
"Jadi dia juga ngomel sama lo?!" Wine memasukan sepotong daging ke dalam mulutnya. Awalnya Ocha memang mengomel panjang lebar pada mereka. Anya dan Wine tak menjawab dan terus makan seolah omelan Ocha masuk di telinga kanan dan keluar di telinga kiri.
Namun kali ini alih-alih mendengar omelan Ocha, sesi kali ini lebih kearah gossip ibu-ibu.
"Iya. Pas jemput dia ngomel lagi sama Rani. Rani ngadu sama gue" jawab Ocha dengan wajah sewot.
"Lagian lo lagaknya misah kita tadi pagi. Belum kena dia berarti"
Pandangan mematikan Ocha kini tertuju kearah Wine. Dengan gerakan pura-pura mati, Wine menyandarkan punggungnya di kursi dengan mata tertutup.
Anya yang melihatnya memukul paha Wine. Drama lagi nih dokter.
"Lagian lo juga. Pakai ajak ribut. Kicep aja itu mulut bisa nggak sih?!" lanjut Ocha.
Oke sepertinya ini bukan sesi gosip, tapi lebih ke arah sesi curhat Ocha yang tidak boleh disela sama sekali.
"Ini bukan pertama kali dia marah-marah sama gue"
Anya dan Wine hanya saling melirik, kemudian mengangguk lalu kembali makan. Sepertinya menjawab dengan anggukkan akan jauh lebih baik dari pada berujung kena semprot Ocha lagi.
"Lagi dan lagi. Masalahnya pasti balik lagi sama wali murid lain. Kemarin ribut gara-gara mainan laba-laba, sekarang sama laba-laba lagi"
Wine tak menjawab, hanya mengambil satu potong daging dan menyuapkannya kepada Ocah. Meski terlihat cool, kalau sudah ngomel dan curhat, sahabatnya ini tetaplah wanita yang omelannya tak akan berhenti sebelum puas.
"Ini lama-lama gue larang aja anak-anak bawa mainan laba-laba. Mana geli banget bentuknya.
Bukan lagi Wine, kini Anya mengambil jamur enoki dan menyuapkannya ke mulut Ocha lagi.
Ocha menerimanya, mengunyahnya sedikit dan kembali marah-marah.
" Mana bos gue kalau masalah begini nggak pernah nongol lagi! Bebannya dikasih gue semua. Gila emang"
Lagi, Wine dan Anya mengangguk menimpali ucapan Ocha.
"Kok lo pada ngangguk doang sih. Di jawab kek!"
Lihat. Kalau sudah berteman dengan Wine, tidak akan ada orang yang tidak menyebalkan. Meski kadang Ocha terlihat lebih waras daripada dirinya dan Anya, namun jika marah sifa Ocha tak jauh beda menyebalkannya.
" Lah terus kita harus jawab apa? nanti salah lagi" timpal Anya.
Wine hanya mengangguk dan kembali makan. Makanan adalah nomor ke 4 dalam hidupnya setelah kembar dan Arka.
Membiarkan Anya dan Ocha yang kini malah adu mulut, Wine merogoh kantong celananya saat satu pesan masuk.
__ADS_1
Pengirim dengan nama Jani yang terpampang di layar ponselnya.
satu link menuju sebuah tautan ke instagram lah isi dari pesan Jani.
Biasanya Jani memang suka membagi tautan yang ia lihat di IG. Maka dari itu, dengan penasaran Wine mengklik link itu dan membawanya masuk ke IG.
Foto Arka dan Anggi yang duduk bersebelahan yang Wine liat kali ini. Ini adalah IG Anggi, dan itu berarti wanita itu memang sadar sesadar sadarnya mengupload foto Arka di akunnya itu.
Bersamaan dengan itu suara salam Arka dari arah luar membuat Wine langsung berdiri.
"Gue titip anak-anak dulu. Bakal ada perang di rumah gue soalnya" pesan Wine sebelum keluar dari rumah Ocha.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
" Bisa kamu jelasin ini apa mas?!"
Berada di dalam kamar mereka, Wine menghadap ke arah Arka yang kini tengah mengganti seragamnya menjadi kaos rumahan.
"Sebentar dek. Mas ganti baju dulu. Gerah"
Dengan air mata yang hampir lolos, Wine menghadap ke arah langit-langit kamar berusaha untuk menghalau semuanya. Dilihat dari sikap santai suaminya itu, sepertinya Arka masih belum menyadari perubahan ekspresi pada istrinya itu.
"Kamu udah janji loh mas sama aku" suara Wine yang bergetar karena menahan tangis membuat Arka sontak menoleh kearahnya. Dan detik itu pula, saat tatapan mereka beradu Wine tak bisa lagi menahannya. Wine mengepalkan tangannya dan mulai menangis sesenggukan.
Semakin ditanya, maka semakin pula Wine menangis kencang. Arka yang tidak tahu asal mulanya, kini memilih untuk menarik istrinya kedalam pelukannya. Menunggu beberapa menit hingga Wine sedikit mulai tenang.
"Ini apa mas?! " Wine kembali bertanya. Air matanya tak lagi meluncur, namun Wine masih sesenggukkan sambil menunjukkan foto Arka dan Anggi.
"Ya Allah dek. Kamu jangan mikir macam-macam ya" Arka yang melihat ponsel Wine dibuat panik seketika.
"Gimana aku nggak mikir macem-macem mas. Kalau Anggi yang foto sama kamu. Dia dulu mantan kamu"
"Asstaghfirullah dek. Serius abang nggak ada apa-apa sama dia." Arka memegang pundak Wine. Lagi dan lagi, air mata Wine yang meluncur bebas seakan menyayat hatinya.
"Aku nggak tahu mas. Kamu udah janji sama aku loh mas. Kamu janji nggak bakal kaya baba. Terus mana janji kamu mas?"
"Dek denger. Abang tadi makan malam sama yang lainnya juga. Bukan cuman sama Anggi doang"
"Kamu tahu mas, itu juga alasan yang dipakai baba dulu"
"Sinih, duduk dulu" Arka menuntun Wine agar duduk di bibir ranjang, sedangkan dirinya kini bertekuk lutut didepan Wine sambil menggenggam tangan istrinya kuat.
"Selama ini mas tepati apa yang mas janjikan sama kamu dulu. Dan sekarang, hingga selamanya akan tetap sama. Buktinya selama ini mas kalau ke luar kota juga nggak macam-macam kan?"
__ADS_1
Memang selama bertahun-tahun menikah, dan beberapa kali Arka harus keluar kota untuk membawa pesawat, Arka menepati janjinya dengan baik. Tidak ada kabar apapun atau hal aneh-aneh yang dilakukan suaminya saat mereka berada ditempat yang berbeda untuk beberapa hari. Namun kali ini jelas berbeda, wanita yang mendekati suaminya adalah sosok Anggi sang mantan Arka dulu. Dilihat dari wanita itu berani memposting foto Arka di akun sosial media, maka ada kemungkinan perasaan wanita itu pula belum berubah. Wine hanya tak ingin hal yang terjadi padanya karena keegoisan orang dewasa akan terulang pada kedua anak kembarnya.
"Ya itu kan bisa aja pas mas keluar kota nggak ada cewek yang cantik. Jadi mas nggak tergoda."
Arka menarik napasnya dalam dan menghembuskannya perlahan. Salah satu dari mereka harus tetap berkepala dingin untuk mencegah terjadinya pertengkaran " Jadi maksud kamu Anggi cantik, makanya mas tergoda dan foto sama dia?"
Masih sesenggukan, Wine mengangguk yang membuat Arka gemas sekali dengan bibir istrinya yang mengerucut lucu di depannya ini.
"Kalau menurut kamu Anggi itu cantik. Menurut mas biasa aja. Untuk apa mas melirik perempuan lain kalau mas sudah punya kamu dan anak-anak di rumah?"
"Tapi dia itu cantik mas. Penampilannya juga berubah, nggak kaya aku yang begini-begini aja"
Tangan Arka terulur guna mengusap air mata Wine di pipi "Begini-begini juga tetep paling cantik kok"
"Kalau udah tahu istrinya cantik, kenapa mas foto sama dia dan bikin aku salah paham!" mengingat foto itu membuat Wine kembali menangis.
"Seperti yang mas bilang sebelumnya. Mas lagi makan sama yang lain juga. Mas niatnya mau telfon kamu buat ngabarin pulang rada malam. Karena terlalu berisik, jadi mas cari tempat lainnya, Eh ternyata Anggi ikut pindah juga dan langsung duduk di samping mas. Rekan kerja Anggi yang fotoin kita berdua"
Sungguh ingin rasanya Wine percaya dengan apa yang Arka katakan barusan. Namun hingga hitungan ke sepuluh, hatinya masih belum juga tenang.
Arka yang bisa melihat ekspresi sedikit tak percaya milik Wine mengambil ponselnya di nakas " Kita telfon Ayub ya. Kebetulan mas tadi juga diantar sama dia. Biar kamu semakin yakin."
Tak berniat untuk menolak sama sekali. Wine menganggukkan kepalanya setuju.
Hanya butuh 3 kali suara berdering. Panggilan itu terhubung dengan Ayub. Arka menjelaskan semuanya kepada Ayub sebelum akhirnya memberikan ponselnya pada Wine.
"Malam ibu"
"Malam kapt. Ayub, maaf ya mengganggu" sapa Wine balik.
"Iya bu tadi kami makan malam bersama dengan reporter tv yang meliput acara peresmian bu. Bukan cuman Komandan dan mbak Anggi doang kok bu"
Wine melirik sebentar kearah Arka yang kini tersenyum.
"Untuk foto juga saya liat ngambilnya kok bu. Temennya ngambil diam-diam bu"
"Oke sampai sini aja ya kapt. Terimakasih bantuannya"
kali ini bukan Wine yang bicara, melainkan Arka yang bicara. Setelah mendapat balasan sama-sama dari Ayub, Arka langsung menutup panggilan lalu memeluk Wine erat.
"Itu adalah janji yang nggak akan pernah abang ingkari dek"
Wine mengangguk dan kembali menangis di pelukan Arka " Maafin Wine ya mas"
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...