
sudah sebulan setengah Ziana dan Gerald menikah mereka tinggal di rumah besar peninggalan Tommy,Ziana kini menjalankan dua peran sebagai istri dan Asisten pribadi Suaminya.Setelah pernikahan mereka disibukan dengan Mega Proyek yang Mereka dapatkan sebelum pernikahan jadilah Mereka sangat sibuk mempersiapkan semuannya.
"Ah,senangnya bisa jalan jalan ke mall kita..."Kata Ziana senang.
"Pengen punya waktu senggang banyak biar bisa bulan madu kita,yang"Ziana hanya mengangguk.
"Tiga bulan kedepan mungkin sudah senggang,doa in lancar aja proyeknya."
"Aamiin,emang kamu rencannya ngajak aku kemana bee"Tanya Ziana.
"Maunya kemana?"
"Ah,aku terserah mau kemana juga ngikutin aja"Jawab Ziana.
"Mau ke Paris atau ke Maldives?"
"kemana ajalah...aku mah pasrah"
"Kalo pasrah ya udah bulan madunya di kamar aja yah biar irit"Gerald menggoda.
"Helow,Tuan gerald anda pelit sekali"
Gerald hanya tertawa kecil menanggapi keberatan Istrinya.
"Cari suasana baru,bee "
"lho.kita kan sering suasana di kamar baru yang,ke kota C,Dikota S,di kota B,juga suasana kamar baru,sama sama nge obok obok kan"
"Ih,Gege ngomongnya vulgar banget sih"Ziana memukul bahu Gerald.Yang di pukul hanya terkekeh.
Di mall setelah sama sama memilih barang yang di perlukan Mereka masuk ke sebuah kedai lesehan yang ada di mall,sebenarnya Gerald memilih restauran sea food di lantai atas tapi karena Ziana merengek ingin makan nasi bakar jadilah Gerald yang mengalah demi keinginan sang istri.setelah makan sebelum pulang Ziana melirik ke zona mainan anak Dia melirik sebuah tempat memasukan bola basket dan menarik tangan Gerald.
"Main dulu sebentar ya ge"rengek Ziana.
"Boleh siapa takut,sayang"
Mereka pun memasukan bola basket kedalam keranjang,karena memang Gerald dan Ziana suka basket tak kesulitan mereka bermain dan mendapatkan tiket banyak.
"Ge pindah kesana"Ziana menunjuk sebuah permainan.
"Kamu serius main itu,Say?"
"Iya aku dah isi tokenya banyak jadi kita main di sini dulu"jawab ziana antusias.
"Ok"
Merekapun meneruskan permainan pindah dari satu tempat ke tempat yang lain dan terkumpul tiket yang di tukar dengan souvernir.
Setelah puas bermain main merekapun pulang di perjalannan menuju lift,Ziana berpapasan dengan Ning dan anaknya.
"Hai Ziana..."Sapa Ning.Ini pertemuan keduanya dengan Ziana.
"Hai mbak Ning,apa kabar?"
"aku baik,hai cantik namanya siapa?"Ziana menyapa bayi perempuan yang ada di stroller.
"Aku Nadia tante"jawab Ning.
__ADS_1
"Boleh gendong Nadia?"Tiba tiba ziana ingin menggendong bayi perempuan itu.Ning pun mengangguk.
Ziana menggendong bayi itu,dan Bayi itu merasa nyaman dan senyum kearah Ziana.
"Ya ampun gemasnya"Ziana mencium pipi cubby Nadia.
"Yang...."Suara Gerald menyadarkan Ziana.
"Eh,tuh sampai lupa sama Oom Gege"Kata Ziana sambil meletakkan kembali Nadia dalam Stroller.
"Maaf,mbak aku harus pulang "
"Oh,Iya ini ada boneka hadia dari capitan tadi"Ziana menyodorkn boneka panda kecil.
"Makasih tante,kapan kapan kita ketemu lagi yah"
"Oke,Nad bye cantik..."Ziana dan Gerald meninggalkan Ning dan bayinya.
Mereka sudah ada di dalam mobil hendak pulang.
"Yang siapa yang tadi aku kayak pernah ketemu deh"
"Dia...mantan pacar Andre,Ge"
"Yang kita gerebeg waktu itu?"Ziana hanya mengangguk.
"Kamu dah baikan sama Dia,sejak kapan?"Gerald menepikan mobilnya.
"Sebelum kita menikah aku bertemu dengan mereka,Dan meteka meminta maaf ya udah aku maafin mereka"
"Hmm,maaf lagian mereka masa lalu ini gak penting juga kan,ya udahlah yang udah ini"
"Oh,Gitu nggak penting aku tau ya"Gerald menjalankan lagi mobilnya dengan perasaan kesal.
Gerald pun keluar dari mobil tanpa menunggu Ziana keluar dan membanting pintu nya kencang.Ziana hanya mengusap dada Dia sadar kalau Gerald marah padanya.
Ziana turun dan membawa belanjaanya.
Dikamar suasana mencekam tidak seperti biasanya muka kusut di tekuk di perlihatkan Gerald.Iapun sepertinya menghindar dari Ziana dan memilih masuk ke ruang kerjanya yang bersebelahn dengan kamarnya.
"uffffhhh..."Ziana menghembuskan nafas separah ini kesalahannya sampai Gerald begini marah ini kedua kalinya Gerald marah padanya.
setelah mandi dan menunaikan shalat ziana pun membaringkan tubuhnya.
Ziana bangun dari tidurnya di lihat Gerald sudah ada di sampingnya entah jam berapa dia masuk ke kamar.Ziana menatap wajah tenang Gerald yang tenang, dengkuran halus terdengar sesekali.
"marahnya jangan lama lama"bisik Ziana sambil menciumi pipi Gerald.Ziana segera turun dari ranjangnya untuk menjalankan shalat subuh.
Tak lama kemudian Gerald pun bangun dan masih dengan zona bungkam.Membuat Ziana tak enak hati.
"yaa Allah,Dia masih marah sama aku"Ziana membathin.
"Ge,aku minta maaf "Ziana memegang tangan Gerald ketika mereka akan masuk mobil untuk pergi ke kantor.
"Hem"Jawab Gerald.
Ziana menghela nafas panjang ketika Suaminya hanya menjawab satu kata.Dan di dalam mobil pun mereka saling membisu.Ziana bingung membuka percakapan Gerald dalam mode Silent nyebelin.
__ADS_1
Sampai istirahat kerja Gerald meninggalkan Ziana.
"Aku ada pertemuan sama Arif,kamu makan siang sama Dini aja"
Ziana pun mengangguk, ingin sekali Ia marah tapi Ia tahan walau merasa di perlakukan tidak adil oleh Gerald.
"Kenapa?kusut gitu amat mukanya"Dini melihat ketidak beresan di wajah Sahabatnya.
"Gerald marah sama aku"
Dini mengerutkan kening
"Ngobrolnya sambil makan yuk"Ajak Dini.Zianapun mengangguk Mereka pun keluar untuk istirahat makan siang.
"Jadi gitu..."Dini mengangguk tanda mengerti.
"Aku salah gak sih?"tanya ziana
" bukan salah nggak salah tapi emang bos orang nya gitu cemburuan,itu mh sebenarnya simalaka kalo dari sebelum nikah cerita paling Dia bakal marah juga"
Ziana membenarkannya,karena kalau Ia certa sebelum nikah yang ada pernikahnya akan berantakan.apalagi kalau tau Andre yang bertemu langsung dengannya bahkan menyatakan masih cinta wah alamat huru hara pikirnya.
"Ya udahlah,jurus cara menyenangkan suaminya di pakai dong,dah di praktekkan belum?"
Ziana menggelengkan kepalanya.
"Ck,pake dong...sesekali bikin senang suami"
"Malu,lah Din,"
"Dapet pahala bikin senang suami"
"aku hanya pernah nonton yang waktu itu aja"
"ya udah liat lagi, praktekan!"
"Apa aku bisa?"
"Bisa,buat si boss klepek klepek"
"Iya deh demi ke utuhan rumah tanggaku"Ziana pasrah walau hatinya ragu apa Dia bisa melakukan gaya yang pernah Ia tonton.
Dini hanya terkekeh.Merekapun menghabiskan makanan yang di pesan
Malamnya Ziana menyusun strategi meruntuhkan marahnya Gerald Ia membuka file yang tersimpan dan belum semuanya Ia tonton.Akhirnya Ziana menyelesaikan tontonanya di part satu.Dia menutupi dirinya dengan selimut.
"Aku harus bisa"Dia bergumam dan berharap Gerald segera datang ke kamarnya.
pintu kamar terbuka menandakan penghuni nya masuk dan berbaring di sebelah ziana sama seperti malam kemarin Gerald tidur sambil membelakangi ziana.
"Maaf aku salah"Ziana berbisik kemudian Ia mencium leher Gerald dan berpindah ke pipi dan bibirnya Gerald.
"Jangan marah terus "tangan Ziana merayap mengusap dada Gerald.bibirnya menjalar kemana mana sampai di bibir Gerald Gerald pun membalas ciuman ziana dengan rakus,Ziana pun sudah ada di atas tubuh Gerald dan mengukungnya.
🤦🤦🤦🤦🤦🤦🤦🤦
🏃🏃🏃🏃🏃🏃🏃🏃🏃
__ADS_1