
Masa kehamilan Ziana memasuki empat bulan,keluarga sedang mempersiapkan syukuran empat bulan juga santunan anak anak panti peninggalan Papi Tommy,juga anak.anak Tahpiz Qu'ran yang biasa di undang jika ada pengajian,beserta ibu ibu pengajian sekitar rumah. rumah besar dan mewah pun seketika menjadi penuh dengan manusia yang berdominan memakai pakaian warna putih.Dan acaranya pun berjalan lancar dari Pengajian,kajian dari Ustadz sampai dengan lantunan, Maulid berjanji di lengkapi dengan pasukan hadroh yang membuat suasana jadi meriah.
Setelah acara selesai semua keluarga berkumpul karena sangat jarang mendapat moment seperti ini keluarga inti dan sahabat berkumpul saling sharing atau hanya senda gurau melepas kangen.
"Makasih untuk saudara saudara serta sahabat yang udah datang di acara kami semoga doa kita di ijabah oleh Allah,Disini aku juga mau izin sama tante Nuril sama Bunda juga saudara yang lain,Aku mau Pergi tolong jagain Istri aku dan Calon anak aku ya"Semua bengong dengan perkataan Gerald yang tidak biasanya itu.
"Emang kamu mau kemana Ge?"kata Satria ayah nya Arul.
"Mau ke kota S dan Zi nggak aku bawa om,makanya Ku titip Mereka. "
"Emang mau lama kak?"Evan penasaran.
"Paling empat sampai lima hari lah di sana"Jawab Gerald.
"Huuu,kamu tuh lebay kirain mau satu tahun perginya,kota S mah deketkan,kirain mau keluar negeri"Kata Tante nuril.
"Iya Gege ada ada aja"kata Ziana.
"Nggak lebay lah sayang,dari semenjak nikah aku nggak pernah kan tinggalin kamu,kamu pasti aku ajak ke mana pun kota deket,kota ,jauh luar negri dalem negri aku pasti bawa kamu iya kan"
Ziana hanya mengangguk membenarkan.
"Karena kamu hamil aja aku gak ngajak kamu,dan aku nitipin kamu ke semua yang ada di sini karena kamu pecicilan sayang,harus diingetin makannya,vitaminnya,susu hamilnya,jalannya apapun selalu bikin aku harus ingetin hati hati" Ziana lagi lagi hanya menunduk karena yang di katakan Gerald benar.
"Evan kalo bisa jangan tidur di apartemen tolong perhatikan Kaka mu,bunda juga jangan pulang dulu yah kalau Gege belum pulang"Pinta Gerald.Dan itu di iyakn bunda.
"Makasih sebelumnya,Aku sebetulnya berat ninggalin Istri aku tapi ini udah mau Scedul akhir tahun lalu jadi harus dilaksanakan.mudah mudahan lancar ya aamiin"Semua mengaminkannya.
Esoknya Gerald pamit pada semua yang ada di rumah
"Daddy,pergi dulu jangan rewel sama mommy yah"Kata Gerald sambil mencium perut Ziana yang sudah menonjol
__ADS_1
."Ya Dad,cepet pulang kita bakal kangen"Jawab Ziana.
Gerald memeluk dan mencium kening Ziana dan masuk kedalam mobil yang akan mengantarnya ke bandara.
Seperti yang di janjikan Gerald sering memberi kabar selama mereka jauh,sedang apa atau cerita tentang apa yang mereka lakukan seharian ini,juga menanyakan kabar apa baby baik baik saja di perut mommy,atau hanya sekedar menanyakan baby kangen gak sama Daddy tentu saja yang menjawab nya Ziana.Gerald merampungkan pekerjaannya secepat mungkin agar pekerjaannya sedikit ringan Ia memerintahkan 3 orang pegawainya datang untuk membantunya.Hingga urusannya beres dalam 3 hari dan Gerald memutuskan untuk pulang saat itu juga.
"Cuacanya tidak mendukung tuan lebih baik besok di penerbangan pertama saja"kata Tio yang menjadi asisten dadakannya.
"Nggak aku mau pulang sekarang tolong atur keberangkatanku"Tolak Gerald Ia sudah tidak bisa menahan ingin bertemu dengan Istrinya.
Setelah berpamitan Gerald menuju bandara diantar mobil yang memang memang di sewa untuk beberapa hari.Jarak lokasi ke bandara cukup jauh membutuhkan waktu hampir dua jam karena jalan yang melintasi banyak hutan juga jalan yang berkelok kelok ditambah tiba tiba hujan sangat deras,memaksa supir untuk hati hati.
'Sayang Aku otw bandara aku pulang hari ini,hujan lebat di sini'Gerald mengirimkan pesan pada Istrinya.
'Aku tunggu,hati hati dijalan ya Bee😘'Ziana membalas pesannya dan Gerald pun tersenyum.
"Hujan semakin deras hati hati ya pak"Kata Gerald Ia sendiri ngeri dengan jalan yang Ia lewati.sebelah kanan tebing sebelah kiri jurang."
" Allahu Akbar"Gerald berteriak kaget semua doa Ia lafalkan untuk keselamatan mereka persekian detik tanah membawa mereka kedalam jurang.
Jam sepuluh malam Ziana berada di ruang tamu menunggu suaminya yang belum pulang,melihat anaknya yang sedang gundah Bunda mendekatinya.
"Zia,kenapa belum tidur,sejak tadi bolak balik terus kaya setrikaan"Kata Bunda.
"Bun,Aku nunggu Gege katanya mau pulang tapi kok belum nyampe,mana di telpon gak aktif lagi"
"Mungkin macet,kenapa gak telpon asistennya."
"Oh,Iya "Ziana menghubungi Tio.
"halo Tio,sudah sampai mana?Suami aku lagi sama kamu aku mau bicara"Kata Ziana nggak sabar.
__ADS_1
"Oh,Ibu Tuan kan dah pulang tadi pake penerbangan jam 4"Jawab Tio.
"Kok nggak bareng sama kamu?"Tanya Ziana.
"Kami pulang besok Bu,tiketnya cuma ada satu Tuan pengen pulang hari ini"
"Oh,kalau terbang jam harusnya udah pulang kan sejam yang lalu, Tapi kenapa belum nyampe yah"
"mungkin Delay bu cuaca buruk di sini,Nanti saya cari tahu bu"
"Oh Iya,semoga Suamiku baik baik aja"Ziana pun menutup telponnya.
Semakin kalut perasaan Ziana,sudah pergi tapi belum nyampe"
"Semoga cepat sampai Bee"Tiba tiba Ziana terserang kantuk dan tertidur di sofa depan.
"Zee,Sayaaang"seseorang mencubit pipi Ziana.
Ziana membuka matanya kemudian bangun mencari orang yang sudah membangunkannya.tapi tidak ada siapa siapa.
"Zia,belum tidur?ayo pindah sana,Gerald mungkin pulang besok Delay kali penerbanganya."Bunda menuntun Ziana.
"Bun,Gege belum datang ya ,kirain tadi Dia yang ngebangunin Aku,mungkin hanya mimpi"kata Ziana sambil tersenyum.
"Ya sudah tidur di kamar,"
"Bun,Aku pengen tidur sama Bunda bolleh yah"Bunda hanya mengangguk.
Ziana pun masuk kekamar Bunda dan membaringkan tubuhnya.
"Semoga Gege Besok pulang aku kangen Dia"Ziana menutup matanya setelah sebelumnya berdoa dahulu menyusul Bundanya yang tidur sejak tadi.
__ADS_1