SAHABATKU CINTAKU

SAHABATKU CINTAKU
36


__ADS_3

Ziana dan Gerald duduk di sofa Tv tangan Gerald tak lepas memeluk perut Ziana sesekali mencium perutnya kalau mendapat gerakan dari jabang bayi Ziana hanya senyum senyum sendiri melihat kalakuan Suaminya itu.


"By,aku jalan jalan bosen"Kata Ziana manja.


"Ke mall?"


"Nggak lah,pengen ke pantai kalo bisa"


"Dah besar hamilnya yang, kalau kenapa napa gimana udah delapan bulan llebihkan?"Gerald khawatir.


"pengen maternity juga,foto baby bump"


"Yang perutnya di liatin nggak nggak bolleh"Tolak Gerald.


"Nggak buat di pamerin kan buat koleksi aja sih"


"Yang foto siapa cowokkan?nggak boleh"Gerald tegas.


"Ya udah deh ke pantai aja,paling foto foto berdua gitu aja juga gak apa apa"Ziana pasrah.


"Izin Bundanya gimana?"


"Ya,bilang mau main aja babynya pengen ke pantai gitu"


"Ajaklah Putri,jadi punya alasan Putri pengen liat pantai A,kalau berdua Bunda pasti nggak ngizinin."


"Good,Idea sayang..."kata Ziana.


"Bilang dulu lah sama Putri "


"Ok bos,aku turun dulu,ayo siap siap sebentar lagi magrib lho"Gerald mengangguk.


setelah Ziana pergi Ziana menghela nafas,'Yaa Allah Kita sholat tapi tetap melakuka dosa,tapi Aku tak akan kuat jika harus melepaskannya'keluh hati Gerald.Ia pun masuk ke kamar mandi untuk bersiap siap shalat magrib.


Ziana masuk ke kamar Bundanya.


"Bun,Aku mau bicara"


"Apa?"


"Aku pengen ke pantai A,"


"Itu perut mau di kemanain dah besar juga"Bunda khawatir.


"Ya di sinilah,tapi aku pengen bun,anggaplah Baby moon gitu"


"Baby moon suami kamunya aja lupa sama kamu"Ziana hanya nyengir.


"Usahalah bun,siapa tau nanti ingat sama istrinya yang cantik ini"


"Idih,..."


"Ya udah kapan perginya jangan lama lama,ajak Putri biar dia tau"


"Ih kalau bertiga satunya setan dong Bun"


"Nggak bertiga,berempatlah sama supir,kamu mau suami kamu yang nyetir?"

__ADS_1


"eh iya,ya udah,aku mau ajak Putri dulu"


"Belum pulang,tadi Evan bilang mau dianterin sama Arul"


"misterius sekali hubungan mereka,ih aku kepo"


"Biar aja sama sama single ini kan"


"nggak gitu bun,Masalahnya mereka saling menyangkal,cuma jadi adik kakak katanya"


"Ya doain yanv baik baik aja toh Putri anak baik,Arul juga"


"Ya udah mau nunggu Putri di depan"


"Eh,siap siap magrib,nak"


"Ok Bundaku cantiiik"Zianapun keluar menunggu Putri datang.Setelah mendapat kabar kalau Putri otw Ziana pun naik ke kamarnya untuk shalat magrib.


"Hei,baru pulang" Ziana menyapa Putri yang baru pulang.


"Iya kak,aku masuk kamar dulu belum shalat magrib mau akhir"


"Iya sana,aku mau ngomong sesuatu sama kamu"katq Ziana.


"Iya bentar ya kazi"Ziana menunggu Putri di ruang Tv.


"Hei,ada arul.kapan dateng?"


"Tadi,langsung ke mushola belum shalat magrib"


"Begitu aku datang langsung ditarik pulang,karena aku belum makan mampir Di Esto jadilah pulang telat"


Jawab Arul.


"Aku mau pulang dulu,papa nunggu ada penting kayaknya,eh dimana Gerald?"


"Di kamar "


"Uhu,lama lama mateng diam di kamar mulu "Ziana hanya senyum.


"Pamit sama bunda sama Putri juga yah"


"Iya..."Arul pun pergi .


"KaZi,ada apa?"tiba tiba Putri sudah ada di sampingnya.


Kemudian Ziana menjelaskan keiginan dirinya.


"Aku mau kak,ya biarlah jadi obat nyamuk juga"


"Kita berangkatnya sama supir jadi berempatan kita"


"Kapan kak,berangkatnya"


"Lusa "


"Ok"

__ADS_1


"Eh,kak Arul masih di mushola gitu"


"Nggak dah pulang dia"Jawab Ziana.


"Oh,kirain nyungseb di mushola"


"Kamu sama Dini ngapain sih seharian ini,kok nggak ngajak aku deh"


"KaZi kan lagi ngeloni KaGe,lagian gak apa apa juga,Ka Evan dah mulai kerja,Ka Dini baru besok kerja jadi gak ada teman"


"Oh,kirain ada acara"


"Kalo ada acara pasti bilang bilang kak"


panggilan dari telpon,Ziana pun meninggalkan Putri.


"maaf ya Put,pacar aku manggil"


"Idih,sombong amat yang pacar"Ziana pun tersenyum.


"makanya punya pacar jomblo ae"


"Yee,. ..."Putri mengkerutkn hidung dan bibirnya(gimana tuh bayangin sendiri)


"Ya ampun ,amit amit jabang bayi"Kata Ziana sambil mengusap perutnya dan pergi ke arah lift.


"Kok lama yang"kata Gerald ketika melihat Ziana muncul.


"Ngobrol.dulu sama Putri sekalian ngajak,dia mau jadi kita perginya berempat.


"Ya udah kapan berangkatnya"


"Lusa, by"tapi kita cuma tidur semalam aja sorenya kita dah pulang."


"Kok ga lama?tanggung amat"


"bukan sekalian aja sampai minggu"


"Nggak bisa aku dah jadwal meeting hari sabtu By masa harus mundur nanti mereka kecewa."


"Ya udah deh,nurut aja aku mah."


"Apa aku belum bisa kerja?"Tanya Gerald karena jujur Dia merasa bosan.


"Kamu tuh gak boleh mikir berat,bahkan untuk mengingat yang kamu lupa aja nggak boleh,apalagi mikirin perusahaan "


"Kalau kamu dah sehat,baru tanggung jawab kamu nanti"


"Jadi kapan aku sembuh totalnya?"


"Ya nggak tau sih,berdoa aja,kan kita udah usahain biar kamu sembuh by,jangan gitu yah"Ziana mengusap pipi.


"Beruntung aku punya sahabat kayak kamu,ngejagain aku,ngerawat aku,ih makin sayang deh"rayu Gerald.


"Cuma sayang,nggak cinta gitu?"cebik Ziana.


"Uh,cinta ding pake banget malah..."Gerald memeluk Ziana erat.

__ADS_1


__ADS_2