
Mereka terlelap setelah saling melepas rindu sampai suara telpon membangunkan Ziana.
"Ya...Din,sebentar lagi pulang,iya aku mau mandi dulu"Ziana menutup telpinya.
"Pantas jam Empat"Ia
bangun dari tidurnya dan hanya memakai baju luar saja jarena akan mandi dikamarnya.
"Mau kemana yang...?"
"Mau mandi bentar lagi Dini dan Evan datang"
"Ah,iya kan mau bbq an "
,
"Cepat mandi tunggu aku di bawah yah"
"Hmm"Ziana mengecup sekilas bibir Gerald kemudian keluar dari kamar.
Gerald hanya tersenyum,Ia pun bangun untuk mandi.
Di ruang tengah sudah ada Evan, dini dan putri
"Hmm nyonya baru mandi"Dini melihat Ziana baru turun dari tangga.
"Mager seharian tidur,dua malem kurang tidur"
"Hari ini kompakan sama KaGe juga dikamar mulu"kata Putri.
"Masak sih"
"Dari tadi siang aku nggak liat kaGe dimanapun sampai sekarang"
"Apa dia sakit put?"Tanya Evan.
"Nggak bentar lagi turun,mungkin lagi mandi"Kata Ziana.
"Syukur deh"
"Halo semua,..."Gerald menyapa setellah keluar dari lift.
"Segernya baru mandi bos?"
"Iya van dari pagi mager tiduran mulu"
"Kalo ada yang sakit kita ke dokter ka"ajak Evan.
"nggak cuma mager aja"
"Put boleh tolong ke orang belakang aku pengen kopi"kata Evan.
"boleh,"Putri bangun dari Duduknya.
"Van,Din,sudah sampai mana persiapan pertunangan kalian?"
"Kak kan tunangnnya di undur"
"Apa?"
"Iya,Bunda juga tqhu makanya bunda pulang ke R"
"Ya ampun sampai lupa sama urusan ini"Ziana menepuk dahinya.
"Jadi rencananya gimana?"Tanya Ziana.
"Rencananya kalau sudah masalah Kak zia Beres aja."
"ck,Evan kok gak cerita sama aku,Bunda juga nih"
"Aku nggak setuju,rencana harus jalan,kasian kalo batal ibu dan ayah Dini malu"Ziana sedikit marah.
"Udah tahu,kok gak apa apa mereka ngerti "Kata Dini.
"Ish,kalian tuh semaunya sendiri"Ziana sedikit kecewa.
"Ayolah Ka zia,ini demi Ka Zia masak kakak kena musibah aku mau senang senang"Evan mengusap bahu Ziana.
__ADS_1
"Ok rencana pertunangan boleh batal,kita rencanakan lagi bulan depan kalian harus menikah,langsung resepsi atau akad dulu nanti setelah aku melahirkqn baru resepsinya,tinggal pilih gak ada penawaran."jiwa bossy Ziana keluar.(😁)
"Ya udah kita fikirkan nanti"Jawab Evan.
"Nggak nanti besok harus ada keputusan,dan lusa Aku mau silaturahmi le rumah orang tua kamu Din,gak ada bantahan "Ziana menutup percakapan.
"Ada apa sih serius amat"Gerald ikut nimbrung.
"Evan bulan depan mau nikah Ge"jawab Ziana.
"Wah selamat dong van,Din"
"Makasih ka gerald."Gerald hanya mengangguk.
"Di belakang sudah siap bakar lho,zi mana arul katanya mau dateng?"
"Masih meeting nanti nyusul,mulainya abis magrib yah"kata Ziana.
"Iya,boleh"
"Mandi dulu ah gerah"Evan masuk ke kamar yang biasa Ia tempati.
****
"kenyangnya..ya Allah
alhamdulillah. "Ziana duduk.bersandar di kursi
"Naik ke mata nih kenyang"Putri membawa minuman soda.
"Arul gak jadi kesini?kok telat ya"Gerald menghawatirkan sodaranya.
"Otw katanya"jawab Ziana.
"Assalamualaikum all"
"Waalaikum salam "semua kompak menjawab.
"Telat,dah kehabisan lo"Kata Gerald.
"Ya,padahal.aku dah nahan lapar"Arul kecewa.
"Put,temenin Abang makan yuk"
"Nggak ah dah kenyang mau nonton Drakor"Tolak Putri.
"Ayo.."Arul paksa Putri bangun dan mengikutinya.
"Ih abaaang pemaksa banget sih"Gerutu putri mau tidak mau Putri mengekor ke taman belakang.
"setelah mengisi piringnya Arul juga minta Putri untuk menemaninya.Lagi lagi Putri nurut bibirnya ketus.
"Nih put mau?Aku ambilnya kebanyak"Arul memberikan daging yang sudah di cocol sambel.
"Gak aku dah kenyang,"Tolak Putri,tapi tak di dengar Arul, Ia tetap menyuapi Putri.
"Cie...ada yang suap suapan"Goda Evan.
"Kebetulan ada ka Evan dan KaGe,Jadi ka arul ada temannya"Putri pergi ke ruang TV
"Bebas dari kang maksa"Katanya lega tapi hanya dalam hati saja.
Di ruang tamu Ziana dan Dini sedang ngobrol berdua.
"Kayaknya,kamu sama kak Gege ada perkembangan deh,Kak Gege jafi beda sama kamu.."
"Beda gimana?"
"Kaya ka Geral yang dulu aja,kalau mau makan kamu yang Dia duluin,terus tatapannya brda aja,kalau menirut aku."Kata Dini.
Ziana tertawa kecil.
"Pebinor dia"
"Hah sumpeh lo!!!"
"Tentu iya"Jawab ziana.
__ADS_1
"Selamat deh semoga hubungan semakin baik,Kak Gerald cepat sadar"
"Aamiin"
Putri menyusul ke ruang tamu.
"Ah nonton korea dulu" Putri membawa Laptop pemberian Ziana.
"Mana arulnya,Put?"
"Tuh di ruang Tv main Ps"
"Put,kamu dekat banget sama Arul pacaran yaa"Tanya Dini penasaran.
"Boro boro,kalau deket dia bawaanya Emosi terus"Kata Ziana.
"Bawaan jomblo, rayu dong"Goda Dini.
"Nggak ah,nanti dia ge er lagi"jawab Putri.
Diruang Tv Gerald the gang sedang asik bermain ps sedekali teriakan dan terdengar disana"
Begitupun Ziana asik dengan tontonan drakornya,mereka satu server jadi asik bahasannya.
"Din,kita pulang besok kita ngantor,takut kesiangan bos nya galak lho"Ajak Evan tapi tak seorang pun yang merespon Ziana,Dini dan Putri asik dengan tontonnya,sesekali mereka mengusap matanya dengan tisue.
"Yaa ampun ini anak,nonton gini aja sampai berderai derai" Arul mengusap wajah Putri dan menguwel ngewelnya.
"Abaaang ih,sukurin tuh tanganya kena ingus aku"kata Putri kesal.
"Ih,jorok ni cewek"dengus Arul sambil mengambil beberpaa lembar tisu.
"Hei,mau kemana?"Tanya Arul ketika Putri berdiri.
"Ke kamar mau pipis,ikut?"tanya Putri.semua yang ada disana pun tertawa melihat kelakuan Putri dan Arul"
"Kalau begini,kayaknya bukan sekedar menganggap adik deh"Kata Evan.
"Nggak lah aku tuh suka pengen jailin dia,Dia tuh pemarah tapi nurut sih"kata Arul.
"Awas jatuh cinta lho"
"Iya gak apa apa kan sama sama single gak ngerebut,tapi mudah mudahan bukan jodoh sih"
"Dia masih kekanak kanakan"Kata Arul.Evan hanya tersenyum.
Jika orang orang masih berkumpul,Gerald langsung masuk ke kamarnya.
Bee.
'Jangan lama lama ngobrolnya aku tunggu dikamar'
pesan singkat di terima Ziana.Ia pun tersenyum.
Ziana
'iya bee,sebentar aku naik'
Jawab Ziana.
Setelah semua pulang dan Putri masuk kamarnya Ziana pun Naik ke atas kekamarnya,Gerald menunggunya di ruang Tv atas.
"Belum tidur?"tanya Ziana.
"Belumlah,kamunya belum ada " Gerald merengkuh tubuh Ziana.
"Aku ganti baju dulu yah bau asep,msuk kamar dulu lah aku nanti nyusul"
"Jangan pake lama"
"Iya cuma pipis,gosok gigi sama ganti baju udah deh mau ikut ke kamarku?"
"Nggak ah,takut di awasi seseorang"Gerald terkekeh.
"Ya udah tunggu ya"
Mereka masuk ke kamar masing masing.
__ADS_1
❤❤❤❤❤❤❤
Doain aku sanggup dua bab lagi kalo nggak maaf ...yah