
Sedikitnya mereka paham kalau Gerald mengalami amnesia ringan ada memory yang terlupakan walau tidak semua.
"Zia, nginap di sini saja,besok om satria datang pengen ketemu sama gerald"
Zia mengangguk.
"Barang bawaan mu mana put?sekalian masukan kedalam kamar saja"Kata Nuril lagi.
"Bawaan saya masih di hotel,tadi nya kami mau menginap,menunggu besok lapor Polisi,untuk Kage ingat alamat ini"
jawab Putri.
"Ya sudah,Arul temani Putri bawa barang di hotel!"Tante Nuril memberi perintah.
"Iya..."Arul dan Putri pun berangkat menuju hotel.
"Kami juga pamit,ayo Evan kita pulang biar Ziana nginap disini"Kata Bunda.
"Haish jadi bubar kan acaranya"Kata Tante Nuril.
"Nanti kita sambung cerita"
"Zia,temani Gerald jangan biarkan dia bengong"Kata Tante Nuril.
Ziana pun menganguk.
Rumah pun kembali sepi Tante Nuril masuk kamar dengan alasan belum shalat isya tinggal Gerald dan Ziana di ruang tamu.
"Ge,sekarang masih ada yang sakit?"
"Aku tuh masih suka pusing berdenyut,tangan ini juga masih ngilu,terus banyak yang gak aku ingat"
"Besok kita ke dokter chek up ya,biar di periksa semua tubuh kamu"Gerald mengangguk.
"Besok kamu juga tinggal di rumah aku,kamu ingat gak dimana rumah aku?"
"Di jalan c********,kan?"jawab Gerald.
"Ih yang itu mah udah dijual Ge,setelah Ayah meninggal,kamu gak tau ya"Gerald mengangguk.
"Kamu kan lagi di L***** Waktu itu.."
"Maaf ya..."kata Gerald penuh sesal.
"Aku nggak punya rumah,Papi menyuruhku tinggal di rumah kamu sekarang,Aku juga kerja di perusahaan Papi "
"Gitu?Kok aku nggak tau"
"Mungkin kamu nggak inget,tapi gak apa apa pokoknya kewajiban aku buat ngurusin kamu sampai sembuh."
"Bagaimana dengan papa bayi itu?Apa dia ga marah.."
"Itu rumah kamu kok,gak ada yang bakal marah,serahin sama aku"
"Iya deh"Akhirnya Gerald setuju.
__ADS_1
Ziana menghubungi seseorang untuk membersihkan rumahnya karena Gerald besok akan pulang,Ia meminta foto pernikahqn yng di pajang di depan di singkirkan ke gudang,kecuali foto yang ada di kamar.
Putri turun dari Mobil langsung menuju resepsionis meminta kunci kamarnya.
Tak perlu waktu banyak karena tas sudah Ia bereskan.Dan bergegas keluar dari hotel itu.
"Kamu pesan satu kamar buat berdua?"Arul menyelidiki.
"Iya,soalnya semalam nya mahal lagian cuma tidur sebentar aja"
"Terus kamu mau tidur gimana satu bed barengan?"Tanya Arul tajam.
"Ish,aku anak kampung tidur dilantai pun nggak masalah kan di kursi bisa yang penting Kage nyaman,Murahan kali aku tidur bareng "Jawab Putri kesal.
Di mobil mereka dengan fikirannya masing masing,Putri kesal dengan tuduhan Arul,Ia lebih tertarik dengan meriah nya lampu kota atau tugu yang Ia lewati.Dan akhirnya mereka sampai di rumah arul.
"Putri kamu tidurnya sama Aku di kamar ini biar Gerald di sebelah kamar Arul "Kata Ziana.
"Ka zi mau tidur sama aku?"Putri tak percaya.
"Iya lah Aku pengen ngobrol banyak sama kamu"Putri hanya mengangguk.
Tidak susah bagi Ziana untuk menjadi dekat dengan Putri apalagi Putri gampang akrab seperti Dirinya.
Putripun menceritakan pertama menemukan Gerald dengan segala keadaanya.
"Maaf kalau saya kemari menggadaikan Cincin berlian milik ka Gerald,karena saya nggak punya bekal uang yang banyak dan tidak tahu berapa ongkos kesini..."kata Putri.
"Ya udah gak apa apa,kalau kamu nggak menggadaikan cincin itu kalian belum tentu disini"
"Iya nggak apa apa nanti cincin itu biar di ambil nanti bisa diatur."
"Saya juga kesini punya tujuan kak"
"Apa...?"
"Saya mau kerja,cari uang biar bisa meneruskan kuliah saya"
"Kamu mahasiswa?"
"Tinggal susun skripsi saja hampir setahun tertunda,karena harus mengurus ayah yang sakit lalu meninggal"
"Ya sudah kamu nanti teruskan dulu kuliah nanti,Pekerjaan aku yang atur."
"Terimakasih kaZi"
"Sekarang kamu tidur,sudah malam banget,nanti ceritanya di lanjut,besok kamu ikiut ke rumah aku dan Gege yah"Putri mengangguk.
"Yaa Allah sembuhkanlah suami hamba yaa Allah"Kata Ziana di dalam doanya menjelang shalat subuh dan di dengar oleh Putri.Putri terenyuh begitu mungkin seorang Istri yang baik mendoakan kesembuhan suaminya,Putri ingin tahu ketika Gerald hilang Doa apa yang di panjatkan oleh Ziana.
"Sudah bangun Put,mau shalat?"Tanya Ziana selepas shalat subuh.Putri mengangguk.
Setelah shalat subuh Mereka berkumpul di ruang keluarga.
"Tante nanti siang kita mau pulang,Gerald juga ikut sama aKu"
__ADS_1
"Iya baik baik ya ,semoga Gerald sembuh,kapan mau di ajak chek up Gerald Zi"
" Tadinya mau hari ini tapi,Aku harus janjian dulu sama Dr Heru jadi paling besok,sekarang mah Gegenya Istirahat aja yah"
"Iya,badan aku sakit semua ini kayak yang remuk"Keluh Gerald.
"Ya kan kita berhari hari naik kendaraan,jalannya juga nggak semulus dikota."
"Nanti kalau sudah sarapan kalian Istirahat lagi aja"
"Arul,ngantor?"Tanya Gerald.
"Iyalah,kalo nggak di semprot Papa"
"Yang rajin biar cepet kaya"
"Iya biar cepet dapet Istri he.."
"Kalau sudah ada jodohnya tinggal bilang nggak usah nunggu kaya"Bantah Tante Nuril.
"Itu masalahnya Tan,ga ada yang mau sama cowok galak end judes"
"bukan judes ge, tapi kul..."Kata Ziana menggoda.
"Iya kul..kas"Kata Gerald menambahkan.mereka pun tertawa.
Hanya Putri yang tidak tertawa,Ia hanya senyum canggung dalam hatinya membenarkan kalau Arul adalah pria judes.
Setelah Gerald bertemu dengan Om Satria Gerald dan Putri di ajak kerumah nya Ziana,Putri lagi lagi takjub dengan rumah yang sangat besar itu.
"Ayo putri masuk jangan bengong"Kata Ziana.
"Iiiyya KaZi"Kata Putri sambil masuk.
"Nah yang itu kamar kamu,dan kamar Gege di atas yang deketan sama kamar aku"Kata Ziana.
"Modus bisik ziana ke putri"Putri hanya nyengir tak mengerti.
Ziana menunjukan kamar Gerald di sebelah kamarnya,agar bisa langsung mengawasi keadaan Gerald.
"Ge ini baju baju punya kamu"Ziana menyodorkan beberapa kaos dan milik Gerald yang masih baru.
"Punya Aku?"
"Iya masih baru kok,bukan bekas celana nya juga,nanti kalau sudah punya waktu senggang kita beli baju buat kamu"
"Tapi aku gak pegang uang Zi"kat Gerald.
"Nanti aku urus bukanya aku dah bilang kalau aku ngurus perusahaan Papi,ada hak kami di sana"
"Iya,makasih yah Zi"
"Kenapa makasih bukankah,kita sahabatan?"Gerald hanya mengangguk.Suami istri malah kata Ziana dalam hati.
"Sekarang kamu mandi dulu,nanti turun yah aku nunggu kamu sebentar lagi kita makan siang "kata Ziana Sambil keluar dari kamar Gerald.
__ADS_1
'cepat sembuh Bee,Aku gak tahan harus pura pura begini'katanya dalm hati.'