SAHABATKU CINTAKU

SAHABATKU CINTAKU
10


__ADS_3

Gerald memandang takjub wanita yang ada di depannya,Ziana telah di sulap menjadi gadis cantik nan anggun.


"Sumpah,kamu cantik banget malam ini Zi"Gerald tidak bisa lagi untuk menahan pujiannya ke Ziana.


"Oh,emang hari hari biasa nggak cantik ya Ge,"


"Cantik sih tapi malam ini pake banget deh"Gerald terkekeh.


ziana hanya tersipu malu dan wajahnya memerah.


"Ayo tuan Gerald,kita pesta"ajak ziana.Ia pun meninggalkan Gerald.


"zi,kalo jalan sama pasangan itu nggak gini"Gerald menghentikan langkah Ziana.


"terus?"


Gerald melingkarkan tangannya.Dan Ziana pun tau maksudnya mereka pun berjalan bersama.


"Ingat ya harus begini saat turun nanti kecuali nanti pas di dalam boleh kamu lepas tapi jangan jauh jauh dari aku"


"Oke boss malam ini aku nurut sama kamu"Ziana pun masuk ke dalam mobil.


drtttt drtrrrrttt


telpon Gerald berbunyi dan ia langsung menjawabnya.


"Iya,apa kamu datang ke gedung west java?"gerald melirik kearah Ziana.


"Ya udah aku tunggu kamu di parkiran."kemudian menutup telponnya.


"Ada apa Ge?"Ziana penasaran.


"Merry,datang tadi diang dia kasih aku suprise kalo dia akan temani aku ke undangan ini "jawabnya.


"oh"ziana berfikir kalo ada Merry dia nggak perlu ada dong kan satu undangan hanya unyuk dua orang.


"Aku pulang aja deh,biar kamu ama Merry aja yg datang kan jarang bisa barengan."Ziana legowo.Ia tau Gerald pasti nggak enak perasaanya.


"Aku antar kamu pulang ya Zi,nanti aku balik lagi ke sini."tawar Gerald.


""Jangan,ntar lama lagi kan,aku pesan taksi online aja nggak apa apa"Ziana pun keluar dari mobil Gerald.


"Hai,tuan Gerald,nona Ziana baru sampai juga", seseorang yang familiar mendekati mereka.


"Hai tuan Daniel,"Balas Ziana sambil tersenyum.


"Ayo kita sama sama masuk yuk"ajak.Daniel


"kita lagi nunggu seseorang,kalau mau duluan silahkan "Tolak Gerald.


"Ok"kata Danish.


"Ge,Aku juga pamit sekarang aku tunggu taksinya di depan sana"Ziana pun pamit.


"lho anda mau kemana nona kok pamit"Danish yang belum pergi pun merasa heran karena Ziana pamit.


"Iya,nanti pasangannya Pak Gerald datang,tadinya saya yang menggantiknnya "


"Oh,ya sudah ,kamu temani Aku saja,"Ziana melihat kearah Gerald seperti minta persetujuannya.


Dengan Berat Gerald pun mengangguk.


"Baiklah Mister aku ikut kamu"Ziana pun setuju,kemudian membatalkn pesanan taksi online nya.


Tak lama Merry pun datang seperti biasa terlihat elegan dengan penampilan high classnya.


"Kamu cantik,Nona Ziana "Bisik Danish ketika mereka duduk di kursi tamu undangan.


"Baru tau ya,kalau aku cantik"Ziana menggoda Daniesh.


"Tau dari pertama ketemu tapi,sayang cantik doang nggak mau jadi pacar"Daniel balas menggoda.


"Eh dasar ya"Ziana tersipu malu.


"Hai Zi.."Merry menyapa Ziana.


"Hai Nona merry"Ziana membalas sapaanya yang Dia tahu itu palsu hanya karena ada Gerald saja dia bersikap ramah.


"Mer,ini Mr Daniel ,Daniel ini Merry kekasih saya."Gerald memperkenalkan Daniel pada Merry.


"Hai Mr Daniel "Sapa Merry.


"Hai"Daniel pun membalas sapaan Merry.


"Cantik ya diliatin mulu,nanti Gerald marah lho"Ziana menyadarkan Daniel yang terus melihat Merry.


"Eh,masih cantik anda Nona Ziana"


"Huh,peres"Ziana mencibir.


Acara pun di mulai dari mulai sambutan sambutan petinggi perusahaan doa dan kemudian ramah tamah persi orang gedean hiburannya band papan atas dan juga seorang pianis yang cukup terkenal.

__ADS_1


"Apa kamu tidak. bosan dengan acaranya Nona Ziana"


"Tidak kenapa?"


"Kalau mau aku mau ngajak kesuatu tempat kamu mau"


"Tidak jauh dari tempat ini,aku bosan dengan acara ini"Bisik Daniel.


"Ya sudah kita keluar,"Mereka pun berdiri dan meninggalkan ballroom itu.Ziana pun mengirimkan pesan pada Gerald kalau dia pulang dengan Daniel.


Ziana diajak ke sebuah restoran mewah yang tidak jauh dari tempat undangan tadi.Daniel sengaja reservasi Rooftop Restoran tersebut.yang membuat Ziana takjub selain Instagrameble tempat ini sangat berkelas dimana disana sudah ada helikopter yang di siapkan jika pengunjung ingin melihat malamnya ibukota.


Ziana terkagum kagum dengan suasana di restoran tesebut.


"Kamu suka Nona Ziana?"


"Aku suka Tuan Daniel,tempat ini sangat bagus terimakasih sudah mengajak aku ke tempat ini"Jawab Ziana Jujur.


Daniel hanya tersenyum.


Dua pelayan datang menyiapkan makanan Mereka.


Merekapun menikmati makan yang sudah tersaji.


"Ziana I LOVE YOU"Sebaris kalimat terakhir yang terucap dari Daniel.


Ziana hanya diam kemudian tersenyum.


"Sorry,Daniel aku nggak bisa"Tolak Ziana.


"katakan apa alasannya kau selalu menolakku,Aku serius kalau perlu aku secepatnya melamar kamu kita menikah"


"alasannya karena kita banyak berbeda Daniel,yang utama saja jelas jelas tuhan dan keyakinan kita berbeda,Aku tidak bisa meninggalkan keyakinanku ketika kita berbicara pernikahan dan aku yakin kamu pun akan mempertahankan keyakinan mu itu kan?"Jawab Ziana.sejak SMA dia selalu menghindari jika sudah berbenturan dengan beda agama.


Daniel mengeluarkan nafasnya dengan kasar.Ia membenarkan alasan Ziana tentang satu itu Ia pun belum rela jika harus berpindah keyakinan.


"disana banyak orang yang berbeda tapi dalam satu ikatan Ziana,kita bisa menikah di luar negri yang membolehkan pernikahan beda agama nanti kita fikirkan semuanya,jika kau mau"


"Nggak aku nggak mau Daniel,menurut agama ku Suami adalah imam pemimpin Daniel,bagai mana jika pemimpin nya saja sudah berbeda"Ziana menolak tegas.


"Jadi tak ada tempat untuk ku Ziana?"


"Maaf daniel zonafriend lebih baik untuk kita,pilih wanita yang sepadan dengan mu."


"Ok,aku tidak akan memaksamu lagi"Daniel akhirnya pasrah.


"Berjanjilah kita masih berteman Ok"


Ziana melirik jam tangannya.


"Aku mau pulang hampir jam dua belas kamu tau,aku akan berubah jadi upik abu kalau pulang lebih dari jam Dua belas,ayo antar aku pulang"Ajaknya.


"kamu tak mau putar putar dulu naik helikopter?"


"Nggak sudah malam banget aku harus pulang,jarang jarang lho aku pulang larut gini"


"Ok,aku antar kamu pulang upik abu"Daniel pun terkekeh.


Ziana hanya tersenyum.


Mobil Daniel sudah sampai di depan rumah Ziana.


"ini rumah aku,tapi kamu tidak bisa mampir karena sudah malam kalau siang barulah boleh bertamu,makasih untuk malam ini"Ziana keluar dari mobil Daniel.


setelah mobil Daniel meluncur barulah ziana masuk kedalam rumahnya.


"Zi..bangun Hei...."Gerald membangunkan Ziana.sesekali Ia memencet hidung mancungnya Ziana.bangun putri "tidur woy" Lagi lagi gerald menggoyangkan badanya.


"Apa sih evan gak sopan banget sih"Ziana masih dalam mode merem.


"Ziana Meidina banguuun"teriakan Gerald mampu membangunkan Ziana.


"Huh,apa sih..Gege" Ziana memukul lengan Gerald.


"Bangun,banyak yang harus di jelaskan."


"Apaan Gege,gaje begete deh"


"Ayo,mandi sana,perawan baru bangun emang nggak sholat?"


"Ih,Gege aku tuh tidurnya subuh tau, aku gak lagi sholat"


"Sana keluar,beraninya masuk kamar aku"gerutu Ziana.


"Di suruh Evan ,Zi"


"Ah,dia juga baru pulang,udah keluar aku mandi dulu,ntar digerebek lho masuk ke kamar aku"


"paling juga di kawinin Zi"


"amit amit...."Ziana memukul kepalanya.Gerald hanya tertawa

__ADS_1


"Udah keluar sana aku mandi dulu"


Gerald berdiri dari duduk di tempat tidurnya.Ada foto yang terpasang dimeja foto dia,evan dan Ziana semasa kecilnya.


"kamu masih simpan foto ini Zi"Ia tersenyum melihat Foto kecil mereka.


"Iya lah aku simpan foto foto kita lumayan cicak menjauh liat muka kamu Ge"


"ish,ada juga liat foto kamu giginya aja ompong ya takut lah cicak"


Ziana melempar bantal kearah gerald sayangnya meleset Gerald pun keluar sambil tertawa.


"Dia selalu menyebalkan"Gerutu Ziana sambil masuk kedalam kamar mandi.


Ziana keluar dari kamar dengan celana panjang dan kaos over size.


"Malem pulang jam berapa?kemana dulu?"Gerald mulai mengintrogasi.


"Aku maen di resto depan Ballroom west java "yang ada Rooftop nya Ge,ih bagus terus ada helikopter kalo mau keliling kota lewat udara"Jawab Ziana takjub.


"Norak ."ketus Gerald.


"Bodo amat,kamu juga belum pernah ngajak ke tempat gituan"


"Ya udah ntar aku bawa kamu ke tempat lebih bagus di luar kota lagi naik pesawat jangan naik heli "


"bener?kemana?"Ziana semangat.


"way kambas"


"Buset,sekolah gajah dong"


Geral hanya tertawa.


"huh"Ziana.


"kamu jadian sama Daniel ya Zi?"


"ish mana ada,yang jelas Dia nembak aku tolak"


"masa?"


"Iya,ini ke tiga kalinya aku tolak Ge"


"Hmm,serius?"


"ck,kamu meragukan pesona Ziana ...tuan Gerald"


"kok bisa ?oleng tuh bule ngebet pengen sama potongan yang begini"


"ck..kamu memang super nyebelin.Ge"Ziana kesal.


"Jelasin foto ini!"


"Di Sw sesesorang terlihat foto fotonya dengan Daniel"


"Is keren ya ge,ini pasti candid camera soalnya aku nggak bikin ft sama dia,tapi bagus ya Ge "


"bener nggak ada hubungan sama bule ini"Gerald benar benar menyelidik.


"Dia itu sempurna buat aku,kesalahanya hanya satu kita gak seiman,model Daniel mah sehari aku bisa langsung jatuh cinta"


"Dia ngajak kawin di luar negeri yang bisa beda agama gitu."


"Kamu mau?"


"Nggaklah"


"Bagus,aku nggak mau kamu bermasalah kalau sama Dia"


"Sama siapa juga masalah mah selalu ada Ge,udah ah,sekarang aku tanya,Kenapa kamu kesini bukan nya ada Merry ya"


"Tadi jam delapan aku antar dia ke bandara katanya mau ke surabaya"


"oh"


"Eh,ke rumah yah Papi nanyain tuh"


"boleh aku juga pengen ketemu,tapi sehatkan?"


"sehat"


"Kamu tuh perhatian dikit sama Papi jangan cuek Ge"


"Aku sibuk Zi,salah Papi perusahaan harus di tangani aku jadi kan aku sibuk"


"paling bisa yah"


"Ya udah hayu kerumah makan di rumah aja deh sekalian papi senang pasti"


setelah Ganti baju Mereka pun pergi ke rumah Gerald.

__ADS_1


__ADS_2