
Di kamar Ziana sedang asik dengan perutnya yang rata.
"Ngapain yang nggak ada kerjaan ,tidur sini aku peluk"Gwrald menepuk bantal di sebelahnya.
Ia menghampiri ranjang,dan mematikan lampu kamar di gantikan lampu meja saja.
"By,kalo kontrasepsi di lepas boleh nggak"tanyanya.
"Lho kenapa?gak cocok"tanya Gerald.
"Aku pengen punya bayi lagi,by kalau bisa perempuan kaya kayla."
Gerald hanya diam,punya anak lagi tak terpikirkan olehnya.Ia takut kejadian Ziana melahirkan Kenzo terulang lagi.
"Nanti kita bicarakan lagi yah,sekarang istirahatlah,besok kan harus kerja"
Mereka pun saling memeluk dan memejamkan mata.
Dirumah dan kamar yang berbeda.
Dini pura pura tidur,Ia sedang memperhatikan Suaminya yang tingkahnya mencurigakan.
Hampir sebulan ini Evan berbeda Ia lebih sering menatap hp tapi bukan sedang main game online,Dia seperti sedang asik berbalas Chat,hal yang jarang dilakukanya dulu.
"Belum mau tidur pa?Dah malem lho ini besok ngantor,gak cape gitu seharian nyetir"Kata Dini,sedikit mengejutkan evan.
"Oh iya ,ayo "Evan menarik tangan Dini.
mereka pun sudah di posisi berbaring dan berpelukan.
'Sepertinya ada yang harus aku selidiki,kamu mencurigakan'kata bathin Dini.kemudian Ia memejamkan mata berusaha untuk tidur.
"Aku ingin semua aktivitas diluar rumah dan kantor di pantau tak ada yang terlewatkan"kata Dini.
Ia mendatangi sebuah agen detektif yang biasanya di minta untuk menyelidiki satu perusahaan atau orang orang di curigai menyalah gunakan kekuasan di pekerjaanya.
"Ini mudah nyonya,karena anda pelanggan kami, saya terima job ini"Kata orang yang bernama joe itu.
"Tapi saya yakinkan anda sudah siap jika kecurigaan anda benar,ini akan berakibat buruk untuk rumah tangga anda nyonya?"
"Itu sudah saya fikirkan dan saya sudah siap dengan hal terburuknya"Jawab Dini mantap.
"Baiklah tunggu kabar saya selanjutnya,dan ini alat komunikasi suami anda sudah di sadap"Dia menyerahkan laptop Dini.
"Terimakasih,saya permisi"Dini pun pamit.
Pulang kantor Evan menghubungi Dini karena hari ini ada acara di sebuah cafe dengan atasannya.
Dini dan Evan memang satu perusahaan tapi beda tempat kalau Evan Wakil direktur keuangan kantor cabang sedang Dini Sekretaris utama di kantor Pusat bersama Gerald dan Ziana.
"iya take care pap"Jawab Dini.
Ia tidak mempercayai semua yang dikatakan Evan,karena tadi Ia membaca pesan di nomor Evan Ia akan makan di cafe Good days yang tempatnya lumayan jauh tempat tinggal mereka tepatnya hampir di pinggiran kota.
__ADS_1
Baru saja Evan berangkat satu jam yang lalu Foto foto Dia bersama wanita itu telah terkirim ke ponsel Dini.
Namanya Asilla
Janda cerai satu tahun yang lalu.
belum lama ini terlibat skandal dengan seorang manager keuangan di
sebuah perusahaan tapi tidak lama karena keburu ketahuan Istrinya.
wanita hedon,matrialistis,mencari lelaki yang dianggapnya bisa memenuhi kebutuhan hidupnya.punya satu anak tinggal bersama mantan Suaminya.
Begitu laporan biodata sang pelakor yang Dini dapatkan dari Joe.
"Kamu mulai main api Evan,ini sudah yang ke dua sayang,kamu yang memilih baiklah"Dini menutup laptopnya.
Ada rasa nyeri dan sesak di dadanya mengenal Evan selama tiga tahun tidak cukup baginya tahu bahwa Evan bukanlah lelaki setia.
Ia menghapus air matanya.dan keluar dari kamarnyq setelah menyimpan Laptopnya kembali di lemari.
Dini masuk ke kamar kayla yang sudah tertidur pulas.
"Bu,..."Titi sang pengasuh terbangun.
"Tidur lagi,aku hanya mau bawa kayla ke kamar"Kata Dini.
Ia pun keluar dari kamar Kayla meninggalkan Titi yang tidur lagi.
"Baru pulang Pap?"sebuah pertanyaan mengagetkan Evan.
"Iya,maaf malam banget pulangnya abis tadi telat datangnya"
"Oh,hati hati jangan dibiasakqn pulang telat nanti lama lama nggak pulang"celetuk Dini tajam.Evan sedikit terkejut mendengarnya.
"Mau mandi aku siapkan air hangatnya."Kata Dini.
"Nggak besok lagi deh mandinya,cuma mau gosok gigi aja sama cuci muka"kata Evan.
"udah shalat Isya?"Evan mengangguk.
"Di cafe mana sih jauh nggak?"Kata Dini basa basi.
"Deket kok,di jalan Sss"jawab Evan.
"Oh,"Dini pun tersenyum,sehari ini sudah berapa kali kamu bohongi aku Evan.
"Yang,kamu kenapa wajah,mata hidung kamu merah merah habis nangis?"Evan kaget ketika baru sadar wajah istrinyq tidak seperti biasanya.
"Aku tadi baca novel,biasa soal perselingkuhan nguras emosi banget jadi baper"jawab Dini sambil kembali menyelimuti dirinya.
"Kemarin kemarin film mini seri,sekarang novel,yang bikin kamu baper"Kata Evan.ssambil bergeser mendekatkatkn dirinya ke tubuh Dini.tangannya mulai merayap,sebenarnya Dini ingin menghempaskannya.tapi Ia tahan bukan kah dosa menolak suami?Tapi sekarang Ia sedang muak dengan suaminya.
Akhirnya Dini membiarkan Evan menguasai dirinya.kangen kah Evan?Atau mengobati rasa bersalahnya pada Dini atas kelakuannya hari ini.
__ADS_1
Asilla
📲 makan siang bisa ketemu?
Anda
📲 lagi banyak kerjaan.
Asilla
📲hmm,gimana nanti sore?
Anda
📲Aku mau pulang cepat kasian
Dini,aku pulangnya telat terus.
Dini membaca pesan yang di terima Evan.Dan tersenyum kecut.
Masih tahu kasian kamu sama aku? Dini pun melanjutkan pekerjaannya.
Sore hari Evan pulang tepat waktu,Ia pun sedang bermain dengan putrinya Kayla,rasa kesal pada Evan pun menguap Dini jadi melupakan kekecewaan yang kemarin Ia rasakan.
"Yaa Allah sadarkannlah dia jika jodohku,aku tak ingin menderita,aku juga tak ingin sakit hati."Doanya dalam hati.
"Aku harus gimana,aku harus apa?"Dini merasa bingung tapi matanyamasih tertuju pada papa dan anak itu.
"Mamam,***** bobo"Kayla menghampirinya.
"Sini,"Dini mengeluarkan benda bulat itu dari sarangnnya dan kaylq pun menghisapnya dengan kuat.
"Sayang cape mainnya yah"Dini menciumnya dan membaringkan tubuh anaknya di ranjang Mereka.
"Akhirnya bobo juga cantik papap"Evan mencium pipi anak nya yang tengah terlelap.
"Jangan ganggu nanti bangun lagi"
cegah Dini.
"Ya udah, mamam aja yah papap cium"Dini memukul bahu Evan.
"Genit"Evan hanya terkekeh.Ia pun memeluk Dini dari belakang.
"Seandainya kita begini terus,tanpa ada orang ketiga yang kamu hadirkan,Evan"Kata Bathinnya sambil menutup mata.
❣❣❣❣❣❣
Tak ada pernikahan yang sempurna bukan?begitu pun dengan Dini dan Evan di buat sedikit berkonflik biar nggak Flat sama bosen masalahnya Gerald ama Ziana yang lagi bahagia.
makasih yang masih menyimak love you saudug udug dari qku
*Bie uwi*
__ADS_1