
Di rumah sakit tepatnya di ruang IGD Evan terbaring.setelah beres di periksa Dokter dan melengkapi administrasi Evan pun di rawat di ruangan VIP.semua saudara sudah di hubungi mereka pun langsung menjenguk Evan.
"Kenapa sih,kok bisa pingsan kan tadi pulang baik baik aja?"Kata Ziana.
"Ia pas pulang Dia langsung mandi,pas aku tinggal mandi aku nemuin dia udah tergeletak di lantai."Jawab Dini.
"Kata Dokter,mungkin dia stress jadi asam lambung nya naik, tekanan darahnya juga drop banget,tadi sempet dingin banget"Tambah Dini.
"Anak kamu mana?"Tanya Ziana.
"Dirumah sama Bik nur sama Titi juga."
Evan sudah sadar Ia sedikit kaget karena Ziana ada di sana.
"Aku kok disini?"
"Kamu tuh pingsan,sama Dini dibawa ke sini"
Evan menatap Dini yang tersenyum.Ada rasa bersalah pada Evan karena sedari tadi Ia kengacuhkan Evan.
"Makasih ya"kata Evan lirih.Dini hanya mengangguk.sebenqrnya Ia ingin memeluk Evan,tapi karena ada Ziana dan Gerald Ia mencegahnya.
"Kamu tuh,telat makan jadi asam lambungnya naik"kata Dini.
Evan hanya Diam sejak Dini pergi Ia memang jarang sekali makan,Ia juga susah tidur.
"Semoga cepat sembuh ya"kata Ziana.
"Makasih kak"Kata Dini.lagi lagi Evan tersenyum lemah.
Tak lama pun Ziana dan Gerald pamit hanya tinggal Dini dan evan.
"Maaf aku ngerepotin kamu"Kata Evan tangan kirinya menggenggam tangan Dini.
"Iya,nggak apa apa kan kewajiban istri"
"Aku senang karena kamu mau ngerawat aku padahal kamu lagi marah sama aku"
"Aku nggak marah lagi kok,cepat sembuh kita pulang kasian Kay ditinggal "Dini memeluk Evan.
"Jangan banyak fikiran...."Dini mengusap kepala suaminya.
"Ditinggalin kamu lebih tersiksa dari di pecat kak Zia lho..yang"Dini terekeh mendengar celotehan Evan.
"Makanya jangan macem macem"
"Iya ampun"
"Tidur lagi biar cepet sembuh"
"jangan pergi"Pinta Evan.
"Nggak paling nanti pindah tidur di sana"
Evan pun tidur dengan lenganya memegang tangan Dini.
sebulan kemudian keadaan sudah kembali normal rumah tangga Dini dan Evan kembali harmonis,Evan berusaha mengambil hati Dini dan memperbaiki kesalahanya.Dan Evan pun kembali menduduki jabatannya.
Dirumah Ziana mereka sedang berkumpul Evan,gerald,Ziana dan anak anak mereka Kenzo dan Kayla.
__ADS_1
"Ken gimana sekola nya seru nggak?"Tanya Evan.
"Seyuuu"jawab Ken.
"Kak,Ken masih kecil.kok dah di masukin sekolah sih"Protes Evan.
"Cuma pengenalan,ga belajar kok cuma bermain biara tau sosialisasi gak kuper kalo di rumah temennya pelayan kasian kan."
"Dia termasuk supel lho langsung akrab sama temen temennya yang kebanyakan cewek"Puji Gerald.
"Iya padahal kamu dulu gak gitu,pengennya dianter mami terus,dia ngga"Kata Ziana mengingat masa lalunya dengan Gerald.
"Iya juga sih."
"Ken,kayaknya mirip Evan deh,hari pertama sekolah udah naksir ibu guru"Kata Ziana.
"masak sih,aku nggak inget lho ka" .
Gerald terkekeh.
"Emzang kamu mah dari dulu sampai sekarang juga ganjen,janda bodong juga di sikat"Kata Ziana.sontak bikin Evan melongo.
"Yang kalau ngomong suka bener deh"Gerald tertawa,sedang yangg di bully hanya manyun.
"Kak kalau ngomong jangan pedes gitu,ini hati bukan ayam geprek."Evan meraba jantungnya.
Semua pun tertawa.
"Duh,pada ngumpul nih.."Tiba tiba datang Arul.
"Tumbenan nggak nguntit putri"Kata Evan.
"Dah tiga tahun cuma dapet predikat Abang,lemah..."cibir Gerald.
"Terus gue harus jungkir balik gitu?santai bro"Kata Arul.
"Inget umur,oy evan dah punya anak,aku juga dah punya, eh bapak apa kabar"sindir Gerald.
"Ya tolongin dong,aku itu kesulitan kalau masalah cinta"
"emang yang kemarin Kemana kak?"Tanya Evan.
"Ke laut ah nggak asik"
"situ mah...semua di bilang nggak asik,wmang situ asik"kata Gerald.
"Justu karena gue nggak asik makanya minta pertolongan"
"Tolong apa sih"kata Ziana nimbrung.
"Lamarin putri buat Aku,cuma Dia yang ngertiin aku"pinta nya.
"Heh,usaha dong kan kemarin kemarin dah di tolak"kata Gerald.
"Itu karena Putri baru lulus pengen jadi wanita karier dulu,tapi sekarang dia udah dong jadi wanita karier"
"Coba Lamar lagi ka siapa tau nyangkut"
"udah aku pancing tapi gak ada respon kayak angin lalu aja"
__ADS_1
"Mungkin anda tidak berjodoh "Kata Ziana.
he..he..
Gerald dan Evan terkekeh.
"Ah,adik adik durjana kalian"Sungut Arul.
"Lagi nagapain nih ngumpul ngumpul...tapi gak ada cemilan"Putri dan Dini sudah datang.
"Iya ..nih aku lapar gak.adq yang kasih makan Put"
"Hei kakak mau makan,carilah di meja makan"Kata Ziana.
"nggak ada yang ambilin ..."
"huh manja.."Cibir putri.
"Putri makin cantik deh rambutnya dipotong terus di smooties,kenapa gak di warnain sekalian"Arul merayu.
"Nggaklah sayang rambutnya hitam"kata Putri.
"kamu ngapain ke salon Din"Tanya Ziana.
"creambath biar ga rontok banyak"Jawab Putri.
"Tadinya mau warnain rambut tapi nggak jadi takut gak cocok"
"Padahal tadi putri bilang di warnain brown aja hmm kak Dini nya gak mau"
"Takut aneh tau,kan belum pernah"
"Kalau brown gak akan aneh rambut kamu juga kan gak hitam banget Din,Kalo putri tuh pasti rada beda"
"Iya rambut aku mau di warnain pink atau silver kayanya bagus"kata Putri.
"kayak kapas gula itu ya warna pink"Kata Ziana.
Dini pun tertawa ringan,disebelahnya Arul.menjewer kupingknya pelan.
"Awas kalo berani"katanya.
"Cie...cie yang perhatian"Kata Dini.
"Udah ah laper,Put minta makan "rengek Arul.
"Ayok,kita makan,kakak kakak sudah pada makankah?"
"Kita mah udah si tua manja aja yang belum tuh datangnya kesiangan"jawab Gerald.
"Yok,ka Din,kita makan tadi pengen cepet pulang jadi nggak sempet jajan"Mereka pun berpindah e meja makan.
RADA DI SELOW SELLOW NIH PENGEN MGAJUIN KONTRAK DULU YAH ALO...
Love you sa udug udug .
💕💕💕💕💕💕💕💕💕
~Bie Uwi~
__ADS_1