
Dini termenung Ia sama sekali tidak mengerjakan apa apa semua pekerjaannya di limpahkan ke anak buahnya.
"Aku harus bicara sama kak zia"Dini bermonolog terlintas wajah Putri yang biasanya memberi solusi dari masalahnya.
Me
π±put,sore ke rumah Kak Zia,yah
putri
π±siap
Dini begitu lega Ia yakin saudara sekaligus sahabatnya bisa memberi solusi.
Seperti yang di janjikan Mereka berkumpul,Kayla pun ada disana karena sebelum pulang kantor supir kantor menjemput Kayla dan pengasuhnya.
Dirumah Ziana terlihat ramai dua balita berkumpul menjadi pusat perhatian mereka.
"Ka zia aku mau curhat nih"
"Hmm ke mamah Dedeh dong"Kata Ziana.Mereapun terkekeh.
"Ada masalah?"Tanya Ziana.
Dini mengangguk.
"Besar malah"Ziana mengkerutkan keningnya.
"Ih,ada apa Putri mau ikutan dong"
"Ini masalah Evan kak" pembicaraan pun terhenti karena ada Evan memanggil.
"Kak ada Dini?kok hp nya mati"tanya Evan dari seberang.
"Iya ada" Dini menggelengkan kepalanya tanda tak mau bicara.nginap!Dini memberi kode pad Ziana.
"Kay sama Dini mau nginap hari ini,kamu kesini aja Gege juga ada di kamar kok"
"nggak ah males,lagi pengen rebahan"Tolak Evan.Ia tahu kalau Dini sedang marah jangan di dekati lebih baik memberi Dini waktu.
"Ya udah jangan kelayapan ya"kata Ziana.
Telpon pun terputus.
"Ada apa sih?Jangan di biasain marahan kabur jelek tau"Ziana menasehati.
"Evan selingkuh Kak"Dini tak bisa membendu g lagi air matanya.
"What?"putri terkejut.Dini mengangguk.
"Serius,kamu tau dari mana?"tanya Ziana.Dini pun menceritakan semua yang Ia ketahui.
"Parah kak Evan lagi lagi cari masalah"Gerutu Putri.
"Lagi?Emang pernah?"
"Iya waktu KaZi sakit dia juga bikin pekara"jawab Putri.Ziana melotot tangannya mengepal geram.
"Aku harus Gimana?Tanya Dini bingung.
__ADS_1
"Tinggalin atau bertahan"Kata Ziana Tegas.
"Aku nggak sanggup di khianati begini,bagai mana kalau mereka menikah"
"Gimana kalau begini"Putri memberi solusi kemudian Ziana menambahkan.Putri pun setuju.
"Ya udah lupakan dulu masalah Evan,nanti aku yang urus anak itu ayo kita makan,sudah Din jangan menangis lagi,kita sama kamu"Ziana dan Dini berpelukan di ikuti Putri mereka nyaris seperti teletubies.
Siang itu Dini dan Titi mempersiapkan kepergiannya mereka pulang ke apartemen disaat Evan pergi bekerja.Dini di beri cuti satu minggu.
Setelah memberi pesan pada Artnya Dini dan Titi juga kayla pun pergi.
Dini meminta Titi mengganti sementara dengan no yang baru.Ia pun bahkan membeli hp baru berikut no baru untuk orang orang yang akan di hubungi.sengaja hpnya di tinggal di rumah Ziana,karena khawatir Evan melacak hpnya.
Penerbangan pertama bagi Titi membuat gadis itu tak henti hentinya berselfi ria.Dini tida melarang yang Ia minta Titi jangan meng uploadnya di medsos untuk sementara.
Dua jam kemudian mereka sudah ada di kota R.Bunda menyambutnya,Ia sudah tahu ceritanya dan di perlihatkan foto foto Evan Bunda pun marah dan Ia akan mengikuti apa yang Ziana minta untuk menyadarkan Evan.
"Bunda sudah tau,Istirahatlah Kami bersamamu"Bunda mengusap punggung Dini.Seperti mendapat Energi positif Dini pun kembali bersemangat.Semua keluargq menyabutnya.Bunda mengati ngati agar jangan memberitahu Evan kalau Dini di sini.
kota R kota kecil namun sejuk,pantas Bunda memilih untuk pulang ke kampungnya dari pada Diam dengan Ziana walau di istana mewah.
"Din kay sudah tidur?"Dini mengangguk.
Sudah tiga hari Dini di rumah mertuanya Ia merasa tenang,sepertinya pikiranya pun sudah bisa jernih.
"Din, boleh Bunda bicara?"
"Tentu Bun "Dini mengerti Bunda pasti akan menasehatinya.
"Bunda tau kamu kecewa sama Evan,dan itu wajar Bunda punya cerita buat kamu,mau mendengarkan?"Dini mengangguk.
"Berselingkuh pun susah di selidiki sampai suatu hari tanpa sengaja bertemu langsung saat mereka berdua di restoran."
"Terus?"
"Wanita itu mengamuk tak terkendali,Dan wanita itu meminta cerai dari suaminya,tapi di tolak"
"Suaminya mengurungnya supaya tidak pergi dari rumah,karena beban yang dirasa sangat berat Wanita itu sakit sampai harus di rawat di rumah sakit.Suaminya menangis memohon agar istrinya tidak meninggalkannya,dia berjanji akan meninggalkan pacarnya,tapi istrinya tidak percaya dan tetap ingin bercerai,suaminya mengancam jika tetap pergi anaknya akan Ia ambil dan tak akan di pertemukan dengan mamanya"
"Karena takut di pisahkan,akhirnya istrinya menyerah kembali pada suaminya walau pun belum memaafknnya,itu semua demi anaknya yang baru berusia setahun setengah "
Dini menangis sepertinya Ia merasakannya sekarang.
"Apa mereka bercerai bun?"
"Tidak,istrinya bertahan walau untuk memaafkannya butuh waktu lama,untung suaminya bisa mengambil hati istrinya."
"Setelah beberapa kali meminta maaf akhirnya istrinya luluh,dengan satu syarat,suaminya menyakitinya lagi Ia dan anaknya akan pergi"
"bahkan setelah itu mereka punya anak lagi"
"Jadi menurut bunda ada dua pilihan meninggalkan atau memaafkan?"tanya Dini
"Jangan mengambil keputusan dalam posisi marah banyak banyak istikhoroh,minta petunjuk dari Allah"
"Iya itu keputusan ada padamu"tambah Bunda.
"Terimakasih Bunda"Dini memeluk Bunda.
__ADS_1
"Bunda apakah wanita itu bunda?"
Bunda diam.
"Hanya kamu yang tahu,bahkan anak anak Bunda tak ada yang tahu"kata Bunda.
"Baik Bunda Dini akan tutup mulut,ini rahasia ita berdua"Bunda mengangguk.
Lain tempat lain suasana,seharian ini Evan tidak bisa lagi menahan amarahnya.Dini tidak bisa di hubungi hanya secuil kertas yang di tinggalkan.
~Aku pergi,kamu tunggu aku atau pergi dengan wanita itu,aku gak perduli jangan cari kami.~
Membaca pesannya pun sudah jelas kalau Dini sedang marah padanya.apakah Dinintahu yang Ia lakukan di belakangnya?
"Kak Zia,dimana Dini?"tanya Evan ketika sampai di rumah Ziana.
"Mana aku tahu van"Ziana menjawabnya dengan masak bodoh.
"Kakak kan sahabatnya pasti Ia cerita mau kemana?"
"Kamu juga suaminya pasti pamit dong mau kemana"Ejek Ziana.
"Kak aku serius,"Evan meninggikaa suaranya.
"Dengar ya Evan cowok brengsek kaya kamu gak pantas sama sahabatku"
"Maksudnya?"
"Kamu selinguhin Dini kan?"
Deg,jantung Evan bedegub.
"Dini pergi karena kamu selingkuh kan?"
"Itu nggak benar mana buktinya"Evan ngotot.
Ziana membawa Foto yang sudah Ia siapkan sebelumnya di laci.
"Jelaskan ini!"Ziana melemparkan Foto ke muka Evan.
Sontak Evan pun kaget dari mana Kakanya tau ini,apakah kerjaan Dini?tannya dalam hati.
"Kaget?Jawab apa masih pantas Dini bertahan dengan kelakuan mu itu?jawab"Teriak Ziana.
"Ini bukan seperti yang kalian fikirkan "kata Evan.
Ziana tersenyum kecut.
"keluar kamu dari rumahku"usir Ziana.
"Aku nggak akan pergi sebelum kakak katakan dimana mereka"Jawab Evan tegas.
segelas air dingin Ziana siraam di wajah Evan.
"keluar atau gelas ini bersarang di kepalamu "Ziana yang sudah tak terkendali di bawa Gerald menjauh dari Evan,Dan Arul yang kebetulqn ada disana menarik tangan Evan keluar untuk menjauh dari Kakaknya.
ππππ
tetap bahagia yah..besok aku mau nimbang anak anak balita dulu karena februari bulan penimbangan balita.Selamat beristirahat
__ADS_1
~Bie uwi~