
Setelah Dijemput Anwar merekapun kembali ke kampung kakeknya.Putri menceritakan rencana kepergiannya ke Ibu kota bersama Gerald.
"katanya akhir bulan kok minggu depan sudah berangkat"
"Kak arief supir truk itu bilang jadwalnya sabtu sekarang kek,kalau tidak berangkat sekarang Kita nunggu lagi lama"
"Kamu yakin akan pergi"Putri mengangguk yakin.
"Putri sudah punya bekal kalau gagal Putri kembali,yang penting kak Gerald pulang."
"Baiklah,kakek setuju saja,kapanpun kamu pergi pesan kakek hati hati jangan lupakan Shalat biar Allah membantumu"Putri mengangguk.
"Kak sarah,kak Anwar Putri titip Kakek"
"ya tentu akan aku jaga Kakekku jangan khawatir"
"Kalau kamu sukses jangan lupakan kami yah"Sarah memeluk sepupu iparnya.
"Tentu,diantara semua kakaklah yang paling aku sayang"Kara Putri tulus.
"Nanti aku tulis no hp kak Anwar dan kak sarah,kalau sudah punya hape aku hubungi kalian."
Hari keberangkatan pagi pagi sekali sudah bersiap siap Putri membawa tas ransel besar berpamitan dengan kakek, kakaknya dan saudara sekitarnya.
Di tempat yang di tentukan Putri menunggu kedatangan Arief setengah jam Ia menunggu truk yang di nantikan datang.Gerald dan Putripun naik.
"Kernet abang kemana Kak?"Tanya Putri.
"Di mobil belakang Aku titipkan nanti kalian turun baru naik lagi"Jawab Arief.
"Maaf,jadi merepotkan"
"Nggak apa apa sudah biasa ada yang numpang lintas prov gini"
"Kamu sudah tau,alamat rumahnya?"
"Sudah, untung Kak gerald ingat alamat rumahnya."
"Syukurlah,kalau kamu mengalami kesulitan hubungi Polisi katakan yang seadanya biar di bantu"Putri pun mengangguk.
"Maaf kalau tidak nyaman ya KaGe"Putri melihat ke arah Gerald yang sudah pulas,karena sebelumnya Putri sudah memberikan Obat tidur agar Gerald merasa nyaman.
"Di kapal,ada tempat tidurkah?"Tanya Putri.
"Ada kalian bisa Istirahat nanti"
"Besar hati kamu perempuan, merantau jauh jauh,aku salut"
"Hidupku sudah tak punya Ayah dan Ibu,jadi tinggal mengadu nasib saja"
"Semoga kamu beruntung"
Tiga malam tiga hari mereka berada di laut lepas dan akhirnya kapal berlabuh di tempat tujuan.(aku nggak tau perjalannan dari mana kemana ini cuma halu Author,bahkan Author belum pernah naik kapal laut"
Truk Arief Keluar dari kapal menjauhi pelabuhan dan Ia menepikan mobilnya.
"Kita berpisah di sini maaf aku gak bisa antar ke tujuan,Aku sudah manggil taksi perjalanan di lanjutkan naik taksi berikan alamat tujuan hati hati barang dan uang kamu"
"Terimakasih kak,"
"Aku ingin kita ketemu kamu dah sukses jaga diri"Arief menyalami Gerald dan Putri.
Putri melihat Gerald berbinar sepertinya Ia mengenal kota ini tidak bingung seperti sebelumnya.
"Ka Ge hapal tempat ini"
"Tentu,ini kan jalan ke rumahky aku rasa aku sering melewatinya."
Satu setengah jam mereka sampai ke tempat tujuan.setelah membayar mereka pun turun.
"Yang mana pak,alamatnya"Putri bingung karena supir taksi itu menurunkannya di depan hotel.
__ADS_1
"Hotel ini neng"supir menujukan.
"Hah??!!"
"Ka Ge,ga salah ini hotel bukan rumah"
"Sebentar aku juga bingung kenapa rumahku jadi begini"lemas itu yang di rasakan putri.Ia bingung apa yang harus dilakukan sekarang.
"Ya sudah,kita menginap dulu semalam disini aku sudah lelah kak,lagian ini hotel kecil tidak akan menguras semua uang kita"
Setelah menanyakan harga permalam Putri memutuskan untuk menyewa satu kamar saja.
Kamar hotel yang menurut putri Mewah kamar mandi yang bagus.
"Kak,mau makan?"Gerald menggelengkan kepala.
"Ya udah,minum obatnya dulu"
"Maaf ya Put, aku juga heran kenap rumahku jadi begini?"
"Mungkin kakak salah, istirahat dulu nanti kita pikirkan harus gimananya."
Putri melihat Gerald tertidur pulas,ada rasa iba dan khawatir. mungkin harus pergi ke kantor polisi.
Gerald kecil berada di kolam renang bersama Papi Maminya Gerald berlomba berenang bersama papinya dan disemangati oleh Maminya. setelah puas berenang mencicipi cemilan,yang tersedia tiba-tiba seorang wanita menghampirinya dan dan menggandeng tangannya.
"Mami...papi..."Gerald kecil berteriak.
Tiba tiba Gerald melihat wajah wanita yang membawanya
"Tante Nuril???"Ia kaget karena yang membawanya adalah Tantenya.
"kak Ge..."seseorang menepuk pipinya.
"Tante..."teriaknya.Putri kaget.
"Ada apa kak,ini aku Putri"Putri menyodorkan botol minum ke Gerald.
"Put,Tante Nuril"katanya.
"Siapa tante Nuril?"Tanya Putri.
"Adik papi Aku lah"
"Dia disini?"
"Iya sama di kota ini."Jawab Gerald.
"Kakak tau alamatnya rumahnya?"
Gerald mengangguk.Putri menulis alamat yang di berikan Gerald.
"Mau cari sekarang atau besok kak?"
"Sekarang,saja"
"Ya sudah siap siap dulu,sebentar lagi magrib,Putri mau minta pesankan mobil buat cari alamat ini."Putri keluar dari kamar menuju resepsionis untuk meminta pesankan Taksi.
setelah siap mereka pun berangkat,sampai di depan rumah kembali hati Putri ciut alamat yang gerald sebutkan adalah kawasan elit rumahnya besar besar sampai Putri kembali tak yakin.
setelah membayar ongkos taksi putri berpesan pada supir taksi untuk menunggu karena takut alamat yang di berikan salah.
"Maaf,apa ini rumah Ibu Nuril?"Tanya Putri ragu.
"Iya, ada apa?"seorang petugas Security menjawab tegas.
"Apa Beliau ada?"belum terjawab seorang lelaki keluar dari gerbang rumah besar itu.
"Mang Eddi..."Geralld berteriak.
"Hah,Tuan Gerald???"
__ADS_1
"Iyalah,Aku Gerald"jawab Gerald.
"Ya Allah panjang umur berkah salamet,siapa ini"
"Saya Putri yang mengantarnya"jawab Putri.
"Masuk,den Arul baru pulang,Nyonya sebentar lagi pulang"setelah memberitahukan supir Taksi Putri pun masuk diantar security.
Senang,terharu dan penuh rasa syukur yang tergambarkan wanita yang di panggil Tante Nuril,beberapa kali Ia mengusap kepala gerald dan menangisinya.
membuat Putri terharu dan meneteskan air mata.
"Kamu yang menemukan keponakan saya?Siapa namamu"
"Putri nama saya Putri nyonya"Putri mengulurkan lengannya.di balas dengan pelukan hangat.
"Terimakasih,sudah menyelamatkan nyawa gerald kami disini menganggapnya sudah meninggal"
Putri hanya diam.
"Nanti ceritakan semua yah"
"Iya nyonya"
"Jangan nyonya,panggil tante atau Ibu"
"Baik,tante "
"Tante,kak Gerald mengalami hilang ingatan jangan menyuruhnya mengingat karena nanti akan pingsan."
"Oh,Zia harus di kasih tau"Tante Nuril menghubungi seseorang.
setengah jam kemudian datanglah seorang wanita cantik,bersama ibu ibu yang memakai jilbab syar,i
"Assalamualaikum,mana Gege tan?"
"Waalaikum salam, di kamar arul.mungkin lagi mandi"
"Zia,ini Putri yang menyelamatkan Gerald"Tunjuk Tante Nuril.
"Terimakasih kamu menyelamatkan Suami saya"kata Ziana sambil memeluk Putri.
"Sama sama Nyonya"kata Putri takjub.
"jangan panggil Nyonya"Tolak Ziana.
"Gerald apa?"
"KaGe,maaf"Jawab Putri merasa bersalah karena sok dekat.
"kamu panggil aku kak zia aja yah"
Putri mengangguk,semua menyalami putri.
"Zi..."Teriakan Gerald mengejutkan karena selama menikah Diabtak lagi di panggil Zi.
"Hai...eghh"Ziana bingung mau memanggil suaminya apa.
"Zi,kamu lagi hamil?Suamimu mana?Kok nikah ngggak ngundang aku?"Gerald memberondong dengan pertanyaan.
"Eh,dia tidak ada,apakabar Ge?"
"Aku baik zi"Gerald memegan kedua tangan Ziana.
"Ge,boleh aku memelukmu,aku kangen kamu"
"Sejak kapan aku melarang mu memelukku"Gerald merentangkan kedua tangannya.
ziana pun memeluk Gerald sambil menangis,tangannya mengusap punggung Gerald
'terima kasih yaa Allah kau selamatkan Suami hamba'kataZiana dalam hati.
__ADS_1