuk.kembali ke kamar tidur melihat Ziana terbaring sambil terisak iya pun kaget
"Honney kenapa?"Gerald duduk sambil mengusap air mata istrinya.
"Aku sedih bee"
"Kenapa?"
"Ini,salah satu pod cast artis,cerita Dia cerai,suaminya nikahin bekas Artnya bee"
"ais itu mh dah lama sayang,kamu kemana aja"Kata Gerald.
"Emang,kamu tau kok gak cerita bee?"Tanya Ziana kesal.
"suka ada notif dari berita artis gitu,tapi aku gak tau yang pastinya,udalah orang lain ini sayang"
"Tapi aku baper tega banget suaminya,jadi sebelum cerai Ia di duga sudah ada affair sama art nya"
"Udah sayang..gak penting sumpah"kekeh Gerald.
"Bee kalo kamu begitu rasain aja aku mau bales dendam cari yang lebih dari kamu segala galanya."
"Nggak insyaallah sayang doainnya yang baik aja semoga aku selalu setia "Kata Gerald menghapus air mata yang tetap keluar dari sudut matanya.
"Bee,aku itu sekarang baperan lho,masak liat drakor ada cowok sama cewek jadian aku nangis "
"Masak?"
Ziana mengangguk.
"Kayaknya kebanyakan hormon sedih yah bee"
"Kemarin liat Kenzo lukis wajah aku,aku nangis padahal.dia gambarnya gak mirip banget"Kekehnya.
"Terus kenapa dong,mau di periksa ke dokter?atau psikiater?"
"Eh bee,aku gak gila yah sakit juga nggak"
"Maaf bukan begitu yang,maksudnya barangkali kamu punya tekanan di kerjaan atau pikiran aku kan bukan dukun yang.."
"Gak tau ah,ngantuk mau tidur"Ziana menarik selimut.
"Kok yang ...padahal aku mau minta jatah lho"kata Gerald melas.
"Nanti abis subuh bee,akunya gak mood sebel sama kamu"
__ADS_1
"Ih,sebel kenapa?"
"Tau pokoknya sebel"Ziana memunggungi gerald.
"Ih,dosa loh,sayang munggungin suami"
Ziana pun berbalik memeluk gerald."ya udah tapi aku tetap sebel lho sama kamu"Kata Ziana memeluk erat Gerald.
"Iya gak apa apa deh,aku memang nyebelin"Gerald pun membalas memeluk ziana.
Di lain rumah Pasangan pengantin yang baru dua malam ini berbaring saring berhadapan.
"Kamu suka kamar ini beib?"Tanya Arul.
"Sukalah,lebih besar dari kosan aku malah"Putri tersenyum.
"Berapa hari sucinya Beib"
Putri mengerutkan keningnya.
"Empat hari lagi"Jawabnya.
"Eh masih lama,boleh nyicil dulu gak?"
"Kayak mobil pake cicilan"Kekeh putri.
"Nyicilnya gini nih"Arul merengkuh tubuh Putri dan mencium seluruh wajahnya.
Hari pertama ngantor bareng suami,mungkin itu yang di alami Putri.sebelum mandi Ia menyiapkan pakaian yang akan dipakai Arul, membereskan tempat tidur.kemudian menyiapkan sarapan (Yang sebenernya udah siap kan banya dayang kalo olang haya mah)
"Kok kalian kerja sih?"Tanya Nurill
"Mam,putri udah cuti empat hari jadi kalo sekarang izin lagi malu sama HRD"kata Putri.
"kalian belum nisa ngapa ngapain yah,"Nuril Menunjuk Arul dan Putri.Wajah Putri memerah karena malu,sedang Arul cuek bebek gak menanggapi.
"ya udah nanti kalo beres resepsi langsung bulan madu aja"
"Iya mam,Arul punya rencana kesuatu tempat"
"Bagus,semoga nanti dapat kabar baik dari kalian"
"Aamiin" Arul dan Putri mengamini.
Setelah sarapan mereka pun pamit.
Di kantor Tak kalah heboh Teman teman Putri mendekatinya dan mengucapkan selamat atas pernikahannya.Mereka tahu saat Arul memosting pernikahan sederhananya dan mention Putri di sos mednya.
"katanya cuma abang,tapi kok nikah?"gurau susi.
"Ah gak peduli yang penting pajaknya"kata Karin.
"eh iya bener buat lima orang "kata Susi.
"Sekalian penjelasan kenapa nikah dadakn"
"Iya nanti aku traktir kalian makan ok sekarang bubar atau kalian di Sp karena ganggu aku..Istri boss"Putri berbisik.
"hmm,sombong ih sebel"Mereka pun bubar.Putri hanya tertawa puas.
Seperti yang dijanjikan Putri pamit pada suaminya untuk mentraktir makan siang di sebuah restoran.
__ADS_1
"Jadi gimana ceritanya bisa menikah sama Abang ketemu gedemu itu"
Putri menceritakan yang pentingnya saja yang pentinv teman teman yang super kepo itu mengerti.
"Wah,itu yang namanya jodoh kan"Kata Karin.
"Iya tak diduga kalo sudah takdir menikqh juga..ah so sweet jadi pengen nikah"Kata susi.
"uh...kumat "Kata Mita.
"Gimana gituanya enak"Susi berbisik.
"Ish kamu jorok banget pikirannya"Kata Ratih uang sejak tadi diam.
"Kalau itu belum tahu,aku kan lagi haid"Jawab Putri jujur.
"Ga asik..."kata mereka berbarengan.
"Eh mesum kompak"kata Putri mereka pun tertawa.
"Aku jadi bridesmaid yah"Pinta Susi.
"Tentu,kalian bridesmaidku,sama temen kos aku jadi nanti kalian fitting baju ok"
"Di butik mana?"mereka senang.
"Vanessa tailor"kata Putri asal.
"Ih,bu boss gesrek..."sungut susi Mereka pun tertawa.
"yang,kata mama besok kita ketemuan sama WO nya soalnya waktu kita gak banyak rencananya dua minggu lagi resepsi."
"Nggak kecepetan bang?"
"Nggaklah Mereka dah banyak yang sudah tau makin cepqt makin baik kan"Putri hanya mengangguk.
"Besok kamu bilang sama Mama apa konsep nikahnya yah.."Arul mengusap rambut istrinya.
"Bang,Aku nggak punya Impian pesta pernikahan berkonsep gimana,Aku percayakan sama Mama aja"
"Bener?"Putri mengangguk.
"Ya sudah kalo begitu,tinggal tunggu kabar dari Anwar berapa orang yang akan datang "Kata Arul.
"Makasih,kamunmerhatiin keluarga Aku"Putri memeluk Arul tiba tiba.
"I love you"Arul membalas pelukan Putri.
"I love you more..."balas Putri.Arul mendaratkan bibirnya di bibir Putri.Tidak berlanjut karena Ketukan pintu membuyarkan pelukan Mereka.Putri membukakan pintu dan keluar dari ruangan Arul.
"Ngapain di ruang bos?"Susi yang sejak tadi memperhatikan Putri bertanya.
"Pacaran halal kenapa,ngiri yah"
"Ck,apa ruang bos ada kamar privasi seperti di novel novel?"
"Kayaknya gak ada deh"
"Huh payah"Gerutu Susi.
"Is,mesum emang kalau ke ruangan suamiku kita ngapain?ya kerjalah gituan mah di rumah aja"Sarkas Putri,kesal dengan kegesrekan temanya.
__ADS_1
"ish..."Susi pun berlalu dari meja Putri.