
Arena balap yang sudah hampir setengah tahun lamanya tak ia kunjungi kini sudah berada didepan mata, beberapa mobil mewah terlihat sudah berbaris sejajar dengan mobil Wine. Mengaum menyeramkan seolah meminta untuk cepat melaju diarena balap didepan sana.
Wine yang masih menggunakan baju seragamnya tengah berdiri bersandar dipagar pembatas sambil melihat lajur kosong yang terlihat sangat memacu adrenalinya. Sudah lama ia tak berada ditempat ini dan lebih memilih untuk berdiam diperpustakaan, menjadi murid baik demi kelulusannya sebentar lagi.
Namun malam ini, setelah tamparan kuat baba yang bahkan masih memberikan rasa nyeri di pipinya mengubah Wine kembali menjadi anak jalanan, gadis satu-satunya yang ikut balap mobil dan orang yang paling muda diarena balap ini.
“ Kenapa pipi lo?”
Wine melirik kearah Alan yang kini memberikan kain berisi es batu ketangan Wine. Asap rokok yang keluar dari bibir pria itu menarik perhatian Wine. Bagaimana reaksi babanya jika dirinya merokok? Pasti akan sangat marah bukan?, dari banyak hal yang ada di dunia, babanya sangat benci dengan balapan mobil maupun motor serta rokok.
“Ditampar lo?” Alan kembali bertanya.
“Bagi rokok lo bang? Masih ada yang baru kan?”
Wine tahu dirinya mungkin akan menyesal setelah mencoba gulungan tembakau yang Alan berikan padanya. Tapi jika dirinya ditemukan dan ada bau rokok di tubuhnya perasaan babanya pasti akan hancur berkeping-keping. Biarkan saja Wine akan menjadi anak durhaka malam ini. sudah Wine bilang kan barusan? Tamparan tadi akan menjadi akhir dari segalanya.
“Lo yakin?” Alan yang hendak membakar gulungan tembakau yang sudah menggantung di mulut Wine bertanya lagi untuk memastikan.
“ Yakin. Kenapa emang?”
“Win lo tahu kan, kalau lo berantem sama Bokap lo. Lo masih punya 4 tujuan selain tempat ini. Ocha, Anya, ibu pengasuh lo, atau mungkin tentara anak buah ayah lo. Lo masih bisa kesana Win”
Dari semua kakak kelas yang ada di arena ini. Alan memang satu-satunya yang tahu segala hal buruk Wine dibalik tingkah sengkleknya selama ini. seperti dengan mas Akhtar yang tahu karena Wine menceritakan semua hal. Wine juga menceritakan beberapa hal pada Alan. Seperti hubungan dirinya dengan sang ayah yang tak pernah membaik sejak sekolah menengah pertama.
“ Bisa ngga ka, jangan banyak ngomong. Sekali lagi lo ngomong. Mulut lo gue sikat ke aspal “
Jika Wine sudah dalam kondisi seperti ini, maka jangan ada yang mencoba untuk mendamaikan hatinya. Semua hanya akan sia-sia dan mungkin akan berakhir menjadi tikus ditangan Wine setelahnya.
__ADS_1
“Oke. Tapi kalau ketauan sama bokap lo. Jangan bawa-bawa nama gue”
Wine mengangguk. Alan membakar ujung rokok miliknya hingga membuat ujung rokok yang berada di mulut Wine mulai mengeluarkan asap. Hanya dalam satu isapan Wine langsung terbatuk, karena alih-alih asap dimulutnya keluar, asap itu malah tertelan hingga membuat dirinya tersedak.
“ Gue bilang apa kan? Kalau ngga bisa ngerokok tuh jangan banyak gaya”
Tepukan dipunggung yang diberikan Alan sedikit meredakan batuk Wine. Dirinya menatap nanar rokok yang masih diapit oleh jari tengah dan jari telunjuk. Kenapa membuat babanya marah adalah sesuatu yang sangat susah dilakukan. Jika dirinya mati, apakah semua akan baik-baik saja?.
“ Ko gue ngga bisa kaya lo kak?”
“Ya lo biasanya ngemut permen, ini rokok ya ngga mungkin langsung bisa lah”
“Woi, ayo mau dimulai”
Teriakan seorang pria— pemilik salah satu mobil itu membuat Wine dan Alan mendekat dan masuk kedalam mobilnya masing-masing. Dari 5 mobil yang ada, hanya Wine satu-satunya perempuan yang ikut balapan malam ini. tujuannya bukanlah untuk mendapat hadiah, namun merenggut nyawanya dan berakhir hanya meninggalkan nama saja.
“ Cantik, abang boleh ikut ngga, duduk di samping kamu”
“ Kalo abang mau mati, silahkan masuk” Jawab Wine dingin yang jelas membuat Toni mundur seketika.
Lima.
Empat.
Saat suara aba-aba dimulai, Wine memasang seatbelt dan mengencangkannya. Dirinya memang ingin mati dengan sengaja menabrak pembatas dibelokkan nanti, tapi setidaknya wajah dirinya yang tak bernyawa harus tetap terlihat cantik saat bang Arka melayat nanti.
Tiga.
__ADS_1
Dua.
Satu.
Saat bendera dikibarkan, Wine menancapkan gasnya membuat mobilnya melaju kencang hingga berada di urutan ketiga.
Semua kenangan saat dirinya berada di SD muncul seketika. Kenangan indah bersama kedua orang tuanya muncul seirama dengan mobilnya yang terus melaju kencang. Pergi ke tama bermain, liburan keluar negeri, hingga kelahiran adiknya membuat Wine tersenyum senang. Semuanya benar-benar menyenangkan.
Hingga, kenangan tepat saat dirinya berada dikelas 1 SMP membuat air mata Wine mulai menggenang perlahan. Dengan kedua matanya sendiri, Wine melihat wajah ayahnya tersenyum lebar dengan wanita lain di ponsel sang mamah. Bukan hanya satu namun sangat banyak dan berlangsung hingga 3 bulan lamanya. Ayahnya yang sedang berada di luar kota karena mendapat tugas itu malah memberi kabar buruk bagi keluarganya di rumah.
Gambaran sang mamah yang akhirnya menangis hebat setelah mencoba bertahan selama 3 bulan lamanya demi anak-anak muncul di ingatan Wine. Wine semakin memacu mobilnya hingga dirinya berhasil membalap mobil Alan dan berada di urutan nomor 2.
Kali ini ingatan dirinya dan adiknya yang duduk dikursi penumpang dengan sang mamah sebagai pengemudi juga terlintas di ingatan Wine. Kecelakaan itu terjadi saat mobil bagian sampingnya ditabrak dan membuat mamahnya hilang kendali hingga menabrak pagar pembatas jalan.
Kecelakaan yang hanya menyisakan dirinya seorang yang selamat membuat air mata Wine turun semakin deras.
Suara klakson dari mobil Alan yang tahu Wine mengambil jalur yang salah padahal didepannya ada tikungan yang tajam menggema tiba-tiba, bukan hanya Alan, dua mobil dibelakang pria itu juga ikut memberikan klakson seakan tahu Wine sengaja melakukannya.
Balapan ini akan berubah menjadi berita panas yang merenggut nyawa gadis yang sengaja melakukan bunuh diri.
Wine tak peduli, mobilnya terus melaju kencang disebelah kanan meski tahu ada tikungan didepan sana. Dan tepat saat berada ditikungan Wine membanting setirnya ke kanan dan berakhir dengan menabrak pagar dan membuat mobilnya berputar hingga 2 kali sebelumnya berakhir dengan posisi terbalik.
Wine merasakan nyeri disekujur tubuhnya saat beberapa orang menarik tubuhnya keluar dari mobil. Tak ada yang bisa ia lihat, semuanya gelap dan Wine tahu dirinya akan kehilangan kesadaran sebentar lagi.
”Rencana hidup Wine ya ini bang Arka. Mati dan membuat baba menyesal seumur hidupnya”.
***
__ADS_1
Bekasi
2 Desember 2021