SAHABATKU CINTAKU

SAHABATKU CINTAKU
33


__ADS_3

Pagi hari Putri sarapan sendirian karena Ia memang telat bangun selepas shubuhan dia tak sengaja ketiduran.


"Asyik lagi sarapan kebetulan mau dong..."Tiba tiba Arul sudah duduk di sebelahnya.


"Mau makan bang ,ntar aku ambilin" Putri mau ngambil piring untuk Arul.


"Jangan yang itu aja,suapin dong..."


"Idih manja banget..."Putri mengambil nasi goreng sesendok.dan dimasukan ke mulut Arul.Sudah jadi kebiasaan arul nyomot atau minta disuapi putri.


"Put,aku mau roti aja buatin ya selai coklat keju aja"


Putri mengambil roti dan mengolesnya dengan selai.


"Ini..."Putri menyodorkan roti ke Arul Ia pun kembali menikmati nasi gorengnya.


"Cie,Akur nie abang adek"Tiba tiba pasangan pengantin baru datang.


"hehe...ini ada kaum duafa numpang sarapan"kata Putri sambil menujuk Arul.


plok...


"Sembarangan "


Arul mukul punggung tangan kiri.


"Abang sakit tau.."Putri mengusap tangannya.


"Sarapan nyonya,tuan "Arul mengacungkan rotinya.


"Gak ah kita sudah sarapan,Kak Zia mana Put?"Tanya Evan.


"Di ruang olahraga lagi treadmill,mau jalan jalam malah hujan."Jawab Putri


"Bunda?"Tanya Dini.


"Bunda masih shalat dhuha sama ngaji sarapnnya ntr siangan."


"Kekamar Bunda dulu yah din"


Dini hanya menggaguk.


"Gimana asyik?"


"apanya?masih kecil juga"


"hei,taun ini aku 22 lho"putri tak terima.


"hehe,"


"Din,apa kabar?"Bunda datang menyapa Dini.


"Baik ,bun"Dini menyalami Bunda.


"Din,mau ke rumah Ibu atau disini?"Tanya Evan.


"Aku disini aja sama Putri,sama Ka Zia"


"Ya udah aku pergi dulu yah" Pamit evan.


"Eh,mau kemana kak?baru


nongol juga.."Tanya putri.


"Ada urusan titip Kak Dini ya..put,"Evan pun keluar dari rumah.


"Ayo sarapan Din"ajak bunda.


"Nggak bun,udah di rumah"Tolak Dini.


"Put,ayok ke kamarmu"Ajak Dini.Eh dimana mana yang ngajak kan yang punya kamar.


"Aku mau cerita,tapi janji jangan bilang siapa ok,just you and I"Kata Dini.


"Ya ampun 4 hari nikah dah main rahasia rahasiaan"


"Ini soal Evan.."kata Dini.


"kenapa?"

__ADS_1


"Aku rasa dia punya wanita simpanan"bisik Dini.


"Mana bisa?kalian aja menikah baru empat hari masak sih dah ada pelakor"


"Stttt"Dini merapatkan telujuk dan bibir.


"Kemarin aku tidak sengaja melihat notif masuk,isinya Rahma kangen kok...pengirimnya Rudi"


"Kok....apa?nanggung sih"Rutuk Putri.


"Namanya aja baca notif kalo ke baca semua centang birukan"Aku sengaja ga baca.


"Terus??"


"Karena kemarin aku tahan evan pergi jadi Dia batal pergi,Dan akhirnya sekarang Dia pergi"


"Bilang mau kemana?"tanya Putri.


"Iya,mau ke rumah Rudi,ada perlu katanya"


"Nggak cerita tentang Rahma?"Dini menggelengkan kepala.


"Aku curiga Dia masa lalu evan yang kembali"


"Emang kak Dini pacarannya dah berapa lama sih,kok nggk tau masa lalunya"


"Aku kenal sebelum kak gerald sama Ziana pacaran,Baru pacaran setahun kurang tepatnya delapan bulan lah"


"kita lacak aja sih hp nya biar tau Ka Evan dimana"


"APa nama Emailnya?"Dini menyebutkan emailnya.


Dan terpangpang dimana Evan berada tepatnya telponnya sih yang ada disana Evannya gak tau yah.


"Nih di jalan C,xxxxxxx"Hp nya berada.


"Oke apa kita kesana atau.lacak aja,kita kesana di anter supir kaGe aja"


"Sebentar aku mikir dulu"kata Dini.


"Aku harus gimana ya Put"


Sejam Dini berfikir


"kalau terbongkar Aku harus gimana cerai?"


"Jangan gegabah kak,nggak baik masak belum seminggu mau jadi janda"Kata Putri.


"Bertahan bikin aku sakit,put"lirih Dini.


"kak hp bergerak nih,kayaknya ka Evan pergi atau pulang nih"


"eh nggak pulang kayaknya jauh jalan pulang"kata Dini.


"Tuh berenti di Queen atau Di internasional M*****l ini"Kata Putri lagi.


"Daripada menebak mending kita ikuti aja,Aku bilang mau pergi minjem mobil kaZi aja yuk"


"Aku bilang dulu sama Kazi"Putri meninggalkan kamar naik ke ka.ar Ziana.Di luar perkiraan Ziana dan Gerald duduk di sofa depan tv dan saling berpelukan.


"Ada apa Put,"Ziana tersentak.


"Maaf KaZi aku mau minjem mobil sama supir boleh gak"


"Oh,boleh lah panggil pak iman"Jawab Ziana.


"Kemana Put?"Tanya Geralld mencairkan suasana yang kaku.


""ada perlu,aku pergi sama Ka Dini"


"Oh iya hati hati"Kata Ziana.


"Makasih KaZi,Oh iya tenang KaGe aku gak.liat apa apa deh tenang..."Ia merapatkan mulutnya.


Gerald hanya memberi jempol.Dan ziana tersenyum karena Ia tahu Putri menenangkan Gerald agar tidak panik.


"Amankah Putri tahu?"Tanya nya.


"Tentu sayang,yang bawa dia kamu,aman aku percaya sama Dia"Gerald pun terlihat tenang.

__ADS_1


"Dikamar aja yuk sayang"rengek Ziana.Gerald pun menunntun Ziana masuk ke kamarnya.


Di mobil Putri memberi alamat yang tertera dilayar.


"Di peta kayak ada kios seblak gitu di depan rumahnya,Seblak zara" kata Putri.


"Ah itu kiosnya Dini menunjukan sebuah kios"


"Jadi rumahnya antara ini dan itu"Kata Putri.


"Pak amin,bapak pulang aja yah nanti kalau urusan kami beres kita telpon bapa deh"Kata Dini.


"Iya non"Mobil pak Amin pun meninggalkan mereka berdua.


"Kita ke kios seblak dulu"Ajak Putri.


"Bu,kita mau seblak sama thai tea"Putri memesan makanan.


"Yang pedes ya bu"Iya neng makan di sini?atau di bungkus?"


"Disini aja bu"Jawab Dini.


tujuh menit kemudian makanan pun tersaji plus minuman yang di pesan.warung terlihat sepi jadi Dini dan Putri menikmati makanan.


"Maaf bu,Ibu kenal gak sama Rudi?"


"Oh,Rudi mah rumahnya disana"jawab Ibu seblak.


"Apa punya sodara perempuan ya bu?"


"Sodaranya mah namanya Rahma adiknya Rudi"


deg ...deg..Jantung Dini berdetak kencang.


"Udah nikah belum bu"Tanya Putri.


"Belum,seumuran adik ini"Ibu menunjuk Putri.


"gimana kita tunggu kayaknya Belum pulang lagi "Bisik putri


"Tunggu aja..."Pinta Dini.


Dini hanya mengangguk.


"Bu kita boleh duduk disini,sambil menunggu orangnya datang"


"Boleh,duduk ajalah temenin ibu dagang juga Masih bellum ramai."kata Ibu.


"Sampai jam berapa bu,dagang tiap harinya?"


"Jam enam kadang jam delapan kadang sampai tengah malam"


"wah gak capek bu?"tanya Dini.


"Capek neng tapi kalau ada hasilnya ya seneng kan kalau malam anak sama suami saya ikut ninggu kios"


"Waktu jaman Rudi kuliah temen temennya dateng mereka begadang,beli seblak ke sini sampai pesan 20 bungkus"


"Wah kayak pesta dong."


"Iya temenya banyak gantian katanya mereka itu maen Ps"


"Ganti ganti orangnya pulang ini datang ini"


"Seneng banyak temenya yah"


"iya sampai ada yang ibu kenal tuh ivan namanya jesini dari kuliah suka beli seblak minuman kata anak saya mah pacar Rahma,eh sekarang jadi bos dia dateng juga sekarang pake mobil bagus "Si ibu seblak berbicara lempeng.


Deg


"Jadi mereka pacaran,tapi kenapa Evan ngajak nikah aku"Dini membanthin.


seakan mengerti Putri mengusap bahu Dini agar bersabar.


Putri yang jelas tidak tau menahu masalahnya ambigu.


❣❣❣❣❣❣❣❣❣❣❣❣❣


di jadiin dua bab yah sabar....love you sa idug udug.

__ADS_1


Bi uwi


__ADS_2