SAHABATKU CINTAKU

SAHABATKU CINTAKU
61


__ADS_3

Malam ini resepsi Putri dan Arul digelar sangat mewah,semua yang menyangkut keluarga besar satria dan Pratama diundang. di pelaminan Gerald dan Ziana mendampingi Putri menjadi walinya tadinya Anwar yang ditunjuk tapi Dia menolak dan mempersilahkan Gerald untuk mendampingi Putri di pelaminan.Tidak hilang senyum keluarga menyambut tamu yang begitu banyak keluarga Putri sendiri merasa tidak percaya kalau sepupunya menikah dengan orang yang sangat kaya berasal dari Ibu kota.selama ini mereka tidak perduli dengan keberadaan Putri,hanya Ibu Anwar yang peduli walau pun cerewet.makanya Putri dan Anwar begitu dekat.Dan Ibu Anwarlah yang mengajak Putri kekota meneruskan sekolah dan Kuliah meski harus sambil bekerja jadi pelayan di sebuah rumah makan.


"Cantik kali bibi kita.."Kata salah satu keponakan Putri.


"Iya tapi kita juga cantik di dandani seperti ini,Ayuk kita cari spot buat selpi"Ajaknya.


"Tapi jangan jauh jauh nanti tersesat kita"


"Masih di ruangan tak mungkin tersesat kau ah"


Mereka pun mencari tempat untuk.berfoto karena mereka akan banyak bercerita di kampung nanti.


Berbeda dengan Ziana,sejak tadi sambil tetsenyum menyalami tamu ,air matanya tak henti mengalir.Awalnya Gerald kaget,tapi karena sudah tau itu hormon dari wanita hamil Ia pun tenang,sejak seminggu yang lalu Ziana di periksa bahwa Ia sudah mengandung tujuh minggu terjawablah semua tentang cepat sedihnya Ziana yang membuat Gerald heran.


"Kalau capek istirahat turun yuk"Ajak Gerald.Ziana menolaknya.


"Aku mau nemenin Putri disini"tolaknya.


"Ya,boleh tapi kalau lelah bilang kasian tuh baby kita honey "


Ziana mengangguk.


resepsi semakin meriah karena di pandu oleh host yang biasa terlihat di tv sekarang dilihat langsung,apalagi band dan penyanyi terkenal pun ikut memeriahkan acara.Arul anak tunggal tidak salah kalau keluarganya menggelar acara mewah,tadinya acara akan berlangsung tiga hari tapi Arul menolak takut Dia dan Putri kelelahan.


menjelang tengah malam acara selesai keluarga Putri pun berpamitan karena pagi pagi mereka harus pulang dengan penerbangan pertama.


selesai shalat subuh Putri kembali meringkuk padahal rencananya Ia dan Arul mengantar keluarga Putri ke Bandara tapi karena semalaman Mereka belum tidur jadilah mereka terkapar diranjang.


๐Ÿ“žSaripah


"Halo,Put masih tidur?"


๐Ÿ“žPutri


"Hmm,dah subuh ketiduran"


๐Ÿ“žSaripah


"Ya udah kita pamit,nggak usah nganterin kita udah sampai bandara kok,selamat bersenang senang cepet punya momongan"


๐Ÿ“žPutri


"Eh,dah pada pulang?"


๐Ÿ“žsaripah


"Iyalah nyonya,udahlah,salam dari kita disini bilang sama tuqn Gege dan istrinya juga suami kamu makasih untuk semuanya juga souvenirnya juga"


๐Ÿ“žputri


"Iya deh,selamat jalan maaf gak jadi nganterin."


Telpon pun terputus Putri pun melanjutkan tidurnya.


Jam 11 siang Arul membangunkan Putri karena mereka belum sarapan apalagi kegiatan semalam menguras energi yang banyak.


"Yang,bangun dah siang ini"Arul menepuk nepuk bahu Putri pelan pelan.


"Hemm,bentar lagi bang tanggung"Putri masih menutup matanya.


"Is bangun dulu abang lapar,gak bangun abang telanjangin nih"

__ADS_1


Putri membuka matanya,dan duduk.


"Apaan sih,telanjnag telanjang"Pipi Putri merab karena malu.


Arul malah senang melihat putri blushing.


"Cuci muka sana kita makan"


"Iya" Putri pun bangun dan pergi ke toilet.


"Sekalian abang pesan makan siang aja udah siangkan"


Putri hanya mengangguk.


"Bang kita ketiduran jadi ga nganterin ke bandara."


"Iya abang juga mgantuk banget tadi"Kekeh Arul.


"Tapi barusan Anwar kabarin dah nyampe di rumah katanya"


"Ya syukur Alhamdulillah pulang selamat"kata Putri.


"nanti kalau lebaran boleh pulang kampung?"


"Tentu yang,sekarang aku punya tempat buat mudik kalau hari raya"Arul tersenyum lebar.


"Sa ae"jawab putri singkat.


"Makannya yang banyak karena kita butuh tenaga"Bisik Arul.


"Abang,kesana mulu deh ngomongnya"Putri malu karena Arul bicaranya kearah mesum.


Arul tertawa puas membuat Putri kesal.


"Itu mah harus yang.."Kata Arul memeluk Putri dari belakang.


"udah ah habis ini aku pengen berenang "


"nggak boleh ini tempat umum,nanti di rumah aja "cegah Arul.


,"Dipijit aja yah"kata Arul.


"Boleh tapi bentar lagi,baru beres makan."


Putri menikmati pijatan suaminya mungkin karena seharian kemarin seharian banyak berdiri ditambah pertempuran semalam tubuhnya terasa remuk.


"Bang,enak banget mijitnya"Puji Putri.


"Ya iyalah spesial buat istri tercinta,tapi gak geratis ya."


"Jangan di omongin lagi bang,kan abang sekarang mah banyak pamrih"


"Ya ga apa apalah"


"Iya,kan punya abang tapi abang bikin aku gempor deh"keluh Putri.


"belum terbiasa,ntar mah kalo gak dapet jatah pasti nagih yang"


"Ih masak sih"


"Kan udah ketemu enaknya yang.."

__ADS_1


"Tuhkan mesum lagi...


"Biar cepet jadi anak harus banyak banyak mesum yang."


*


*


Ziana duduk di ruang tengah matanya tertuju pada tart yang di bawanya dari resepsi pernikahan semalam tart nya nggak dia sentuh apalagi di makan.


"Kenapa Mom,katanya pengen bawa kok cuman dilihat gitu aja"


"Nggak Dad,aku kan cuma mau bawa nggak pengen makan kuenya"Gerald hanya mengeritkan jidatnya.kehamilan istrinya kali ini membuat hatinya ikut ketar ketir.mood yang kadang baik kadang buruk membuatnya ikut bersabar.


"Mom,ken mau tue itu"Kenzo menunjuk pada kue yang di meja kasih lilin tiup tiup ya mam"


"Happy besdey kenzo..."Kenzo bertepuk tangan sambil bernyanyi layaknya ulang tahun.Semua pun tertawa.


"ya udah potong bagi bagi aja yah...mommy udah ko liatinnya"


Dan akhirnya Kue itu dieksekusi.


"Mommy mau ken suapin"Kenzo memotongnya dan di berikan pada Ziana.


"Makasih kenzo"Ziana menghadiahi ken dengan ciuman.


"ini kue dari mana mam enakk"


"Kue dari ateu Putri dan Oom Arul"Jawab Ziana.


"yang tinggi itu?"


"Kok bisa ambil?Kan tinggi"


"Bisalah,kan daddy ken hebat"Kata Gerald nyambung.


"Daddy ambil?"


"No dad,gak boleh ambil ambil punya orang"Kenzo mengacungkan telujuknya.


"Bilang dulu sayang gak langsung ambil"


"Oh,minta kok minta minta malu"kata Ken tak terima.


"Daddy minta buat Mommy katanya pengen kue yang paling atas,"


"Mommy nanti lagi jangan minta tapi beli aja,yah"Kenzo menasehati Ibunya.


"Oh iya,lain kali Mommy beli,pintarnya anak mommy"Ziana mengusap kepala anaknya yang belum genap empat tahun itu.


"Udah besar anak mommy yah" air mata Ziana mengalir di pipinya dan Gerald pun menghapus air matanya. juga mengusap perut Ziana.Kehamilan kali ini ziana sedikit melow,Dalam sehari Ia bisa nangis beberapa kali dengan alasan yang tak jelas hingga gerald harus ekstra sabar menghadapinya.


"Love you honey"Ia mengusap ngusap punggung punggung Ziana.memberinya ketenangan.


"Aku juga cinta sama kalian"Kata Ziana bukan berhenti menangis,Ziana menenggelamkan wajahnya di dada Gerald dan menangis sejadi jadinya,kalau sudah begini Gerald hanya pasrah menunggu mood Ziana kembali baik.(Yang sabar yaa Dad!)


๐Ÿ’•๐Ÿ’•๐Ÿ’•๐Ÿ’•๐Ÿ’•๐Ÿ’•๐Ÿ’•


jangan bosan yah aku sama cerita aku walau selow motion.


Love saudug udug buat kalian.

__ADS_1


~Bie Uwi~


__ADS_2