
Subuh Ziana menggeliat dilihatnya jam sudah jam setengah lima dengan malas malasan Ia bangun dari tidur.Dia melihat suaminya masih terlelap kelelahan.setelah mereka melakukan pertempuran dia atas ranjang
cup ,
Ziana mencium pipi dan bangun memakai pakaian luar.
"yang,hari ini aku mau ngantor,siang Tante Nuril kesini mau jenguk kamu sama ngasih oleh oleh dari lombok katanya"
"Kamu pulang jam berapa?"
"Secepatnya,Karena sore kita mau periksa Dedenya"Ziana mengusap perutnya.
"Hati hati yah "Gerald mengusap dan mencium perut Ziana yang buncit itu.Setelah itu mencium pipi dan bibir Ziana.
"kita sarapan dulu,kasian putri nunggu di bawah"Ajak Ziana.
Sorenya Ziana dan Gerald diantar supirnya pergi ke klinik Ibu dan Anak langgananya.
"Selamat sore sekarang diantar suami ya mama"Sapa Dokter Via.
"Iya Dok"Jawab Ziana.
Gerald hanya diam tidak protes.
"Ah,posisi sudah bagus ini minggu ke 32 ya mam"
Gerald memperhatikan ketika.layar menunjukan gambar Bayi keningnya berkerut jantungnya berdetak kencang.mendengar suara detak jantuk bayi yang ada di perut Ziana.
"Nah Bayi nya terlihat Papa,ganteng banget insyaallah bayinya laki laki,tuh kelihatan tugunya" Dokter via tersenyum begitu pun Ziana dan Gerald.
Ziana pun turun dari tempat periksa.
"Ada keluhan Mam?"Nggak dok saat ini saya sehat,alhamdulilllah"jawab Ziana.
"Ada yang ingin di tanyakan Papa?"
"Itu...hmm soal hubungan suami istri"Jawab Gerald.
"Oh boleh tapi hati hati saja ya pake gaya aman"Kata Dokter sambil tertawa kecil.Setelah menebus obat merekapun kembali ke rumah.
"Apa sudah punya persiapan baju atau perlengkapan bayi?"
"Baru sedikit,apa kamu lelah?"Tanya Ziana.Gerald menggelengkan kepala.
"Gimana kalo ke mall beli baju bayi mau?"
"Boleh.."Jawab Gerald.akhirnya mereka pun pergi ke mall.
Gerald menggenggam tangan Ziana berbeda dengan di rumah seperti sembunyi sembunyi mengungkapkan sayang pada ziana.
Ziana pun merangkul tangan Gerald mereka pergi ke toko perlengkapan bayi. Geral ikut memilih beberapa jump suit,karena sudah tahu bayinya laki laki Ia memilihkan model dan warna untuk anak laki laki.
"Kalau ranjang, box,yang lainnya dah beli belum?"
"Aku udah pesan nanti datangnya kalau kamar Baby dah kita renov sedikit"
__ADS_1
"Kalau gitu cepat renov aku nggak sabar untuk mendekor kamarnya"
"iya,minggu depan kita panggil tukangnya."
"Sudah,kita titipkan barangnya dulu,ntar diambil seudah kita makan yah"Ziana mengangguk.
Mereka memasuki sebuah resto seafood,tak menyadari kalau dibelakang ada yang mengambil gambar saat mereka berangkulan.
Dinot
'Cie berdua an mesra banget🥰'
Me
'kamu dimana?sama siapa?'Ziana mencari Dini.
Dinot
'Sama pacar akulah hunting perhiasan'
Me
'Mau gabung kita?'
Dinot
'Nggak ah,nanti Ka gerald malu,kita mau pulang kok'
Makanan datang merekapun menyantap pesananya.
***********
Seperti yang sudah dijanjikan Ziana menemui keluarga Dini .
"Maaf ayah,Ibu Saya tidak tau kalau Dini dan Evan membatalkan pertunangan Mereka"
"Ya,nggak apa apa nak,Zia ayah dan ibu mengerti"
"Dan saya merencanakan menikahkan Mereka satu bulan kedepan,Bukankah niat baik harus disegerakan?"
"Tinggal ayah memutuskan resepsi sekarang atau setelah saya melahirkan,seperti keinginan Mereka"
"kalau tak memberatkan nak Zia ayah setuju Mereka menikah dulu,biar halal dan resepsinya bisa nanti di bicarakan"
"Tapi...Ayah juga meminta sesuatu,semoga tidak memberatkan"tambah Ayah Dini.
"Apa,yah"
"Pernikahan mereka dua minggu dari sekarang saja"Jawab Ayah Dini pasti.
"Ayah bukannya terlalu mendesak yah"Tanya Dini .
"Niat baik jangan di tunda,secepatnya urus syarat syaratnya"
"Ya sudah saya setuju yah,dan Bunda pun pasti setuju."
__ADS_1
Akhirnya pernikahan akan di gelar dua minggu lagi tanpa ada resepsi.
Persiapan pernikahan pun di lakukan keluarga Evan,Ziana sebagai penanggung jawab keluarga mempersiapkan semuanya,dibantu oleh Putri Gibah nya tinggal 3 karena Santi dan Emil sudah risign pindah ke luar kota di bawa para suaminya.
tinggal salsa,ziana dan Dini sedangkan Dini sekarang jadi pengantinnya.
Bunda pun sudah datang dari kota R untuk mengawasi yang kurang,Evan dan Dini melakukan pingitan.katanya biar rindu.
Sampai akhirnya waktu yang di tentukan Tiba mereka berkumpul di mesjid yang tidak jauh dari rumah Dini untuk melasanakan Ijab qabul.
Dan kata kata sah dari para saksi terdengar dan mereka dinyatakan resmi menjadi suami Istri.
Keluarga pun bersalaman,mengucapkan selamat
pada pengantin.
setelah menikamati hidangan yang sudah di sediakan Ziana dan Gerald pun pamit dengan alasan Gerald pusing.
Sedangkan bundq dan yang lainnya masih disana melakukan foto foto atau sekedar ngobrol dengan besan,sedang Putri dan Arul.memilih mencari tempat untuk nongkrong siang siang dari pada pulang.
"Liat Evan ijab Qabul kok rasanya aku pernah melakukan itu,apa dalam mimpi yah"Tanya Gerald heran.
"Jangan di fikirkan nanti.kepalanya sakit lho"kata Ziana.
"Atau mungkin Kamu pengen nikah yah..."Goda Ziana.
"Iya sama kamu tapi. "
Supir yang di depan hanya tersenyum dengar celotehan majikannya padahal Ia ingin bilang " kan itu Istri Tuan"
Ziana di tarik Gerald kekamarnya setelah sampai.
"Yang dikamarku aja Istirahatnya"
"Iya,nanti aku ganti baju dulu gerah."
"Aku bukain deh"rengek Gerald.
"ih,katanya sakit kepala?"
"Sakit kepalanya pengen di majain,kan udah seminggu dari bunda datang kita gak tidur bareng"
"Ya udah Udah"Ziana pasrah karena Gerald sudah kecanduan
"sebentar yah pengen pipis dulu"di kamar mandi Ziana menukar baju nya dengan Bathrobe yang ada di kamar mandi. sebelum berbaring di sisi Gerald Ziana menyempatkan kirim pesan pada sang bunda.
'Bun jangan keatas Zia lagi bareng Gege'
walau tak ada balasan Ziana yakin Bundanya akan mengerti pesannya.
❤❤❤❤❤❤❤
Mudah mudahan masih bisa up satu lagi kalau nggak buat besok aja yah ...
terimakasih yang masih membaca dan memberi like untuk karya aku.
__ADS_1
Love you saudug udug deh Dari aku💕💕