
Ziana masih tak banyak bicara,sejak Gerald dinyatakan hilang Rumahnya di datangi banyak tamu,sekedar mengucapkan bela sungkawa atau mengikutinDoa bersama setiap magrib Ziana mengundang Bapak bapak ahli pengajian juga anak anak panti asuhan.
"Doakan Gege cepat pulang"selalu itu yang di ucap pada tamu yang datang.Ziana belum percaya jika Gerald sudah meninggal di perkirakan tubuhnya hanyut di sungai besar di bawah jurang dan tim tidak bisa menemukan jasadnya.
Di tempat yang berbeda Seorang Pemuda sudah sadar dari pingsan selamat empat hari,kini kesehatannya berangsur pulih.
"Maaf nama abang siapa,abang dari mana?"Tanya putri.
"Nama saya Gerald,saya datang dari l*nd*n hendak ke kota J,mungkin saya mengalami kecelakaan terdampar disini"
Anwar yang mendengarkan mengerutkan kening dengan penjelasan Gerald.
"Keluargamu tinggal di kota J?"
"Iya,tapi papi kadang tinggal di negara J kota T"
"Oh..."Anwar hanya manggut walau bingung.
"Sudah jangan tanya lagi,Dia harus istirahat biar cepat pulih"Kata Kakek.
"Hei put..."Anwar memanggil Adiknya dan mengajak nya ke luar.
"Kurasa pemuda ini gesrek,coba kamu pikir katanya tinggal.di l*nd*n tapi hanyut di sungai A,mana bisa?Katanya Ayah nya kadang tinggal Di negara J Apa mungkin Dia anak Naruto?"Anwar ngakak sendiri.
"Ih,kak jahat banget sih"Putri memukul pundak Kakak sepupunya.
"hati hati kau,pulangkan atau lapor polisi saja biar beres masalahnya." kata Anwar.
Putri hanya diam.Kemudian masuk ke dapur membawa bubur untuk makan siang.Dengan telaten Ia menyuapinya karena tangannya dibalut perban,kakek mengobati tulangnya yang retak.
"hmm,De apa kamu tau kenapa aku hanyut disungai?"
"Kami menemukan mu di pinggiran sungai,selebihnya aku nggak tau kejadian sebelumnya."
"Ka,panggil Aku putri,namaku Putri."Gerald mengangguk.
Sebenarnya Putri ingin banyak bertanya tapi kakek masih melarangnya.
"Apakah kota J sangat jauh?"Tanya Gerald.
"Tentu jauh bahkan aku tak bisa membayangkan pergi ke sana saat ini"Kata putri sambil tersenyum.
__ADS_1
"Kenapa aku ada di sini yah"Tanya Gerald.
Putri hanya diam,ini sudah pertanyaan ke berapa kali Gerald hari ini.
"Sudah jangan banyak fikiran,nanti sakit kepala lagi istirahat yang banyak nanti kau bakal ingat lagi"Kata Kakek.
Gerald pun diam mungkin obat yang di berikan Putri bereaksi hingga Gerald tertidur pulas.
"Kek,apakah kita harus lapor Polisi Sekarang?"Tanya Putri.
"janganlah dulu,sampai Dia ingat siapa dia nanti banyak pertanyaan dari Polisi kakek pusing nantinya"Putri mengangguk.
Putri Duduk di bangku kayu,di depan rumah matanya tertuju pada cincin yang dipegang nya Cincin ini milik Gerald,Dia melepaskan ketika Gerald tak sadarkan diri.
Ketika Ia mengingatkan dan menanyakan apakah Gerald sudah menikah?Gerald malah tak sadarkan diri dan Putri merasa bersalah.
"Gimana keadaannya Kak?"Tanya Putri setelah Anwar memeriksanya.
"Mungkin kepalanya terbentur keras sehingga ada ingatan yang hilang,seharusnya kita bawa kerumah sakit besar agar di periksa oleh dokter ahli,aku hanya perawat"Jawab Anwar.
Uang yang di temukan Putri dari tas Gerald sudah habis untuk membeli obat, Putri bingung kakeknya sudah tidak bekerja,Ia hanya mengandalkan penjualan pohon untuk menopang hidupnya.
Dulu dikota Putri bekerja sebagai pelayan rumah makan juga sekolah sampai bisa kuliah namun di semester akhir saat akan menyusun skripsi ayah nya mengalami kecelakaan,Ibu tiri dan anaknya yang sangat di manjakan oleh Ayahnya tidak mau mengurusnya akhirnya Putri keluar dari kerjaan dan menunda tugas akhirnya.Sampai akhirnya ayahnya meninggal.
Barang barang milik ibunya yang di jual diam diam tanpa sepengetahuan Putri sudah habis terjual,tinggal rumah penukaran dari rumah milik putri dan mendiang ibunya yang tak terjual,sisanya sebidang tanah kecil juga Putri jual untuk kepentingan hidupnya.Sejak Sepuluh tahun yang Lalu hidup Putri terasa jungkir balik Ia ingat usianya saat itu sebelas tahun Dia akan lulus SD,menurut tetangga terdekat ibunya Depresi karena Ayahnya tergoda Janda beranak satu hingga Ayah meninggalkan mereka,Ayahnya juga sedikit sedikit mengambil harta Ibunya dulu. Ibunya putri seorang pedagang memilikintoko kelontongan dan Ayahnya supir pick up yang di panggil untuk di sewa mengantar barang barang.
Saat terakhir Ibunya diantarkan ke kampung tempat tinggal Kakek, rumah dan toko sudah tidak ada menurut ayahnya di pakai berobat ibu dan membayar hutang dagangan.Tapi menurut kabar Tetangga Ayahnya menjual tokonya dan membelikan Istri barunya rumah yang tidak jauh dari tempat tinggalnya .Suatu hari Ibunya berteriak teriak parah kemudian berlari ke tepian sungai dan menceburkan diri ke sungai.naas nya jenazah tidak diketemukan mungkin di makan Buaya atau terbawa arus deras.sejak itu pu
tri selalu tabur bunga di sungai karena menurutnya disanalah ibunya di makamkan.Putri sendiri di urus Kakek,Lulus SMP Putri ikut Bibinya,(ibu Anwar )untuk bekerja sebagai pencuci piring,setelah besar beralih menjadi pelayan.Berbekal kecerdasan otaknya Putri tidak memakai biaya untuk sekolah dan Kuliah.
Flash back off
"Put,belum tidur?"Suara Kakek membuyarkan lamunannya.
"Belum ngantuk kek"jawab putri.
"Kek,maaf sampai sebesar ini Putri masih menyusahkan Kakek tidak seperti cucu cucu kakek yang lain,Putri masih numpang disini."Kakek hanya tersenyum.
"Putri,kamu peninggalan dari anak kakek,jika bukan kakek yang merawatmu kamu mau kemana?Kamu hanya punya Kakek dan sepupumu juga bibi mu."
"Kakek mungkin Putri harus cari kerja lagi ke kota,biar bisa kuliah lagi dan meneruskan menyusun skripsi yang tertunda."
__ADS_1
"Semoga tercapai cita citamu."
"Kek,apa kak Gerald bisa sembuh?"
"Kalau badan mungkin sembuh cepat,tapi ingatannya Kakek nggak tau"
"Kasian ya Kek,mungkin keluarganya menunggunya."
"Doakan biar sembuh lagi,penyakit itu dari Allah,akan hilang jika DIA menghendaki"
"Aku ingin mengantarnya pulang,tapi Biayanya pasti besar mana mampu kita."
"Tapi kalau di sini terus Dia akan stres karena dunianya bukan di sini.
"Nanti kalau sudah sembuh,jalannya sudah lancar kamu bawa Dia pergi dari sini."
"Putri pengen ke kota J,cari kerja ,Gimana Kek setuju?"
"Cari jodohlah nanti kakek nikahkan kau"
Ih,nggak lah Aku belum mau kawin Kek,Aku mau kerja dulu mau bahagiain Kakek"Kakek hanya tersenyum,dalam hatinya Ia terharu cucunya mempunyai tujuan membahagiakannya.
"Lihat kamu punya anak keluargamu bahagia,kakek juga ikut bahagia cu"
"Doa in aja ya kek."
"Kek,mungkin lusa aku ke kampung xXc dulu,Bu siti janjinya bulan sekarang mau melunasi uang tanah itu,lumayan buat nambah nambah kebutuhan kita."kata Putri.
"Hei,bukan uang nya mau di tabung buat kuliahmu,"kata Kakek karena putri meminta persetujuannya menjual tanah itu untuk biaya kuliah.
"Iya Putri usahakan uang nya cukup ya kek,tapi sudah banyak yang di pakai,mana bu siti membayarnya dengan menyicil lagi"
"Hei macam mana beli tanah di cicil kau pun mau juga"Kakek sedikit kesal.
"Habis aku ke pepet kek,maaf yah.."
"Terserahlah, susah terjadi"
"sekarang tidurlah dulu jangan melamun di luar nanti kau kesambet setan"kata kakek.
Mereka pun masuk ke dalam Rumah.
__ADS_1