SAHABATKU CINTAKU

SAHABATKU CINTAKU
62


__ADS_3

"Hoek....hoek"Putri membenamkan wajahnya di sisi wastafel pandangannya berunang kunang dan tubuhnya lemas.


"kenapa yang...?"Arul yang selesai shalat langsung menghampirinya.


"Pusing sama mual,kayaknya asam lambung naik deh"jawab Putri lemah.


Setelah Arul.membersihkan wajahnya Ia pun membantu Putri berjalan.


"Aku belum shalat bang,baru selesai mandi tapi keburu Pusing sama muntah"


"Iya,Nanti setelah mualnya berkurang aku buatkan teh hangat ya"Arul pun keluar dari kamarnya.Putri menjatuhkan kepalanya diatas bantal.


"Put mama masuk ya" Dan Mama Nuril pun membuka pintunya.


"Putri kenapa nak,sakit?"


"Mual sama pusing ma,mungin asam lambung naik dari malam perut dah gak enak banget"keluh Putri.


Mama Nuril menyodorkan minyak angin aroma therapi.


"Suka nggak pake minyak ini"


"Boleh mam,seger wanginya"


"Sini mama oleskan"Mama Nuril Pun mengoleskan sambil memijat mijat tengkuk Putri.


"Hmm,Put bulan ini udah dapet belum"Tanya nya ragu ragu.


"Dapet?Oh iya harusnya kemarin Putri dapet berarti telat satu hari"Kata Putri.


"Alhamdulillah semoga ya put kamu hamil"


"Tapi,Putri baru telat sehari lho mam"


"Ya nggak apa apa nanti cek pake tespek,nanti suruh ina belikan"


"Tapi mah baru sehari"


"Dicoba nggak salah kan"


"Coba apa mam?"Arul datang membawa segelas teh jahe ?hangat.


"Nih kata bi ina bisa ngurangin mual"Arul pun meminumkan teh otu ke Putri.


"Mungkin Putri hamil Rul"Kata Mama Nuril.


"Ish Mama jangan ngarep ntar sedih kalo bukan hamil"


"Ya udah suruh ina ke apotek aja" Mama Nuril keluar.


"Dih..kenapa mama tuh senang amat"


"Mama nebak Aku hamil padahal.baru telat sehari juga"


"masya?"Putri mengangguk.


"Semoga aja hamil"Arul mengusap perut Putri.


"Tapi Abang jangan sedih kalo aku nggak hamil ya"Putri sediit cemas.


"Iya sayang,abang nggak sedih paling coba lagi lagi lagi"


puk...


Bahu Arul Putri pukul,Arul hanya nyengir.


"Sumpah aku gak tahu kalo abang semesum ini"Dengus Putri.


"Tapi suka kan?"


"Suka cinta malah"Putri meletkan lidahnya.


"Ih abang terharu sini abang peyuk ade"Arul merengkuh tubuh Putri.


"Astagfirloh..pada ngapain kalian"Mama Nuril datang dengan membawa tes packnya yang baru di beli.


"Ayo Put,tes dulu sana Mama tunggu di sini "


"Arul jangan ganggu Putri dong,sini temenin mama."Mama menepuk tempat di sampingnya.


"Mau liat mam"


"Orang kencing di liatin lebay kamu"Mama Nuril menepuk jidat anaknya.


"Duh mah"Mamanya hanya terkekeh.


Lima menit mereka menunggu akhirnya Putri keluar dari toilet dengan membawa tespeknya.


"Gimana?"Arul penasaran begitu juga Mertuannya.


Putri memandangi mereka satu persatu.

__ADS_1


"cie..nungguin ya"Goda Putri.Dan ibu dan anak itu memasang wajah merengut.


"Kalau garis dua itu apa artinya ya mam"Kata Putri lagi lagi menggoda mertuanya.


"Artinya Mama mau jadi oma yeee"Mama Nuril bersorak.


"Hamil?"Begitupun arul sorak kesenangan.


"Alhamdulillah ya Allah,papah kasih tau dulu"Mama nuril keluar dari kamarnya.


Arul langsung memeluk Putri.


"Alhamdulillah "Arul pun mengusap usap perut putri.


"Astagfirullah "Putri tersentak.


"Abang udah siang aku belum shalat subuh."Kata Putri.


Kabar hamilnya Putri pun terdengar sampai ke keluarga Gerald dan Evan.


Alhasil mereka pun berkumpul di Rumah orang tuanya Arul.


"Wah tajam juga rudalmu Rul"kata Gerald.


"Udah tua kkali Dia jadi sering diasah"Sambar Evan.


"Iya dong akibat berjuang siang malam atau pun pagi" mereka pun terbahak.


"Wah nanti gak jauh beda sama Dede ini"Ziana mengusap perutnya.


"Berapa minggu Put?"Tanya Ziana.


"Gak tau kazi,soalnya aku baru telat sehari"


"What?kok bisa tau hamil"Kata Evan.


"Pake tespek lah "Jawab Arul.


"Jadi belum periksa?"Tanya Ziana.


"Belum malulah masa di tanyak telat berapa minggu?jawabnya sehari"Kata Putri.


"Nanti lah kalo udah dua minggu baru di periksa"


"Aduh bener bener tante dah ga sabar sampai semua orang dikasih tau padahal baru telat sehari"Keeh ziana semua pun tertawa.


"Hati hati lho,diawal kehamilan jangan keseringan nengokin bahaya"Gerald mengingatkan.


"Iya?"Arul meminta jawaban Ziana.


"Waktu hamil pertama Zi,aku tuh gak tau main hajar aja,terus Dia ikut sibuk di proyek karena gak sadar lagi hamil,eh akhirnya keguguran"Kata Gerald.


"Tapi Putri kayaknya gak kuat,pagi aja dia muntah muntah,lemes sama pusing,makan aja hari ini cuma sekali takut muntah katanya"keluh Arul.


"Tapi paksain kalo dah ga pusing,kan bayimu perlu asupan Gizi lho"


"Bangun tidur minum teh jahe,Put"kata Dini.


"Iya tadi juga dikasih sama Abang "


"kalo makan berat gak bisa ngemil biskuit aja Put,harus ada yang masuk nanti komplikasi sama asam lambung naik"


"Iya nanti di usahain ada yang masuk deh"kata Putri.


***


Tak terasa kehamilan Ziana sudah empat bulan seperti biasanya Gerald menyiapkan syukuran empat bulanan dengan besar besaran semua di undang seperti biasa anak anak Panti,yayasan Tahfiz,juga sanak dan kerabat yang dekat.


Putri dan Arul sudah sampai di rumah Gerald pemilik rumah pun menyambutnya.


"Hai Put gimana kabarnya?"KataZiana.


"Baik tuh udah gede perutnya."Putri menunjukan perutnya.


Mereka pun tertawa.


"Berapa minggu sekarang put?"Tanya Dini yang baru datang menyapa.


"Minggu ke sepuluh sekarang"


"Tapi gede untuk seusianya"kata Dini.


"Iyalah kak Din isinya kan dua"Kata Dini.sejak pemeriksaan lewat USG Dokter melihat ada dua kantung bayi jadi Putri akan mempunyai anak kembar.


"sudah bisa makan?"Tanya Ziana.


"Sudah,tapi masih sedikit,muntah juga nggak parah banget,dah menyesuikan lho"


"inget makanannya Put,kamu tuh ngandung dua nyawa makannya juga harus lebih banyak"kata Dini.


"Iya ntar kalau udah mau makan makannya banyak"Kata Putri.

__ADS_1


Pembicaraan pun terhenti arena undangan sudah banyak ustadz pun sudah hadir dan acara pengajian pun di mulai.


Putri duduk manis setelah acara selesai dan tamu sudah pulang tinggal keluarga inti saja yang masih ada,beberapa pelayan yang sedang membersihkan rumah dan halama yang rltadi di pakai.


"Lagi apa bumil,sendirian aja"Dini menghampiri Putri.


"Lagi duduk abang nyuruh aku duduk jangan kemana mana"Jawab Putri.


"Kak Arulnya kemana?"Tanya Dini.


"Lagi ngambilin makan"


"Wah gak salah biasanya dia yang sukka minta diambilin kamu put?"Dini heran.


"Dari tau aku hamil,abang jadi gitu makan sama minum dia yang bawa,bukan cuma buat dia aja buat aku kalau lagi duduk gini tau tau bawa cemilan,bawa minuman So sweat pokonya"


"Ih hebat dong kamu bener bener jadi Putri"


Putri hanya senyum.Dan Ziana pun muncul dari dalam rumah.


"Kok pada disini,bukan pada makan di dalam "Kata Ziana.


"Lagi di bawa sama abang"jawab Putri.


"Aku baru selesai kak"jawab Dini.


"Kay mana Din?"


"Lagi sama ken dihalaman belakang sama Suster"


Arul datang membawa makanan untuk Putri.


"Makan Zi?"Ia menawaran makanan ke Ziana.


"Kok bawa satu buat ka Arul mana"


"Gampang bumil dulu,nih"Menyodorkan piring ke Putri.


"Abang banyak banget gak mau ah"Tolak Putri.


"Ya nggak apa apa makan seperlunya,kamu belum makan lho hari ini "


"Liat piringnya juga au kenyang,nggak deh"tolak Putri menampik piring itu.


"Di suapin ya biar gak ngeliat banyak nya"


"Iya put, makan barang sedikit kasian loh debay nya"Bujuk Dini.


Arul menyodorkan sendok yang berisi nasi dan ikan.


"itu sama apa lauknya?"


"Sama ikan aja gak pake yang lain "


Putripun membuka mulutnya.


"Uh,co cuit,kita masuk yuk Din jangan ganggu pamil dan bumil ini ntar ngiri lagi"Ziana mengajak Dini.


Dini pun mengikkuti kakak iparnya masuk rumah.


"Zia,liat arul atau Putri gitu?"TanyanTante Nuril.


"Lagi makan Tan,diluar"


"Putri?"tanya Tante Nuril lagi.


"Iya lagi di suapin suaminya"


"Ah,syuur deh anak itu lagi susah makan,kalau dipakksa kayak mau nangis gitu"


"Bawaa hamil gitu kali tan,aku juga sering nangis gak jelas,lapar nangis liat drakor juga nangis drama banget "Kakta Ziana.


"Iya?perasaan tante gak gitu deh"


"Gak beda maksudnya mam"Tiba tiba satria papa nya Arul dan gerald datang nimbrung.Semua pun tertawa.


"Orang hamil mah hidupnya cuma dua pasal,pasal satu selalu benar pasal dua kalau salah kembali ke no satu selalu benar"seloroh Gerald.


"Iya,iya bener kata Satria"Akhirnya mereka pun pamit.


"Tolong bilang sama putri dan Arul om dan tante duluan,biarin mereka sebetahnya aja"


"Iya tan,om dah nyempetin datang"Kata Ziana.


"Ya harus nanti syukuran Putri kalian datang ya"


"Insya allah"Mereka kompak menjawab.


💕💕💕💕💕


terimakasih yang udah menyimak

__ADS_1


love you saudug udug.


~Bie Uwi~


__ADS_2