
Setelah minta izin untuk nengok Arul.duluan Putri diantar supir yang lain pergi ke rumah sakit,Ziana dan Gerald juga Bunda akan nyusul sebentar lagi Takut Ziana sudah kecapean.
Diruang UGD setelah ditunjukan suster tempatnya,Putri membuka gordeng yang menutup bangsal,kata suster tadi tindakan sudah pasien sedang istirahat.
"Abaang"Putri mendekati.Melihat keadaan Arul yang tangan kanannya berbalut perban,
"Kenapa sampai begini?"Tanya Putri khawatir.
"Keserempet gara gara kamu tuh"Jawab Arul.
"Kok gara gara Aku"
"Suruh siapa pergi nggak bilang bilang,tadinya aku mau nyusul kamu tapi nggak jadi karena kata Zia hari ini pulang."
"Eh,terus apa urusannya sama kecelakaan ini?"Putri tak mau disalahkan.
"Ya iya lah kalau kamu ada kan aku gak keliaran nggak akan keserempet mobil orang sampai guling guling lho aku"Kata Arul.Putri yang mendengarkannya sangat sebal bisa bisanya Ia di salahkan.
"Put,tolong ambilin.minum dong aku haus tanganku sakit"keluhnya.karena kasihan walaupun kesal Putri mengambil botol air.setelah meletakan kembali botol minum ke meja,tiba tiba dua orang datang mendekati ranjang Arul.
"Oh sudah ada yang dateng,jadi gimana ini urusannya saya sudah mengurus administrasinya,katanya bisa pulang"kata seorang perempuan itu.
"Jadi kamu yang menabrak Abang,terus urusannya gimana Abang sekarang luka luka"
"Aku cuma nyerempet kok ga nabrak."Perempuan muda itu membela diri
"Ya sama ajalah bikin orang sakit"Ketus Putri.
"Jadi gimana?"
"Gak gimana gimana tanggung jawab dong,tuh liat tangan kanannya gak bisa ngapa ngapain kakinya juga "tambah Putri kesal sekali.dengan kesongongan Anak ini.
"Jadi harus jadi perawat Dia gitu?,aku nggak bisa nanti malam aku harus pergi ke Sidney"
"Idih sombong"
"Sudah,sudah gimana kalau kita cari perawat aja yah,untuk ngerawat kakak ini"Pria yang bersama penabrak bu menengahi.
"Ah,maaf ya kita belum kenalan nama saya Anand ini adik saya Sheeren,."lelaki yang bernama Anand mengul
urkan tangannya ke Putri.
"Putri,Dan yang lagi tiduran itu namanya Bang Arul"Anand tersenyum manis.
"Saya minta maaf atas perbuatan Adik saya ka Arul terluka."
"Iya nggak apa apa mungkin saya lagi apes hehe "Arul terkekeh.
"Jadi apa perlu saya sediakan Perawat untuk merawat anda?"
"Perlu.."Jawab Putri.
"Eh gak usah sudah cukup, saya nggak apa apa kok"
Tolak Arul.
"Tapi,bang??!"
"Udah,gak apa apa kok"
"bisa minta no hpnya?"Sheeren memberikan hpnya.
"Oh tentu,Put masukan no Abang"
Putri pun memasukan no kontak Abang di hp sheeren.
"Makasih,sekali lagi aku minta maaf"Sheeren mengulurkan tangan ke Putri .
Putri membalasnya dengan mengangguk.
Dan mereka berdua pun keluar.
"Abang gimana sih kok gak perlu perawar,kan abang tangannya sakit gak bisa ngapa ngapain"
"Kasian,Dia mau sekolah jangan di ribetin lagian aku nggak apa apa kan ada kamu yang rawat aku"
"Hah,kok aku sih"
"Iya kamulah kan ini gara gara kamu"
__ADS_1
"Mana bisa,sama yang nabrak aja baik sama aku gitu,dasar.."Putri kesal di pukulnya paha Arul.
"Aduh sakit Put,itu babak lho"Arul meringis.
"Bodo,aku sebel sama Abang "Kata Putri kesal.
ehmmm
deheman mengagetkan mereka.
"Mama,Putri mukul yang sakit aku lho"kata Arul manja.
"Ih ngadu"putri semakin kesal.
"Tante masak Abang jahat sama aku,yang nabrak nya di biarin pergi sedang aku yang harus ngurus Abang"Adu Putri.
"Kan gara gara kamu put"
"Ih mana bisa aku yang salah"Putri tak terima.
"Udah,ih jangan berisik ini rumah sakit"Nuril menengahi.
"kata Dokter kamu baik baik aja hanya babak dikit mau pulang sekarang?"Tanya Nuril.
"Iya dong mah,Ayook,put bantu Aku"
lagi lagi Putri nurut walaupun dongkol.
"Nanti kalau ka Ziana kesini gimana?"
"Udah,barusan nelpon mereka langsung kerumah"Kata Nuril.
Mereka pun pergi meninggalkan Ruang UGD.
Di rumah Arul Suasana ramai ada Evan sama Dininya,Ziana sama Gerald,Tante Nuril dan Bunda Ziana.berkumpul tapi tidak seperti ada korban kecelakaan mereka terlihat seperti sedang ada perayaan.Arul pun ikut nimbrung duduk manis di tengah mereka pelayan datang bergantian dari menyuguhkan minum dan cemilan sampai hampir magrib mereka pun pulang.
"Zi boleh nggak aku minjam Putri buat ngerawat aku, ngasih makan sama minum"Arul mengedipkan mata,ke arah Zian.
"Ya udah aku terserah Putri aja"Kata Ziana.karena yakin Arul sedang ngerjain Putri.
"Nggak aku belum mandi dari tadi mau pulang ,capek"
"Mandi disini aja Put,tuh dikamar sana"Tunjuk Tante Nuril.
"Ya udah gampang nanti supir bawa baju kamu.aku yang pilihin"Kata Ziana.sebetulnya cuma alasan tapi sepertunya sia sia.
'Oh,Tuhan kenapa aku jadi repot sih'Keluh Putri dalam hati.'
setelah semua orang pulang tinggalah putri,Arul dan Nuril.
"Duh,mulai nyut nyutan nih"Keluh Arul.
Tapi Putri tidak menaggapi Ia pura pura serius nonton tv.
"Put..."
"Hmm"
"Tolongin napa"
"Tolongin gimana?"
Arul menarik nafas dan dihembuskan kasar.
"Usap,usap tiup tiup kek"Pinta Arul.
"Gimana mau di usap sama di tiup kan pake perban"tolak Putri mata nya tetap.pada Tv.
"Put.."
"yah,,,"
"Ambilin makan aja gih terus suapin"pinta Arul.
"Manja kali kau bang"dengus Putri.
"kaki tanganku sakit"
"Harusnya abang manjanya sama cewek yang nabrak itu buka sama aku"
__ADS_1
"ibadah sih Put,dari tadi nggak iklas bener nolongin aku "
"Iya ini iklas,bentar mau ambil makannya dulu"
"Makasih cantik"mendengar pujia Arul Putri menjulurkan lidahnya.
Arul hanya terkekeh.
Putri menyuapi Arul kemudian memberikan obat yang diberikan dokter.
"Makasih ya Put"Kata Arul tulus.
"Iya tenang aja Bang,kayak sama siapa"
"Abang tidur Aku pulang yahDah malem"
"Nggak mau tidur disini"
"Nggak malu sama Oom dan Tante"jawab Putri.
"Di rumah Gerald gak malu"Kata Arul.
"Beda,Mereka Wali aku di sini"
"iya jadi aku Adiknya wali kamu paman wali lah"
"Wali band?"Kata putri ngakak.
Arul pun ketawa.
Putri pun pulang diantar supir.
Sampai di rumah Ziana dan Gerald sudah menunggu.
"Kirain mau nginep Put"
"Nggak ah malu"
"Gimana Arul pasti manja yah"Kata Gerald.
"Banged,ada cowok gitu yah"
"Emang dari dulu dia mah gitu."
"jarang sakit, sekalinya sakit ngerepotin orang."Tambah Gerald.
"Aku sebelnya,Dia baik baikin oranv yang nabrak sama aku nyalahin katanya gara gara aku dia celaka apa hubungannya ya kak"
"Dia bilang begitu?"tanya Ziana.
"Iya Kazi,"
"Dia pengen ngerjain kamu Put,"
"Iya naksir kamu kali"
"Nggak,jangan deh"
"Hei..."
"Stop Kazi aku nggak pengen denger,qku masuk kamar mau mandi"Putri akhirnya pergi ke kamar.Ziana senyum senyum aja.
"Evang iya Arul suka sama Putri"
"Kayaknya sih soal nya Dia sangat berbeda memperlakukan Putri walaupun rada rada aneh"
"Ke kamar tuk Yang..aku ngantuk "Ajak Gerald.
"Cuma tidur yah"bisik Ziana.
"Iya,aku capek,besok jadi meeting"
"Jadi,kamu ikut Putri aja ke rumah tante Nuril"
"Nggak ah takut jadi obat nyamuk di rumah aja bareng bunda"
"Iya deh,aku usahakan pulang cepet yaa"
Mereka pun naik ke kamar atas sambil bergandengan.
__ADS_1
❣❣❣❣❣❣❣❣
Still Love you saudug udug ya gaesssss.