SAHABATKU CINTAKU

SAHABATKU CINTAKU
48


__ADS_3

Seminggu telah berlalu Ziana kini dalam mode perang pada suaminya pasalnya Gerald selalu menunda nunda acara konsul dengan dokter kandungan,padahal jelas jelas Ziana ingin membuka alat kontrasesi untuk Promil.


Berbeda dengan Ziana,saat Dini sedang ketar ketir wanita yang bernama Asilla mulai menghubungi Evan lagi.


Asilla


📲 Evan aku ingin ketemu hari ini


anda


📲 pulang kerja mau ketemu dimana?


Asilla


📲kerumah aku aja,kalau diluar takut banyak yang lihat maklum kamu populer 😁


anda


📲bisa aja.tunggu aku di rumahmu.


Kemudian muncul muncul emot dan stiker yang unfaedah.


Dini meremas roknya.amarahnya sudah sampai di ubun ubun.


"Yaa Allah aku harus gimana?"tanya dalam hati.Ia bingung karena melabrak wanita itu belum cukup bukti yang akurat.


Suamiku


📲Aku ada perlu sebentar pulangnya rada telat maaf.


anda


📲 Ya


jawab Dini singkat.karena Ia sudah tahu suaminya akan pergi kemana.


Mendung ...Dini sudah sampai di apartemennya.sebuah foto laporan Evan sudah sampai di rumah silla pun terkirim.


disebuah perumahan kecil type 36.Evan bertamu dan seorang wanita berpakaian mini dress menyambutnya.Evan pun duduk di sebuah sofa.


"Maaf ya inilah rumahku sekarang"Sila memperkenalkan rumahnya.


"Kamu sendiri?dimana anak mu?"Tanya Evan mengurai ketegangan karena pakaian silla membuatnya gugup apalagi mereka hanya berdua.


"Dia sama papanya,adi tidak percaya anaku di asuh olehku,makanya aku kesepian dan Adi menutup akses aku untuk ketemu dengan anakku"Evan terharu dengar cerita Silla.


"yang sabar sill"


"Aku sekarang terpuruk banget deh van,suami ku tidak memberikan harta gono gininya sama aku,bahkan keluarganya pun gak peduli sama aku,aku sekarang ingin kerja,apa ada lowongan?"

__ADS_1


"Sepertinya belum ada"jawab evan.


Sella menyilangkan kakinya,rok.yang memang pendek semakin tertarik keatas .


"Aku butuh uang untuk hidup,sebelum aku kerja,dan mungkin aku nggak akan pilih pilih kerja,asal bisa masuk kerja juga sudah untung"


"Kamu perlu berapa?aku akan meminjamkan mu uang"Kata Evan yang merasa iba dengan temanya itu.


"Aku butuh...."


"sepuluh juta cukup?"tanya Evan.


"Keuanganku diatur istriku jadi aku tak punya banyak pegangan."


"Kamu takut sama istrimu Van?"silla terkekeh.


"Bukan masalah takut,tapi lebih ke Dini pintar mengelola uang,pendapatan kami sebagian di investasikan jadi ada masukan selain gaji."


"Boleh juga"Puji Silla.Ia merasa iri mendengar Evan memuji Istrinya.


Evan kemudian mentransfer sejumlah uang ke rekening Silla.


"Makasih Van nanti akan ku cicil setelah kerja"


"Aku pulang yah,Sudah malam.istriku menunggu aku"


"Jangan kita makan dulu aku masak seada adanya,ayo lagian diluar hujan angin,kayaknya hujan es deh berisik gitu."Asilla melihat kearah jendela.begitupun dengan Evan ,Ia membenarkan bagaimana bisa Ia menerobos hujan dan angin.


'Mereka masih di dalam rumah hujan sangat deras. '


Dini begitu kesal dengan laporan dari orang suruhannya.Berduaan didalam rumah dengan cuaca yang mendukung.Apalagi yang terlintas dari pikiran buruknya selain Suaminya sedang berselingkuh.ditambah adanya Notifikasi dari e banking kalau transferan sepuluh juta telah berhasil.


"Waw hebat sekali kau Evan"Dini geram membayangkannya Ia percaya akan ada lagi transferan transferan selanjutnya.


Sementara dikamar kayla yang sedang di bujuk oleh pengasuhnya karena sudah satu jam rewel dan menangis tak henti.


"Kenapa kay.."Kata Dini pada pengasuhnya.


"Gak tau bi,kok nagisnya ga berenti"Jawab Titi sang pengasuh.


"Sini berikan sama aku"Dini menggendong kayla.


"Kenapa hmm,gak panas,gak kembung"kata dini pada Kayla .Ia pun memberikan langsung asi pada Anaknya.


Hujan turun begitu deras,Evan dan silla masih berduaan tapi sekarang posisnya lebih intim sekarang silla berada di pangkuan Evan saling membelit dan ******* melupakan dosa dan janji perkawinan.bahkan Evan merasa yang berada di pangkuannya adalah Dini istrinya hingga tak sungkan menjamah merayap ke berbagai arah....terhanyut dengan dosa yang di perbuat sampai suara tangisan bayi dan panggilan papap menyadarkannya.


"Kay,...."Evan lirih,sejenak terdiam.


"Kita selesaikan beib"Asilla berbisik ke telinga Evan tangannya trampil membuka belt yang ada di pinggang Evan.

__ADS_1


"Maaf sil,aku harus pulang"Evan bangun dan meraih kemeja yang tergeletak di sofa.Ia bangun dan pergi ke kamar mandi meninggalkan Asilla yang duduk dengan dada yang sudah polos.


ada kesal karena nafsu dan tujuannya belum tercapai dan Evan mengakhirinya begitu saja.


Setelah memperbaiki pakaian dan mencuci wajahnya Evan pun pamit.


"Maaf,untuk semua yang terjadi aku harus pulang sekarang"Pamit Evan ketika silla mencoba menghalanginya,dan pakaiannya di biarkan berantakan.


"Datanglah jika kau butuh aku siap jadi wanita kedua mu"kata Silla denga tak tau malunya.


Evan hanya diam keluar dari rumah Silla walau hujan masih turun menyisakan gerimis.


"Yaa Allah kenapa aku bisa lakukan itu"Evan menggumam. dijalan sedikit macet karena ada pohon yang tumbang.Evan mengambil hp yang sejak tadi tertinggal.di dalam mobil.


"yaa ampun"Evan kaget lebih dari lima belas kali istrinya memanggil.


Ia segera mendial no.istrinya tak.ada jawaban di sana.


"Apa sudah tidur"Dilirik jam tangannya waktu menujukkan jam setengah sepuluh malam.


Evan masuk kedalam kamar dilihat Dini sudah tidur dibalik selimutnya.Ia masuk ke kamar mandi terdengar suar gemercik air disana.Dini yang pura pura tidur hanya tersenyum kecut,Ingin sekali Ia marah atau bahkan ngamuk tapi Ia coba pendam amarahnya,walau pun hatinya menjadi sesak.


pagi harinya Dini dan Evan berada di meja makan dengan berpakaian layaknya untuk ke kantor.


"Ti,Kayla sudah bangun?"Dini menyapa pengasuh anaknya.


"Belum bu mungkin masij cape malam menangis kejer.Evan kaget kalau Kayla bayi yang biasa anteng itu menagis semalam.


"Kenapa Dia sakit?"Evan bertanya pada Dini.


"Nggak tau nggak panas,nggak kembung tau tau kejer kaya ada apa gitu"Jawab Dini dingin.Evan tak enak hati dengan sikap Dini.


"Kamu marah aku pulang telat?"kata Evan mulai kesal dengan wajah Dini yang tidak bersahabat.


"Ya pikir ajalah sendiri"Dini berdiri dan pergi begitu saja tanpa pamit atau mencium tangan Evan.


"Ok aku minta maaf pulang telat,lagian aku cuma ngopi sama makan aja kok,hanya karena hujan deras aku ga bisa pulang."


"Ya udah kalo menurut kamu benar,kalau pun kamu berbuat yang nggak benar dan mulai macam macam,gampang kok buat aku tinggal pergi dari sini,beres"Dini pun keluar setelah supir sudah menjemputnya.


"Eh,apa maksud kamu yah"teriak Evan,tidak terima karena menurutnya Dini mengajaknya ribut. sayangnya Dini tak.menghiraukan teriakan Evan.


"Apakah Dini tau kelakuan ku semalam?"tannya dalam hati.


"Ah nggak mungkin Dini kesal saja karena kemarin panggilannya tak diangkat."Evan menghibur dirinya sendiri,Ia pun keluar dari rumah setelah berpamitan dengan art,dan pengasuh anaknya karena Kayla seperti yang marah padanya,waktu verangkat pun belum buka matanya.


❣❣❣❣❣


part ini beraroma pengkhianatan mau nya lebih dari ini,tapi aku keburu nyesek aku tuh nggak kuat kalau cerita pengkhianat begini.

__ADS_1


......


*Bie uwi*


__ADS_2