
Disebuah cafe 'gank Putri gibhah' Sedang nongkrong cantik(menurut mereka)masih dalam rangkaian menuju halalnya sahabat mereka Ziana.setelah malam itu mengadakan pesta lajang yang di tutup dengan menonton film edukasi menyenangkan suami di ranjang.dan memberikan 5 buah file film untuk di tonton Ziana nanti.
"Mudah mudahan kita masih bisa ngumpul gini lagi walaupun kamu susah jadi Istri bos ya Na"Kata Emil.
"Insyaallah Aku tetap kerja kok, soalnya Gerald nggak mau ada yang gantiin Aku"Jawab Ziana.
"Bagus,mengurangi celah pelakor"Kata santi.
"Iya,kan tanya kalo bos suka ganti ganti cewek zi,nah lho"Dini menakut nakuti.
"Makanya aku pepet dia kemana mana nantinya,tapi aku rasa resikonya sih,Aku kan tau Gege pacaranya kayak apa"
"Harus tahan banting ya Zia.."kata Dini sambil tertawa.
"Tuh,kan kamu tau"
"kok Lu tau Din?" tanya Emil.
"Tau kan aku sekretaris nya irang yang deket sebelum ada Zia Dikantor gaya pacaranya sama si nenek lampir gimana hehe ."
"Aku tau pasti Zia lebih tau kelakuan busuk sahabatnya itu di banding aku"Kata Dini menuding.
"Gimana,na kamu kan sahabatnya?"Sisil penasaran.
"Iya sih waktu di SMP aja Gege pacarnya banyak."
"Dulu kalo Dia ngapel misalnya ke c'A Aku pasti Dipaksa ikut terus Gege mojok aku diem aja jadi nyamuknya"Kata Ziana jujur.
"Parah.."kompak teman temannya berseru.
"Iya mana tau aku Dia bakal calon suami aku"Ziana membela diri.
"Lu pernah
"Dia juga jadi satpam aku kalo aku kencan,sebelnya Dia itu suka ngancem sama pacar aku"
"Maksudnya?"sisil penasaran.
"Ya gitu ngatur jarak aman,gak boleh pergi berdua,kalo kita lagi berdua dia ngawasin jarak 3meter,makanya waktu SMA aku sering ganti pacar,wong pacaran paling lama sebulan"Ziana terkekeh.
"Fix mungkin dari dulu bos ada rasa sama kamu Zia"Kata Dini.
"Tau,apa lu nggak ngerasa gitu ada hati sama bos"Tanya Emil.
"Ga Aku rasa kayak ke Evan aja sih"
"Aneh...hubungan yang Aneh"Emil tertawa.
"Padahal sebelum tunangan kita pernah nge gap bos lagi Gituan sama Nenek lampir"
"Maksudnya?"tanya emil
"******* gede"Dini berbisik.
"Serius lu"Sisil gak percaya.
"Tanya aja sama Ziana"
"Diingetin lagi Aib itu"Ziana menutup wajahnya.
Flash Back On
"Din,bos ada ?"tanya Ziana.
"Ada masuk aja!"jawab Dini.
tok,tok ... Ziana mengetuk pintu dan membukanya.
Dan Ziana Terbelalak ketika melihat Merry Dipangkuan bosnya yang sedang membenamkan wajahnya di dada wanita itu.
__ADS_1
Ziana cepat pergi dan menutup pintu dan tiba tiba Dini menghampirinya karena kaget Ia lupa kalau Merry datang.
"Kamu melihat sesuatu?"Tanya Dini.
"Sialan kamu din"Kata Ziana sambil menjitak kepala Dini.
"Sumpah lupa,bos tau kamu ke dalam?"
"Nggak"
"Syukurlah kita aman hehe"Mereka pun menjauh dari depan ruangan bos masih dalam cekikikan ga jelas.
FLASH BACK OFF
Mereka berlima pun tertawa mendengar cerita Ziana sampai sampai keluar air matanya.
"Ih,Dosa kamu Din gibhahin bos kamu"Kata Ziana sambil tertawa.
"Helow,apa kabar elu calon bini nya,haha.."Dini masih terus tertawa.
"Aku ke toilet dulu kebelet"Ziana bangun dari duduknya.Dan tak lama Dia kembalinke mejanya,Ziana tak menyadari ada sepasang mata menatap nya.
"Pulang yuk,dah mau magrib "Ajaknya.
"Yuk, kami mau pesan Taksi dulu"Emil pun memesan.
"Kita panggil pak Edi atau taksi online juga"
"Taksi aja lah ga enak sama pak Edi"
"ya udah kita pesan dulu"kebetulan mereka searah.
"Kita duluan dah dapet taksinya"Emil,sinta Sisil pun berdiri pamit.
"Ana..."Seorang lelaki memanggilnya dan sekarang bberdiri dihadapan Mereka.
"Apa kabarmu Ana?"Lelaki itu menampilkan senyum manisnya.
'Yaa Alloh senyuman manis itu'keluh Ziana.
"Mau apa lagi kamu sama sahabat kita?"Sisil yang masih ada di sana pun Emosi.
"Aku ada perlu sama Ziana sebentar"
Emil menatap Ziana,seakan memberi isyarat agar menolaknya.
"Baiklah tapi di sini saja dan temanku tetap disini."Ziana mengiyakan membuat sahabatnya heran.
"Kami pulang kalau begitu "Sisil diikuti Sinta dan Emilpun pamit.
Ziana pun mengangguk tinggallah tiga orang di meja itu Ziana,Andre dan Dini.
Dini tau diri Ia m we masang headset agar tak mendengar obrolan Ziana dan Andre.
"Maaf..."Andre membuka percakapan.
"Untuk ?"
"Untuk hubungan kita dulu"jawab Andre.
"Sudahlah Dre,itu dah basi dan kelar"kata Ziana.
"Dengarkan aku dulu,kalau sudah selesai aku menjelaskan baru kamu bicara"Pinta Andre.
"Ok,aku harap ini terakhir kita bertemu"kata Ziana.
"Maafkan aku,dulu aku tidak jujur sama kamu"Andre membuka percakapan.
AMBIGU
__ADS_1
Ziana memandangi wajah teduh milik Andre jika membandingkan wajah Andre atau Gerald tentu Ia akan memilih Andre,berwajah tampannya orang Indonesia yang diliat dari segi manapun akan terlihat menarik dan bikin kangen(😜)
kalau Gerald sedikit ada bule bule Eropa maklum mommynya Turunan Scotland.
"Saat itu ning hamil anak kakakku,sedang kakakku sudah meninggal untuk menutupi aib aku harus menikahi ning,aku tak punya pilihan demi menjaga nama baik keluarga"
Ziana merenungkan setiap kata yang keluar dari mulut Andre,
"Aku minta maaf Aku nggak tahu masalah itu,seandainya kamu jujur Dre"
"Aku dan ning sudah bercerai tiga bulan yang lalu,Ning merasa bersalah sama kamu,Ia seperti pelakor yang datang di antar kita"
"Katakan sama Ning aku,tidak apa apa dan untuk kamu juga Dre,jangan merasa bersalah mungkin takdir kita tidak berjodoh,dan kamu tau empat hari lagi aku akan menikah."
"Maaf..."Andre menggenggam tangan Ziana dan Dini yang melihatnya melotot kearah Ziana.
"Sudah aku maafkan setelah ini mari kita hidup masing masing menurut takdir dan nasib kita,aku harus pulang"Ziana bangun dari duduknya diikuti Dini.
"Terimakasih setidaknya aku lega ana kamu sudah memaafkan aku"
Ziana mengangguk.
"I still love you,Ana ku sayang"
Dini menarik tangan Ziana,agar tak terpengaruh dengan ucapan Andre yang baru Dini tahu.
Ziana pun melangkah tanpa menoleh kebelakang,san menjawab kalimat terakhir yang Ia dengar.
Di dalam taksi Ziana menetes kan air matanya
'Tuhan kenapa dia bertemu lagi dengan lelaki itu'kata bathinnya.
"Itu godaan yang mau nikah Zia,kamu jangan terpengaruh,Ingat Bos menunggu di pelaminan"Dini seakan tau galau sahabat nya itu.
"Iya aku tau aku tak akan merubah keputusanku"
"Bagus.."Dini mengusap tangan atas Ziana menguatkan nya.
tiba tiba telpon Ziana berdering.
"Hallo sayang lagi apa nih aku kangen"Kata Gerald di sebrang sana.
Mendengarnya Ziana hanya senyum.
"Kapan pulang aku juga kangen Ge"
"Suaranya kok aneh abis nangis atau lagi pilek."
"nangis nonton drakor tadi"Ziana berbohong.Dini yang mendengar hanya senyum.
"sudah makan makannya"
"sudah,ini mau pulang"
"Oh,sama Pak Edi?"
"nggka naek taksi Ge,kasian pak Edi harus bolak balik antar jemput aku"
"Itu kerjaanya sayang"
"Ya udah ketemu besok yah,jam berapa pengajiannya?"
"Kalo sempet aku datang ke pengajian besok"
"Iya tapi kalo hari Jum'at pagi wajib yah kita pergi ke makam Ayah dan Papi"
"Oh tentu say,aku tutup telponnya"
"iya see you tomorrow Ge"Ziana menutup telponnya setelah dapat jawaban dari Gerald .
__ADS_1